Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 321


__ADS_3

Mereka pun saling berpelukan ketika menang Dan Aya jadi pusat perhatian semua orang Karna ia berhasil membuat tim mereka menang


" Alhamdulilah " kata Aya bersyukur Dan mewakili teman teman nya naik keatas panggung Dan mendapat uang 5 juta tunai dari sponsor berserta piala


Sedangkan Gery mendekati Cunda yang tak jauh dari duduk nya Karna ia penasaran pada teman satu profesinya itu Yang terlihat santai saja


" Slamat ya mereka menang " kata bu Cunda menatap Gery


" Hasil yang ngak sia sia kan , bagaimana dengan anak asuhan mu " kata Pa Gery


" Ya, mereka harus mengakui dan menerima kekalahan nya Kan sudah biasa bila ada Yang menang dan kalah dalam persaingan " kata bu Cunda


" Ya begitulah " kata Gery tersenyum


Dan tak jauh dari situ seorang wanita mengepalkan tangan nya erat karna kecewa Adik tingkat nya itu bisa menang mulus tanpa saingan berat


" Sial .....padahal aku sudah menghalangi nya untuk datang Tapi tetap saja tak berhasil Mereka tak becus bekerja Mana dia menang lagi .Siapa sih dia sebenarnya Kenapa pa Gery mendukung mereka " batin wanita itu Lalu pergi menjauh meninggalkan keramaian .


" Yah .... Kita kalah den , Nania mana ? Kata teman nya


" Ngak tahu , tadi disini mungkin karna kita kalah dia kecewa " kata teman nya


" Ya mau gimana lagi kan belum rezeki nya beb, Penampilan dan gaun mereka lebih trendi . Dan bagus bagus dari punya kita .Ya jelas saja mereka bisa menang Modal mereka kan juga banyak " kata teman satunya


" Iya juga sih mereka berani pake modal besar , jadi bisa maksimal tampil nya " kata yang lain


" Ya sudah bubar , tahun besok lagi " kata teman mereka


" Yoi kan masih banyak kesempatan . Ngak perlu minder " kata Yang lain lalu bubar meninggal kan Aula.


Pa Gery pun senang melihat anak anak didiknya itu menang Ia tersenyum puas lalu menyalami mereka satu persatu memberi selamat juga pada Aya dan Gita juga Iksan Yang sudah bekerja keras


" Besok bapak akan undang kalian untuk makan setelah mata kuliah selesai Bagaimana apa ada yang mau ?" kata Gery menawarkan


" Siap pa , asyik....... Makan makan gratis kan pa " kata Iksan Yang berdiri bersama Tama


" Ya , kalian boleh makan sepuas nya untuk merayakan kemenangan kalian " kata pa Gery yang tersenyum Sambil melirik Aya Yang sedang bicara dengan Tina agak jauh sedikit dari mereka


" Ya pa , mau mau " kata mereka kompak


" Ya sudah bapak pergi dulu " kata pa Gery


" Ya pa dah..... " kata mereka yang saling berpelukan Sedangkan Tina dan Aya sedang merapikan gaun .

__ADS_1


" Ay lho mau pulang sekarang " kata Gita Melihat Aya yang merapikan tas nya gaun


" Ya Git , karna sudah sore....aku pulang ya " kata Aya


" Trus ini gaun gimana Ay " kata Anya menatap Aya.


" Itu buat kalian saja ngak perlu di bayar , yang penting di pake " kata Aya


" Ye......... hore ..... trimakasih Ay " kata teman temannya memeluk Aya termasuk Gita Yang sangat senang Tapi tidak bagi iksan dan Tama yang tak mendapatkan baju apa pun .


" Ay kita kok ngak dapat ?" kata Tama protes


" Untuk kalian menyusul saja ya " kata Aya tersenyum


" Serius Ay, benar nih kita dapat Aku mau warna hitam ya " kata Iksan


" Iya aku juga warna biru darker " kata Tama tak mau kalah


" Ya besok kalo sudah jadi gue bawakan " kaya Aya .


" Ya ampun Ay ,. Lho baik banget " kata Arum senang Dan Aya hanya tersenyum Sambil membawa barang barang nya kemobil


" Ayo kita bantu , Kan sudah dapat gratisan " kata Gita


Tina pun lalu menatanya di bagasi mobil dan sebagian lagi di tempat duduk belakang Agar semua barangnya Aya masuk .


Sedangkan disisi lain mami senang Siska mengabarinya kalo Aya menang Yang sedang tiduran bersama dua cucunya Yang masih asyik mengenyot botol Asi yang di hangat kan mba Wati


Karna tadi pagi Aya sempat memompa air susunya bila keduanya Tak mau susu yang lain


" Alhamdulilah mamah kalian menang " kata mami mencium pipi keduanya Dengan rasa sayang Karna mereka baru saja tertidur Dan mami mengambil botol mereka yang sudah kosong


" Mi apa mereka sudah tidur ?" kata papi


" Iya pi , kenapa memang " kata mami


" Nih Ara telpon , katanya mami mau di paket kan Rica rica ngak .Katanya tadi pa Sapto mau kesini besok mau mampir Karna anak diterima kerja di kantor cabang Ferdi Tapi pinjam mobil kantor " kata papi memberikan ponselnya pada sang istri .Yang lalu beranjak turun dan keluar dari kamar si kembar


" Mau dong ra, yang banyak ya " kata mami Sambil melambai kan tangan pada Wati dan Erni Yang mengerti maksud nyonya nya


" Siap mi, masalah mentok nya mau Ara kurangi " kata Ara


" Baguslah , dan jangan lupa pisang kepok nya kalo ada ra " kata mami Risma menawar

__ADS_1


" Ya mi ,nanti ada buah juga kok " kata Ara di sebrang sana Yang sedang berada di kebun bersama Nila dan Ratih sepulang sekolah Yang ingin memetik daun singkong dan sawi .


" Ya ra, trimakasih ya nak " kata mami


" Ya mi , salam buat kak Aya dan si kembar ya " kata Ara Yang tadi sudah dapat kiriman foto sang kakak dari Tina


Setelah ngobrol dengan mami .Ara pun kembali memetik sayur Untuk mereka bawa ke cafe Dan Reyhan yang melihat tiga gadis sma itu hanya tersenyum . Memperhatikan mereka dari jendela dapur .


" Yu Ara rajin ya, ini sayur di petik mau diapakan " kata Reyhan


" Buat di bawa ke cafe mas, kan mereka bikin sambal ijo juga kaya sambal padang ..Mas Reyhan bisa mampir ke sana bila mau " kata yu Irah .


" Dua temannya ikut kerja juga " kata Reyhan


" Iya mas. Kan mereka asistennya mba Ara Mereka berteman dari sekolah dasar mas Seperti mba Aya juga " kata yu Irah


" Luas biasa , persahabatan yang sangat erat " kata Reyhan tersenyum Dan ia juga tahu Ara begitu dekat dengan Tania adik nya .Yang membuat Reyhan sadar Kalo Ferdi di keliling orang orang baik .


Padahal sepupunya itu termasuk nakal .Ketika masih remaja Dan juga kuliah Tapi sejak Aya masuk ke dalam hidupnya Ferdi berubah total . Dia fokus memimpin perusahaannya Dan membuka cabang baru Yang membuat .Reyhan ketar ketir menyainginya Karna Ferdi memang sangat cerdas .Walau ia sedikit nakal Namun efeknya berubah positif Karna ada Aya yang jadi penyemangat nya .Apalagi dia sudah punya dua putra sekaligus Sedangkan Reyhan belum sama sekali Bahkan kini ia harus mengalami kekecewaan mendalam


" Mas ini buah nya " kata yu Irah meletakan buah semangka dan melon di atas meja


" Ya yu trimakasih " kata Reyhan .


" Bang Reyhan ayo turun nyari buah disana banyak ?" Teriak Ara Ketika melihat Reyhan duduk melihat mereka


" Sudah nih " kata Reyhan mengangkat piring Yang berisi buah


" Yang lain lagi tuh di sebrang sana " Teriak Ara


" Buah apa ?" kata Reyhan


" Jambu kristal sama alpukat , juga jagung dari pada nganggur ayo ikut sama yu Irah " kata Ara


" Waduh .....yu masa aku di bilang pengangguran sih " kata Reyhan


" Hahaha....... maksud nya mba Ara dari pada nganggur mas " kata yu Irah tertawa karna Reyhan bercanda


" Ya mau di bayar berapa abang kalo ikut bantu " kata Reyhan sambil memakan buah .


" Gratis buahnya lah di bawa pulang Bisa di bawa tidur juga " kata Ara tertawa


" Hahaha.... ok .... Ngak masalah abang habisi ini dulu " kata Reyhan tersenyum Dan ia merasa terhibur Karna ulah Ara Yang membuat nya Tak lagi memikirkan

__ADS_1


Kenangan buruk masa lalu Lalu turun dari dapur Dan mendekati ketiga gadis belia itu


__ADS_2