Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 147


__ADS_3

Rio pun kembali pulang kerumah .Setelah sholat dan mengecek rumah Lalu Rio memasak sendiri didapur Lalu makan seorang diri Setelah sholat isya ia pergi ke cafe Aray untuk menyibukkan diri karna kesepian dirumah tak ada siapa pun


" Mas Rio kok sendiri " kata Ratih


" Iya mas , Ara mana ?" Kata Nila


" Ara ikut ke jakarta ngantar mba Aya sekalian syukuran 7 bulanan " kata Qila kepada dua teman Ara itu


" O ....pantasan mas Rio jomlo " goda Nila karna biasa nya kemana mana Rio lah yang mengantar Ara


" Mau ngopi mas ?" tawar Via


" Ngak mba saya hanya mengambil laporan saja Sudah ngopi tadi dirumah " kata Rio Yang lalu pergi kedapur .


" Mas Rio ibu buatkan teh ya " kata mamah Sila menawarkan


" Ngak usah tante sudah minum kok. Tadi di rumah terimakasih " kata Rio .


" Galau ya mas ngak ada Ara " goda Qila


" Iyalah makanya terlihat bete " kata Via


" Mba Via sama Mba Qila ini ngomong apa sih , kan lagi ada urusan di jakarta masa saya tahan disini " kata Rio yang duduk sambil memeriksa laporan


" Dih biar di sembunyi kan kita tahu mas kalo sampean itu punya hati sama Ara . Ratih sih setuju aja Apalagi mas Rio sudah tangung jawab .Asal jangan menyakiti Ara saja Kasihan Ara itu gadis baik " kata Ratih


" Mamah setuju ,ngak ada yang salah kok kalian serasi nak , asal bisa saling mengerti dan menjaga satu sama lain " kata mamah Sila


" Hahaha....... jangan diambil hati mas kami cuma bercanda Tapi kalo serius juga ngak masalah Kan bodyguard merangkap suami itu lebih bagus " kata Via tersenyum


Rio hanya tersenyum , karna ia tak mungkin bisa menyembunyikan perasaan nya pada orang orang yang terdekat Ara Walau ia rindu namun Rio tahu tempat kemana ia bisa menyibukkan diri .


" Malam mas ....... lama tak bertemu " kata Rio Dermawan


" Hai bro...... gimana kerja nya " kata Rio


" Alhamdulilah yuk ngopi diatas , gue traktir deh . La mas minta kopi ya " kata Awan mengangkat tangan


" Ya mas " kata Qila yang kini sudah resmi jadi pacarnya Tapi mereka masih menyembunyikan hubungan itu .


" Ngak usah diatas disini saja , aku mau konsultasi buat bangun cafe baru " kata Rio menatap Awan


" Hah...... mau buka cabang nih ceritanya mas " kata Awan serius Lalu duduk Di depan Rio


" Ya tapi ini konsultasi dulu ya, bikin konsep cafe nuansa kebun .Tapi tanahnya sih lebih luas Cuma rada menyepi karna ngak di tengah kota " kata Rio

__ADS_1


" Ya besok gue kirim gambar contohnya bila minat mas Biar nanti kita bicarakan lebih lanjut " kata Awan .


" Ya Wan , ayo keatas biar dapat inspirasi " kata Rio yang lalu memasukan semua laporan ke tasnya Lalu mereka pun ngobrol di lantai atas Sambil mencari kursi kosong .


Qila dan Via yang melihat kedua pria itu hanya saling padang


" Kaya nya serius tuh cowok " kata Via


" Iya lagi ngomongin pembangunan dan desain cafe gitu , apa Aya mau bangun cafe lagi ya " kata Qila


" Entah lah yang ini saja kewalahan , kalo buka baru lagi berarti tambah karyawan dong " kata Via


" Iya lah " kata Qila


" Ya tambah nih kerjaan gue " kata Via Yang memang jurusan akuntansi .


" Mending lah sesuai jurusan lho ngak perlu nyari lagi tinggal naik gaji Nah gue kudu nyari nyari " kata Qila


" Syukuri saja la, lho kan juga bisa belajar " kata Via Yang tahu Qila juga pintar dalam pelajaran matematika


Lalu kedua nya pun kembali melayani pelanggan Karna kalo malam memang banyak yang datang .Padahal cafe mereka belum genap sebulan Namun untuk penghasilannya sudah lumayan bisa berputar cepat .


Ditempat lain Ara dan Aya sedang sibuk membantu para pelayan sehabis acara 7 bulanan sore tadi .Yang sudah selesai Dan itu membuat Aya lega


" Ya de, ayo kita kedalam " kata Aya Karna papi mami dan Ayah sedang ngobrol dengan ustad dan pa RT lingkungan setempat .


Lalu keduanya menuju ruang tengah Dan masih ada beberapa sisa berkat yang belum tersentuh Karna Aya memesan lebih .Jadi bisa dibagikan untuk para kerabat .Dan lalu mendekati bi Yam


" Non Aya .... tadi nona Naura menanyakan nona Apa non Aya kenal sama istrinya den Reyhan " kata bi Yam


" Kenal bi , tapi tidak dekat memang kenapa bi " kata Aya


" Ah bukan apa apa non, cuma non harus berhati hati saja jangan mudah percaya dengan orang lain " kata bi Yam yang dapat merasakan Naura tak menyukai Aya sebagai istri Ferdi


" Ya bi " kata Aya


" Nasehat yang bagus bi , memang betul itu " kata Ara


" Hahaha......asal jawab aja kamu de, nih sebagian kita bagi untuk para pelayan ya bi biar di kasihkan keluargganya " kata Aya memeriksa berkat


" Sudah non tadi malah sama nyonya dikasih dua dua kok, ini tinggal buat tuh para tamu yang belum pulang sama karyawan kantor " jelas bi Yam


" Oh iya itu kan mas Tris sama bang Yusuf belum sama bang Tristan " kata Aya melihat teman suaminya itu sedang ngobrol dengan Ferdi


" Iya non biar taruh disini dulu Nanti pas mau pulang dikasihkan " kata bi Yam

__ADS_1


" Ya bi " kata Aya


Sedangkan Ara asyik membantu bi Siti merapikan meja makan Yang di temani Tina yang tak jauh mengawasi nonanya itu Yang slalu ia ikuti dari jarak dekat


" Non Ara ngak makan " kata bi Siti


" Masih kenyang bi , masa makan lagi nanti perut Ara ngak muat " kata Ara


" Hehehe..... non Ara lucu , pantas nyonya bilang non Ara mengemaskan " kata bi Siti . Karna rumah jadi meriah karna ada Ara yang humoris Yang slalu senang meledek para pelayan


Sedangkan Ferdi sedang asyik bersama Tristan dan Yusuf Juga Tris di teras depan bersama Reyhan ngobrol sambil ngopi dan makan cemilan


" Tuh adik ipar lho masih SMP benaran Fer " kata Tristan


" Kenapa emang naksir lho, ngak deh cari yang lain " kata Ferdi


" Hei .... jadi kakak ipar kok pelit amat " kata Tristan


" Lho ketuaan bro masa sama Ara Lagian dia sudah punya gebetan di yogya "kata Yusuf yang menyesap kopinya


" Iya benar , kenapa lho putus sama Nita tan " kata Reyhan


" Matre dia makanya gue putusin " kata Tristan santai


" Cari yang lain saja, Ara sudah punya calon ngak usah kepo dan lagi gue malas iparan sama lho tan " kata Ferdi


" Ck..... baru nanya doang " kata Tristan berdecak kesal .


" Nanya juga kepo kan " kata Tris


" Dih.... ikutan lho Tris, kelamaan jomlo maka nya minus " kata Tristan


" Hahaha...... timbang dosa mending jomlo akut bro, fokus kerja kalo jodoh ngak kemana pasti datang sendiri " kata Tris tertawa santai


" Mantap bro , pemikiran yang bagus makanya mereka sekarang menjomblo rada stres karna di tinggal gadis gadis matre " kata Ferdi


" Dih kaya lho ngak Fer " kata Tristan menatap Ferdi


" Gue santai bro , kan gue anggap bersedekah ngak nuntut orang gue dikejar bukan ngejar Jadi tetap menang gue lah " kata Ferdi dengan pede nya


" Lagu mu Fer, sempat tertipu saja sama Wandi masih pede " kata Reyhan .


" Lah kan biasa banyak duit kalo aku ngak rugi cuma bersenang senang .Jadi siapa yang menipu dan tertipu balik pada mereka sendiri kan " kata Ferdi santai


Sedangkan Yusuf tak berkomentar karna dia memilih jadi pendengar saja .Karna malas membicarakan wanita Apalagi mantannya yang pergi begitu saja..

__ADS_1


__ADS_2