Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 70


__ADS_3

Ferdi hanya tersenyum .Lalu memeluk Aya


Yang tersenyum padanya .


" Kalo itu ngak usah berterima kasih .Kan sudah tangung jawab abang " kata Ferdi .


" Ya tapi Aya tetap harus menghargai abang " kata Aya memegang wajah suaminya itu karna kini Aya merasa ia sudah benar benar jatuh cinta pada suaminya itu Dan seperti jatuh cinta pada pandangan pertama .Karna dulu semasa sekolah Aya tak pernah pacaran..


"' Ya trimakasih sayang sudah menghargai abang Dan abang sayang .....sama Aya " kata Ferdi mengecup bibir mungil .Aya yang terlihat imut dimatanya


" Hehehe......kenapa abang suka cium Aya akhir akhir ini " kata Aya tersenyum lalu menaruh jarinya di bibir Ferdi .


" Karna abang cinta sama istri abang ini Dan abang slalu rindu pada Aya " kata Ferdi yang mengigit jari Aya pelan .


" Hehehe.... bang " kata Aya menatap lekat Ferdi


" Apa .... kata kan " kata Ferdi


" Apa abang mau berjanji pada Aya " kata Aya masih lekat menatap Ferdi


" Ya abang janji katakan " kata Ferdi


" Abang tidak akan menyakiti Aya kan Hanya Aya kan istri abang "kata Aya pelan


" Ya ... hanya Aya istri abang seorang " kata Ferdi . Yang lalu memeluk Aya erat


" Abang mencintai Aya dan Aya sudah membuat abang jatuh cinta Jadi jangan tanyakan lagi . " kata Ferdi mengecup pelan bibir Aya dan menikmatinya .Yang membuat keduanya memadu kasih Karna tak bisa tidur Dan sekalian membersihkan


diri setelah subuhan kedua pun istirahat .


Paginya Ara yang selesai subuhan sibuk di dapur Dan membuat nasi goreng .


" Ra buat nya yang banyak " kata Rio


" Ya mas , emang kuat makan banyak mas " kata ara tertawa.


" Bukan kuat , buat kak Aya dan tuan muda sekalian " kata Rio


" Heh .... kak Aya sudah pulang mas, kok ngak bilang Bilangnya hari ini baru berangkat dari sana " kata Ara kaget .


" Tadi malam nyampenya de, mungkin maksudnya pagi ini sudah dirumah " kata Rio


" Ya Allah ..... ya sudah nasi goreng nya Ara tambahi mas . oh ya kalo mas Rio ngak repot tolong belikan sayur gudeg ya mas Tempat saudaranya yu Irah kayanya sudah jualan mas Buat sarapan Kak Aya Dan abang Masa cuma nasi goreng to kan ngak enak ngak ada pilihan " kata Ara Yang masih punya uang simpanan .

__ADS_1


" Siap de , sini mas belikan apa saja Yang mau dibeli " kata Rio .


" Sebentar mas Ara ambil kan uang nya " kata Ara berlari kekamar Dan kembali lagi dengan hitungan menit .


Rio tersenyum melihat Ara yang begitu gesit dan lincah Ara yang lulusan SD itu di paksa untuk cepat dewasa dari umur nya .


" Ini mas 300 ribu buat beli gudeg lengkap sama Ayam telur krecek dan sayur nya juga ya sama sambal nya Dan jangan lupa beli kerupuk rambak nya juga mas " kata Ara.


" Siap de Ara , ya sudah mas pergi dulu ya " kata Rio pamit


" Ya mas hati hati apa perlu bawa rantang mas " kata Ara


" Ngak usah de, biar dapat bonus " kata Rio tersenyum .


" Ya..... mas hati hati " kata Ara yang melanjutkan memasaknya Yang sempat tertunda


Ara memasak dengan semangat sambil menyiapkan piring diatas meja karna masih banyak nasi Jadi Ara tak perlu memasak lagi.


" kok banyak ra piringnya , apa ada tamu nak ?" tanya Ayah yang sudah bisa berjalan pelan


" Iya yah tamunya putri sulung ayah Kak Aya sama abang sudah pulang tadi malam Mungkin nanti lapar jadi Ara siapkan " kata Ara tersenyum


" Alhamdulilah .... syukurlah nak , Oh ya nak Rio kemana ya " kata pa Kevin .


" Lagi beli makanan yah , di tempat saudaranya yu Irah Tadi Ara suruh beli gudeg Takut kak Aya nyari yang lain " kata Ara


" Ayah duduk sini aja ya, biar Ara buat kan teh ya " kata Ara


" Ya nak trimakasih " kata pa kevin lalu duduk di dekat meja makan .


Tak lama Rio datang membawa kresek kantongan besar .Dan lalu menaruh nya di meja makan .


" Bapa sudah bangun ya , de Ara ini makanan nya sini mas bantu tatakan ambil kan mangkoknya saja " kata Rio


"Iya nak, jam berapa Aya pulang nak Rio


Apa mereka pulang larut malam " kata pa Kevin menatap Rio


" Jam satu malam pa , mba Aya sudah tidur Tapi di gendong sama tuan pa Karna ngak tega membangunkan mba Aya " kata Rio


" Wah so sweet banget ya mas kenapa ngak bangunin Ara mas " kata Ara


" Ngak boleh sama tuan muda , pa Sapto aja suruh tidur di ruang tamu kok " kata Rio sambil memasukan makanan kedalam mangkok yang disiapkan Aya

__ADS_1


Sedangkan Aya baru saja membuka mata nya ketika melihat cahaya masuk dari celah celah jendela .


" Astaga hampir jam 08 30 " kata Aya Yang lalu memindahkan tangan Ferdi pelan pelan.. Karna suaminya itu masih terlelap .


" Eugh ..... sudah jam berapa sayang " kata Ferdi Yang merasa lapar .


" Hampir jam 9 bang ,Ayo makan bang kedapur " kata Aya mencium pipi suaminya itu


" Mhem...... terimakasih sayang " kata Ferdi memeluk Aya sambil membalas ciuman Aya Karna Ferdi merasa senang dengan perlakuan istrinya itu .


Lalu keduanya pun beranjak dari ranjang Dan menuju pintu Lalu kedapur untuk mencari makanan Dan Aya kaget di meja makan sudah banyak makanan Dan juga sudah ada Ayah Ara dan Rio sudah siap menunggu mereka


" Wah .... kok tahu kita lapar de, makanan sudah siap semua nih " kata Aya senang .


" Iya kak ini spesial buat kak Aya dan abang " kata Ara Yang langsung berdiri memberikan piring pada Aya .


" Alhamdulilah langsung bisa makan nih kita " kata Ferdi duduk di sebelah Aya


" Ya bang kan semua sudah siap abang tinggal pilih saja " kata Ara


" Hahaha.........mantap de ..... tapi abang belum mandi " kata Ferdi tertawa


" Ngak masalah nak, mumpung sudah kumpul ayo makan sama sama anggap saja lebaran lanjutan " kata pa Kevin


" Iya benar yah , ini bang mau pake ayam kampung atau telur bang " kata Aya menawarkan pilihan


" Semuanya boleh ngak, abang pengen nyoba gudeg Yogya " kata Ferdi .


" Oh paket komplit siap bang " kata Aya Yang membuat semuanya tertawa .


" Hahaha ....... ya bang memang gitu makan gudeg harus komplit " kata Ara


" Iya dong biar ngak penasaran " kata Ferdi yang jarang sekali makan makanan tradisional yogya


" Ya nak harus tahu rasanya biar ngak penasaran lagi pula memang harus komplit biar menarik " kata Pa Kevin .


Sedangkan Rio hanya tersenyum melihat keakraban keluarga itu Yang membuat nya iri karna Rio sudah tak punya ayah lagi. Tapi ia sudah bertemu sang ibu dan sang kakak beberapa hari kemaren


" Ayo nak Rio jangan dilihatin aja Ayo .kita makan " kata pa Kevin


" Ya pa " kata Rio yang ikut mengambil makanan


"Mas Rio ngak usah malu malu , anggap saja kak Aya sama abang patung biar ngak malu malu in " kata Ara

__ADS_1


" Ya benar kita ini patung manekin yang cuma asyik makan " kata Aya


" Hahaha........ ada ada saja sih santai saja nak anggap saja kita keluargga " kata Pa Kevin Yang membuat mereka menikmati makan bersama dengan rasa bahagia Dan ngobrol bersama sambil melempar candaan dan lelucon lucu..


__ADS_2