
Di tempat lain Ratih baru saja kedapur menaruh panci merebus air panas Untuk membuat susu hangat .Entah mengapa ia merasa haus malam ini .
Perasaan Ratih juga tak nyaman Karna Reyhan tak memberi kabar hari ini Hanya kemaren suaminya itu menghubunginya
" Ya tuhan , apa aku salah dalam hal ini Apa aku bercerai saja dengan mas Reyhan " Kata Ratih yang bingung Karna Tiap kali Reyhan menyambangi Naura Ada rasa cemburu di hati Ratih . itu tak mungkin bisa ia pungkiri Dan mungkin juga terdengar egois Tapi mana ada perempuan yang mau di madu . Mungkin Di bibirnya berkata tidak apa apa Tapi di dalam benak nya Ratih juga merasa galau Apalagi Reyhan masih mengirimi uang untuk Naura berobat Dan itu melebihi jatah nya tiap bulan Namun Ratih tak pernah protes
Ratih duduk melamun ketika sebuah tangan menepuk bahunya .Yang membuyarkan semua lamunan nya tentang Reyhan
" Ngapain malam malam bengong Nanti kesambet , tuh air mendidih buat apa ?" kata Ara
" Astaga aku lupa ra, mau bikin susu sebelum tidur. Bang Reyhan kapan pulang ya ra. Kok aku jadi kangen " kata Ratih jujur
" Cie .... galau, kalo dia ngak pulang gimana ? Apa mungkin bang Reyhan sama Naura lagi asyik bercinta ya " kata Ara mengoda Ratih Yang membuat Ratih semakin tambah galau Hatinya serasa di tusuk tusuk sembilu saja rasanya
" Hahaha....... bercanda Rat, jangan di masukan ke hati. Pulang pulang masa sih dia lupa sama bini muda yang gemoy ini ." kata Ara tertawa
" Puasin deh ra ketawa lho, kok lho senang banget lihat gue menderita " Kata Ratih Sambil menuang air ke gelas yang sudah ia isi dengan susu
" Derita lho Rat. . .... dih cemberut " Katanya iklas bang Reyhan kesana Tapi giliran ngak pulang masih juga di tanyain " Ledek Ara terkekeh
" Jahat lho ra, masa tega sama teman " Kata Ratih mencebikkan bibirnya yang terlihat manyun Dan itu membuat Ara tergelak menertawakan Ratih .
" Lucu emang ?" kata Ratih
" Iyalah , kenapa bete lho .Tenang beb suami mu masih di jalan ia pulang di jemput pa Sapto jadi jangan mewek Dan lagi suamimu itu pulang nya sama mertua lho puas " kata Ara
" Apa ra, abang pulang malam ini ?" lho serius kan " kata Ratih sumringah
" Ngak ada siaran ulang " Kata Ara melihat wajah Ratih tersenyum menatap nya
" Cie .. senang laki mau pulang , tadi aja pasang muka menyedihkan " ledek Ara
" Hehehe..... ya kan kangen ra " Kata Ratih terkekeh
" Sudah puas, ngak usah galau Rat, badai pasti berlalu Seberat apa pun masalah lho Kalo kita sabar pasti akan terasa manis hasilnya " Kata Ara Yang sudah dapat kabar dari sang kakak Kalo bang Reyhan sudah memasukan berkas perceraiannya dengan Naura
__ADS_1
Dan Ratih akan punya status istri sah buat Reyhan Karna Reyhan sudah membawa semua berkasnya ke jakarta
" Alhamdulilah , lalu gimana dengan mba Naura " Kata Ratih
" Dia sudah pindah ke bali Rat Dan mungkin akan cukup lama tinggal disana untuk terapi alam .. Dan kurasa itu cukup baik " kata Ara .
" Ya mudahan saja mba Naura bisa sembuh Dan hidup bahagia " kata Ratih
" Sama siapa ? bang Reyhan " goda Ara
" Ya ngak lah Ay " kata Ratih cemberut
" Bang Reyhan hanya milik gue " Kata Ratih dengan mata berkaca kaca
" Cie .... mau mewek , sudah bilang hak milik kok masih baper sih , senyum dong Bang Reyhan sudah menceraikan mba Naura Rat .... Jadi ngak perlu mewek jelek tahu kalo lho nangis " goda Ara Yang membuat Ratih langsung memeluk Ara
" Ra....." kata Ratih
" Nangis nangis deh biar gue ambil kan ember Sayang lumayan kalo musim kemarau ngak beli air ." Canda Ara Yang membiarkan Ratih memeluk dan terisak di bahunya. Sambil terkekeh pelan Antara senang marah juga bahagia Karna ia tak bisa membohongi dirinya Kalo hatinya sangat senang Mendengar Reyhan resmi bercerai dengan Naura
" Trimakasih ra, jadi mau jadi sahabat terbaik ku " kata Ratih Menghapus sisa air matanya
" Sudah jangan nangis lagi , suami mau setor perkutut kok mewek " ledek Ara
" Hahaha.... Ara apaan sih" kata Ratih tertawa Karna ia tahu Ara sengaja mengodanya biar ia tertawa
" Lagian nih.... basah kaos gue , yuk kedepan Mas Rio juga belum pulang karna lembur sama mas Awan " kata Ara
" Masa sih , atau dia mangkal sama cewek lain di luar sana . Masa sudah jam 9 lewat belum pulang Atau malas pulang Karna istrinya ngak ngasih jatah " Balas Ratih mengoda Ara
"' Hahaha........ wah lho mau membalas gue nih Rat, ngak mempan beb. Suami gue tipe pria bucin mana mungkin nyari yang lain " Kata Ara tertawa
" Ck..... pede amat lho " kata Ratih
" Iyalah , kan aku kenal mas Rio dari kelas 4 sd Rat jadi sudah tahu watak aslinya Ngak mungkin dia pindah ke lain hati " jelas Ara tersenyum Yang membuat Ratih manyun Dan tak bisa mengodanya lagi Karna kalah set
__ADS_1
" Perasaaan lho selalu menang deh ra " kata Ratih .
" Iya lah , kan nasip gue lebih bejo dari lho sedikit " kata Ara terkekeh .
" Iya deh ngalah gue , karna lho sudah pintar kaya dan bejo lagi Ngak akan berkutik gue dan Nila Karna pastinya lho slalu menang ra " Kata Ratih cemberut Namun ia bersyukur punya teman seperti Ara Yang slalu ada untuknya dan Nila Saat mereka butuh Ara slalu menyokong mereka dalam suka dan duka
" Hahaha ... ya sudah yuk ke rumah gue Sambil nungguin mas Rio Kita bisa makan martabak nanti. Kan gue sudah pesan buat kita berdua " kata Ara mengandeng Ratih
" Ok ... siap bos , kebetulan gue juga butuh nutrisi malam buat bergadang Sambil nungguin suami gue pulang " Kata Ratih tersenyum
" Yoi ... ayo " Kata Ara Yang lalu keluar dari pintu samping rumah Aya Dan mereka kerumah Ara melewati kolam lele juga kebun sayur Ara
" Lah kok mati lampu " kata Ara kaget Begitu juga dengan Ratih Yang membuka pintu dapur
" Iya kok bisa , di sebelah ngak mati lampu " Kata Ratih heran Yang membuat mereka masuk Sambil berpegangan tangan
" Kita cari lilin ra " Kata Ratih
" Ya " Kata Ara dan ketika ingin menyalakan lilin dengan kompor
" Baa.........
" Mas.........Rio.......... Teriak Ara dan Ratih kaget hingga berteriak
" Hahaha..... Selamat ulang tahun Ara sayang " kata Rio menyodorkan kue hingga lampu menyala .
" Mas ....." pekik Ara tak percaya Rio memberinya kejutan Dan ada Ayu Nila mba Qila emak juga mamah Sila juga Awan bersama Paijo tersenyum Datang untuk memberi selamat
" Ha...... kalian terlalu " kata Ara langsung memeluk Rio Yang membuat semua nya tertawa senang Sambil membawa Ara keruang tamu. Dan di sana ada yu irah dan suaminya juga pa Mamat dan Asih.
" Ayo nyanyi bersama " kata Rio merangkul Ara dan mencium mesra istri kesayangan itu
Paduan suara terdengar merdu Karna lagu slamat ulangtahun bergema serentak membuat Ara bahagia Di tambah ada mbok mba Sinta dan mas pras memakai tongkat Yang berdiri bersama pak le dan bule Rio memenuhi semua ruang tamu Yang sudah penuh makanan Yang tersedia di atas meja .
" Trimakasih mas " kata Ara menatap Rio
__ADS_1
" Sama sama sayang " kata Rio yang ingin membahagia kan wanita pujaan hatinya itu Sebagai janji nya pada pa Kevin dulu Sebelum mertuanya itu meninggalkan mereka