
Sedangkan di sebuah tempat Bunyi pantai bergemuruh ketika Aya dan Ara berjalan dipinggir pantai
" Awas kak......." teriak Ara berlari cepat kepinggir .
Aya pun menghindari gulungan ombak yang mengejar nya Dan terhempas di pasir putih. Ara menghindar ombak dengan berjalan santai
" Hahaha..... kak Aya kalah cepat " tawa Ara melihat Aya berjalan pelan
" Kan ngak tinggi " kata Aya yang air nya sampai ke kakinya
" Jangan terlalu dekat sayang, takut ombak nya besar " kata mami Sedangkan papi dan ayahnya Duduk santai sambil ngopi di sebuah gazebo yang mereka sewa
" Ngak mi , bi Yam ayo turun tuh yu Irah aja sama mamang main air " kata Ara .
" Aduh non , yu Irah nonton saja sudah tua ngak bisa kaya anak muda selfie selfie tuh " kata Yu Irah
" kita juga bisa Yu , bukan anak muda saja yang bisa selfie ayo ayo kita foto bergaya mulai " kata mami yang berfoto dengan tongsis nya
" Hahaha .... mami keren abis, mantap kaya abg " kata Ara tertawa
" Ya dong abg tua, Tapi perlu biar ngak stres Dan cepat linglung " kata mami Yang lebih santai karna sekarang Ia sudah punya menantu . Dan rasa stresnya sudah berkurang Karna tak perlu lagi mengawasi putra semata wayangnya itu .Yang playboy itu karna kini sudah jinak walau belum sepenuh nya baik . Tapi paling tidak Ferdi sudah punya tangung jawab Tak bermain main lagi dengan perempuan diluar sana
" Mi sudah ayo makan , papi lapar nih " teriak papi dari gazebo
" Lah kok bisa , kan cuma duduk malah belum maui air kok bisa lapar " kata mami terkekeh sambil berjalan menuju gazebo bersama Aya
" Ya kan panas mi " kata Aya
" Iya juga ya , papi takut hitam ya " kata mami
" Hitam sudah biasa mi, cuma gosong tuh lihat pada gosong " kata papi Yang hanya duduk ngobrol dengan besan nya Entah apa yang diobrolin Hanya mereka berdua yang tahu.
" Ya sudah pi ayo makan saja , mas bantuan tehnya bawa sini " kata Ara pada Rio yang sedari tadi hanya melihat para pengunjung pantai .
" Ok ....sayang ayo digelar " kata mami yang ikut menata makanan ketika mereka sudah berkumpul di gazebo.
Di negara lain Gustav baru saja mematikan lampu dan membaringkan tubuh nya di ranjang hendak tidur ketika sebuah tangan memeluk nya erat.
Deg.......
" Siapa kau " kata Gustav
__ADS_1
" Apa kau lupa dengan bau tubuh ku sayang " kata wanita itu mendesah pelan mencium bibir Gustav .
Gustav hanya terdiam dan merasa tangan wanita itu menggerayangi tubuh nya Yang membuat darah Gustav serasa panas.Dan mencoba untuk melepaskan pelukan tubuh wanita itu Namun tubuhnya terasa lemas karna wanita itu mulai ******* bibir nya . Gustav yang merasa itu rezeki untuknya tak menolak .Karna ia pun menyukai nya
Dan lalu membalas nya dengan memeluk wanita yang tak ia kenal . Dan lalu menindih nya
" Aku tak perduli siapa diri mu tapi karna kau mendatangi ku itu keberuntungan bagiku Karna kau menggodaku " bisik Gustav yang membuat wanita itu kaget Dan mendorong tubuh Gustav. Namun sia sia karna tubuh Gustav sudah menindih nya Dan mencari posisi yang tepat dengan menggeser kaki wanita itu
" Siapa kau ..... kau bukan Ferdi kan " kata wanita itu memberontak
" Ferdi ....." kata Gustav kaget .
" Kenapa?" kata Gustav yang tak bisa menahan diri lagi lalu melucuti wanita itu
yang membuat wanita itu kaget Dan berteriak keras
" Lepas.... lepas..... .....siapa kau " kata wanita itu berteriak Tapi Gustav tak perduli sampai
Brak ...... lampu pun menyala dan .....
" Astaga ... Heni ...Gustav " kata Ferdi kaget Lalu melipat tangan nya di dada Karna kecewa melihat Heni
" Dia yang menggodaku bos Dia sudah disini sebelum aku masuk " kata Gustav
" Selesai kan urusan kalian , aku ngak mau tahu " kata Ferdi yang lalu keluar dari kamar Meninggalkan keduanya .
Brak.....
" Ferdi aku bisa jelaskan ini " teriak Heni Yang ingin turun Tapi Gustav langsung memeluk tubuh Heni
" Heh..... rupanya kau ingin merayu bos Tapi kau salah orang " kata Gustav ..
" Lepas aku tak sudi dengan mu " kata Heni berteriak
" Oh ya kita tuntas kan dulu urusan kita , baru kau selesai kan urusan mu Karna sepertinya bos tak tertarik pada mu " kata Gustav tersenyum
" Kau....sial.... lepas " teriak Heni Namun Gustav langsung membekap nya .
" Kau harus bertangung jawab karna kau membangun kan milik ku , Dan aku tak membiarkan mu lolos begitu saja " kata Gustav yang sudah biasa jajan diluar .
" Mpt......mpt...... le...pas ...." kata Heni berontak Namun Gustav yang sudah kalap Tak mau melepaskan Heni Karna nafsu nya sudah di ubun ubun Dan ia dengan cepat mengunci pergerakan Heni dan menindih tubuh Heni .
__ADS_1
Sedangkan Ferdi yang sedang minum di dapur terlihat kesal .Karna ia cukup kaget ketika Alan menelponnya kalo Heni sedang mencarinya dan menyusulnya
" Argh......kenapa dia bisa sampai sini Siapa yang memberikan alamat Dan bagaimana dia bisa masuk ke dalam rumah ku " kata Ferdi kesal
" Aish ... aku bisa gila ." kata Ferdi yang sempat melihat Heni setengah telanjang begitu juga dengan Gustav
" Dasar perempuan murahan, apa om om itu yang membawa nya kesini ." kata Ferdi Yang membiarkan keributan di kamar tamu Lalu bergegas masuk kekamarnya Dan mengunci rapat lalu menghempaskan tubuhnya sambil memejamkan mata..
*********
Paginya Heni terbangun dengan tubuh di bawah selimut .
" Kau sudah bangun " kata Gustav menyeringai tipis
" kau..... kau pria jahat " kata Heni yang menutupi tubuh
" Hahaha....... aku sudah melihat semua nya dan merasakannya juga kenapa takut . Bukannya kau juga merasakan nya dan ketagihan. Awal nya saja kau berontak kan Tapi akhirnya kau menikmatinya kan " kata Gustav yang sudah mandi dan terlihat tampan Karna ia sudah terbiasa bertualang wanita di klub malam .
" Kau...... apa kau gila " kata Heni tak berani menatap Gustav Memang benar ia sempat berontak Tapi akhir ia pasrah Ketika Gustav memberikan sensasi berbeda padanya Yang membuatnya menikmati nya Karna Gustav lebih perkasa Dari pria tua yang ia layani selama ini .. Tapi sayang ia belum pernah bisa bercinta dengan Ferdi langsung
" Hahaha..... bangun lah , ayo kita bicara pada bos bila kau ingin aku bertanggung jawab tak masalah " kata Gustav seraya memainkan alisnya Karna tadi malam ia memang tak bisa menahan diri lagi karna Heni mengodanya Dan mau tak mau ia pun mengeluarkan sisi liar kelakian nya
" Sial..... gerutu " Heni menyesali apa yang terjadi . Apalagi Ferdi sudah melihatnya .
Di meja makan Ferdi makan dengan tenang ketika Heni dan Gustav datang ikut bergabung di meja makan.
" Pergi dari rumah ku , dan kau Gustav kau urus dia ....." kata Ferdi
" Fer....dia memaksaku , di memperkosaku " kata Heni protes Yang mencoba menjelas kan pada Ferdi
" Oh .....ya kau yakin " kata Ferdi menatap tajam Heni .Yang membuat nyali Heni ciut
" Kau kesini bersama om Dewa Dan kau menerobos masuk rumah ku tampa Izin Lalu merayu asisten ku Dan memberikan servis gratis setelah jadi simpanan om Dewa Lalu kau masih ingin merayu ku juga
heh.......aku jijik Hen " kata Ferdi yang buat Heni terdiam .Tak bisa berkata apa apa
" Tapi Fer aku bisa jelaskan......." kata Heni
" Aku tak pernah menyentuhmu ,aku tahu kau simpanan on Dewa dan kau hanya ingin uangku kan Kau tak perlu menjelaskan apa pun " kata Ferdi Yang memang sudah lama tahu belang Heni
Gustav yang mendengar Ferdi bicara hanya diam .Walau ia tak mengerti Apa yang dikatakan bosnya itu Namun Gustav tahu Pasti Ferdi marah pada wanita yang ada disebelahnya itu .Dan Gustav hanya menyimaknya tampa bicara apa pun .
__ADS_1