
Ara yang duduk bersama Rio tertawa senang melihat anak bebek yang di kerumuni para bebek dewasa Yang membuat Ara gemas melihatnya Hingga tertawa kecil sambil merangkul Rio
" Lucu ya " kata Rio Yang juga merangkul Ara sambil tersenyum bahagia. Karna bisa melihat keceriaan sang istri. Yang sangat jarang ia lihat
" Hahaha......... lihat mas mereka bergerombol Ara gemas .Ara jadi kangen sama si kembar " kata Ara
" Ya mas juga " kata Rio mencium pucuk rambut Ara. .
" Lusa kalo kopi kita stabil kita akan kejakarta Tapi bisanya cuma dua hari ngak pa pa kan de " kata Rio
" Ya mas , terserah mas saja " kata Ara Yang bergelayut manja pada Rio Karna Kini ia sudah merasa tak bisa jauh dari suaminya itu.
" Ya de kita pulang nanti sore Malamnya kita packing . Jadi malam nya sepulang kerja kita berangkat " kata Rio
" Ya mas " jawab Ara
Yang membuat para ibu ibu iri melihat keromantisan dua sejoli itu .Karna Ara dan Rio saling menyayangi satu sama lain
" Ya .....Allah mbok aku ku jadi iri ya lihat orang pacaran " kata bule
" Hahaha ...... maklum de mereka baru dekat masih hot hot nya " kata mbok Yang tersenyum
" Ya mbok , mana Rio terlihat sangat sayang sama si Ara ." kata tetangga mbok
" Itu harus mba , kan Ara yatim piatu Punya mba tapi ning jakarta di sini hanya sendiri .Kalo Rio macam macam aku sing ngak terima . Sudah bejo due bojo ayu dan pintar tambah sugih .Jadi harus sabar dan sayang " kata mbok yang sayang pada menantunya itu. Karna Ara memang ramah dan baik dari awal. Jadi ia tak terima kalo Rio macam macam pada menantunya itu.
" Yo Ara diajak makan dulu nak " kata mbok meneriaki Rio
" Ya mbok bentar " kata Rio
" Nanggung mbok " kata Ara
" Ya ndu tapi ingat sarapan dulu " kata mbok tersenyum
" Ya mbok " jawab Ara
Yang masih asyik bermain dengan anak bebek yang baru menetas dua hari ini
__ADS_1
Di rumah besar semua sudah siap Aya yang ingin menyambut suaminya pulang
Sudah menunggu diruang tengah bersama Tania Deril dan Tris juga bi Yam
" Tris , kenapa tidak membawa istrimu kesini " kata Deril
" Dia baru aku antar ke orang tuanya mungkin nanti siang baru ku jemput " kata Tris sambil menyesap teh hangat nya . Yang siapkan oleh bi Siti
" Oh ya , istri kak Tris namanya Bella kan kak " kata Aya sambil mengendong Afnan Dan Aska bersama Tania
" Iya bagaimana nona bisa tahu " kata Tris kaget
" Dia adik kelas Aya kak , waktu di SMA dulu " kata Aya
" Oh ya, wah kalo tahu Bella teman nona tadi saya bawa kesini biar bisa bertemu nona " kata Tris senang karna tahu istrinya itu berteman dengan istri bos nya .
" Iya kenapa ngak diajak kesini , kan kita bisa ngobrol bareng " kata Tania
" Ya nanti nona biar saya jemput " kata Tris yang memang ingin membantu bos nya itu pindah dari rumah sakit
Tak lama mereka ngobrol Terlihat rombongan mobil yang membawa Ferdi datang .Deril dan Tris pun dengan sigap membantu para medis yang membawa Ferdi ke kamarnya Afnan dan Aska yang melihat sang papi Terlihat senang dan bertepuk tangan seorang mengerti Kalo papi mereka pulang
" Iya mi mereka menunggu dengan sabar seolah tahu abang pulang " kata Aya
" Anak anak yang pintar , siapa dulu cucu oma " kata mami menciumi kedua nya bergantian Membuat Tania terkekeh melihatnya.
" Mami dan papi juga pasti senang kalo punya cucu aunty " kata Tania
" Itu jelas Tan, sekarang kau tak perlu kerja fokus hamil saja . Kenapa takut punya anak. Lihat aja Aya biar pun kembar Dia masih sanggup mengasuhnya Mereka lucu lucu kan " kata mami
" Iya mi , Tania baru sadar punya anak itu seperti nya menyenangkan " kata Tania kini yang akhirnya berubah pikiran. Untuk punya anak bersama Deril
Karna Tania sadar Aya saja bisa membuat Ferdi sepupunya itu betah dirumah. Karna anak anaknya. Lalu kenapa ia tidak . Apalagi Deril sangat ingin punya anak dari nya .Dan Deril juga sangat mencintainya.
" Ayo kita kekamar mi, tuh semua sudah selesai " kata Aya yang melihat papi Sandi ngobrol dengan dokter yang menangani Ferdi
" Ayo sayang kita ketemu papi " kata Tania Yang mengendong Aska dengan rasa sayang untuk belajar bisa mengurus anak nya sendiri.
__ADS_1
" Hai .... sini , papi kangen " kata Ferdi
Ketika melihat Aya dan Tania masuk kamar Dan Aya pun memberikan putranya itu bergantian Yang membuat Ferdi memeluk kedua nya dengan rasa rindu Dengan mata berkaca kaca. Karna rindu pada kedua bayinya itu.
" Papi kangen banget , kalian juga Ya " kata Ferdi ketika dua putranya itu duduk anteng memeluk dirinya .
" Ya ..... keren rupanya keponakan uncle sudah ketemu papi nih " goda Deril menoel pipi Aska yang membuat Aska tersenyum
" Satu buat ku ya Fer " kata Deril
" Enak saja bikin aja sendiri , apa kau pikir ngak capek membuat nya " kata Ferdi protes .Yang membuat Aya mendelik kan matanya pada Ferdi
" Hahaha....... iya iya aku cuma bercanda bro . Aku tahu jelas ngak mungkin kau rela memberikan nya padaku Apa lagi mereka pewaris tahta keluargga Ferdinan
" kata Deril tersenyum .
" Itu kau tahu , perusahaan ku banyak Dan aku juga lagi giat untuk menambah nya . Kenapa ngak membuat nya sendiri saja ..Apa kau tak bisa Atau sama sekali tak ngapain ngapain sama sekali " sindir Ferdi melirik Tania
" Ck...... lihat saja nanti kami akan menyusul mu Fer, selama ini kami menundanya Tapi sekarang kami akan membuatnya lebih banyak ." kata Tania berdecak kesal karna merasa di sindir
" Iya bro santai " kata Deril
" Ya silahkan saja , tapi aku sudah membuktikan pada semua orang kalo aku lelaki tulen Dan bisa membuat dua sekaligus " kata Ferdi bangga
" Abang ih sih ngak usah gitu juga kali " kata Aya malu. Dan wajahnya Aya langsung merona merah Karna perkataan Ferdi
" Hahaha ....biasa Ay, suami mu itu bangga karna sudah punya anak Dulu aja play boy cap ember pacaran sana sini Tapi ujung ujung nya beda hasil . Untung sama Aya kalo sama yang lain entah gimana hasilnya " kata Tania mencibir
" Dih...... protes suka suka gue dong Lho aja berdua cerai rujuk lagi Malah bikin masalah .Coba ngak pake cerai sudah jadi tuh kecebong nya Deril " kata Ferdi menyindir.
" Hehehe.....sudah bro ngak usah di bahas .Nanti kita kebut yang sayang Biar Ferdi tersaingi Masalah kejadian itu
gue minta maaf Fer . Aku berhutang budi pada mu " kata Deril yang merasa bersalah Karna ulah nya Ferdi tertembak
" Itu jelas " kata Ferdi Yang saat itu Tak mengira sama sekali Frans akan berbuat nekat menembaknya .Dan kini Frans sudah di penjara dan di proses.
" Ya Fer , aku juga salah Karna gara gara aku kau jadi sasaran Dan Frans bilang menyesal . Karna sudah menembak mu Karna mereka harus masuk penjara bersama teman nya " kata Tania
__ADS_1
" Tak masalah aku sudah memaafkannya
Dan lagi aku sudah tak ingin mengingat nya Yang aku pikir kan sekarang anak anak ku dan Aya. Karna lain waktu aku tak mau lagi mencampuri urusan kalian" kata Ferdi yang kini sudah merasa senang sudah pulang kerumah