Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 357


__ADS_3

Aya langsung berlari menghampiri Aska Yang tersenyum pada Aya


" Ade ngak apa apa ?" kata Aya Yang khawatir Namun Aska terlihat biasa saja


" Nda apa apa mah Asta tuat " kata Aska tersenyum lalu bangun dan memeluk Aya Dan Aya melihat memar di kaki Aska


" Nda atit , Asta tuat kan aki aki " kata Aska tersenyum lagi


" Masya Allah kok cucu oma pintar ya " kata mami lega Takut Aska menangis Ketika terjatuh tadi


" Ade kan udah ecal oma " kata Aska tersenyum Yang membuat mata Aya berkaca kaca Lalu memeluk Aska Dan Afnan Yang melihat itupun Berjalan santai menghampiri mereka


" Aka uga ingin peluk " kata Afnan memeluk Aya .


" Ya sini " kata Aya yang terkekeh memeluk kedua anak anak nya.


" Oma juga mau di peluk " kata mami


" Ayo cini oma eluk ita ama ama " kata Afnan Yang membuat mami tertawa dan mereka berempat pun saling berpelukan


Membuat papi Sandi yang melihat itu pun tersenyum Karna Aya berhasil membuat dua cucunya itu tetap bahagia Walau tanpa Ferdi di antara mereka Karna sampai hari ini Ferdi masih tak di ketahui nasibnya. Yang membuat papi Sandi berusaha untuk tetap mencari nya Karna ia yakin putranya itu masih hidup


" Wah ...curang ya , kok opa ngak di ajak peluk peluk " kata papi .


" Cini opa ayo ita peluk ama akan es trim enak " kata Afnan yang lalu menghampiri sang opa Dan menarik tangannya lalu membawa papi Sandi ke gazebo Yang membuat Wati dan Erni cepat cepat turun Agar tuan besarnya itu bisa duduk .


" Ya ya ini enak nih " kata papi Sandi Yang melihat bubur sumsum buatan bi Yam yang di campur es krim


Aya dan mami pun ikut menyusul ke gazebo Dan duduk bersama Sambil menikmati bubur yang udah di siapkan bi Yam sedari tadi Untuk menemani waktu santai mereka.


"' Enak tan opa ?" kata Aska


" Ya enak mantap , siap yang bikin ide pakai es krim ya " kata papi


" Asta opa ade cuka alo ampur es trim enak ata nya " kata Afnan


" Ya enak sip ....apa kakak juga suka " kata mami mengelus pipi Afnan

__ADS_1


" Ya cuka enak cip cip " kata Afnan terkekeh Yang membuat semua nya tertawa bersama .


" Trimakasih ya rabb , keluargga kami masih bisa tersenyum Walau abang belum kembali " kata Aya dalam hati Sambil tersenyum lalu ikut menikmati bubur sumsum dengan lahap


Dan mereka pun makan bersama Sambil sesekali saling suap suapan Dan bercanda pada Afnan dan Aska Menghabiskan waktu sore menunggu senja datang .Dan setelah itu mereka akan masuk kedalam rumah besar .


***********


Di tempat lain Ferdi duduk di dekat pintu bilik bambu Sambil menemani Alan Yang rebahan yang masih belum bisa duduk Dia hanya menoleh kiri kanan saja Untuk melihat suasana rumah Yang sekarang mereka tempati Gubuk tua dan reot Namun masih bisa untuk berteduh .


" Kemana pa Mamat dan Asih " kata Alan menatap Ferdi


" Tadi mereka ke sawah untuk panen singkong .Katanya untuk di jual kepasar "' Kata Ferdi


" Kasihan ... kita sudah sering banget merepotkan mereka " kata Alan


" Ya mau gimana lagi, cepatlah bangun biar kita bisa pulang " kata Ferdi


" Aku sudah berusaha tuan , bahkan aku rutin meminum herbal nya " kata Alan Yang memanggil tuan bila sudah tak ada pa Mamat dan Asih


Melihat pohon bambu bergoyang goyang Yang menimbulkan suara bergesekan menjadi irama.


" Ya tuan , tapi sampai kapan " kata Alan yang tak sabar


" Entah lan, aku berharap secepatnya " kata Ferdi Yang melihat pa Mamat datang membawa karung singkong bersama Asih yang membawa daun singkong Lalu Ferdi pun turun ingin membantu


" Ngak usah nak kaki mu masih bengkak Bapak masih kuat nak " kata bapak tua itu menurun kan karung singkong Karna itu lah makanan mereka pengganti nasi Bila belum panen padi Dan kadang pa Mamat mencari ikan memakai jala untuk lauk mereka makan .


" Asih biar akang bawa " kata Ferdi


" Ngak usah kang ini ngak berat kok , Asih kedapur dulu ya pa buat masak ikan dan sayurnya " kata Asih


" Ya nak , jangan lupa bikin sambal nya " kata Pa Mamat .


" Ya pa " kata Asih pergi kedapur


" Jauh pa ladang nya " kata Ferdi

__ADS_1


" lumayan dua kilo kang, kan bapak sudah biasa Memang begini tinggal di desa pelosok . Ya mau apa lagi tak ada yang di harap kan " kata pa Mamat yang memang lahir dan besar di kampung itu


" Bapak tak ingin merantau kekota pa " kata Alan Ketika pa Mamat naik ke bilik dan menggulung tembakau untuk merokok .


" Merantau ngak punya ijasah sekolah bagaimana kang, orang bisa hidup begini saja sudah bersyukur Karna orang tua kita memang tak punya apa apa " kata pa Mamat


Ferdi yang mendengar perkataan pa Mamat pun bisa merasakan Bahwa pria tua itu tak mau muluk muluk bermimpi Karna memang sudah hidupnya seperti ini apa adanya Dan pa Mamat sudah bisa bersyukur menjalaninya Karna hanya itu yang ia punya Hidup di pelosok desa terisolir Yang sepi dan jauh tanpa keramaian Hanya ada tetangga dan saudaranya Yang berjarak 5 kilo dari gubuk nya Yang juga bernasib sama dengan pa Mamat


" Apa Asih ngak sekolah pa ?" kata Alan


" Sempat sekolah sampai kelas dua sd nak, tapi berhenti ketika jembatan kami putus .Dan setelah setahun baru bisa di perbaiki Tapi Asih sudah tak mau lagi sekolah .Oh ya nak Ferdi , maaf surat kemaren tidak sampai Karna pa ujang jatuh di sungai Dan surat nya hanyut " kata pa Mamat .


" Hah.... hanyut " kata Ferdi lemas Sambil menatap Alan .Kini pupus sudah harapan mereka untuk cepat pulang


" Yah .... trus gimana dengan pa ujang pa " kata Ferdi


" Pa ujang selamat , karna banjir nya menyusut saat sore nak .Dan mereka bisa melanjutkan perjalanan di malam hari " jelas pa Mamat


" Astaga apa tak ada orang yang mau bergoyang royong mengawasi arus sungai pa " kata Ferdi


" Ngak ada nak, kan semua sibuk masing masing Dan juga sudah lelah mengurus pekerjaan .Kalo kita mengangkut singkong pun harus sabar Sepeda ngak bisa lewat Karna jalan nya licin dan berlumpur "' Kata pa Mamat Yang membuat Ferdi dan Alan hanya terdiam Karna mendengar susah nya kehidupan pa Mamat di desa ini .


" Berapa duit pa untuk membangun jalan ini bila sampai ke desa sebrang sana " kata Alan


" Bisa sampai puluhan juta kang " kata pa Mamat Dan tak lama Asih pun menata makanan di ruang tengah


"' Pa , kang ayo makan " kata Asih


" Ya nak , Ayo kang " kata pa Mamat Yang bersama Ferdi mendudukkan Alan untuk makan Dengan di sangga bantal


Agar mereka bisa makan bersama .


Nasi putih ikan bakar , rebusan daun singkong dan sambal Hanya itu makanan mereka siang ini . Ferdi dan Alan yang melihat itu mau tak mau ikut makan untuk bertahan hidup Dan berusaha untuk sehat sampai mereka bisa pulang suatu hari nanti


" Ayo nak kita makan , hidangan hari ini sangat enak .Kemarin bapak banyak dapat ikan sebagai di simpan di tong Dan sebagian lagi di jemur untuk ikan asin Biar awet kalo pas butuh lauk " kata pa Mamat tersenyum


" Ya pa " kata Ferdi yang membuang nafas kasar Dan begitu juga Alan Yang sudah mulai membiasakan diri dengan kesusahan mereka saat ini .

__ADS_1


__ADS_2