
Sejenak semua terdiam Tak lama papi pun bicara sambil menatap Reyhan
" Nak bisa kan kau mencabut gugatan nya , papi ingin kalian rujuk kembali " kata papi Naura
" Iya Rey aku tahu aku salah .Aku akan belajar dari nol untuk keutuhan rumah tangga kita " kata Naura
" Tapi .... proses sudah berjalan om Nanti juga akan ada waktu untuk mediasi " kata Deril
" Tapi ini baru berjalan kan belum diputus kan " kata papi .
" Seperti nya kita tak mungkin kembali ra " kata Reyhan
" Rey " kata Naura lirih
" Maaf kan aku , maaf kan Reyhan pi mi mungkin kami tidak bisa kembali lagi seperti dulu " kata Reyhan
" Rey .... " kata Naura lagi menatap Reyhan
Papi dan mami saling pandang Sedangkan mamah dan Tania hanya diam Lalu menatap kedua nya yang terlihat serasi Tapi sayang kini pernikahan mereka kandas
" Aku mencintai mu Rey, apa terlalu besar kesalahan ku hingga kau tak ingin kita rujuk kembali " kata Naura memeluk lengan Reyhan
" Tapi aku ......." kata Reyhan
" Kau kenapa Rey , kau masih mencintai ku kan Ayo lah jangan berbohong Kita bisa mulai dari awal lagi Rey aku janji
Akan akan mu mengurus dengan baik " kata Naura lirih
" Tapi ngak mungkin ra, aku sudah janji dengan seseorang " kata Reyhan pelan
" Rey ...." kata Naura kaget Yang langsung menatap wajah Reyhan .
" Kau tega " kata Naura dengan mata berkaca kaca
" Maafkan aku ra, pi mi bila Rey memilih untuk bercerai " kata Rey dengan suara serak Walau berat tapi ia harus memutuskan nya
" Ngak aku ngak mau Rey, ngak...... Jangan lalukan itu !! isak Naura yang langsung memeluk Rey .Tiba tiba bug.......
" Naura ......... " kata Rey kaget
Karna tubuh Naura limbung dan pingsan Yang membuat Rey cepat memangku tubuh Naura
" Pi panggil dokter " kata mami berteriak histeris
" Rey bawa kekamarnya nak " kata papi
__ADS_1
" Ya pi dan Rey pun langsung mengedong tubuh Naura ke kamarnya Namun Karna dokter tak bisa datang Akhirnya Papi pun menyuruh Rey membawa nya kerumah sakit Karna Naura terlihat pucat Dan di rumah sakit Naura pun langsung di tangani dokter.
Mami dan papi pun gelisah menunggu dokter keluar Sedangkan .Rey duduk menatap mamah dan Tania Sedangkan Deril sedang bicara dengan Ferdi
" Apa di sini ada walinya atau suaminya ." kata dokter Ketika keluar dari ruang rawat Naura Yang harus di rawat inap .
" Ya saya papinya dan ini suaminya " kata papi menepuk bahu Reyhan.
" Rey bicara dengan dokter biar papi dan mami melihat Naura dulu " pinta papi .Yang terlihat khawatir pada putrinya
" Ya pi " kata Reyhan
Reyhan pun lalu mengikuti dokter untuk bicara di ruangan nya Lalu duduk dengan tenang di kursinya
" Begini mas , maaf kan kami . Mba Naura harus segera diangkat rahimnya Akibat terjatuh mengakibatkan rahimnya terluka dan infeksi Karna dia tak beristirahat total dengan baik . Jadi kami meminta persetujuan anda sebagai suaminya untuk melakukan tindakan operasi secepatnya Karna kalo tidak berakibat kanker rahim " kata dokter Yang membuat Reyhan terkejut .
" Apa tak ada cara lain dok " kata Reyhan menatap dokter di depannya
Dokter pun mengeleng kan kepala nya Dan Reyhan langsung mengambil ponsel untuk menelpon papi Naura untuk bicara dengan dokter .
" Saya akan minta persetujuan orang tuanya dulu dok " kata Reyhan
" Ya silahkan " kata dokter Yang menunggu papi Naura untuk memberi persetujuan .
" Mereka sedang menggambar apa " kata Ferdi memperhatikan polah si kembar
" Mobil bang , tapi masih belum terbentuk " kata Aya terkekeh
" Bagaimana mereka bisa tahu " kata Ferdi lalu beranjak dari kursinya Mendekati Aya yang sedang tengkurap menemani keduanya
" Entah lah, abang bisa lihat sendiri " kata Aya
" Heh .... kok bagus " kata Ferdi
" Ya bang mereka seperti tahu " kata Aya memperhatikan gambar Aska lebih rapi dari Afnan.
" Afnan akan seperti abang sedangkan Aska meniru Aya Dia sangat pintar mendesain Walau masih jelek tapi cara ia menarik garisnya nya cukup rapi " kata " kata Ferdi Yang melihat style masing masing anak nya .
" Iya bang mereka punya bakat sendiri sendiri " kata Aya tersenyum
" Ya " kata Ferdi Memeluk tubuh Aya dan bersandar di tubuh istrinya itu Karna merasa senang hari ini ia bisa menemani istri Dan kedua anaknya di rumah Karna besok ia sudah mulai aktif bekerja kembali di kantor .
Sorenya Reyhan mampir ke rumah Karna ia ingin bicara pada Ferdi bersama mamah dan Tania juga Deril Sedangkan Naura masih di rumah sakit di tunggui kedua orang tuanya
" Afnan ....Aska ....." Teriak Tania mengejutkan kedua bocah itu
__ADS_1
" Ate ia ....." Teriak mereka senang Dan Tania langsung memeluk kedua keponakan nya itu sambil memberikan dua cup es krim Yang ia beli di kantin rumah sakit .
" Lah kok bumil cuma bawa dua doang Mamah nya ngak di kasih nih " Kata Aya menyindir Tania
" Cukup anaknya saja, suami lho kan banyak duit Ay .Mau beli satu kontainer juga mampu sehari .Nah gue kan kudu ngirit buat nih !! " kata Tania menunjuk perutnya
" Ck.....alasan Tan, duit suami lho ngak bunyi .Jadi lho ngak tahu kan Yang dikasih kan cuma separo " kata Ferdi Yang membuat Deril mendelik Karna ia memang sengaja membuat irit Tania agar tak boros mengatur keuangan
" Aish kau ini Fer, jangan ber prasangka buruk begitu dong Kan gue kerja nya di pemerintahan bukan perusahaan pribadi " kata Deril manyun
" Mba Risma mana Fer " kata mamah membuat pikiran Ferdi teralihkan
" Di dalam tan, masuk saja " kata Aya
" Fer bisa kita bicara "' kata Reyhan
" Apalagi , jangan bilang kau mau minta pindah lagi Rey, Aku akan memecat mu nanti " kata Ferdi Yang ikut pusing mengurusi sepupunya itu
" Bukan itu Fer , aku hanya minta saran pada mu " kata Reyhan serak
" Baik kita bicara dia ruang kerja " kata Ferdi yang bangun dari tidur nya di karpet Yang tangan nya di tarik Reyhan
Lalu keduanya masuk keruangan Ferdi dan duduk disana
" Aku akan Izin satu hari besok , Aku akan menemani Naura operasi Fer , di rumah sakit " kata Reyhan
" Kau berbaikan dengan nya " kata Ferdi kaget Menatap Reyhan tak percaya
" Ya untuk sementara Karna aku kasihan padanya Fer, Karna rahimnya akan di angkat " kata Reyhan
" What jadi ......" kata Ferdi
" Ya aku tak akan bisa punya anak bila bersama nya Tapi sebagai pria aku tak tega Fer , Karna papi dan mami nya meminta menunda perceraian Sampai Tania benar benar pulih Ia akal terpukul bila ia tahu Tadi saja ia pingsan Ketika aku mengatakan ingin bercerai " kata Reyhan .Sambil membuang nafas dalam
" Huh ....... jadi panjang dong dramanya Lalu bagaimana dengan Ratih " kata Ferdi
" Aku akan jujur padanya besok .Karna aku juga tak bisa menceraikan nya Aku menyukai gadis itu " kata Reyhan jujur
" Ck..... Kau ini harus nya kau selesai kan dulu kemaren urusan mu , ini akan jadi panjang urusan nya Lalu bagaimana dengan Naura disini " kata Ferdi
" Aku akan menengok nya seminggu sekali Agar Ratih aman di sana " kata Reyhan
" Tapi kalo dia menyusul dan tahu kau menikah lagi bagaimana ?" kata Ferdi
" Entah lah Tapi paling tidak untuk sementara aku menutupinya sampai ia pulih . Urusan nanti ia tahu Aku bisa menjelaskan alasan nya Karna ia juga tak akan bisa memberiku anak ." kata Reyhan Yang kini tahu alasan tuhan menghukum Naura Karna dulu Naura tak ingin hamil anak nya Dan kini semua apa yang Naura ingin kan terkabul Tak ada alasan lagi Untuknya bertahan dengan Naura .
__ADS_1