
Pagi jam 8 Aya sudah berada di bandara adi sucipto Dan mereka langsung pulang kerumahnya lebih dulu baru kekantor
" Apa Ara sekolah pa " kata Aya
" Iya non ,sekarang kalo Ara makin semangat kerja dan tambah rajin saja Sampai kemaren mas Rio ngomel Katanya Ara sekarang sering ke cafe sendirian Tanpa menunggu nya pulang pergi sendiri pake sepeda listrik ." cerita pa Sapto
" Iya pa karna cafe lagi rame dan lagian di sana murah meriah cuma 15 - 18 ribu satu porsi Jadi banyak yang kesana untuk makan dan ngopi. Lagian kemaren tambah karyawan baru buat bantu masak Karna Ratih dan Nila sibuk melayani pembeli " kata Aya
" Iya mba itu emak nya paijo yang kerja di kebun bapa Habis sakit di tabrak orang Yang ngak tangung jawab . Untungnya pake sepeda kalo pake motor baru kasihan si Paijo beli motornya pas ibunya sakit itu baru diantar . Jadi aman bisa antar jemput ibunya kerja Lagian ngak perlu keliling panas panas. Mana gratis makan kan ngak repot " kata Pa Sapto .
" Iya pa itu juga keinginan Ara yang ingin membuka lapangan kerja buat menolong orang lain. Kan nanti kita mau bangun lagi yang dekat jalan besar itu pa " kata Aya
" Hah .... mau bangun lagi mba .Wah kalo yang di desa itu pasti bakal rame mba malam minggu kan pa Sapto beli rumah di situ .Nanti istri dan putri bapa boleh ikut kerja ya mba kalo buka Dari pada bengong kan pulangnya bisa jalan kaki " kata pa Sapto .
" Ya boleh pa kan masih dalam tahap
perencanaan Menunggu masukan bulan ini dulu " kata Aya Yang sekarang sudah dapat laporan dari Ara. Dan Aya juga lagi nego dengan pemilik ruko untuk membelinya .
Tak lama mobil pun sampai di garasi rumah . Dan Tina pun membawa tas ransel Aya turun mereka di sambut Yu Irah di depan pintu rumah
" Mba Aya ya Allah sehat kan " kata yu Irah senang
" Alhamdulilah yu, Tina bawa masuk ke dalam ya " kata Aya yang lalu langsung pergi masuk kedapur
" Wah kok banyak makanan pa Sapto buatin kopi yu " kata Aya yang memakan wajik bawaan Rio
" Ya mba siap" kata Yu Irah
" Itu bawaan mas Rio pulang kemaren mba buat mba Ara enak kan makanan khas kampung sana " kata yu Irah
" Iya pas yu buat minum teh hangat kak Tina sini ayo cicipi nih makanan ala ndeso tapi enak " kata Aya
" Iya nona seperti nya semakin banyak berubah saja kebun nona Ara " kata Tina melihat kepintu samping sambi duduk di depan pintu
" Iya mba kan lelenya sudah ganti yang anakan terus itu yang tengah lagi tiap hari dipesan . Wah rami mba apa lagi lele cabe ijo " kata yu Irah
__ADS_1
" Sayur nya laris juga ya yu " kata Tina
" Iya kan tinggal mentik kan pendapatan kebun uangnya di pisah nona Ara kecuali sayur gratis kan ada Terong dan daun singkong Kalo pisang goreng juga kan non Ara pake modal kebun buat beli pelet dan tanah humus jelas Yu Irah .
" Iya yu , apa Ara sering nengok tanah belakang " kata Ara
" Ya kemaren kesana mba ngambil buah pepaya dan jagung buat tambahan . Mba Ara kreatif aja mba. Semau yang di jual di gelar di meja dekat cafe biar ada yang beli katanya " kata yu Irah bercerita
" Hahaha ....... biarkan saja yu dia fokus mengurus cafe karna sudah ngak ada bapa Jadi dia bisa mengisi waktunya dengan hal yang bermanfaat .Apalagi Rio pasti sibuk " kata Aya
" Ya mba , mas Rio lagi banyak pesanan kopi sampe ke kewalahan Dan untung Kemaren ada yang ngantar kopi kesini buat tambahan Mas Rio ikut umkm sekarang biar bisa bantu petani di pelosok desa yang jauh " kata Yu Irah .
" Syukurlah " kata Aya yang lega kini Rio dan Ara bisa saling mengimbangi Dan Rio bisa menjaga amanat sang Ayah . Bekerja sambil menjaga adik nya
Aya pun lalu beristirahat sebentar sebelum kekantor karna ia ingin membantu meringankan kan tugas suaminya Agar cepat pulang Apalagi Aya hamil tua tinggal sebulan lagi ia akan melahirkan .Dan Aya pasti nya ia akan sibukkan dengan bayinya yang baru lahir
************
Di kampus Awan baru saja keluar Dan menghampiri Qila dan Via
" Kekantin yuk " kata Awan
" Ya sudah yuk say " kata Awan merangkul Qila .
" Ih mas apaan sih malu dilihat orang " kata Qila yang hanya mengandeng tangan Rio
" Iya tahu yuk makan bakso nanti ku antar pulang " kata Awan balas erat mengandeng tangan Qila menuju kantin
Kedua nya berbaur bersama siswa lain sedangkan Via kembali ke kelas nya Dua jam di kelas Setelah selesai Via pun langsung pulang ke cafe.
Disisi lain Yusuf yang bertemu Aya di .kantor Ferdi cukup kaget Karna Aya sendiri yang mewakili sang suami .Cukup lama mereka bicara Dan setelah selesai Aya pun bergegas pulang Dan malam nya setelah rapat Yusuf pun mampir ke cafe Ara ingin tahu apa resep laris manis cafe itu
" Disini pelayanan pertama ramah sama pelanggan mas Dan lagi kita menjual murah beda dari yang lain ngak untung banyak dan tidak mematuk harga tinggi " kata Via yang kini bersemangat kerja Karna ia sudah membeli rumah dengan meminjam uang pada Aya membeli rumah pa Rusli untuk masa depan nya .
Yang ia bayar dengan gajinya tiap bulan.
__ADS_1
" Oh ya pantas laris " kata Yusuf tersenyum pada Via karna gadis itu cukup ramah pada pelanggan.
Sampai cafe tutup Yusuf tak beranjak Dia sambil mengawasi Via Dan menyesap kopinya dengan cake juga pisang goreng
" Maaf mas kami tutup .ini sudah jam 10 malam " kata Via yang melap meja kotor dekat Yusuf
" Boleh bicara sebentar " kata Yusuf serius.
" Di dalam aja mas" kata Qila yang tahu Yusuf teman Ferdi suami Aya
" Ya masalahnya ngak enak pintu bisa di buka sedikit " kata Via
" Ya baiklah " kata Yusuf yang tertarik pada Via dan ia memperhatikan gadis itu beberapa hari sebelum ketemu Aya
Karna Ayah nya sudah kembali bekerja Jadi Yusuf bisa fokus mengelola cafe yang disini untuk buka cabang
" Yusuf pun menunggu Via sampai selesai karna ingin menanyakan sesuatu
" Wah ... mas masih penasaran juga nih mau serius buka cafe " kata Via yang duduk di samping Yusuf
" Ya begitu lah ku harap kau bisa membantu ku " kata Yusuf tersenyum yang membuat Via salah tingkah .hingga hampir jatuh ketika bergeser Dan Yusuf langsung menarik pinggangnya .
" Hati hati " kata Yusuf pelan yang membuat nafas Yusuf berhembus
Terasa di wajah Via yang gugup di rangkul Yusuf
" Iya mas " kata Via dan ingin berdiri karna gugup hampir terpeleset
" Akh ......" kata Via
" Bug....... tubuhnya kembali terjatuh dalam pelukan yusuf yang bergerak cepat menangkap tubuh Via
" Maaf mas ngak sengaja " kata Via gugup Namun ketika ia ingin melepaskan diri tiba tiba Yusuf mencium nya Dan Via terbelalak Dan ingin menamparnya .Namun yusuf menahan tangan nya dan mengecup bibir nya
Via pun berontak Namun tenaga yusuf Yang bertubuh besar membuat Via kalah Dan Yusuf mengigit sedikit bibir Via yang membuat Via menganga Dan itu membuat Yusuf ******* dalam bibir Via yang serasa manis
__ADS_1
Via mencoba berontak takut Qila melihatnya Namun Yusuf tak memberikan nya kesempatan
" Tenang lah , aku menyukai mu dari awal kita bertemu " kata Yusuf pelan tapi terdengar jelas di telinga Via .Yang membuat wajah Via merona merah mendengarnya perkataan Via Dan Yusuf pria pertama yang mengatakan itu