Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 63


__ADS_3

Di dalam mobil Aya duduk tenang bersama Ferdi yang hanya memakai baju kaos dan celana pendek santai . Sedang Tris sesekali melihat kaca spion untuk melihat Ferdi dan Aya di belakang


" Ngantuk tidur lah perjalanan nya hampir dua jam kalo ngak macet " kata Ferdi sambil merangkul Aya .


" Belum ngantuk bang " kata Aya yang terdengar lemah lembut Dan itu terdengar jelas di kuping Tris


" Pantas saja tuan muda klepek klepek karna Aya terbilang gadis lemah lembut " batin Tris Yang melihat Ferdi bersikap tenang Dan tidak dari biasanya yang cuek dan ketus pada orang lain .


" Sini bersandar sama abang " kata Ferdi memeluk Aya .Dan Aya membiarkan suaminya melakukan nya .


" Apa kita akan menginap bang " kata Aya


" Ya kalo lelah kita menginap " kata Ferdi pelan yang mengusap rambut Aya dan mencium pipi Aya sambil memeluknya


Yang membuat mang Didin dan Tris saling pandang ketika mendengar dua sejoli itu dari depan. Mungkin tidak bagi mang Didin yang sudah mulai terbiasa melihat Ferdi melakukan nya dirumah Apalagi menganggu Aya memasak didapur


Tapi bagi Tris itu pertama kali nya bos nya itu memanjakan wanita .Karna biasa nya Kaifa dan Heni lah yang mengoda bos angkuhnya itu .


" Bang kita kapan pulang Ke Yogya " kata Aya bertanya


" Lusa kalo ngak berikut nya , Apa sudah kangen Ara dan Ayah " kata Ferdi


" Iya tadi Ara telp Aya tanya kapan kita kesana " Kata Aya tersenyum .


" Ya habis kita liburan ya besok pa sapto baru datang kesini di jalan macet karna ngak dapat tiket baru lusa dapat tiket kereta api " Jelas Ferdi yang memeluk Aya dalam dekapan nya.


" Ya bang " kata Aya .


" Nanti disana Aya bisa mancing biar ngak bosan .Dan mancing nya sama abang ya " kata mengengam jemari Aya


" Ya bang " kata Aya .Yang menikmati dekapan suami nya itu karna kepala Ferdi diatas kepala nya


" Tidurlah nanti abang bangun kan " kata Ferdi menaruh pipinya pada pipi Aya


" Ya bang " kata Aya sambil memegang legan Ferdi yang mengusap perutnya yang mulai membuncit


" Abang geli " kata Aya terkekeh


" Cup .... nikmati saja " kata Ferdi mencium dan mengusap perut Aya Yang membuat Aya tersenyum


Aya lalu menatap sekilas wajah tampan suaminya Yang dulu menjadi tuannya Yang tak Aya sangka kini sudah jadi suami nya . Yang sempat membuat Aya ketakutan pada pria yang lalu meminta pelayanan plus itu padanya Yang membuat Aya terbuai sedikit demi sedikit . Tapi kini Aya sedikit tenang setelah tahu Ferdi sudah menikahi nya Dan kalo sejak awal ia tahu mungkin Aya bisa melayani tampa rasa ketakutan. Yang membuat Aya memakan pil anti hamil setiap hari karna takut hamil .Tapi masa itu sudah lewat baginya Apalagi kini ia sudah memegang surat nikah mereka yang asli Dan Aya tak lagi perlu merasa khawatir Apa lagi ada mertuanya Yang slalu mendukung nya .

__ADS_1


Aya lalu memejamkan mata nya menikmati usapan Ferdi yang pelan Dan merasakan pipi suaminya itu menempel sambil mendekap nya . Yang membuat hati Aya tenang. Setelah melewati masa sulit kini ia benar benar jadi nyonya Ferdi Yang punya hak paten pada suaminya itu. Dan menikmati rasa sayang suaminya . Seperti yang ia ingin kan . Karna Aya merasakan jatuh cinta pandangan pertama pada suami nya itu. Semenjak Ferdi bersikap manis pada nya saat di Jerman sejak itulah Aya mulai melayani Ferdi dengan sepenuh hatinya Dan siap setiap saat


Tris yang duduk didepan hanya menelan saliva nya melihat pelukan mesra tuan mudanya itu pada sang istri Yang terlihat tenang tampa merasa terganggu. Dan itu jelas terlihat di wajah tuan mudanya .Yang juga memejam kan mata sambil memeluk istrinya


" Tuan Tris iri ya, makanya cepat cari istri dan menikah " bisik mang Didin pelan


" Ngak cuma kaget " kata Tris melirik mang Didin


Mang Didin tersenyum Sambil menambah laju mobil yang di sopirinya


" Nggak perlu kaget tuan , ini yang sah lagian sudah halal kan dari biasanya Mau di manapun ngak masalah ..Dan tuan muda terlihat serius " kata mang Didin tersenyum .Karna ia tahu tuan muda nya itu play boy Dan ngak aneh bila banyak bermain wanita. Tapi dengan Aya terlihat berbeda dari yang lain nya


" Mamang yakin ini sudah final " kata Tris menantang mang Didin


" Seratus persen tuan Karna aura nya beda Karna yang ini muda tapi pintar Dan juga bisa membuat tuan muda klepek klepek tiap hari " kata mang Didin tersenyum melirik Tris


"Oh ya bagus lah " kata Tris tersenyum tipis Karna akhirnya ada juga pawang singa muda itu dalam hati Tris Yang kembali melihat kursi belakang .


*************


Hampir dua jam mereka menuju pantai Dan kapal pesiar sudah menunggu mereka di pelabuhan Yang membuat Aya terbangun Dan sangat senang ketika mereka menaiki Kapal mewah menuju kepulauan seribu


" Masyaallah cantik sekali bang " kata Aya yang di gandeng Ferdi naik ke kapal


" Iya bang " kata Aya mengangguk


" Aya sini nak , ayo sama mami lihat di galadak depan " kata mami Risma berteriak


" Ya mi abang Aya kesana ya " kata Aya melepaskan tangan Ferdi


" Ya hati hati " kata Ferdi yang membawa barang mereka kekamar di dalam kapal pesiar


Aya pun lalu duduk bersama mami Risma ketika kapal mulai berjalan untuk menuju pulau . Yang membuat Aya tersenyum bahagia merasakan hembusan angin laut


" Kau suka ..... " kata Ferdi yang ikut bergabung pada dua wanita beda usia itu sedangkan papi ngobrol pada Tris dan Alan di kabin atas Dekat nahkoda sambil melihat istri dan menantu nya di bawah .


" Iya bang laut nya biru " kata Aya


" Nanti sampai sana Aya bisa puas puasin memancing " kata mami


" Ya ... mancing sama abang ya " kata Ferdi yang lalu merangkul .Aya yang membuat mami Risma tersenyum. Karna putra itu tak bisa jauh dari Aya Dan itu terlihat bahasa tubuh Ferdi yang tak bisa lepas dari Aya .

__ADS_1


" Ya bang ' kata Aya tersenyum sambil membuka kaca mede yang dibawanya dari rumah .


" Wah ini....tadi mami cari cari " kata Mami mencomot kacang


" Hahaha..... keduluan Aya ya mi " kata Ferdi yang ikut mencomot kacang nya dan mencium pipi istrinya didepan sang mami .


" Iya .... mami pengen tapi lupa untung Aya yang ingat " kata mami tersenyum bahagia melihat sikap Ferdi yang sayang pada Aya


Dan itu juga dilihat sang papi dari atas .


Yang sedang duduk santai bersama Alan dan Tris


" Tuan seperti nya play boy kita sudah jinak tuan " kata Alan


" Mudahan saja lan , karna dia sudah bertemu pawang nya " kata papi terkekeh


" Tapi masih terlalu muda tuan " kata Tris


" Tak masalah Tris yang penting ia bisa menjinakkan singa liar itu Dari pada dia makin hancur " kata papi Sandi Yang tak mau Ferdi masuk dunia pergaulan bebas


" Berapa umur nya tuan " kata Tris


" 19 tahun Tris " sahut Alan


" Gila tuan muda rupanya suka yang keyes keyes " kata Tris tersenyum


" Hahaha...... kau belum pernah melihat kebuasannya kan Tris Dia bisa betah mengurungnya dikamar berjam jam " kata Alan tertawa


" What ... bagaimana kau tahu lan " kata Tris kaget


" Kami menonton cctv yang dipasang Alan dikamar nya Tris " kata papi Sandi


" What ....... gila apa tuan .muda tahu , pasti dia akan mengamuk " kata Tris Yang tahu tuan mudanya itu paling anti rahasia pribadi di ketahui orang .


" Ini rahasia Tris , tapi kami sudah memusnahkan nya ya kan tuan " kata Alan menatap tuan besarnya yang sudah membakar flashdisk nya takut itu di ambil orang dan disebarluaskan untuk memeras Ferdi karna sangat vulgar


" Ya karna itu persis blue film " kata Papi Sandi tertawa . Mengingat putranya itu kuat berjam jam menggasak sang menantu


" Hahaha......rupanya kau hebat Lan bisa memegang kartu As nya " kata Tris


" Itu jelas Tris biar dia mati kutu " kata papi Sandi karna Alan tangan kanan nya

__ADS_1


Yang memang bertugas dari awal untuk mengawasi Ferdi Dan kini ia sedikit tenang Setelah putranya itu sudah menikah


__ADS_2