
Sedangkan Aya di kamar baru selesai mandi ketika Afnan dan Aska masuk ke kamar nya
" Acik mamah udah uyang cekolah ?" kata Afnan berlari memeluk Aya di susul Aska juga ikut memeluk kaki Aya
" Iya dong , kok sudah pada wangi ya anak tampannya mamah ini " kata Aya memeluk keduanya dan menciumi pipi gembul si kembar Yang membuat mereka terkekeh geli
" Hahaha.......geyi mah " oceh Aska tertawa
" Udah mah nanti iyang angi nya " kata Afnan geli
" Kan bisa pake parfum lagi " kata Aya terkekeh
"' Mana ada mereka pake parfum Ay Yang ada minyak telon sama bedak bayi Karna anak yang tanpa dosa itu hanya tercium bau wangi kalo kaya abang ini baru pake parfum di ketek '" kata Ferdi Yang masuk ke kamar
" Iya ya bang, meraka sudah wangi dari bayi karna belum nyampah di perut . Kalo kita sudah makan macam macam Jadi bau kecut " kata Aya tersenyum
" Api au ecut ya mah " kata Afnan tertawa
" Alo au ecut ake parfum pi, biar ayum " kata Aska
" Ya kalo sudah mandi kan ngak bau kecut lagi Ini papi mau mandi dulu " Kata Ferdi menoel hidung keduanya Yang membuat keduanya tertawa
" Ya andi esih ya pi" kata Afnan tertawa
"' Ya , apa kakak mau mandi lagi sini " goda Ferdi
" Ndak ....ndak " Kata Afnan berlindung di balik tubuh Aya Yang membuat keluargga kecil itu tertawa bersama sama
" Sudah bang mandi dulu , sini main sama mamah yuk " kata Aya yang membawa anak anaknya itu kesofa untuk memutar film anak muslim Yang membuat mereka asyik menontonnya
Sedangkan Aya meyiapkan pakaian Ferdi sambil berganti pakaian Karna tak mungkin Aya memakai baby doll di depan para tamu Karna mereka akan makam malam Acara menyambut Alan pulang bersama kedatangan orang tua Alan juga akan memberi hadiah untuk kehamilan Tina
Disisi lain Naura yang pergi kerumah mamah ji yang kosong kaget Karena mertuanya itu tidak ada dirumah Yang membuat Naura bertanya tanya Apalagi Tania juga tak bisa di hubungi
" Memang mereka pergi kemana bi ?" kata Naura
" Ngak tahu non , mang ujang juga ngak tahu cuma nyonya dan nona bawa koper kecil pas pergi Kaya nya sih buru buru waktu itu " Kata bibi pelayan di rumah mamah ji
__ADS_1
"Ya sudah Naura pulang saja ya bi "kata Naura pamit
" Ya non, hati hati " kata bibi
Naura pun melangkah ke halaman garasi lalu masuk ke mobil dan meninggalkan rumah mewah di kalangan elit itu
" Apa mereka menjenguk Ratih, tapi kenapa tak mengajak ku Atau mereka ada keperluan lain " kata Naura karna kini ia merasa sangat kesepian . Karna mami dan papinya sedang menghadiri acara pernikahan kerabatnya Tapi Naura tak mau ikut kalau tidak bersama Reyhan Karna akan banyak pertanyaan untuknya bila ia datang sendiri Dan lagi ia belum siap untuk tiap pertanyaan itu .
"' Ya tuhan ini kah karma ku padanya Tapi kenapa rasanya sangat sakit " kata Naura bergumam pada dirinya sendiri Sambil melajukan mobil nya Pulang menuju rumah Dan sesampai nya di rumah Di depan rumah seorang pria menunggu nya duduk di teras
" Tony ada apa dia kesini " batin Naura lalu turun dari mobil nya
" Hai ra, apa kabar mana om dan tante kok rumah sepi " kata Tony sedang duduk di teras
"' Ada urusan apa kau kesini Ton , apa kau tak pulang kerumah padahal Sani menikah " Kata Naura menatap sepupu dari pihak papinya itu
" Aku hanya ingin bertanya sesuatu apa Reyhan dekat dengan sepupunya Ferdi Yang pengusaha muda itu Dan aku dengar dia banyak punya bodyguard " kata Tony menatap Naura
" Aku tidak tahu itu ton, aku hanya sesekali saja kesana Dan juga tak begitu akrab dengan keluargga Ferdi Karna kami jarang kesana Kecuali ada acara keluargga "'kata Naura
" Reyhan bertugas ke luar kota , aku sedang mengawasi butik , Dan tak mungkin aku ikut dengan nya Karna kami sama sama punya pekerjaan" kata Naura memberi alasan.
" Ya maaf bila menganggu mu ya sudah Kalo begitu aku pulang " kata Tony Yang ingin beranjak pergi
" Tunggu Ton, mana Cindy lama aku tak bertemu dengan nya Apa bisa kau membawanya kesini Aku ingin menawar kan nya pekerjaan " kata Naura
Deg......
" Oh dia sibuk kuliah ra, tadi aku sudah menawarkan nya untuk ikut Tapi dia menolak karna sibuk bekerja " kata Tony berbohong
"' Ya sudah sesekali bawa dia kesini " kata Naura menatap Tony
"'Ya baiklah lain kali aku akan membawa nya , ya sudah aku pulang " kata Tony meninggal kan Naura sendiri masuk mobilnya lalu pergi menghilang di jalanan
Sedangkan Naura masuk kedalam rumah Lalu menuju kamarnya Dan membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur karna merasa lelah memikirkan masalah hidup nya .Yang rumit karna kini bila ia meminta perceraian ia takut Tak ada lelaki manapun mau menerima dirinya . Tapi kalo pun bertahan ia merasakan kesepian .Karna Reyhan hanya seminggu sekali pulang
*********
__ADS_1
Malamnya Di rumah keluargga Ferdinan Semua sudah berkumpul untuk berdoa Bersama keluargga besar mereka Karna Papi mengudang ustad Alif putra sahabat nya ustad Arifin Yang masih muda Untuk mendoakan keselamatan Dan juga tolak bala Setelah apa yang terjadi pada Ferdi dan Alan Dengan mengirim nasi boks ke beberapa panti asuhan dan pesantren sore tadi Dan malamnya mereka berkumpul di aula samping Untuk makan bersama menikmati makanan yang di siap kan bi Yam dan bi Siti juga pesanan dari restoran untuk penambah Agar tidak kekurangan
" Sekarang sudah selesai berdoa ayo kita makan sama sama " kata papi Yang lalu menyuruh ustad Alif mengambil lebih dulu untuk mengisi piring nya
"' Ole .....aka mau es trim ya mah " kata Afnan senang
" Ade uga au mah " kata Aska
" Ya sini biar mamah ambilkan " kata Aya Yang lalu mengambil mangkok plastik untuk dua putranya dan mengisi buah dan es krim agar mereka bisa kenyang
" Ayak ayak mah " Teriak Afnan
" Iya sabar sayang " kata mami terkekeh melihat cucu cucunya itu tak sabaran makan es krim Yang membuat semua orang tertawa melihat tingkah polos keduanya Begitu juga Bella yang membawa putranya dan menidurkan nya di ruang dapur Yang di jaga oleh Lina pelayan muda keponakan bi Yam
"' Ayo kalian makan juga " kata bi Yam Yang juga menyiapkan makanan di atas meja untuk mereka Dan para sopir juga tukang kebun Agar tak rebutan makan di ruang tengah Apabila malu bila ingin mengambil banyak
" Assalamualaikum " kata Tania datang bersama mamah ji
"'Walaikum salam " jawab semua orang Yang sedang makan
"' Wah pas banget nih kita datang langsung makan " kata Tania senang
" Iya , silahkan langsung saja makan biar bisa bareng bareng " Kata mami
"' Trus barang barang kita mah " kata Deril menatap mertuanya
"' Itu urusan nanti Ayo makan dulu " kata mamah ji Karna Tania sudah lebih dahulu mengisi piring nya
" Wah Tan, kamu ngak usah makan juga ngak apa apa kok Kan perutnya sudah besar itu " ledek Ferdi
" Abang ......tuh dengar Ferdi mengatai ini Tania gendut " kata Tania cemberut
" Astaga Fer , apa kau tidak tahu istriku ini langsing itukan cuma kostum nya saja " kata Deril mengedipkan mata nya pada Ferdi Agar tak mengoda Tania
" O iya juga ya ril , tapi dari ujung sedotan " celetuk Tris Yang membuat semua orang tergelak
" Tris........"' Teriak Tania sambil melotot
__ADS_1