
Ketiga pun langsung terdiam Karna mami ikut bergabung
" Ah bukan siapa siapa mi, teman lama waktu SMA dulu mi " kata Via. Seraya melirik Aya
" Oh.... mami kira mantan pacar " kata mami yang duduk bersama ketika wanita muda itu Sambil mencium dua cucunya .
Tak lama Wati dan Erni datang membawa kan jus dan makanan ringan Mereka ngobrol bersama Sambil melihat kupu kupu terbang di antara bunga di taman Yang membuat Aska dan Afnan senang Melihatnya warna kupu kupu nya Yang berwarna warni mengikuti kemana arah terbang dan hinggap Karna tak mungkin mereka menangkap nya
*******
Di sekolah Ara .Mereka baru saja keluar istirahat jam 9 .Dan ara bergegas untuk ke kamar kecil karna kebelet pipis .
" Jen ...tuh " kata Indri menyenggol Jeni
" Ayo kita kerjain , biar tahu rasa " kata Luna dan Jeni mengikuti Ara ke kamar kecil .Yang tak sengaja dilihat Andi .
Dan ketiganya pun langsung mengunci pintu toilet Yang di masuki Ara dengan kawat
" Ayo cepat " kata Jeni berbisik pelan
" Ya " kata Indri
Andi membuang nafas kasarnya Mengintip ketiga teman nya itu Yang sengaja mengunci Ara di toilet .Lalu ketika ketiga nya pergi .Andi pun bergegas masuk ke toilet lain Membiarkan mereka pergi begitu saja untuk bersembunyi
Dor....dor......ah sial kenapa terkunci " kata Ara bingung Karna pintu toilet nya tak bisa dibuka
" Tolong ...ada orang di luar" kata Ara berteriak
" Ara apa kau di dalam ?" kata Andi yang bergegas membuka kawat yang mengunci pintu toilet itu
" Ya ndi tolong buka " kata Ara
" Kret...... Ara apa kau tak apa apa ?" kata Andi melihat Ara
" Iya kenapa bisa pintu nya terkunci dari luar padahal tadi ngak ada apa apa " kata Ara bingung
" Tadi mereka mengunci mu . nih mereka mengunakan kawat ini ." kata Andi
" Hah ...siapa ? Sial awas saja mereka kalo brani mengulanginya lagi " kata Ara Yang sudah lama curiga pada ketiga Trio centil itu
" Ya sudah , trimakasih ndi " kata Ara
" Lain kali harus ada yang menemanimu pipis . Biar mereka tak mengurung mu. Biasa mereka usil bin jahil " kata Andi
" Ya ndi terimakasih sudah mengingatkan ku " kata Ara tersenyum pada Andi
" Sama sama " kata Andi lalu pergi meninggalkan Ara . Lalu Ara pun keluar dari tempat itu Mencari Ratih dan Nila di kantin sekolah .
" Hai ...ra dari mana Tadi kami cari cari kok ngak ada di kelas " kata Nila
" Pipis Nil, tapi pas mau keluar ada yang mengunci pintunya dari luar " kata Ara bicara sedikit keras .Agar Indri dan Jeni juga Luna mendengarnya
" Hah ... kok bisa siapa yang mengunci nya ? wah tuh tangan usil perlu gue remas remas kali ya " dumel Ratih
__ADS_1
" Entah lah , pasti orang yang hatinya iri dan dengki pada gue lah " Jawab Ara sambil duduk santai
" Tapi kok bisa ya, diam diam jahat sama orang " kata Ratih Yang memesan bakso untuk mereka bertiga
" Maklum beb mereka ngak mampu berbuat baik Cuma bisa berbuat jahat Makanya cuma bisa lempar batu sembunyi tangan " kata Nila Yang tahu kemana mata Ara melihat
" Trus kok bisa keluar Ay " kata Ratih
" Ada yang nolongin gue pas gue teriak dan minta tolong " kata Ara
" Syukurlah ...yuk makan " kata Nila ketika bakso mereka datang. Sedangkan di meja lain Jeni Indri dan Luna saling pandang Karna Aya bisa keluar begitu cepat .
" Sial ....." umpat Jeni kesal
" Dia punya penolong hari ini jen, lain kali kita lihat deh " kata Indri
" Ya .... Kita bikin mewek lain kali " kata Luna " berbisik pelan
Sedangkan Ara yang memperhatikan mereka dari meja mereka Hanya mengelengkan kepalanya .
" Aku tak akan memberikan Kalian kesempatan lain kali " kata Ara dalam hati Sambil menikmati bakso nya
Setelah waktu istirahat habis Ara pun kembali ke kelasnya bersama Ratih . Dan mereka berdua duduk kembali ke kursinya masing masing .
Pulang nya Ara di temani Nila menunggu Rio datang Dan tak sengaja Andi lewat menggenjot sepedanya
"' Ra la, duluan " kata Andi menegur keduanya Yang menunggu jemputan
" Ya hati hati " kata Ara dan Nila kompak
" Ngak jadi besok minggu , mau nya sore kemaren Tapi mas Rio ngak bisa Karna ke pabrik nyampe malam Besok minggu saja ya " kata Ara
" Wah ...aku mau ra lelenya pasti gede gede kan " kata Nila
" Ya la, kan ngak enak kalo terlalu gede lebih manis yang tangung makanya besok mau di bagi bagi tetangga " kata Ara
" Ratih di ajak tuh sama si Andi biar bisa ....."
" Apa ....." kata Ratih mengangetkan mereka berdua
" Lah lho belum pulang Rat " kata Nila kaget
" Ini mau pulang Tadi di panggil guru dulu membahas masalah lomba tujuh belasan " kata Ratih
" Oh lho panitia nya nih " kata Ara
" Ya mau ngak gue yang ditunjuk " kata Ratih
" Ayo pulang Nil...tuh mobil mas Rio sudah datang " kata Ratih. Melihat mobil Rio menghampiri mereka
" Jadi nebeng ngak Nil " kata Ara
" Ngak ikut Ratih aja ya ra , ngak enak jadi obat nyamuk " kata Nila tersenyum
__ADS_1
" Dih....biasanya juga ngak gitu " kata Ara
" Hahaha .... biasa ra takut ngiler lihat lho ciuman Dia kan baru belajar teori " sindir Ratih tertawa
" Tahu ah ayo jalan....dah Ara slamat bercinta " kata Nila yang lalu naik ke boncengan sepada listrik Ratih Karna punya Nila di pinjam sang adik
" Dah .... hati hati " kata Ara sambil melambaikan tangan nya Dan naik kemobil putih Yang di lihat tiga pasang mata dari dalam pintu gerbang sekolah
" Wah ...tuh anak enak benar hidupnya Ngak pernah absen di jemput Slalu tepat waktu " kata Jeni
" Tapi aku curiga tuh si sopir bisa slalu on time ya. Bukan nya si Ara yatim piatu kok bisa punya sopir pribadi " kata Luna
" Mana ku tahu , apa jangan jangan dia sugar baby nya si pria itu Kan tuh cowok kaya orang kantoran " kata Jeni
" Kita cari tahu aja, nanti juga ketahuan belang nya " kata Luna Yang memang merasa Iri dengan Ara Yang hidup santai tanpa beban .
Sedangkan Ara baru sampai di depan rumah Lalu turun membuka pagar untuk mobil masuk .
" Mas, jadi kan nguras kolam nya besok minggu Tadi Nila nanya mau ikut katanya " kata Ara
" Ya de, maaf kemaren ngak jadi Karna waktunya mepet Besok minggu jadi kok Tuh sebagian lelenya bisa di asap dulu biar bisa bikin mangut Jadi minggu pagi bisa buat sarapan bersama kan pada libur Nah olah raganya nangkap lele dan membaginya pada tetangga " kata Rio
" Hehehe..... bakal heboh dong " kata Ara
" Iya de, dan lagi besok mbok mau kesini sama mas Pras dan mba Sinta " kata Rio
" Oh ya ...alhamdulilah bilang mbok
bawakan wajik dan kerupuk tahu buat Ara ya mas " kata Ara
" Ya de , nanti mas bilang sama mbok " kata Rio tersenyum lalu mereka pun masuk rumah sambil bergandeng tangan menuju kamar
" Trus apa de Ara mau di bawakan telur asin juga " kata Rio
" Ngak usah kan telur mentok disini banyak tuh di dapur sampe satu peti buat di jual ke cafe Lagian yang di induk nya cuma 5 jadi kewalahan Yang baru bertelur belum bisa mengerami mas " kata Ara
" Ya kan masih gadis belum bisa momong jadi cuma bisa kawin dan bertelur saja Mana telurnya di taruh sembarangan lagi " kata Rio
" Hah......" kata Ara melongo Yang merasa tersindir oleh Rio
" Mas......." kata Ara cemberut
" Eh kenapa ?" kata Rio kaget
" Mas nyindir Ara " kata Ara mencebik kan bibir nya
Rio yang tahu kemana arah pembicaraan Ara pun tertawa geli
" Hahaha....kok baper sih Kan mas bilang mentok bukan Ara .Emang Ara mau jadi unggas " tawa Rio .Yang membuat Ara makin cemberut Lalu Rio pun mendekati Ara dan mencium nya
" Ih jangan cemberut , mas kan cuma bercanda " kata Rio yang mencium bibir Ara lagi yang membuat Ara kaget
" Mas......apaan sih " kata Ara menaruh tasnya diatas meja Dan Rio langsung memeluk nya .
__ADS_1
" Ara sangat mengemaskan kalo pas lagi manyun " kata Rio lagi Lalu mencium pipi istri kecilnya itu.
" Yang membuat Ara tersenyum dan memeluk suaminya itu Dan lalu berbalik membalas ciuman Rio. Tapi kali ini cukup lama Karna Rio menahan tekuk Ara Hingga keduanya saling berciuman dengan penuh nafsu