
Rio tersenyum bisa berkumpul bersama para karyawan nya Dan pa Tejo sudah ia anggap seperti pengganti mertuanya Setelah semua pekerjaan selesai mereka langsung pulang Dan hari ini Rio pulang lebih cepat dari biasanya . Dan Rio senang bisa pulang ke rumah sebelum menjemput Ara pulang
" Alhamdulilah " kata Rio yang merebahkan badannya di atas ranjang sebentar. Yang ingin mandi dulu sebelum menjemput Ara di sekolahnya .
"' Untung hari ini bisa cepat selesai bisa jemput Ara " kata Rio Yang masuk ke kamar mandi untuk bersih bersih setelah tiduran melepas penat sebentar
Tak lama Rio menyelesaikan ritual mandinya .Ia berpakaian rapi .Dan terlihat berpenampilan keren. Apalagi tadi ia sempat memotong rambutnya di tukang cukur di jalan menuju pulang Setelah rapi ia pun membawa mobilnya ke sekolah Karna Rio ingin melihat siapa saja orang yang mendekati istrinya itu . Sekaligus mengawasinya Sebelum Ara minta di jemput pulang
Rio melajukan mobilnya pelan di depan halaman sekolah Dan menunggu di parkiran dengan duduk tenang di dalam mobil . Sambil menunggu Ara keluar dari kelasnya
Ara yang dikelas merapikan bukunya . Hari ini Ara cukup senang karna nilai ujian nya dapat nilai bagus .
" Ra di jemput kan , kita nebeng ya " kata Ratih yang satu kelas dengan Ara sedang Nila terpisah kelas dari mereka .
" Ya boleh , ini aku lagi hubungi mas Rio " kata Ara tersenyum . Ayo .... Kita menunggu di depan saja " kata Ara
" Yuk......" kata Ratih Yang lalu mengiringi langkah Ara keluar dari kelas bersama murid lain .
" Ara , Ratih " teriak Nila yang lari menghampiri kedua nya
" Kenapa pake lari sih nanti megap megap tuh nafas , kalo pingsan ngak ada yang mengangkat lho Nil . Mas Paijo jauh bisa terlambat datang " kata Ratih
" Hahaha..... tinggal telpon aja lagi Rat Apa susahnya ya kan Nil " kata Ara tertawa pelan
" Huh..... terserah , tapi ngak bakal deh gue pingsan sehat begini . Ayo kita pulang " kata Nila
" Emang mau pulang , masa mau ginap di sekolah ngeri tahu angker " kata Ratih tertawa . Sambil ketiga nya melangkah menuju pintu gerbang sekolah
" Ara ....." panggil seorang pria tampan menghampiri mereka
" Hai Ar ada apa ?" kata Ara ramah
" Mau ku antar pulang ngak " tawar Ardi
" Wah ...ojek gratis ra, aku mau " kata Ratih terkekeh
" Aku nawarin Ara Rat bukan lho " kata Ardi menolak Ratih .
" Yah ....telat dia ngak pake ojek tuh pake mobil " tunjuk Ratih sudah melihat mobil hitam Rio Nangkring di parkiran
" Terimakasih Ar lain kali ya " kata Ara
" Yah.....sopirnya sudah datang ya " kata Ardi berdecak kesal. Karna memang Ara slalu di jemput dengan mobil .
__ADS_1
" Iyalah supir pribadi slalu tepat waktu dong kalo jemput " kata Nila Yang melihat Rio turun dari mobil
" Mas Rio nebeng ya , kami ngak dapat ojek gratis " teriak Ratih
" Ya , tinggal naik aja " kata Rio yang sudah biasa di tumpangi dua sahabat Ara
Ardi pun membuang nafas kasar nya melihat sopir Ara terlihat keren hari ini Dan lagi ia slalu tepat waktu setiap kali menjemput Ara.
" Dah Ardi duluan ya " kata Ara tersenyum
" Ya Ar.... hati hati ya jangan ngebut nanti gantengnya hilang " kata Ratih terkekeh .
" Ya ...." kata Ardi dengan wajah masam Lalu pergi meninggalkan mereka bertiga
" Pengemar baru kecewa ra, sayang ngak bisa buat mainan " kata Ratih .
" Ih apaan ... Sudah punya juga . Ara ngak mungkin minta yang lain . Udah di stempel masa harus ketuk palu bubar demi anak ingusan " sindir Nila
"Iyalah masih ganteng ya nunggu tuh " kata Ratih terkekeh
" Bisa aja kalian ini " kata Ara Yang lebih dulu menghampiri Rio
" Tumben mas sudah nunggu " kata Ara Yang langsung menyalami tangan Rio takzim
Ara pun lalu masuk Dan Ratih bersama Nila di belakang. Ardi yang melihat itu dari kejauhan berlalu sambil menahan kesal Karna Ara tak pernah mau naik motor dengan nya Bila setiap kali ia menawarkan pulang .
" Cih..... anak mamah , cemen masa sama sopir mulu sih " kata Ardi kesal Sambil melajukan motor nya menuju cafe .
Sedangkan Ara tersenyum melihat hari ini Rio tampil rapi .
" Kenapa ?" kata Rio yang melirik Ara .
" Ngak mas, cuma tumben mas Rio tampil klimis kaya pria kantoran " kata Ara memuji Rio
" Lah kan emang mas Rio pria kantoran ra, cuma kantornya di kebun .Masa lho lupa sih ra " sindir Nila
" Hahaha ..... Iya tahu cuma bercanda " kata Ara tertawa
" Cie ..... bercanda apa mengoda . Cium mas kalo Ara usil biar tuh muka kaya tomat matang " kata Ratih ikut bicara
" Kalo itu kan sudah tiap hari Rat , ngak perlu di suruh pasti rutin ya ngak de " kata Rio menoel hidung Ara
" Jangan genit mas, nanti ada yang baper pada ngiri " kata Ara menyindir kedua teman nya yang duduk di belakang
__ADS_1
" Ya .....tahu aja dia Rat mentang mentang sudah halal. Tapi ngomong ngomong ada yang naksir Ara tuh mas " kata Nila mengompori.
" Hah ....siapa emang " kata Rio
" Biasa lah yang nawari ojek gratis ya kan ra " kata Ratih menimpali
" Biarin lah Rat , kan mereka ngak tahu . Yang penting aku sudah menolak secara halus .Ngak mungkin juga mereka memaksa " kata Ara .
" Iya lah ra, lho kan ngak bisa kemana mana . Sudah di cap stempel mas Rio . Paling mas Rio yang bingung kalo Ara punya banyak pengemar di sekolah ya ngak mas . Kalo kita mas bebas " kata Nila terkekeh
" Bebas apa kalo pas mas Paijo tahu runyam nanti. Apa lagi tuh laki lho pencemburu Ngak kaya mas Rio santai Nil " kata Ratih
" Yah .... lho Rat ngak usah cerita yang aneh aneh makanya sama dia, kan wajar kita anak sekolah masa muda. Suami urusan dirumah ..Diluar cari kumbang baper " kata Nila terkekeh
" Jangan macam macam Nil , Niat lho bisa berbalik menjatuhkan harga diri mu Perasaan orang bukan buat mainan .Mas Paijo mu itu baik lho orang nya Bukan untuk mainan " kata Rio menegur Nila
" Iya mas tahu, cuma bercanda kok . Jangan diadukan ya mas " kata Nila memohon .
" Hahaha .....adukan aja mas , biar di tinggal cari yang lain " kata Ratih mengoda Nila
" Jahat lho Rat , kalo lho jadi gue gimana " kata Nila cemberut
" Ya kan aku ngak mau jadi lho , aku bebas ngak pake stempel " goda Ratih
" Kan dia belum punya Nil , makanya dia godain kita. Nanti kalo patah hati baru tahu rasa " ledek Ara membela Nila
" Yah ..... Jahat lho ra, kan emang gue belum punya .Makanya santai nah lho berdua ngak bisa bebas . Kaya burung dalam sangkar Makanya mau main ada pengawas nya bingung kan " kata Ratih
" Siap bilang , mas Rio ngak membatasi Ara main kok ya kan mas " jawab Ara
" Iya asal bisa jaga diri. Mas tak akan membatasi Ara .Ara bebas berteman dengan siapa pun " kata Rio Yang tak mau mengekang Ara .
" Tuh Rat , Ara aja bebas apalagi gue. Asal kita ngak melampaui batas santai beb..... .Kita berstatus milik orang Tapi tetap boleh bergaul ya ngak mas " kata Nila menatap Ratih di sebelah nya
" Ya ....asal jangan macam macam " kata Rio
" Ara semacam kok mas, kalo bisa macam macam Ara mau jadi power rangers " kata Ara terkekeh
" Kalo itu sih , aku juga mau ra...... Ayo kita berubah ...hahaha " gelak Ratih tertawa Karna dulu mereka sangat suka menonton film kisah pahlawan anak anak dari jepang itu .
" Aku juga mau dong , jadi yang rangers merah menumpas kejahatan " kata Nila menyilangkan tangan nya .Yang membuat mereka tertawa bersama.
Begitu juga Rio yang bisa memaklumi masa remaja sang istri Jadi tak mungkin ia mengekang Ara .Karna ia sudah berjanji untuk membebaskan Ara bergaul dengan siapapun Selama itu wajar dan tak melampaui batas Karna Ara tetap punya kewajiban sebagai seorang istri .
__ADS_1
Tak lama mereka pun sampai dirumah Setelah tadi mengantar Nila dan Ratih terlebih dulu .Karna mereka juga harus berangkat kerja . Karna karyawan cafe sudah bertambah banyak .Tapi tetap di awasi Qila dan Via .Dan Ara hanya mengurus keuangan nya