
Ferdi pun mengikuti istri dan anak anak nya kedapur Dan di dapur mami sudah menyiapkan semua nya di atas meja
" Tara . ....pagi semuanya " kata mami
" Oma.......ascik oma uyang "' Teriak kedua nya senang Lalu memeluk mami Risma Yang membuat papi terkekeh Dan memeluk kedua nya bersama mami
" Uluh uluh oma dan opa juga kangen lihat oma bawa banyak mainan dan oleh oleh " kata mami menujuk meja dekat meja makan
" Acik anyak ayi " Teriak mereka kompak
" Maacih oma opa " kata Aska mencium pipi mami Begitu juga sang opa yang mendapat ciuman manis dari kedua cucunya itu
Sedangkan Ferdi merangkul Aya Sambil tersenyum melihat polah dua anak nya itu Yang sangat senang dapat hadiah
" Pi mah agus agus lihat "Kata Aska
" Ya itu semua untuk kalian ,opa dan oma beli buat Aska dan Afnan " kata Ferdi yang lalu menghampiri kedua nya Sambil mengusap kepala buah hatinya Ada kebahagian tersendiri di hati Ferdi melihat kebahagiaan keluargganya . Yang slama ini lewat kan begitu saja Tapi kini semuanya sudah kembali normal lagi .
Aya pun ikut senang dan tersenyum bahagia Ketika bisa melihat suami dan mertua juga anak anak nya berkumpul lagi Lalu sarapan bersama menikmati makanan sederhana namun terasa nikmat Kita bersantap bersama sama
" Ay apa hari ini Aya kuliah " kata Ferdi
" Ya bang nanti siang karna ada pergantian jadwal " kata Aya
" Ya sudah nanti abang yang antar ya " kata Ferdi
" Ya bang " kata Aya tersenyum Yang sambil melap bibir Aska yang celemotan karna memakan buburnya.
*************
Sedangkan di sebuah kamar Reyhan baru bangun tidur Dengan tubuhnya yang masih polos sehabis bergumul Ria tadi malam bersama Ratih
" Astaga mana dia ? " kata Reyhan yang beranjak bangun dan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri .Setelah selesai Reyhan berpakaian dan ada secarik kertas diatas meja
** Ratih sekolah ya bang **
Dengan gambar icon tersenyum
"Astaga kenapa aku sampai lupa "kata Reyhan tersenyum Karna ada saja cara Ratih membuatnya tersenyum .
" Abang sayang Ratih " kata Reyhan mencium kertas itu Lalu meletakkannya kembali di meja Dan menuju pintu keluar Untuk kedapur menuju meja makan
" Baru bangun den " kata yu Irah
__ADS_1
" Iya yu , rupanya Ratih sudah sekolah " kata Reyhan duduk menarik kursi
"Iya den kan sudah harus masuk sekolah lagi .Trimakasih oleh olehnya den " kata yu Irah tersenyum Sambil menyediakan piring untuk Reyhan
" Sama sama yu " kata Reyhan Yang lalu mengisi piring dan makan sendiri dengan lahap Lalu keluar dapur melihat lihat lihat kebun
Ada rasa bahagia juga ketenangan di hati Reyhan bisa kembali ke Yogya Dan entah mengapa Reyhan merasakan tinggal di sini membuat pikirannya lebih tenang Padahal secara logika Naura lebih cantik dan terpelajar pada Ratih yang hanya gadis desa . Namun ketulusan Ratih dan kepolosan nya Membuat Reyhan tenang tanpa beban Sedangkan Naura cantik moderen dan moderat Tak mampu memberikan nya kenyamanan hati Padahal secara logis Reyhan punya segalanya tampan baik kaya dan punya jabatan Tapi bagi wanita modern seperti Naura itu masih belum sempurna di mata Naura Sedangkan Reyhan sangat sempurna bagi Ratih Dan Ratih hanya tahu menjalani hidup seadanya Tanpa beban Tanpa berpikir berlebihan Yang membuat Reyhan bisa menilai perbedaan kedua wanita itu
" Den mau pisang di rumah mba Ara banyak " kata yu Irah
" Nanti saja yu, kan Ara masih sekolah biar Ratih yang mengambilnya nanti " kata Reyhan
" Ya den , ya sudah yu mau bersih bersih dulu ya " kata yu Irah Yang menyapu lantai dapur Ara yang kotor Karna kotoran Ayam dan mentok yang sembarangan nemplok .
" Ya yu " kata Reyhan yang lalu turun melihat kebun pisang dan buah Ara .
***********
Disisi lain siang ini Aya berangkat di antar Ferdi Ada rasa bahagia di hati Aya kini suaminya itu kembali pulih Dan bisa berjalan normal lagi
" Nanti telpon abang kalau sudah pulang ya " kata Ferdi ketika sudah di parkiran kampus Aya
" Ya bang terimakasih . Salam buat Afnan dan Aska " kata Aya tersenyum
" Ya sudah Aya masuk ya bang " kata Aya
" Ya jaga diri " kata Ferdi
Aya pun lalu turun dari mobil Dan bergegas masuk ke area kampus Dan Ferdi mengawasinya sampai Aya menghilang di kejauhan
Lalu Ferdi pun kembali keluar dari Kampus Dan berpapasan dengan Gery yang hendak masuk ke parkiran .
" Bukan nya itu Ferdi, astaga apa dia masih hidup ?" kata Gery yang sempat mendengar berita kematian pengusaha muda itu .
" Ada apa dia kesini ?" kata Gery
" Astaga Aya........." kata Gery Yang mengira Aya adik Ferdi Karna siswa nya itu tak bercerita banyak tentang kehidupan pribadinya
Mobil Ferdi pun melaju dengan pelan , dan berhenti di sebuah toko roti . Dan Ferdi turun untuk mencari cemilan Buat kedua putra nya Dan lalu masuk ketoko Roti langganan nya
" Ferdi ...." tegur Naura yang melihat Ferdi sedang sendiri
" Hei ra, apa kabar ?" kata Ferdi santai
__ADS_1
" Kau benar masih hidup , gue pikir kau sudah mati " kata Naura menatap Ferdi
" Ya masih hidup , mungkin sebagian orang yang tak suka pada ku Akan berharap aku mati Dan lenyap dari dunia ini . Tapi bagi orang yang sayang pada ku Mereka berdoa agar aku tetap bertahan untuk hidup " kata Ferdi santai sambil mengambil baki untuk memilih roti kesukaan nya dan anak anaknya
" Ya itu benar , bagaimana kau bisa selamat Apa kau membayar malaikat maut " kata Naura terkekeh
" Hahaha ...... Sungguh pertanyaan yang konyol ra ra..... Tapi benar juga Aku menyogok malaikat maut dengan uangku Agar bisa kembali hidup " kata Ferdi santai
" Oh ...ya , lalu bagaimana rasanya sekarat " kata Naura
" Sakit sekali, bahkan sakitnya lebih sakit dari di sakiti orang yang kita cintai Bahkan saat kau ditinggal suami mu menikahi perempuan lain Itu belum seberapa sakitnya Aku merasakan sakit nya sampai ke ubun ubun " kata Ferdi menyindir
Deg.......
" O ya bagus lah pasti Aya sangat senang kau kembali hidup " kata Naura terdiam Namun sindiran Ferdi mengena dihatinya
" Itu jelas dan tak diragukan lagi , seorang istri yang baik Akan slalu setia pada suaminya Dan kehadiran suaminya adalah kesan tersendiri baginya " kata Ferdi melirik Naura
"Oh ya , ku dengar Reyhan menikah lagi " kata Ferdi pura pura tidak tahu .
" Ya sepupunya mu itu merasa diatas angin sekarang " kata Naura
" Apa bukan kebalikan nya kau yang diatas angin Karna dia kau abaikan jadi begitu lah akhirnya " kata Ferdi
" Ya ....aku salah terlalu berharap pada orang egois Dan nyatanya aku hancur " kata Naura
" Kasihan sebuah kesalahan yang fatal Seharusnya kau menilai dirimu dulu Sebelum bertindak jauh Karna tak semua di dunia ini bisa kau beli dengan uang Dan juga tak bisa kau dapat dengan ambisi " Kata Ferdi
" Ya ..... Mungkin aku terlalu bodoh Sedangkan wanita bodoh saja terlihat pintar bisa mendapatkan sesuatu yang lebih " kata Naura
" Ya itu pasti ,karna pengorbanan Tak membohongi hasil perjuangan Mungkin bukan karna bodoh Tapi dia ingin terlihat bodoh Agar ia bisa membuka mata dan hatinya dari pada orang pintar tapi buta mata hatinya " kata Ferdi Sambil menuju kasir untuk membayar rotinya
" Hahaha ...... Ya kau benar " kata Naura yang tertawa tapi hatinya terluka
" Kau mau sekalian di bayarkan " kata Ferdi menawar kan Naura
" Ya tak masalah bila kau tak keberatan " kata Naura
" Baik , mba sekalian mba nya nya ini uang nya " kata Ferdi
" Iya mas, ini ... " kata sang kasir
" Ya trimakasih, ra sudah ku bayar sampai bertemu lagi " kata Ferdi pergi
__ADS_1
" Ya terimakasih " kata Naura nanar Melihat Ferdi pergi keluar toko Dan masuk mobilnya Lalu menghilang di keramaian jalanan