Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 472


__ADS_3

Di lain tempat Ara sedang belajar sambil mengemil Yang membuat badan nya sedikit lebih gemuk dari biasanya Karna Ara makin banyak makan


"' Ra........" lho sudah di telpon kak Aya belum " kata Ratih


" Belum kenapa emangnya ?" kata Ara


" Mba Naura sakit jiwa ra, aku kok jadi merasa bersalah ya ra " kata Ratih Ikut duduk di samping Ara


" Kok gitu , kan bukan salah lho Rat Lagian tuh penyakit datangnya dari Allah bukan dari lho Ini nama nya ujian hidup Rat. Ujian bagi yang mau naik tingkat supaya derajatnya naik Tapi musibah bagi yang tak bersyukur Maka kita ini harus banyak ingat sama tuhan Biar bisa menerima kenyataan hidup " kata Ara santai Sambil makan pisang goreng


" Tapi Ay, aku merasa jadi orang jahat Karna merebut suaminya " Kata Ratih


" Ngak usah merasa bersalah Rat Toh lho kan ngak maksa bang Reyhan Lagian saat itu mereka memang sudah mau bercerai Masalah dia sakit jiwa itu sudah jadi ujian buat nya " kata Ara


" Apa penyakitnya parah ya " kata Ratih


" Ngak sih cuma pikiran nya yang lagi korslet " kata Ara


" Hahaha .... ada ada saja kamu ra " kata Ratih tertawa


" Lah this real Rat , Stress itu gejala orang sakit jiwa Yang tak bisa mengelola cara berpikir mereka secara sehat Karna terlalu mengejar ambisi Dan mimpi yang terlalu tinggi Makanya hidup itu di buat santai saja ngak usah tegang dan emosi Apalagi seperti kita Sebenarnya bahagia itu sederhana ngak pake ribet " kata Ara


" Ya benar juga yang lho bilang ra kaya pa Yanto dulu . Karna stres nya tinggi dia jadi gila Sekarang pa Yanto masuk rumah sakit jiwa Karna dulu ngak kesampaian pengen jadi bupati Uangnya habis 8 milyar buat nyalon Tapi gagal dan ngak ke pilih malah jatuh miskin dan stress Bagaimana ngak stress Harta habis duit habis ngak jadi bupati yah... Akhirnya gila deh " Kata Ratih bercerita


" Iya makanya banyak orang stres Rat bila habis nyaleg Apalagi sehabis pemilu tahun besok " kata Ara terkekeh

__ADS_1


" Iya juga ya . Mending duitnya buat modal usaha kaya kita ya ra, ngak repot ngak pake stress malah aman duit nya bisa nambah " Kata Ratih


" Iyalah , makanya kak Naura itu akibat stress yang tinggi naksir sama abang Tapi abang nya cuek Akhir nya ya gitu Karna dia juga rapuh ngak melihat keadaan nya sendiri jadinya gila deh " kata Ara sambil kembali mencomot pisang


" Ya tapi kasihan ya ra , Apalagi dia anak tunggal " kata Ratih


" Kasihan sih kasihan Rat Tapi ngak gitu amat Lebih kasihan lagi gue Rat Dari bayi merah ngak punya ibu Yang ngasuh kak Aya Trus dia yang berkorban ngurusi gue Sampai Ayah nikah lagi Bukannya kak Aya senang tapi tambah repot .Bayangkan seorang anak ngak punya ibu Trus ngurus bayi kan kasihan Rat Apalagi saat itu kak Aya masih kelas 6 sd Kamu bisa membayangkan anak seperti itu ngurus bayi Masih enak Mba Naura punya orang tua lengkap lalu di jadikan penebus hutang Ayah . Coba deh lho bayangin " Kata Ara bercerita


" Iya juga ya " kata Ratih


" Itu sebenarnya cara pengasuhan nya saja yang salah Rat Mungkin dulu orang tuanya terlalu memanjakan nya Jadi nya dia seperti itu Karna semua bisa ia dapatkan dengan mudah di rumah Tapi tidak dengan realita hidup Yang penuh persaingan.Anak akan aman apabila berada di rumah Tapi bila di luar akan banyak bahaya yang akan mengintainya Makanya kita harus pintar pintar mendidiknya saja Anak itu investasi dunia dan akherat kita Jadi usahakan kita bisa menempanya sesuai jaman sekarang . Semakin tua jaman semakin berat persaingan hidup " kata Ara yang mengelus perutnya


" Ya ... cuma aku kasihan juga mendengarnya " kata Ratih


" Kasihan kasihan ... hehehe buat santai Rat Ngak usah jadi beban pikiran Lagi pula itu urusan bang Reyhan " kata Ara


" Ya bagus lho bisa berpikir begitu Rat Karna setiap masalah pasti ada hikmah nya . Lho tinggal banyak bersabar Dan fokus belajar Karna ini juga pembelajaran bagi kita untuk bisa menyikapi hidup " kata Ara .


" Ya tapi kok itu pisang goreng sepiring cepat amat habis nya doyan apa lapar ?" Kata Ratih


" Dua dua nya . Anak gue laki juga kali besok Rat Masalah nya makan nya banyak " kata Ara terkekeh


" Hahaha......iya kali ra tuh bayi pengen cepat brojol dari perut lho ra makanya pengen cepat gede " Kata Ratih Yang membuat mereka berdua tertawa bersama Karna jarang jarang meraka bisa kumpul kalo sibuk Dan sore ini Ratih memang cepat pulang Karna waktunya longgar untuk membuat laporan di rumah


************

__ADS_1


Malamnya papi dan mami . Aya dan Ferdi juga Deril dan Tania bersama mamah ji duduk di ruang tengah Membahas tentang Naura Yang kini berada di rumah sakit


" Gimana solusinya ?" kata papi


" Entahlah om , kalo Reyhan tidak bercerai Apa itu menjamin Kak Naura sembuh Iya kalo sembuh Tapi malah parah gimana ?" kata Deril


" Tapi secara kejiwaan harus ada pendekatan ril " kata Ferdi


" Ya itu sih terserah Reyhan Fer, aku ngak bisa ikut campur Toh Reyhan bilang ia akan tetap bertangung jawab kan Bahkan akan membiayainya sampai sembuh " Kata Deril


" Ya itu wajib , karna dia suaminya Tapi kalo dia bercerai di masih mau memberi nafkah nya Itu ngak masalah Karna anggap saja dia bersedekah "Kata mami


" Tapi tante, tante aja mengikhlaskan uang itu cukup banyak kan 3 milyar itu ngak sedikit lho tante . Di tambah lagi nafkah dari kak Rey itu sudah dari lebih dari cukup Masa masih kurang " Kata Tania Yang ingin Rey bercerai Agar kakak nya itu bisa hidup bahagia


" Kalo menurut Ferdi Dia harus pergi dari kota ini untuk mencari ketenangan Supaya dis bisa melupakan Rey Ferdi juga Ratih Agar ia fokus pada dirinya sendiri Hidup tenang di sebuah desa Yang penduduknya sepi Tanpa tertekan dengan masalahnya Dan urusan cinta juga rumah tangganya Siapa tahu nanti ada orang yang bisa menerimanya apa adanya Dan dia bisa hidup bahagia " Kata Ferdi


" Abang benar , dia harus menyepi mencari ketenangan hidup Tinggal di sebuah desa atau pulau itu lebih baik Dari pada hidup penuh tekanan dan ambisi Mungkin di sana nanti dia bisa melihat orang orang yang tak punya ambisi besar Tapi hidup dengan cara sederhana . Dari belajar nol juga belajar beradaptasi Dengan lingkungan dan Alam sekitar Karna di jakarta memang tidak baik untuk perkembangan jiwa Karna ini tempat orang orang yang berlomba bersaing satu sama lain " kata Aya


" Ya mamah setuju Apa yang dikata Ferdi dan Aya Memang harusnya Naura harus pergi dari kota ini Agar ia lebih tenang tanpa beban Mencari tempat yang bagus dan sepi Untuk merenungi semua kesalahan cara hidupnya yang salah Kalo di penjara pasti ia akan bertambah parah Apa lagi bila ia berada di rumah sakit jiwa Dan ia harus mencari tempat yang aman " kata Mamah ji


" Dimana mah ?" kata Deril


" Ya dimana saja " kata mamah


" Bagaimana di Sumatra saja atau di kalimantan ?" kata Tania

__ADS_1


" Ya terserah kalian Yang penting pergi dulu " Kata Aya


__ADS_2