
Karna bagaimana pun Ferdi sangat menyayangi dua buah hatinya itu.
Karna si kembar darah daging nya sendiri Yang tak mungkin ia sia siakan
" Oh ya ini ... aku menyuruh mu kesini untuk mengucapkan selamat .Dan ini kau bisa bersenang senang di akhir pekan Aku memberimu libur satu hari " kata Ferdi sambil menyodorkan cek untuk Tris
" Wow....... terimakasih bos " kata Tris melihat nominal angka hadiah nya .
" Terimakasih bos ini bisa untuk membeli rumah baru " kata Tris tersenyum senang mendapatkan hadiah uang dari sang bos .
" Pergunakan baik baik paling tidak untuk istrimu " kata Ferdi
" Siap bos " kata Tris tersenyum Lalu berpamitan kembali ke ruangan nya .
Sedangkan Bella menghubungi rentenir tempat sang ibu berhutang Lalu menunggunya dirumah
Tak lama dua pria datang untuk menagih uang itu .Dan Bella pun memberikan dengan meminta kwitansi lunas tanda bukti pelunasan
"Ini semua sudah selesai " kata pria itu
" Ya trimakasih kalian boleh pergi " kata Bella yang tak mau berurusan lama lama dengan para rentenir itu.
" Baik trimakasih " kata Pria itu tersenyum sinis menatap Bella penuh nafsu melihat kemolekan tubuh Bella
" Pasti gadis itu mencari pria tua untuk membayar hutang nya " bisik teman nya
" Biarkan saja ketika mereka butuh pasti mereka akan datang sendiri " kata pria satu nya lalu meninggalkan rumah Bella
Setelah mereka pergi Bella pun bergegas menutup pintu .Dan duduk terdiam seorang diri .
" Bel maaf kan ibu sudah menyusahkan mu nak , ibu tak tahu kalo bunganya sangat besar . " kata ibu lirih
" Ibu harus janji jangan berhutang lagi . Karna Bella ngak bisa menjamin bisa membayar nya lagi Sekarang kita sudah aman Tapi ibu ingat tak boleh berhutang lagi .Dan ibu harus cerita sama Bella bila ada masalah " kata Bella menatap ibunya
__ADS_1
" Ya nak maafkan ibu " kata ibu sedih
" Ini uang untuk ibu buat jaga jaga Dan bayar sekolah Andi . Bella harus kerja siang dan malam Jangan keluar bila ibu tak punya kepentingan " kata Bella memberi kan uang satu ikat 5 juta untuk sang ibu sisa uang pemberian Tris yang memberinya 60 juta
" Ini uang dari mana nak " kata ibu heran Karna Bella bisa mendapatkan uang dengan mudah
" Itu uang halal bu , Bella bekerja bu dan ibu harus mengirit . Ibu kerja semampu nya saja Mungkin mulai besok Bella hanya akan pulang sebentar saja Untuk menengok ibu dan Andi Karna nanti sore Bella akan kerja malam " kata Bella
" Ya nak " kata ibu Yang terdiam Namun tak ada pikiran negatif di hatinya Karna tahu Bella anak yang bisa di percaya Dan tak akan berbuat macam macam di luar sana. Karna putrinya itu anak yang jujur sedari kecil Walau Bella sangat pendiam .
***********
Di rumah Aya baru saja menaruh Aska setelah menyusui nya Dan lalu gantian menyusui Afnan yang baru bangun
" Pintar ya sekarang sudah bisa atur jadwal mamah " kata Aya mencium putra sulungnya itu yang semakin gendut Yang membuat Aya gemas melihatnya
" Apa Afnan sudah bangun non " kata bi Yam
" Ya mereka anak anak cerdas hampir mirip tuan muda " kata bi Yam tersenyum
" Ya bi , mungkin karna memang mereka anak abang makanya mereka dekat dengan Papi nya Dan mereka seperti tahu kalo papinya sudah pulang " kata Aya yang tahu dua putranya itu ngak gampang rewel
" Ya non , apalagi kalo tuan besar yang pegang mereka pasti anteng " kata bi Yam mengusap kepala Afnan
" Ya bi , papi sangat sayang pada cucu cucunya nya sampai melebihi sayang nya sama abang " kata Aya yang tahu papi mertuanya itu Tak bisa melihat cucunya menangis pasti langsung mengendong nya Dan membawa nya bermain .Yang membuat Aya bahagia walau ayah nya sudah tiada Tapi masih ada papi mertuanya yang menyayangi nya juga anak anak nya Yang menyayangi nya seperti Ayah kandung nya sendiri
***********
Sedangkan di rumah Ara Rio dan Ara baru saja pulang Dan Ara langsung mandi serta berganti pakaian Begitu juga Rio yang sudah mengunci garasi dan pintu rumah dengan rapat. Lalu membersihkan diri Dan lalu sholat berjamaah bersama di kamar Ara
" Mas mau makan sekarang " kata Ara
" Masih kenyang de, bikin kan teh saja ya buat mas " kata Rio menatap wajah Ara sambil tersenyum
__ADS_1
" Ya mas " kata Ara
" Oh ya de, apa de Ara sudah lihat jadwal sekolah untuk masuk sma " kata Rio menatap Ara yang duduk di meja makan.
" Kan Ara sudah bilang mas , kalo Ara mau home schooling saja mas " kata Ara menyodorkan teh pada suaminya
" Ya sudah nanti kita tanya gurunya ya " kata Rio yang bingung dengan keputusan Ara yang tak ingin bersekolah di tempat umum Entah apa alasannya Rio belum berani bertanya sedetail mungkin
Ara sebenarnya takut bersekolah di sekolah umum Karna beberapa kali ia di bully teman temannya juga pernah di kurung beberapa kali di wc saat ia pergi ke kamar kecil . Untung saat itu ada teman yang mau menolong .Itu lah sebabnya Ara bersikap cuek pada teman teman nya yang iri pada dirinya Karna Ara pintar . Dan ia juga pernah hampir di lecehkan oleh Dani kakak kelas nya dulu Ketika ia pulang sendiri Dan ia berhasil lolos .Dan untung di kelas tiga Rio rajin mengantar jemputnya membuat anak anak brandal .itu tak bisa mengusik nya lagi .Dan Ara tak pernah mau menceritakan masalahnya itu pada Rio dan Aya Karna Ara tak mau itu jadi beban kakak nya dan juga suaminya .
" Habis ini kita sholat isya yang mas dan Ara ingin telpon kak Aya sebentar Ara kangen sama si kembar " kata Ara
" Ya de ayo " kata Rio tersenyum
Lalu kedua nya pun sholat setelah itu Mereka bersantai di ruang tengah Sambil menelpon Aya Dan melihat si kembar Yang sudah mulai bisa tertawa dan bergerak lincah di dalam box nya .
" Mereka lucu ya mas " kata Ara
" Besok anak anak kita juga pasti lucu " kata Rio menimpali
" Iya mas , nanti kita juga akan punya anak " kata Ara .
" Tapi ingat lulus sekolah dulu , oh ya apa Ara sudah daftar sekolah " kata Ara
" Belum kak masih menunggu wisuda dulu ." kata Ara yang memang menyuruh Rio hadir pada wisudanya besok lusa .
" Ya mudahan Ara dapat yang terbaik ya de " kata Aya
" Ya kak, trimakasih doa nya " kata Ara Yang tidur si pangkuan Rio Dan Aya sudah tahu kalo adik nya itu sudah tidur bersama Rio Dan hanya menyarankan Ara untuk minum pil KB agar tak hamil Di usianya yang sangat muda .
" Sama sama kalian juga hati hati disana ingat jangan sibuk kerja saja Tapi juga jaga kesehatan " kata Aya
" Iya kak kami ngerti kok " kata Ara Yang tahu kakak nya itu sengaja membayar yu Irah lebih Agar bisa melayani dirinya dan Rio Karna mereka sibuk sekolah dan bekerja .Jadi Aya mengirim gaji Yu Irah Dan juga uang makan untuk Ara di luar gaji cafe .Agar Ara dan Rio terurus dengan baik. Yang membuat Ara sangat sayang pada sang kakak Walau pun Aya jauh Tapi Ara slalu merindukan kakaknya itu Yang jadi pengganti sang bunda
__ADS_1