
Pagi ini Aya sudah bersiap siap ke kampus Setelah menyusui si kembar Walau ada perasaan hampa di hatinya Namun Aya berusaha mengisi kekosongan hati nya dengan mengingat kebaikan Ferdi Yang membuatnya rapuh Namun ia harus kuat menjalaninya Apa lagi mertuanya sangat menyayangi nya
" Bang doakan Aya ya hari ini , semoga Aya bisa . Aya sedih tanpa abang Tapi Aya akan berdiri tegar demi anak anak kita bang " kata Aya dalam hati Manarik nafas dalam Lalu keluar dari kamar
" Mi , pi Aya berangkat dulu ya " kata Aya pamit ketika melewati ruang tamu
" Ya nak hati hati " kata Mami
" Ingat hati hati dijalan " kata papi
" Ya pi, kak de, mamah berangkat dulu ya. Jangan nakal sama opa dan oma "Kata Aya
" Ya mah ati ati , epat uyang ya " kata Afnan
" Ya sayang " kata Aya yang lalu mencium dan memeluk keduanya Karna mereka lah kini penyemangat hari hari Aya di kala rapuh
" Asta ayang mamah " kata Aska Ketika mencium Aya .
" Mamah juga sayang ade dan kakak. Sudah ya mamah sekolah dulu " kata Aya yang tersenyum lalu meninggal ruang tengah Dan menuju teras depan Disana Tina sudah menunggu nya
" Silahkan nona " kata Tina membuka pintu mobil
" Trimakasih Tin, ayo berangkat " kata Aya
" Ya nona " kata Tina menutup pintu lalu memutari mobil ke pintu kanan Dan lalu masuk . Duduk di belakang setir Lalu menghidupkan mesin mobil Dan setelah itu mereka pun berangkat meninggalkan rumah menyusuri jalan raya .
" Apa mba Tina masih " kata Aya menoleh pada Tina
" Sedikit nona, entah mengapa saya tak percaya mereka pergi " kata Tina
" Apa nona percaya tuan muda tiada ?" kata Tina menatap Aya
" Entah lah Tin, tapi aku merasa abang masih hidup dia mengawasi ku . Aku merasa mereka selamat " kata Aya yang bermimpi Ferdi duduk manis mengawasi nya di kursi malas sambil tersenyum
" Apa nona percaya , Tapi mereka tak meninggalkan jejak " kata Tina
" Mungkin belum, tapi ada alasan kenapa tuhan membuat takdir kita seperti ini . Agar kita lebih kuat Tin " kata Aya
" Kita pasti kuat nona , kita sudah berusaha kan " kata Tina .
" Belum Tina ini baru permulaan ,Andai mereka hidup tapi mereka terluka dan sakit Apa kau kuat melihatnya " kata Aya melirik Tina
" Kenapa nona bicara begitu ?" kata Tina
__ADS_1
" Entah lah ada naluri berbisik dalam hati Tin. Abang masih hidup bersama Alan .Tapi mereka terluka dan tak bisa berbuat apa pun Namun seberat apa pun itu Aku ingin abang tetap pulang . " kata Aya . Yang merasakan kata hati nya berkata ia harus kuat .Karna hidup terus berjalan Dan apapun terjadi Aya hanya berusaha sebisa mungkin untuk bertahan .Karna Aya sudah tak punya Ayah dan bunda .Dan kini kedua mertua nya itulah pengganti kedua orang tuanya .
"' Ya nona mudahan saja " kata Tina Yang juga berharap Alan masih hidup .
Setelah itu keduanya pun terdiam Dan tak lama Aya pun sampai di kampus Dan bergegas turun Karna waktunya tinggal 10 menit lagi .
" Tin .....aku masuk dulu " kata Aya
" Ya nona " kata Tina yang menunggu di mobil Dan ia akan menunggu Aya di parkiran Sampai pulang kecuali jam makan ia akan pergi keluar sebentar
Sedangkan di kantor .Tris sedang sibuk mengecek berkas nya bersama Yusuf Karna mereka akan ada rapat minggu depan Dan kemaren Reyhan bertolak ke Australia untuk mewakili Ferdi Karna tak mungkin membatalkan kerja sama sepihak pada perusahaan disana .
" Huh .....repot juga , kalo bos tak ikut turun tangan " kata Tris
" Aku berharap mereka masih hidup Tris Karna tes DNA nya tak ada yang cocok " kata Yusuf
" Apa hasilnya sudah keluar ?" kata Tris
" Ya itu lah sebab nya om masih menunda mengambil jenazah di rumah sakit karna tak ada yang sama .
" Tapi kenapa bagaimana cara mereka bisa selamat " kata Tris berpikir
" Entah lah itu hanya keajaiban tuhan , padahal kita sudah menyusuri sungai di bawah jembatan layang itu " kata Yusuf
" Ya tapi dia tak berkomentar apa pun . Diam nya membuat ku bingung " kata Yusuf menatap Tri
" Mungkin nona masih sedih " kata Tris
" Ya bisa jadi Tapi minggu besok kami akan menyusuri sungai itu lagi bersama sam dan Ran untuk mencari jejak " kata Yusuf
" Kalau begitu besok aku ikut " kata Tris Yang masih merasa yakin bos nya itu belum mati .
" Ya terserah kau saja " kata Yusuf yang sekarang tinggal di apartemen Ferdi Dan kadang mereka pulang kerumah orang tuanya sesekali selama mereka masih di jakarta Dan Via menitipkan rumah nya pada yu irah untuk di bersih kan selama mereka disini Karna pekerjaan Yusuf tak bisa di tinggal sementara ini Dan untung nya di yogya masih bisa di tangani oleh Rio Yang memang atas permintaan Ferdi
" Ya besok kabari gue bila kalian berangkat kesana Biar kita bisa mencari jejak nya sama sama " kata Tris
" Ya Tris " kata Yusuf yang berharap sahabatnya itu masih hidup dan selamat Karna mereka akan kewalahan bekerja bila tak ada Ferdi .
***********
Di kampus Aya dan Gita baru saja masuk perpus ketika Iksan memanggil kedua nya .
" Kok ngak nungguin gue sih " kata Iksan
__ADS_1
" Kan lho bisa menyusul " kata Gita
" Tapi bersama lebih enak " kata Iksan Yang lalu ikut masuk perpus
" Ya sudah ayo biar cepat selesai " kata Aya yang mencari buku buku desain Untuk mereka lomba dan juga contoh desain terbaik Agar mereka bisa menang Dalam memberikan karya nya
" Tuh di sana Ay , biar aman " kata Gita menunjuk kursi kosong untuk mereka duduk
" Ya ayo " kata Iksan Yang memilih beberapa buku Lalu membawanya kemeja Yang di tunjuk Gita Dan mereka duduk bersama untuk diskusi Karna nanti sore sudah harus disetorkan ke pa Gery
" Ay habis ini kita ke kantin ya perut ku lapar , lho bawa bekal ngak " kata Gita
" Mau ada roti pisang kok , ke kantin habis dari pa Gery saja biar tenang " kata Aya .Yang menaruh kotak bekal nya diatas meja Yang membuat Iksan menatap nya
" Mau ambil saja " kata Aya
" Hehehe kok tahu " kata Iksan yang juga kepengen menyicipi roti bekal Aya .Lalu mencomotnya satu potong
" Enak kan san mana gratis lagi " kata Gita tersenyum
" Ya Git pertolongan pertama pada kelaparan " kata Iksan terkekeh
"' Aya hanya tersenyum sambil menguyah makanan nya Selama seminggu ini teman teman nya tidak tahu ia bersedih Dan Aya menutupinya Karna tak mau terus larut dalam kesedihannya
Setelah selesai mereka bertiga langsung ke ruangan pa Gery memberi kan laporan Lalu langsung pergi kekantin Karna sudah rada sepi Aya pun mau ikut bersama Gita untuk mengisi perut nya Karna ia juga lapar
" Bu lotek pake cingur ya " kata Aya memesan makanan
" Hah.... ngak salah ay, aku pikir lho ngak bisa makan lotek " kata Iksan
" Hahaha...... emang ada yang salah ,kan enak san " kata Aya tertawa
" Ngak salah sih Ay, emang enak cuma kita pikir lho ngak doyan selain bakso dan soto " kata Gita
" Biar ngak bosan itu itu mulu Git, nanti muka lho kaya bakso " kata Aya terkekeh
" Ya betul itu Ay, Muka Gita jadi nya tembem kaya emak emak deh " kata Iksan tertawa
" Mana ada san , paling chubby " kata Gita terkekeh Karna dulu waktu kecil ia juga gemuk .
" Wah itu bahaya kalo obesitas Git " kata Aya terkekeh sambil menyesap jusnya
" Ya kaya gajah bengkak dong " kata Gita tertawa
__ADS_1
" Siapa yang kaya gajah bengkak ??"