
Gustav tersenyum puas ketika Heni melayaninya dengan baik .Dan tak ada batahan dari bibir nya Hanya ada ******* kecil dan lenguhan Heni
" Bagus cantik, anggap ini sebagai pelunas hutang mu Yang sudah membuat nyawaku hampir melayang " bisik Gustav pelan Ketika memasuki tubuh Heni Dan Heni hanya diam .
Ada airmata di jatuh di pipinya Namun Heni cepat cepat menghapusnya Karna ia sadar selama menikah dengan Gustav Dia sudah menipu pria itu. Dan sempat mencelakai nya Dan kini ketika .pria itu menyadarinya semuanya Gustav berbalik melawan nya Dan Heni tak menyangka sama sekali Gustav yang ia Kenal punya sisi yang sangat mengerikan Yang tak pernah ia pikirkan sebelum nya .
Semalaman Heni melayani hasrat mantan suaminya itu. Tubuhnya lemas tak berkutik Dan setelah puas Gustav pergi begitu saja Dan hanya menutupi tubuhnya dengan selimut .
Sedangkan di tempat lain Aya baru saja bangun menginjak dini hari Dan tangan suami nya itu memeluk tubuhnya erat .
Aya pelan pelan melepaskan tangan kekar semuanya itu .Namun belum lagi ia beranjak Ferdi sudah menarik tubuhnya lagi ke dalam pelukannya
" Jangan pergi " kata Ferdi dengan mata masih terpejam .Yang membuat Aya berbalik menatap wajah suaminya itu
" Apa abang bermimpi " kata Aya meraba wajah suaminya itu lalu mengecup bibir Ferdi pelan Dan memungut nya ketika ia ingin melepas pungutannya Ferdi menahan tengkuk nya .
" Biar begini " kata Ferdi yang membuat Aya kaget mengira suaminya itu hanya mengigau .
Kedua nya pun saling bertukar saliva Karna kedua nya masih polos tak sulit bagi Ferdi kembali bercinta dengan Aya
Karna hawa dingin itu membuat mereka menjadi hangat ketika menyatu .
Cukup lama kedua bergumul Dan kembali tertidur Dan Aya pun memeluk tubuh suaminya itu dengan tersenyum Tak menyangka Bila suaminya itu tak bisa jauh darinya .Begitu juga dengan nya
" Aku tak menyangka kita berakhir seperti itu bang, dulu aku hanya kau anggap pelayan " batin Aya yang tak bisa tidur lagi Dan matanya hanya menatap wajah suaminya itu sampai puas . Karna kini Ferdi hanya milik nya
Aya pun hanya tersenyum Bisa membuat Pria di depannya itu tak bisa jauh darinya. Berkat buah kesabaran nya Ferdi bisa jatuh cinta padanya. Dan bisa menaklukan hati playboy yang terlihat angkuh itu
Cukup lama Aya menatap wajah Ferdi Sampai akhirnya ia juga ikut tertidur sampai pagi Dan terbangun ketika ada
Yang mengetuk pintu kamar mereka
" Ya sebentar " kata Aya Yang beranjak dari ranjang Dan memasang pakaian nya Walau tanpa dalaman
__ADS_1
Ceklek .......
" Mami ...." kata Aya kaget
" Orang tua Tania kecelakaan Bangunkan Ferdi Mami dan papi kesana duluan ya Hati hati kalo kalian kesana " kata mami . Lalu menjauh dari pintu kamar
" Ya mi .... mereka dirumah sakit mana ?" kata Aya Ketika mami hendak pergi
" Rumah sakit keluargga " kata mami hilang di balik ruang keluargga Yang membuat Aya menutup pintu .Dan bergegas masuk kamar mandi untuk membersihkan diri .
Sedangkan Ferdi baru bangun Ketika ia meraba sisi sampingnya Aya sudah tak ada lagi
" Eugh dia kemana ?" kata Ferdi yang
Lalu duduk sambil membungkus tubuhnya dengan selimut .Lalu mengambil piyama nya .
Ceklek .......
" Kok ngak ajak abang mandi " kata Ferdi mencium pipi Aya Ketika Aya ingin berpakaian
" Bang orang tua mba Tania kecelakaan tadi pagi . Kita mau kesana sebentar. Aya mau menyusui Afnan sama Aska dulu ya " kata Aya tersenyum .Sambil menyiap kan pakaian Ferdi
" Ya ...... sana susui dulu .abang mandi dulu ya " kata Ferdi santai . Karna ia sudah tahu dari tadi subuh hanya ia malas membaca pesan Deril
Setelah masuk kamar mandi Aya bergegas kekamar anak anak nya Dan benar saja Afnan sudah bangun Dan ketika melihat Aya Afnan langsung mengulurkan tangan nya .
" Uluh uluh iya ***** dulu ya " kata Aya yang langsung naik ketempat tidur Untuk menyusui Afnan .
" Tadi sudah bangun nona tapi tidur lagi karna nona belum kesini " kata Wati yang bergantian sarapan di dapur
" Iya mba , karna sudah biasa kalo mamah nya yang membangunkan " kata Aya mengusap kepala putra sulungnya itu . Buah cintanya dengan tuan muda Ferdinan itu Terlihat semakin tampan saja parasnya . Yang mirip sang papi membuat Afnan sangat mengemaskan Sedangkan Aska perpaduan dirinya dan Ferdi .Yang membuat Aya sadar kalo anak anaknya itu sangat rupawan .
" Ma ........ma " celoteh Aska yang membuat Wati bergegas menghampirinya
__ADS_1
" Iya sayang tuh mamah lagi menyusui kakak Kita keranjang kakak ya " kata mba Wati Yang di anggukan Aska lalu mengulurkan tangan nya
" Sini sayang " Kata Aya tersenyum Melambaikan tangannya pada Aska Yang membuat Aska tersenyum memeluk Aya dan duduk di sebelah sang kakak Menunggu Afnan selesai menyusu
Keduanya memang sudah dibiasakan tidur sendiri oleh sang papi ketika berumur 6 bulan .Agar terbiasa tidur mandiri dari sejak dini .Dan mereka di jaga mba Erni dan Wati .Sebenarnya Aya tak tega tidur terpisah dengan si kembar Tapi karna mami memberinya nasehat akhirnya Aya pun menurut Agar Afnan dan Aska terbiasa Awalnya agak rewel tapi setelah terbiasa pada akhirnya mereka terbiasa Apa lagi tiap pagi Aya sudah datang kekamar dua anak nya itu
Untuk memberikan Asi .
Setelah Afnan selesai gantian Aska menyusu Entah kenapa keduanya itu jarang rebutan Apalagi Aska yang dekat dengan Aya Lebih dulu memilih bermain dan bermanja dengan Aya Sambil menunggu kak Afnan nya selesai menyusu.
" Sayang ...... apa belum selesai " kata Ferdi yang masuk kekamar Yang membuat Afnan berhenti menyusu .Dan Aska langsung mengambil Alih
" Nih lihat saja masih di isap bang . " kata Aya
" Aaa.....pa " kata Afnan minta gendong
" Sini sama papi, kok masih bau iler ya anak papi belum mandi " kata Ferdi
" Bentar lagi pi, nunggu ade selesai " kata Aya Sambil mencium pipi Aska
Yang membuat Ferdi juga mencium pipi Afnan Dan merasa senang melihat dua putranya itu jarang rewel .
" Anak anak papi pintar ya " kata Ferdi menggelitik Afnan Yang membuat putra nya itu terkekeh geli Dan membalas nya
Yang membuat Aya tertawa . Mereka bercanda bersama di ranjang Afnan Yang membuat Aska ikut tersenyum sambil mengisap wadah gizinya. Sedang kan Wati bergegas keluar Ketika tuan muda nya itu masuk .Karna rikuh melihat tuan mudanya itu sedang mendekati istrinya.
" Papi pinjam mamah dulu ya hari ini . Kakak sama ade sama mba dulu di rumah Karna opa tante Tania lagi sakit " jelas Ferdi
" Uuu....." kata Afnan.
" Iya ... makanya papi mau besuk sama mamah " kata Ferdi membuat Afnan mengangguk .
" Pintar " kata Ferdi Yang tahu dua putranya itu cukup mengerti dan . mudah mengerti bila diajak bicara .Sebab itu lah Ferdi sangat sayang pada anak anaknya itu Yang jarang rewel Karna Aya banyak memberi perhatian lebih pada anak anaknya Yang tak Ferdi sangka Kalo Aya bisa mengurus si kembar dengan baik. Membuat Ferdi kagum pada istrinya itu Karna biasanya gadis muda Lebih banyak bersenang senang Dari pada mengurus Anak. Apalagi gadis seperti Aya sudah dicukupi materi olehnya Tapi Aya berbeda dari gadis lain Aya lebih betah tinggal di rumah. Bahkan selama Ferdi meminta tidak keluar rumah . Aya menurutinya dengan patuh . Tetap tenang tinggal di rumah tanpa mengeluh .Karna semuanya sudah dicukupi Dan serba di siapkan oleh mertuanya. Jadi Aya hanya bisa bersyukur . Karna apa yang ia dapat sudah yang terbaik dalam hidupnya
__ADS_1