Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 297


__ADS_3

Bimo pun lalu memberikan laporannya di meja Ferdi .Ferdi hanya memandanginya saja Sambil menuju sofa untuk makan siang yang terlambat .


" Apa semua barang Reyhan sudah diantar ?" kata Ferdi


" Ya , agar dia tak terlalu sering datang kesini .Kenapa seperti nya kau tidak senang kalo dia berada disini ?" kata Bimo menghempaskan bokongnya duduk Sambil melihat sepupu nya itu makan


" Aku menghindari Naura bukan Reyhan Dan aku tak mau dia salam paham Karna aku mendikte istrinya Biarkan saja dia tahu sendiri " kata Ferdi


" Aish..... kenapa kau tak memberi tahunya kan langsung " kata Bimo


" Sudah ku bilang kan .Dia tak kan mudah percaya Karna alasan mengidam Naura .Dan nanti kalo masa mengidam nya lewat Entah alasan apa yang ingin Naura katakan padanya .Aku hanya ingin mengikuti permainan saja . Dan semakin lama ia membuat drama itu akan lebih baik Karna semakin banyak buktinya Karna Alan sudah memantau nya Dan hari ini saja dia berani mengintai Aya " kata Ferdi


" Astaga kenapa sampai kakak ipar jadi sasaran " kata Bimo kaget


" Kenapa kau bertanya ? harusnya kau sudah tahu Kenapa ia mengintai nona Aya " kata Alan yang muncul tiba tiba


" Astaga ..... Kau datang seperti hantu saja Lan " kata Bimo kaget Karna Alan sudah berdiri di belakang nya


" Maaf tuan agak terlambat tadi harus menyelesaikan berkas dulu " kata Alan


" Tak masalah apa dia sudah pergi ?" kata Ferdi


" Sudah tuan, Tina ikut memantau nya .Ia mengira nona pergi keluar hari ini Tapi rupanya nona tak pergi kemana pun Hingga ia bosan menunggu " kata Alan Yang lalu duduk disebelah Bimo .


" Bagus lah , pantau saja terus Apa dia pikir Aya mudah dia bodohi .Mamah si kembar itu hanya akan pergi kalo ada kepentingan saja Dia wanita rumahan " kata Ferdi


" Hah...........pantas saja kau tak banyak modal Untuk mendapatkan nya Kalo dia sangat betah tinggal di rumah " kata Bimo


" Ck..... sok tahu , malah aku kehilangan uang banyak untuk menebusnya .Aku kehilangan uang 7 milyar untuk bisa mendapatkannya Bahkan itu belum sebanding dengan rumah kalian " kata Ferdi menyindir Bimo


" What......!!! gila masa sih " kata Bimo kaget menatap Ferdi tak percaya


" Iya Bim, itu benar tapi bukan begitu alur ceritanya .Masalahnya pa Kevin berhutang uang dan aset saham pada tuan muda Karna di masa tengang waktu ia tak bisa membayar Sesuai dengan kesepakatan bersama Akhir nya Nona Aya jadi penebus hutangnya ayahnya . Padahal waktu itu nona Aya masih sekolah .Tapi tuan muda menikahi nya secara sah Yang akhir nya ya....Begitulah kau rasa aku tak perlu Menjelaskan nya kan " kata Alan


" Hahaha.....pucuk di cinta ulam pun tiba Jadi begitu makanya Ferdi ngak berkutik Sampai meninggal kan Kaifa " kata Bimo


" Tapi itu lebih baik kan, karna nona Aya memang gadis baik Dan tuan enjoy saja menikmati nya " Kata Alan menyindir


" Ck....kau ini lan , ngak perlu juga kau jelaskan panjang lebar " kata Ferdi


" Hahaha........rupanya dia takut terbongkar rahasia aslinya lan " kata Bimo tertawa


Sambil melirik Ferdi


" Ya begitu lah " kata Alan tersenyum

__ADS_1


" Kau ......" kata Ferdi mendelikkan matanya pada Alan Yang membuat Alan tersenyum


" Apa ada yang lebih ekstrim lan " kata Bimo penasaran


" Maaf tuan kalo masalah itu , tanya saja langsung Karna saya bisa di pecat tuan muda bila buka kartu " kata Alan terkekeh


" Aish......rupanya kau menyimpan kartu As lan ...wah itu.....kejutan Tapi aku penasaran " kata Bimo memainkan alisnya


Karna ingin tahu detail kisah cinta Ferdi


" Ngak usah kepo urusi saja pekerjaan mu sana balik keruangan mu " kata Ferdi


" Hahaha....... Kenapa kau mengusir ku Aku kan hanya ingin tahu awal kau bisa jatuh cinta pada kakak ipar Hingga buaya darat ini berhenti jadi pecundang " sindir Bimo


" What kau.... bilang apa ?" kata Ferdi


" Hei ....tapi benar kan, karna Aya kau meninggalkan kehidupan malam mu itu Kau tak pernah lagi keluar malam untuk nongkrong . Yusuf dan Tristan sudah bercerita banyak pada ku. " kata Bimo yang memang sempat mendengar cerita para sahabat sepupunya itu


" Tahu ah, ngak usah dibahas itu sudah masa lalu " kata Ferdi Yang memang berubah sejak tahu Aya hamil dan ia mengakui Aya sebagai istrinya .


" Ish.....ish...... Lan kau harus awasi bos mu itu. Kalo dia macam macam adu kan saja pada istrinya " sindir Bimo


" Aish kau ini , ngak usah ikut campur urusan orang .Urus saja dirimu Kau saja masih jomblo " kata Ferdi


" Kau ini lan, aku tahu kau slalu mendukung tuan muda mu itu Tapi untuk masalah cinta dan menikah itu bukan hal mudah .Kau sendiri juga baru menikah kalo ngak keciduk pasti masih tetap jomblo kan " kata Bimo menyindir


" Ya ya.... sudah .... Kerja sana ini sudah habis jam istirahat " kata Ferdi mengusir Bimo .Yang membuat Bimo melihat jam tangan nya .


" Ok ....aku pergi . Sampai ketemu nanti " Kata Bimo Yang lalu beranjak dari tempat duduk nya. Menuju pintu lalu menutup pintu ruangan Ferdi kembali


Sedangkan Ferdi menyelesai kan makan nya Setelah itu kembali ke kursi kebesaran nya Untuk mengecek pekerjaan nya kembali juga berkas yang diberikan Bimo padanya .


" Apa Tania tahu kalo Naura ada depan rumah Waktu dia kerumah kita lan " kata Ferdi menatap Alan


" Tahu tuan, Tina memberitahu kan nya


Tapi nona Tania hanya bersikap cuek Seolah olah tak terjadi apa pun " kata Alan menatap Ferdi


" Ya mungkin dia malas ribut , makanya ia mendiamkan nya saja Karna takut tante sedih Karna mereka baru saja kehilangan " kata Ferdi


" Itu juga yang saya pikir kan tuan " kata Alan Yang merasa tak tega pada Reyhan


" Ya sudah bantu aku mengecek ulang ini Sebelum minggu depan kita berangkat " Kata Ferdi


" Baik tuan " kata Alan

__ADS_1


Lalu ruangan kantor pun kembali hening


Karna mereka sibuk dengan berkas masing masing .


Sedangkan di rumah Aya dan Via baru saja duduk di taman sambil mengandeng si kembar untuk bermain


" Ay.... apa kuliah mu lancar " kata Via


" Alhamdulillah berjalan normal Memang kenapa Vi ? " Kata Aya


" Tidak , syukur lah akhirnya kenyataan kita terwujud walau dengan cara yang sedikit sulit " kata Via


" Ya .... mungkin itu sudah suratan takdir Vi, kita hanya bisa mensyukurinya saja. Kita masih beruntung punya suami yang bertangung jawab dan mapan secara finansial Mungkin di luar sana masih banyak orang yang kesusahan dari kita


Dan bahkan suaminya tak bertanggung jawab sama sekali " kata Via


" Ya kau benar Ay, 10001 satu cerita pasti mewarnai hidup ini. Hidup dengan ceritanya masing masing " kata Via


" Ya seperti cerita kisah hidup kita bertiga Juga berbeda beda kan " kata Aya tersenyum


" Ya begitulah , Yang penting bagaimana kita menjalani nya Toh tujuan nya sama Untuk hidup bahagia " kata Via


" Iya dong , kan harus begitu " kata Qila yang muncul tiba tiba .


" Ish.... Kau ini la, kebiasaan deh nongol tiba tiba bikin kaget " kata Via


" Hahaha ....tapi kan ngak membuat jantung mu copot Vi" kata Qila tertawa


" Ngak sih cuma dag dig der " kata Via tersenyum .


" Hehehe..... bisa saja kau Vi, eh ngomong ngomong masalah teman


Aku pernah tak sengaja bertemu Tommy sama pacar nya " kata Aya bercerita


" Hah ......dimana? bukan nya dia di USA sana Ay kok bisa lho ketemu dia " kata Via kaget Karna dulu Awan sempat cerita Tommy kuliah di Harvard


" Iya tapi cuma sekali setelah itu ngak pernah lagi " kata Aya


" Yah......final deh cerita cintanya Karna kita tak akan bisa bertemu dia lagi Apalagi kita sudah menikah Dan ceritanya akan berbeda Tapi untung nya Awan masih bisa nikah sama Qila " kata Via


" Dih .... kan dia juga ngak pernah menghubungi kita Dia pergi tanpa berita Wajar kita menikah ya ngak Ay " kata Qila yang tahu teman nya itu dulu naksir berat pada Aya


" Ya ....anggap saja ngak jodoh " kata Via


" Siapa ? kata sebuah suara

__ADS_1


__ADS_2