
Semua langsung kaget begitu juga Afnan dan Aska
" Aish maaf tan , Bim hanya bercanda " kata Bimo merasa ngak enak pada sang tante Karna candaan ya itu
" Dengar baik baik pernikahan itu bukan candaan atau mainan .Tapi sebuah tanggung jawab Kalau kau ingin punya istri dua Tak perlu mengajak orang lain cukup diri mu saja Dan bila kau punya masalah jangan bawa bawa Ferdi juga kami " Tegas mami menatap Bimo
Jleb
Yang membuat semua orang terdiam Begitu juga Reyhan yang duduk di sebelah Ratih
" Mi sudah, ayo anak anak kita bicara di ruang kerja selesai kan dulu makan kalian " kata papi Yang mengusap punggung sang istri yang emosi
"' Maaf tante , Bim salah " kata Bimo ngak enak hati merasa bersalah
" Tante tidak marah , cuma minta berhati hatilah bicara Karna itu bisa menyakiti orang lain "' kata mami Yang tak ingin menantu nya tersinggung Sedang kan Ferdi terdiam sambil memeluk dua putranya yang kaget
Lalu Aska langsung berdiri dan menghampiri mami Risma Dan memeluk sang oma dan mencium nya Yang membuat Aya tersenyum
" Oma ngan mayah mayah anti ucing lo oma " kata Aska memeluk oma nya dan mencium mesra mami Risma Yang membuat mami Risma terharu pada tingkah Aska Lalu setelah itu Aska mendekati Bimo
" Apa " kata Bimo menatap Aska
Plak....... sebuah pukulan mendarat di bokong Bimo .
" Angan akal !!" kata Aska
" Auw ....ampun " kata Bimo yang hampir tertawa gemas Tapi Bimo menahan nya Karna keponakan itu memukul bokong nya dengan tangan kecilnya Yang tak terasa apa apa
Yang membuat semua orang terbahak bahak Karna polah Aska yang menjadi hiburan tersendiri Yang membuat mami Risma tahu bahwa cucunya itu sedang membelanya
" Mampus lho Bim rasain lho ... Sekarang mami punya bodyguard " kata Deril terkekeh gemas melihat Aska
" Hahaha........pukul terus de, om Bim nakal " kata Ara tertawa karna tingkah lucu Aska yang membuat Afnan juga ikut tertawa
__ADS_1
" Sudah sayang sini sama mamah , om Bim sudah kapok ngak bakal nakal lagi ya kan om " kata Aya terkekeh yang juga merasa geli melihat polah putranya itu
" Ya om ngak nakal lagi, maaf ya mi Kalo om Bima nakal " kata Bimo Yang membuat mami ikut terkekeh
"'Aska kan pembela oma yang sayang " kata mami Yang lalu memeluk cucunya bungsunya itu .Dan duduk dekat Aya yang membuat Aya mencium Aska
Setelah ngobrol dan selesai mereka lalu menuju ruangan kerja papi Untuk bicara disana sedangkan Ferdi masuk kamar untuk membersihkan dirinya Begitu juga Aya yang rebahan ditempat tidur Bersama dua putranya Karna masih rindu Karna kemaren Aya meninggalkan mereka satu hari
" Abang sudah selesai biar Aya buka lukanya di ganti perbannya ya bang "kata Aya
" Ya sayang , apa anak anak kita sudah tidur " Kata Ferdi melihat kedua putra nya itu masih asyik ngobrol
"' Mau tidur tapi masih asyik bicara bang .Ngak tahu ngobrol apa kan pake bahasa bayi" kata Aya yang mengambil kotak obat lalu duduk di sofa bersama Ferdi Dan menganti perban luka kaki suaminya
" Apa Aya masih sekolah " kata Ferdi memegang pipi Aya
" Masih bang Aya menang lomba bang Setelah lulus Aya akan ke paris setahun boleh kan bang " kata Aya menatap Ferdi lekat
" Ya kejar lah impian Aya, asal jangan mencari lelaki lain saja disana " kata Ferdi menangkup wajah Aya dan lalu mengecup bibir Aya
" Mereka sudah tidur bang " kata Aya Yang selesai menganti perban Dan menyimpan kotak obat di dalam laci Lalu menyelimuti si kembar yang sudah terlelap tidur
" Kasihan mereka pasti mereka sangat rindu " kata Ferdi mencium kening kedua putranya .
"' Ya bang mereka slalu bertanya kapan abang pulang " kata Aya yang lalu menarik spring bed bawah untuk mereka tidur .Karna ranjang si kembar sudah di pindah Dan Aya minta spring bed Yang bisa atas bawah agar anak anak mereka bisa ikut tidur bersama bila rindu Seperti sekarang ini.
Aya pun lalu mengambil bantal dan selimut Dan Ferdi merasa lega kini tubuh nya tak merasa sakit lagi Karna terlalu lama tidur di papan tanpa kasur
" Apa abang senang bisa pulang " kata Aya menatap suaminya itu karna rindu
" Ya abang sangat senang , abang sempat putus asa tak bisa pulang Tapi rupanya doa abang di ijabah Allah karna Aya sendiri yang menjemput abang " kata Ferdi menatap Aya bahagia Karna bisa melihat Aya lagi .Apalagi hanya itu harapan nya .
" Aya juga rindu abang Dan berharap kita berkumpul lagi seperti ini selamanya " kata Aya memeluk Ferdi
__ADS_1
" Ya sayang abang ingin slalu seperti ini Dan berharap kita tak akan berpisah " kata Ferdi memeluk Aya erat Karna ia benar benar rindu dengan istrinya itu . Dan mereka pun menghabiskan kerinduan itu dengan memadu kasih . Sampai larut malam Karna Ferdi tak ingin melewatkan dengan sia sia waktu yang hilang selama ini
Pagi nya Ferdi dan Alan sudah bersiap Singapura dan si kembar ikut mengantar mereka ke bandara .Karna mereka harus kerumah sakit untuk berobat .Rio dan Ara pun ikut mengantar bersama mami dan Ratih juga Nila . Karn mami akan ikut menemani papi selama disana . Dan Reyhan pun lega Karna bisa mengantar sepupunya itu kebandara
" Ay....... jaga diri ya nak, mami hanya dua hari disana "' kata mami
" Ya mi, titip abang ya " kata Aya memeluk suaminya
" Ya sayang , mami akan jaga Ferdi Dan jaga cucu cucu mami " kata mami Risma yang memeluk dua cucunya itu Yang merengek ingin ikut .
" Minggu depan kita jenguk papi ya.. Sekarang ngak bisa harus kedokter dulu untuk di obati " kata mami Yang memberikan pengertian pada dua cucunya itu Karna mereka harus mencari tempat tinggal dulu Agar bisa tinggal disana selama mereka berobat..
Sedangkan Aya dan Ferdi hanya tersenyum melihat dua putranya itu .Karna sudah mau mengerti kalo luka sang papi harus di obati agar tak berjalan pincang lagi .
Dan setelah masuk pesawat mereka pun lalu pulang Karna Aya harus ke kampus siang nanti Dan lalu membawa anak anak nya pulang bersama Rio dan Ara yang senang bermain dengan dua keponakan nya itu .
"' De ..... mas pengen punya anak seperti mereka " kata Rio menatap Ara
"' Ya mas , setahun lagi ya sehabis Ara lulus " kata Ara melirik sang kakak bersama si kembar dan Nila dikursi tengah Sedangkan Ratih pulang dengan mobil Reyhan .
" Apa abang ngak kerja " kata Ratih
"' Kerja dong, gimana bisa beli rumah kalo abang ngak kerja " kata Reyhan mencium pipi Ratih Yang membuat Ratih tersenyum bahagia Karna ia sudah di akui sebagai istri Reyhan Apalagi mamah ji juga Tania bersikap baik pada nya
"Kapan kita pulang bang " kata Ratih
" Tunggu Ferdi pulang ya, apa Ratih akan pulang " kata Reyhan
" Ya kan seminggu lagi masuk sekolah Kita cuma libur dua minggu kok bang " kata Ratih
" Ya sudah nanti abang nyusul ya " kata Reyhan yang sebenar nya tak bisa jauh dari Ratih .Tapi ia harus melegalkan surat pernikahan mereka Agar Ratih punya hak yang sama seperti Naura .
" Dan ketika mobil berjalan belok di tikungan tiba .....
__ADS_1
Brak .......
"' Bang ......" teriak Ratih kaget