Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 119


__ADS_3

Ferdi pun menjelaskan tugas Tina pada Aya Agar istrinya itu bisa mengerti Karna apa yang Tina lakukan Dan Aya bisa bebas kemana pun Dengan pengawalan Tina yang juga merangkap sebagai sopir pribadi Dan setelah menjelaskan semuanya pada Aya . Ferdi pun bersiap untuk berangkat ke bandara dan Aya pun ikut mengantar bersama Tina yang duduk di sebelah pa Sapto


" Pa Sapto titip nona muda " kata Ferdi ketika sudah duduk dibelakang pa Sapto ketika mobil menuju bandara .


'" Ya tuan , kami akan jaga nona muda " kata pa Sapto Yang melirik Tina


" Oh ya sayang jangan lupa minum vitamin nya ya Nanti akan abang kabari setelah sampai ya " kata Ferdi Sambil mengengam tangan Aya erat


" Ya bang " kata Aya tersenyum menatap wajah suami nya dan menyadarkan kepalanya di bahu Ferdi Ferdi pun lalu merangkulnya istrinya itu


Disisi lain Naura membuang nafas kasar Setelah tahu Aya adalah istri Ferdi Apalagi menjadi menantu kesayangan .


Keluargga Ferdinan itu


" Gila enak sekali hidupnya dapat suami tampan tajir Dan kompeten di tambah warisan dari dua mertuanya .Padahal bayinya saja belum lahir ....hahaha.....Aya Aya......luar biasa " kata Naura tertawa sinis karna menurut nya Aya hanya wanita beruntung


" Ya dia beruntung .... jaman sekarang sepintar apa pun gue tetap kalah oleh orang yang beruntung " guman Naura kesal .Entah mengapa Naura merasa hidup nya penuh intrik dan masalah padahal ia sudah berusaha untuk menjadi yang terbaik.


**********


Ditempat lain Qila dan Via juga Rio baru saja mengetuk pintu rumah tua di dekat jalan yang terlihat sepi Dan Qila mencoba mengetuk getuk pintu cukup lama . Sampai akhirnya seorang nenek tua keluar


" Ceklek.......


" Assalamualaikum nek maaf apa benar ini rumah mbah Lastri " kata Qila sopan


" Iya ..... nyari siapa ya monggo masuk dulu " kata wanita tua itu dengan baju lusuh....


" Iya mbah ...., ayo masuk " kata Qila menoleh pada Via dan Rio


Ketiganya pun masuk lalu duduk dikursi tua yang masih terlihat kuat dan bagus karna terbuat dari jati hanya rumah saja Yang terlihat kurang rapi


" Saya Aqila mbah, putri Sila apa ibu ada di sini " kata Aqila yang menduga wanita didepannya bibi sang mamah .


" Ya allah ..... jadi kamu ini anak ke Sila mamak mu kui lagi kerjo " kata mbah Lastri .


" Ya mbah dimana ?" kata Qila yang sedikit mengerti bahasa jawa


" Di ujung jalan ning omah e juragan Roso omah sing paling gede kono " kata mbah Lastri .


" Ya Allah.... ayo kita kesana Ri " kata Qila . Vi lho tunggu disini ya temani mbah Mbah Lastri ini tante nya mamah " kata Aqila


" Ya la, gue temani , gih pergi sana biar mamah lho kita bawa pulang " kata Via

__ADS_1


" Ayo mas Awan " kata Qila berdiri dari kursinya


" Heh..... kok berubah " kata Rio kaget


" Lah kata nya mau dipanggil mas Awan buat cari keberuntungan lewat nama " kata Qila yang berjalan menuju mobil


" Hehehe ..... iya juga siapa tahu nasip gue bisa beruntung pas ganti nama " kata Rio Yang membuat Aqila tersenyum


Lalu keduanya masuk ke dalam mobil


Lalu Rio pun membawa mobil ke ujung jalan yang ditunjuk Aqila .Dulu pas kecil Aqila pernah diajak sang mamah ke sini walau ia sedikit lupa Tapi ketika melihat jalan dan tempatnya Aqila masih ingat jelas di mana rumah besar itu karna desa itu tak berubah hanya jalan nya saja berganti aspal dan di tambah bangunan rumah rumah baru.


Mobil pun berhenti depan sebuah rumah besar dan Aqila pun bergegas turun .


" Ri ayo temani " kata Qila


" Lah tadi manggil mas Awan sekarang Rio lagi payah lho la " kata Rio


" Hehehe..... maaf lupa mas Awan " kata Qila terkekeh Lalu masuk ke halaman luas tempat pabrik kerupuk juragan Roso


Yang dimaksud si mbah .


" Permisi apa ada orang " kata Qila


" Yo sopo ngeh ?" kata seorang ibu paruh baya yang menghampiri Aqila


" O.....anak ke Sila yo yo monggo mongo mrene melu bule " kata wanita itu menyuruh Aqila mengikutinya bersama Rio


Dan mereka pun sampai di gudang . belakang Dan terlihat beberapa ibu ibu sedang sibuk membungkus kerupuk mentah kedalam plastik dan mengemas nya lalu mengepak nya


" Sila opo iki anakmu " kata ibu tadi memanggil seorang wanita paruh baya


Wanita itu pun menoleh dan kaget lalu berdiri dan berlari ....


" Qila anak mamah " kata wanita itu berlari menghampiri Qila Dan langsung memeluknya erat sambil menangis tersedu sedu .Begitu juga Qila yang rindu pada sang mamah .Cukup lama keduanya berpelukan Yang membuat semua orang ikut terharu Melihat pertemuan anak dan ibu itu


" Iya mah ini Qila , Qila mau jemput mamah buat nemani Qila " kata Qila


" Hah.....bagaimana Qila bisa sampai disini nak " kata Mamah Sila menghapus air matanya Dan juga air mata Qila Lalu Qila menoleh pada Rio


" Oh ya tuh Rio mah , mamah masih ingat kan teman teman Qila " kata Qila menunjuk Rio yang tersenyum sambil berdiri mematung


" Ya Allah Rio teman SMA Qila dulu ya " kata mamah Sila tersenyum

__ADS_1


" Ya tante " kata Rio yang mendekati mamah Sila dan menyalami tangan nya dengan takzim .


" Syukur kalian bisa sampai sini " kata mamah Sila .


" Ayo mah pulang , kita bicara di rumah mbah .Disana juga ada Via " kata Qila


" Oh ya ayo, tapi ayo kita pamit dulu " kata mamah Sila yang memperkenalkan Aqila dan Rio pada teman temannya Sekalian pamit karna memang sudah jam pulang .Lalu menuju mobil Rio yang terparkir di pinggir jalan


" Wah ...nak Rio sudah punya mobil ya " kata mamah Sila yang ikut masuk


" Ini mobil kakung tante modal pinjam " kata Rio tertawa sambil masuk mobil


" Ngak pa pa nak yang penting bisa dipake " kata mamah Sila


" Ya mah kan tumpangan gratis dari kampus " kata Qila yang membuat mamah Sila cukup kaget


" Qila kuliah disini nak " kata mamah Sila kaget .Padahal setahunya putrinya itu kuliah di jakarta


" Ya tante, Qila pindah kuliah disini karna mengejar mas Awan yang tampan ini " kata Rio tersenyum sambil menghidupkan mesin mobil


" Hah..... geer lho mas, mana ada modus tu mah " kata Qila kaget pada perkataan Rio yang asal ngomong


" Hahaha ..... bercanda La kok langsung marah aja sih , tuh wajah jadi jelek tahu " kata Rio tertawa sambil menyetir


" Lho juga asal sambar , entar dikira mamah serius " kata Qila


" Serius juga ngak pa pa asal tangung jawab " Sahut mamah Sila yang duduk dibelakang


" Yes ....... makasih mah , mamah baik deh Tuh la lampu hijau . tahu aja Rio serius doakan kita lempang sampai pelaminan ya tante " kata Rio tertawa


" Ngawur lho Ri, kuliah dulu yang bener belum bisa ngasih makan aja lho sudah mikir kawin aja " kata Qila protes


" Lah ngak masalah kalo mau dari pada dosa ya ngak tante mending pacaran halal " kata Rio terkekeh


Membuat mamah ikut tertawa dengan candaan Rio Namun tidak dengan Qila Yang mendelik kan matanya pada Rio .


Namun Rio hanya tersenyum . Dan tak lama mereka pun kembali ke rumah mbah Lastri . Didalam Via dan mba Lastri sudah menyiapkan teh hangat dan gorengan ala kampung .


Di rumah Aya . Ara baru saja pulang setelah sibuk seharian disekolah Dan ia pun langsung masuk kamar mandi dan membersihkan diri karna tak betah dengan keringat yang rasanya sangat lengket Dan lalu kedapur untuk membuat susu.


" Lah ada orang baru ?" kata Ara melihat Seorang wanita berdiri di balkon atas rumah Aya dari pintu dapur dekat jendela


" Kenapa de ?" kata Rio ikut mendongak keatas mengikuti mata Ara

__ADS_1


" Tuh siapa ?" kata Ara menatap Rio


" Entah lah " kata Rio hanya mengangkat kedua tangan nya mengatakan ia juga tidak tahu apa apa Karna Rio juga baru pulang dari kebun


__ADS_2