
Mata Aya terbuka ketika cahaya matahari masuk dari sela sela tirai jendela Yang membuat Aya merasakan semilir angin laut masuk .
" Sudah bangun, " suara bariton Ferdi membuat Aya menoleh
" Abang kenapa ngak bangunin Aya " kata Aya melihat suaminya itu sudah rapi Dan terlihat kalo Ferdi sudah mandi dan wangi karna sudah tampil menawan
" Abang sengaja ngak bangunkan Aya pasti Aya lelah karna tadi malam " bisik Ferdi pelan sambil mencium pipi Aya
" Abang Aya masih bau sana ....sana Aya mandi dulu " kata Aya
" Hehehe..... mandi dan belum mandi Aya tetap cintanya abang " kata Ferdi terkekeh Mengusap kepala Aya Sambil mengangkat dan menggendong Aya kekamar mandi
" Abang ..." kata Aya yang memegang erat leher Ferdi Ketika suaminya itu mendadak menggendong tubuh polos nya ke kamar mandi Dan meletakkannya ke bath up air hangat
" Trimakasih bang " kata Aya tersenyum
" Sama sama , mandi lah abang tunggu di depan ya sama mami " kata Ferdi
" Ya bang " kata Aya tersenyum .Karna hari ini ia mendapatkan perlakuan manis dari suaminya itu
Aya melakukan ritual mandinya dengan cepat Dan bergegas berpakaian lalu menemui suami dan mertua nya yang sudah menunggunya di dimeja makan .
" Lho papi mana bang " kata Aya yang tak melihat papi mertuanya itu
" Papi baru saja berangkat ke paris sayang siang ini Jadi pulang duluan " kata mami Risma
" Lah mami ngak ikut ?" kata Aya
" Ngak kan cuma sehari sayang capek dijalan Papi kan cuma dua jam disana lalu pulang paling ginap di hotel kalo capek " kata mami .
" Oh gitu ya mi" kata Aya
" Aya kapan pulang ke Yogya nya Mami titip rica rica mentok ya kalo pulang kesini lagi " kata mami
" Ih.. mami kan ngak lebaran masa minta rica rica sih " kata Ferdi
" Eh ... kan ngak ngaruh lagi Fer mau lebaran apa ngak " kata mami
" Mami kalo lagi senang pasti gitu sayang suka kepengen " kata Ferdi
__ADS_1
" Hehehe ngak pa pa bang nanti Aya pesankan sama yu irah biar masakan kan mentoknya punya kita sendiri sama lontong juga kan mi " kata Aya
" Ya sayang kalo ada boleh ... boleh mami suka trimakasih sayang " kata mami senang
" Ih ..... mami kaya orang ngidam aja " kata Ferdi sambil menyesap kopi nya .
" Hahaha...... iyalah kan yang hamil Aya biar mami yang ngidam " kata mami tertawa Yang membuat Aya tersenyum Lalu menikmati sarapan pagi nya dengan lahap karna lapar
Setelah itu mereka berjalan jalan di sekeliling pulau untuk menghabis kan waktu Karna nanti sore mereka akan kembali pulang kerumah .
**********
Disisi lain Kaifa sedang terduduk dikamar karna ia tak bisa bertemu dengan Ferdi
" Kenapa masih gagal juga " kata Wandi
" Apa maksud mu " kata Kaifa
" Bukan nya kau ingin menemui nya , berhenti lah Kai dia tak mencintai mu lagi Kenapa kau masih kekeh untuk bertemu dengannya sedangkan aku suami mu " kata Wandi berdiri sambil melipat kedua tangan nya .
" Apa kau mengawasi ku " kata Kaifa
" Aku hanya ingin silahturahmi saja ,Tak ada niat lain Dan hanya ingin melihat istrinya " kata Kaifa
" Kau yakin atau kau hanya berpura pura untuk menyembunyikan perasaanmu itu ." kata Wandi .
" Wan ada apa dengan mu apa kau cemburu , hei kau bilang aku milik mu tapi kenapa kau masih cemburu " kata Kaifa mendekati Wandi menenangkan suaminya .
" Kurasa kau sudah tahu aku suami mu sekarang Kai ... jadi hargai aku , kalau kau tak ingin aku mencerai kan mu dan menikah dengan wanita lain " kata Wandi sengaja agar Kaifa berhenti memikir kan Ferdi sahabatnya itu
" Sialan...apa dia mengancam ku " batin Kaifa kesal karna tak mungkin ia melawan Wandi yang memang kini suami sah nya.
" Astaga jangan emosi begitu dong Wan Apa kau lupa ada bayimu dalam rahim ku Tak mungkin aku mencintai nya lagi . Kau sekarang cinta ku " kata Kaifa yang merayu Wandi agar pria itu tenang Dan tidak emosi Karna rencana nya bisa gagal bila Wandi tahu .
" Aku hanya mengingat kan mu " kata Wandi menatap Kaifa
" Ya aku tahu " kata Kaifa yang mengalung kan tangan nya pada Wandi dan mengecup bibir Wandi .
" Jangan cemburu, dia hanya masa lalu ku sayang " kata Kai yang lalu bergelayut pada Wandi yang membuat Wandi tak bisa menahan diri lalu mendorong Kaifa keatas tempat tidur .
__ADS_1
" Baik lah tapi aku akan marah bila aku masih mendengar kau masih menemuinya " kata Wandi yang lalu menindih Kaifa Dan lalu membuka pakaian wanita nya itu satu persatu. Dan Kaifa pun hanya bisa tersenyum ..
" Ya maaf " kata Kaifa mengalungkan tangan nya dileher Wandi dan membiarkan Wandi bermain didadanya .
" Aku orang yang pertama untuk mu jadi lupakan dia " kata Wandi yang lalu menyatukan diri pada Kaifa Yang membuat Kaifa sedikit terkejut Karna Wandi sedikit memasaknya .
" Ah .....kenapa buru buru sayang kita rileks saja " Kata Kaifa Yang tahu pasti Wandi kesal pada nya .Namun Kaifa berusaha tetap tenang .
" Baik lah puas kan Aku seperti pertama kali kita melakukan nya .itu hal yang aku suka " kata Wandi yang sudah sepenuh nya bisa menguasai Kaifa.
" Ya sayang " kata Kaifa menurut saja Padahal saat itu ia menganggap Wandi adalah Ferdi ketika melakukan nya Karna dia rindu Dengan Ferdi yang saat itu berada di Jerman 3 minggu karna tak bisa dihubungi .
Kaifa pun mencoba membayangkan melakukan nya Ferdi .Yang bisa membuat nya fokus Agar Wandi bisa puas menikmati nya Dan Kaifa hanya bisa mengikuti alur nya saja ..
" Ah...... .....desah Kaifa Yang membuat Wandi tersenyum dan bisa bermain manis Dan melakukan nya berkali kali. Dan Wandi menghempaskan badan nya setelah puas Dan Kaifa tersenyum menatap suaminya itu.
" Maaf bila aku belum bisa melupakan nya Wan, Kau dulu memang hanya sebagai pelampiasanku saja Wan Tapi aku melakukan kesalahan karna terbuai dengan mu Yang membuat Ferdi marah pada ku Dan benar benar meninggalkan ku..Aku yakin Ferdi masih mencintaiku ..Dan perempuan itu pasti lah hanya sebagai pelampiasan nya saja " kata Kaifa menatap Wandi yang sudah terpejam
Yang lalu ikut memejamkan matanya Sambil menyesali kesalahannya dimasa lalu Yang sudah mengkhianati Ferdi ...
Kini Kaifa hanya bisa menyesalinya Namun itu sudah terlambat karna Ferdi sudah menikah lebih dulu tampa sepengetahuannya .
********
Sedangkan Aya baru sampai dirumah setelah pulang dari pulau dan lalu istirahat di kamar nya .Sedangkan Ferdi hanya tersenyum melihat istrinya itu kelelahan
" Mau abang suruh bi nah buat kan jahe sayang " kata Ferdi
" Apa semua sudah pulang bang ?" kata Aya
" Bi Yam yang belum sama mang Didin pa Sapto sudah ada dikamar belakang kalo Aya lelah besok pagi saja kita berangkatnya " kata Ferdi .
" Jangan bang nanti malam aja biar sampe sana Aya bisa main bang " kata Aya menatap suaminya itu
" Terserah yang penting kau jangan lelah ingat ada bayi kita disini " kata Ferdi mengusap perut Aya .
" Ya bang " kata Aya yang tersenyum pada suaminya yang duduk disisinya . Yang kini sangat perhatian pada ya ..Dan ia baru tahu kalo tuan nya itu punya sisi romantis Yang tak pernah Aya duga
***** maaf hari ini satu bab aja Ya author lagi tepar nih persiapan lebaran *****🙏🏻🙏🏻
__ADS_1