
Di sisi lain Ferdi baru saja masuk dan duduk di kursi kebesaran Dan mengecek ponsel nya
" Astaga dia lagi " kata Ferdi melihat nomor tak dikenal menghubungi nya
Awalnya Ferdi mendiamkan nya Lalu mengangkat nya Karna penasaran Apa yang wanita itu mau .
" Ada apa lagi " kata Ferdi
" Ayolah Fer tolong aku, keluar kan aku dari penjara Apa tak kasihan pada ku " kata wanita di sebrang
" Untuk apa ? kau yang berbuat kau tangung sendiri akibat nya Aku sudah menyuruh Gustav mengawasi mu Dan kau dapat tempat yang nyaman disana Bagaimana seorang istri tega mencelakai suami nya sendiri Dan mengoda suami orang hah.....Kau pikir aku percaya padamu " kata Ferdi kesal
" Aku janji tak menganggu mu Fer , Bila kau membebaskan ku Fer please " rengek wanita di sebrang sana Yang tak lain adalah Heni .
" Maaf aku tak percaya . Janji mu palsu kau juga berjanji begitu kan pada Gustav Tapi nyata nya kau tak berubah " kata Ferdi Lalu mematikan sambungan nya
Prank........... ponsel pun terbanting retak di lempar di lantai ulah Heni yang kesal
Karna Ferdi memutuskan sambungannya
" Aaaaa....... sial .....sial ......awas kau Fer.
Aku akan membalas mu dan Gustav nanti Bila aku bisa keluar dari sini . Lihat saja aku akan membalas kalian Dan kau Aya akan ku buat kau menderita Akan ku hancur kan wajah mu itu " kata Heni geram sambil mengepalkan tangan nya
Sedangkan Ferdi memblokir nomor Heni Sambil mengelengkan kepalanya .Karna malas mengurusi wanita aneh itu .Dia sudah banyak memberi kesempatan pada Heni Tapi Heni tak pernah belajar dari kesalahan Dan untung saja Ferdi tak menikahi nya
" Kau wanita gila Hen, psikopat Hi ....untung saja saat itu aku memilih Aya " kata Ferdi bergidik ngeri karna membayang kan Wajah Heni berteriak histeris Ketika di vonis hukuman penjara oleh polisi .
Lalu Ferdi pun mengambil berkas untuk memeriksa nya .Karna nanti sore ada pertemuan di sebuah hotel Yang harus ia datangi
Dirumah Aya sedang asyik membantu bi Yam membungkus suvenir untuk para tamu yang akan di undang .Karna dua hari lagi acara aqiqah Afnan dan Aksa di adakan Dan semuanya sudah di siap kan mami dan bi Yam .Sejak jauh jauh hari setelah Aya melahirkan .
" Bi apa nanti semua pakai seragam " kata Aya
" Untuk pelayan iya non, tapi sepertinya juga untuk keluargga sudah di siapkan " kata bi Yam
" Ya ...syukurlah biar Aya ngak bingung bi kan Aya bingung mau baju apa " kata Aya menata semua suvenir di kotak Agar rapi dan tinggal di simpan
" Iya non , bi Yam kadang juga bingung kalo ada acara gini kalo mau make pakaian takut salah kostum " kata bi Yam terkekeh
" Ya bi sama seperti Aya , karna ngak biasa. Aya nyaman nya pakai baju kaos jaket atau daster begini " kata Aya
__ADS_1
" Hahaha .....iya non , kan kita orang rumahan " kata bi Siti ikut menimpali
" Iya bi benar itu " kata Aya tertawa .
Setelah semua nya rapi bi Siti pun menaruhnya kamar kosong Sedang kan .
Aya kembali melihat Afnan dan Aksa di ruang tengah di temani baby sister nya .
" Apa sudah selesai nona " kata Wati Ketika Aya datang
" Sudah , apa mereka rewel " kata Aya
" Tidak nona " Kata Erni
" Syukurlah " kata Aya yang tersenyum mendengar dua bayinya itu tidak rewel Lalu Aya menyuruh Wati dan Erni membawanya kekamar untuk disusui . Karna sekalian Aya juga ingin tidur siang karna lelah ulah sang suaminya pagi tadi. Yang baru terasa ketika sudah siang Dan membuat Aya lemas dan sangat ngantuk.
************
Di perkebunan hari ini Rio sangat bersemangat kerja , yang membuat paijo bingung sedari tadi melihatnya .Karna Rio sering senyum senyum sendiri
" Mas , mas Rio ra po po toh " kata Paijo memegang kepala Rio
" Ngak demam kok " kata Paijo
" Ya aneh aja pa, kaya nya spesial deh hari ini .Mas Rio lagi baik dan bahagia Beli makan buat semua karyawan terus senyum senyum sendiri. " kata Paijo
" Alah ...... kamu ini aneh jo, orang senang bingung orang sedih ikut bingung . Mbok santai , aku memang lagi bahagia hari ini Karna dapat hadiah spesial Tapi rahasia " kata Rio yang membuat Pa Tejo dan Paijo saling tatap
" Hah...... doorprize atau suprise mas " kata Paijo
" Ya begitu dua duanya jo, tapi tak berbentuk uang " kata Rio tersenyum
" Heh..... enak no, kapan ya aku dapat juga " kata paijo berandai andai Yang mengerti maksud Rio Karna rezeki memang tak berbentuk uang saja Tapi kesehatan , rencana lancar dan lain lain
" Ya kapan kapan jo " kata pa Tejo tersenyum . Entah apa yang di ingin paijo pa Tejo dan Rio hanya mengaminkan nya saja Karna paijo memang anak rajin Yang bekerja Dan juga ringan tangan dalam membantu orang lain
" Iya jo, ngak usah dipikir sekarang kamu fokus kerja saja nabung kan emak wis aman Jadi tinggal cari kebahagian awak mu dewe " kata Rio tersenyum
" Ya mas, kan aku mau serius lamar si Nila tinggal nabung ben bisa datang kerumah orang tua nya " kata Paijo bersemangat
" Aamiin ya jo semangat nanti kalo aku punya rezeki tak bantu " kata Rio
__ADS_1
" Ya mas matur nuwun." kata Rio
Sedangkan Ara berada di cafe Ara Tadi Ara sempat ke apotik untuk membeli obat anti hamil seperti yang di saran kan Qila . Sambil mengecek laporan Qila pun lalu menghampirinya Ara
" Ra sudah di minum " kata Qila bertanya
" Sudah kak tapi kalo Ara hamil juga gimana kak " kata Ara pelan ..
" Ngak lah kan baru pertama kali ngak bakal langsung jadi juga kali ra , santai saja " kata Qila
" Ya kak " kata Ara
" Ya sudah kak Qila bantu bantu antar makanan dulu ya " kata Qila
" Ya kak " kata Ara tersenyum Karna khawatir kalau ia hamil dalam waktu dekat ini. Karna tadi malam Rio cukup lama memakai dirinya.
" Ah biar lah , kan kita juga sudah menikah kenapa aku bingung " kata Ara kembali memeriksa laporan nya .
Dan setelah selesai Ara pun merapikan berkas nya . Dan tak lama Rio sudah menjemput nya .
" Ra .... tuh sudah di jemput mas Rio Makin keren aja sih ra , mas Rio mu " kata Ratih
" Ih apaan sih rat , mau pagar makan tanaman " kata Ara manyun
" Cie ..... ngaku juga lho akhirnya suka kan , biasa jual mahal giliran di taksir teman bingung " Nila
" Rese lho Nil mentang mentang sama paijo jadian gaya " sindir Ara
" Hahaha ...... biasa ra, mending kalian punya nah aku jomlo nunggu ada ya lamar juga nih " kata Ratih
" Nanti kita cariin Rat, santai jodoh datang sendiri ngak pake bingung " kata Via tersenyum melihat tiga gadis iru berkumpul
" Iya tuh kaya kak Via malah dapat jodoh cowok yang tak kenal Akhir nya berkenalan lalu jatuh cinta deh " ledek Nila terkekeh
" Iya lah kan lumayan keren bisa jadi gebetan di ranjang " kata Qila menyindir
" Hadeh jangan mancing deh kak , aku masih belum dapat " protes Ratih
" Hahaha......... sama keponakan mamah Sila mau ngak Rat kan orang nya lumayan ganteng . Kapan kapan mamah suruh kesini biar tahu sepupunya si Qila " kata mamah Sila ikut menimpali obrolan mereka
" Ya mah ngak masalah, kalo jodoh ngak kemana " kata Ratih santai Karna tinggal dirinya Yang masih belum punya pasangan atau pacar. Tapi Ratih juga ngak ngoyo Karna umurnya masih muda
__ADS_1
.