
Setelah dosen masuk semua berhenti bicara Karna kali ini pa Gery yang masuk kelas Yang tadi sempat menjadi bahan candaan mereka
" Git " kata Anya melirik Gita
" Shut .... ngak berisik" kata Aya
" Wah panjang umur dia Ay" kata Arum
" Sudah fokus, kalo ngak kita di pelototi " bisik Alin
Yang membuat semuanya terdiam Melihat kedepan memperhatikan pa Gery Yang memberikan mata kuliah hari ini
Di kantor Ferdi .Wina datang menghadap pada Ferdi untuk mengajukan cuti Karna mereka akan mengadakan resepsi pernikahan dalam minggu ini
" Apa ini tidak terlalu terburu buru Win Aku akau repot bila kau cuti " Kata Ferdi
" Maaf presdir , tapi ini sesuai jadwal " kata Wina
" Lalu siapa yang mengurus semua persiapan rapat dan urusan admistrasi " kata Ferdi
" Aku sudah menerima karyawati magang yang akan bekerja disini pa kemaren Dan selama tiga hari ini saya melatihnya Untuk sementara dia yang akan menganti kan saya selama cuti pa " kata Wina
"Huh ... baiklah , apa dia masih gadis " kata Ferdi
" Dia sudah menikah , dan suaminya sopir pribadi presdir " kata Wina tersenyum
" Hah..... Sam .....atau Alan ?" kata Ferdi kaget
" Sam presdir " kata Wina
" Sam ..... Emma maksud mu !! " kata Ferdi Yang tahu kalo Emma kakak teman Aya
" Ya bagaimana presdir bisa tahu ?" kata Wina kaget menatap Ferdi
" Karna dia saudari teman Aya " kata Ferdi
" Ya... bagus lah kalo presdir mengenal nya , dia hanya kerja sementara disini Karna Sam memberi Izin sebelum dia hamil " Kata Wina
" Ok tak masalah, asal jangan yang genit saja " Kata Ferdi Yang belum terbiasa dengan orang baru .
"'Baik presdir saya permisi dulu " Kata Wina ingin kembali kemeja nya Tapi tiba tiba pintu terbuka Dan terlihat Disti melenggang masuk membawa rantang makanan Yang membuat Wina dan Ferdi saling pandang
" Hai ... Fer slamat siang, hai mba Wina apa kabar " Kata Disti dengan ramah tiba tiba Lalu menarik kursi di depan meja Ferdi yang baru saja di duduki Wina
" Ada apa kesini ?" Kata Ferdi Sedangkan Wina keluar dari ruangan Ferdi Sambil sesekali melihat Disti Karna curiga dengan kedatangan wanita ular itu .
__ADS_1
" Aku bawa makanan untuk mu , kita makan bersama ya Fer, Aya tak pernah datang kesini kan untuk mengantarkan mu makanan Dan lagi aku masak enak hari ini "kata Disti dengan percaya diri
" Oh ya , atau kau punya maksud lain . Maaf aku ada janji makan siang di luar bersama relasi Kau bisa makan dengan Wina atau karyawan lain disini " Kata Ferdi tersenyum .
" Astaga Fer, kenapa kau tega padahal aku memasaknya spesial untuk mu Tak ada maksud lain Selain makan siang saja Aku lagi bosan di rumah " kata Disti memohon berharap Ferdi mau memakan makanan nya yang ia bawa Hasil ia beli di restoran tengah jalan Sebelum ia sampai di kantor Ferdi
" Skali lagi aku minta maaf , bukan aku tidak suka Tapi aku memang sudah janji dengan Tris dan juga relasi bisnis kami Jadi aku tak mungkin sempat memakan nya Ini..... aku ganti "Kata Ferdi mengeluar kan dompet nya Lalu mengeluarkan uang ratusan cukup banyak Yang membuat Disti menelan saliva nya
" Ini anggap saja gantinya .Sisa nya bisa buat belanja mu " kata Ferdi memberi uang tunai 2 juta di depan Disti
" Yah..... Kenapa begitu Fer , aku.... " kata Disti menggantung
" Ini aku tambah lagi , jadi pergilah Aku mau bersiap siap .Kalo kau tidak mau ya sudah " kata Ferdi Yang ingin mengambil uangnya kembali
"Eh .... mau mau ... sini biar buat belanja dapur " kata Disti mengambil cepat tumpukan uang itu Yang membuat Ferdi tersenyum
" Aku pikir aku tidak tahu siapa dirimu Dis, kalau mata mu itu hijau butuh uang " kata Ferdi Yang sangat tahu sifat para perempuan seperti Disti pada umumnya .
Disti tersenyum lalu pamit Dengan membawa rantang nya kembali Yang membuat Ferdi mengeleng Ketika Disti hilang di balik pintu Lalu bersiap siap untuk makan siang bersama Tris dan relasinya
" Tok....tok....tok....
" Masuk " kata Ferdi
" Apa tuan muda sudah siap ?" kata Sam
" Tidak tuan muda , bang Alan sedang mengantar tuan besar untuk bertemu temannya " kata Sam
" Baik lah ,ayo kita berangkat "Kata Ferdi Yang melangkah meninggalkan ruangan nya menuju lift khusus petinggi Dan turun menuju lantai bawah lalu keluar menuju pintu keluar.
Sam yang mengikuti dari belakang berjalan cepat Lalu membuka kan pintu mobil untuk tuan mudanya .Setelah Ferdi masuk Sam bergegas masuk Dan mereka menuju restoran mahal di daerah kemang
Seorang wanita yang duduk menunggu di interview bagian keuangan menatap lekat Ferdi ketika melewatinya
" Mba mau tanya siapa pria yang tadi lewat " kata wanita itu
" Dia presdir mba , pimpinan perusahaan ini " Kata resepsionis itu
" Masih muda , apa sudah punya istri " kata wanita itu
" Itu jelas mba, masa pria tampan ngak laku Apalagi dia seorang presdir Pastinya banyak yang antri ngak seperti kita Hanya wanita kelas bawah " kata resepsionis itu
" Ya " kata wanita itu yang tersenyum lalu kembali duduk
" Wah ... boleh tuh di goda Apalagi masih muda " Kata hati wanita itu lalu naik kelantai atas untuk interview .
__ADS_1
************
Aya baru saja ingin masuk mobil Ketika Anya memanggil nya sambil berlari kearah Aya
" Ay .... mau pulang kan nebeng ya " kata Anya Yang mengirit ongkos angkot
" Ya naik lah, motor lho mana " kata Anya
" Lagi di servis kemaren di pinjam kak Emma untuk tes sempat jatuh Sekarang dia naik angkot untuk interview " kata Anya
" Syukurlah mudahan di terima , aku sudah minta Wina untuk menyeleksi kak Emma Karna ada bang Sam disana Jadi mereka bisa kerja bareng " kata Aya yang memang menawarkan itu pada Sam saat Wina bicara pada Aya ketika ingin cuti Dan Aya ingin mencari sekertaris yang bisa di percaya Bukan untuk mengoda suaminya
" Ya Ay , .... hari ini interview terakhir. Mudahan bisa lolos " Kata Anya masuk mobil bersama Aya
" Ya mudahan saja " kata Aya Yang tahu kalo perusahan suaminya itu menyeleksi orang dengan ketat Dan juga untuk masalah kepribadiannya .
" Ken..... kita mampir dulu ketoko roti ya Setelah itu kau antar Anya " kata Aya
" Baik nona " jawab Ken
" Eh aku turun di persimpangan saja Ay, kan bisa naik angkot " Kata Anya
" Jangan antar aku dulu saja Sekalian lho gue traktir juga buat mamah lho . Oh ya apa papah lho sudah kerja lagi An " kata Aya yang sempat meminta pada Ferdi untuk mempekerjakan papah Anya
" Sudah Ay, papah sudah kerja di cabang depok .Alhamdulilah sudah seminggu ini Trimakasih ya Ay . Gue belum bisa balas kebaikan lho " kata Anya yang masih bekerja paruh waktu di butik
" Sama sama An, itu sudah rezekinya " Kata Aya tersenyum sambil mengenggam tangan Anya Sedangkan Ken hanya diam fokus membawa mobil .Sambil melirik Anya sesekali dari kaca spion Namun itu bisa ditangkap Aya
" Ken ...apa kau sudah punya pacar ?" kata Aya
" Belum nona " jawab Ken
" Kalo aku jodohkan dengan Anya mau ngak ?" kata Aya
" Hah........cit.................
Mobil langsung mendadak berhenti Karna Ken kaget mendengar perkataan Aya
" Ken.....apaan sih !!" kata Aya kaget
" Maaf nona saya hanya kaget " kata Ken terbata bata
" Hahaha .....dasar kamu Ken baru mau di jodohkan saja sudah kaget Apalagi mau nikah " tawa Aya
" Ay, lho bikin malu gue " kata Anya dengan wajah merah merona .
__ADS_1
" Masa sih "kata Aya tersenyum penuh arti