Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 55


__ADS_3

Hari begitu cepat berlalu Dan pa Kevin sudah bisa pulang dari rumah sakit Aya dan Ara sangat senang karna mereka bisa berkumpul lagi walaupun tampa ibu sambung mereka


" Alhamdulilah .... sudah sampai slamat datang yah " kata Ara yang menyambut sang Ayah


" Trimakasih nak " kata pa Kevin yang berjalan dengan tongkat pelan pelan


" Wah ayah bisa lebaran dirumah nih wah semua sudah siap ya " kata pa Kevin melihat semua meja sudah siap ditata Aya tadi malam .


" Iya yah , kak Aya sudah menyiapkan semua nya tapi kak Aya ngak lebaran disini " kata Ara sedih .


" Hei .... kan kak Aya cuma dua hari disana .Setelah itu pulang .Kan nanti ada mang Diman yang menemani kalian sementara " kata Aya yang meminta mandor kebun kopi mereka karna mang Diman dan yu irah ngak punya anak Anak mereka meninggal karna kecelakaan dua tahun yang lalu saat pulang sekolah


" Ya ngak pa pa kak , cuma ngak seru ngak ada kakak " kata Ara .


" Ara juga besok akan tumbuh besar dan menikah , pasti juga akan punya keluargga


Jadi kita harus bisa mengerti " kata pa Kevin merangkul putri bungsunya itu


" Ya Yah " kata Ara tersenyum memeluk sang Ayah .


" Uluh uluh kok baper kan kakak ngak lama disana cuma dua hari trus balik ke sini lagi. Masalahnya abang mau ke Jerman " kata Aya menjelaskan


" Oh ya benaran kak, Ara tunggu ya " kata Ara .


" Iya ..... nanti kakakmu akan abang antar sampai sini " kata Ferdi .


" Trimakasih bang, oh ya berarti mas Rio bisa tinggal dirumah kan biar di gubuk buat istirahat siang aja Kan bisa nemani Ayah juga sambil ngawasin kita " kata Ara menatap ayahnya


" Ya ... Rio bisa menepati kamar pojok untuk menjaga kita " kata pa Kevin yang buat Rio tersenyum .


Sedangkan Aya memasukan barang barang pa Kevin ke kamar tengah


" Assalamualaikum mba Aya , Ara .pa Kevin " kata yu irah yang datang bersama pa Diman.


" Walaikum salam yu " kata Aya yang baru keluar dari kamar.


" Wah maaf , belum bisa bantu bantu nih mba " kata yu irah .


" Ngak papa yu. oh .. ya yu .irah punya kerabat ngak yang bisa kerja rumahan buat masak masak disini " kata Aya


" Eh ada mba kaya nya " kata yu irah


" Ya kalo ada syukurlah saya butuh buat ngurus rumah karna besok saya pulang kejakarta " kata Aya


" Oh gitu ya mba.... tapi kayanya bisa nya habis lebaran .Biar saya saja dulu disini mba kan saya juga ngak punya siapa siapa dirumah cuma sama mamang . Jadi bisa sementara kerja disini " kata yu Irah menawarkan diri .

__ADS_1


" Wah kebetulan yu nanti kan habis lebaran Aya pulang " kata Aya tersenyum


" Ya mba bisa bisa mau masak nya sekarang " kata yu irah


" Nanti habis ashar aja yu ini siang mau kepasar dulu belanja " kata Aya . Yang memang berniat kepasar bersama Ara


Sedangkan Ferdi berada ke beranda samping melihat tanah yang masih kosong Karna memang tanah didesa cukup luas . jadi ia berniat membangun nya untuk memperluas rumah mertuanya .


" Luas nya sampai ujung sana tuan, ini warisan Aya dan Ara kata bapa mau dibagi dua " kata Rio menjelaskan karna pa Kevin pernah bercerita padanya


" Ya nanti bagian Aya bisa dibangun sendiri " kata Ferdi yang ingin menembok keliling tanah mertuanya Agar istri dan adik iparnya aman .Karna rumah itu lumayan tua dan mulai keropos .


" Tapi apa Kau bisa mengawasinya yo bila saya membangun rumah disini " kata Ferdi .


" Masalah itu gampang tuan , kan kerja dikebun juga ngak seharian saya bisa sambil mengawasi nya setiap menjemput Ara pulang " kata Rio


" Ya baguslah saya ingin membangun yang sebelah kanan Dan rumah ini biar buat Ara Nanti hanya memperbaiki yang lapuk dan rusak saja Kan sebagian masih bagus " kata Ferdi


" Iya tuan kan memang rumah tua tinggal menganti kayu yang lapuk saja bangunan nya masih kokoh kok " kata Rio


Lalu mereka berdua pun melihat batas tanah yang luasnya 4000 meter itu Untungnya pa Kevin masih punya warisan orang tuanya Yang menjadi tabungan hari tuannya. Apalagi kebunnya masih produktif menghasilkan kopi .Yang bisa untuk bertahan hidup .Tanah seluas 30 ribu hektar itu masih bertahan dengan kebun kopi cengkeh dan coklatnya .Yang membuat Ferdi tertarik pada perkebunan yang cukup luas itu.


" Bang ...... Aya kepasar dulu ya .... pinjam pa Sapto " kata Aya berteriak


" Ya hati hati " kata Ferdi .


" Ya ayo , yu titip bapa sebentar ya " kata Aya


" Ya mba .... lagian perkebunan sudah libur Dan pada siap siap untuk persiapan lebaran " kata mang Dimam yang menemani pa Kevin ngobrol


" Ya pa , yah kami ke pasar dulu ya " kata Aya pamit


" Ya nak hati hati " kata pa Kevin melepas dua putrinya itu untuk belanja karna tinggal 3 hari lagi lebaran pasti nya pasar sudah penuh


" Ya yah " kata Aya yang lalu masuk . mobil untuk kepasar tradisional. Dan pa Sapto pun mengantar dua wanita beda usia itu kepasar besar untuk belanja..


" Macet mba kita parkir disini aja ya " kata pa Sapto Melihat jalan penuh


" Ya pa " kata Aya yang turun bersama Aya .Dan lalu berjalan menuju pasar untuk belanja keperluan dapur selama seminggu


Disisi lain seorang gadis menangis karna sang ibu sudah meninggal . Dia terduduk menatap gundukan tanah yang masih basah Yang baru saja dimakan kan .


" Vi sudah kau harus kuat " kata Aqila


" Ya la, aku harus kuat dan bertahan demi utang ibu ." kata Via yang masih bekerja menjadi karyawan sebuah restoran sedangkan sang kakak tak. bisa pulang dari Sulawesi karna suaminya tak mengizinkan nya.

__ADS_1


" Ayo pulang sudah sore , aku belum sempat mengabari Aya karna ponsel nya tak aktif " kata Qila .


" Dia pulang ke desa la , Ayah nya kecelakaan .itulah sebab nya aku tak mengabarinya " kata Via yang tahu Aya juga kesusahan .Dan semasa sekolah Aya juga sering membantu nya .Karna mereka bersahabat


" Inalilahi , apa dia berhenti kerja di sini " kata Qila yang lalu naik motornya sambil menghidupkannya .


" Entah lah ayo pulang " kata Via yang lalu duduk di boncengan Qila. Lalu mengantar nya pulang kerumah bedakan kecil luas 5 meter itu.


" Nanti malam aku kesini .Aku pulang dulu takut mamah nyari Tadi aku belum sempat pamit " kata Qila


" Ya hati hati " kata Via yang masuk rumah Dan tadi ia sudah hanya memesan nasi dan snack kotak Untuk acara tahlilan nanti malam Yang dibantu teman kerjanya


Selama 3 hari .


***********


Tris meletakan berkasnya ketika Wina masuk Dan berbisik pelan pada Tris


" Pa didepan ada nona Kaifa dan pa Wandi " kata Wina


" Ada apa mereka kesini " kata Tris


" Tidak tahu pa" kata Wina bingung


" Ya suruh mereka masuk " kata Tris tampa beranjak dari kursinya .


Dan tak lama Wina pun menyuruh tamu nya masuk . kedua tamu tak diundang itu masuk Dan Tris mempersilahkan nya untuk duduk


"Pa Wandi slamat siang tumben ada sesuatu hal sangat penting " kata Tris


" Tidak kami hanya sekedar mampir mengantar undangan Dan kemana Ferdi kudengar dia tak dikantor " kata Wandi


" Presdir sedang ada urusan diluar kota pa Beliau sibuk Dan mungkin sehabis lebaran juga harus ke Jerman untuk launching produk baru Apa ada sesuatu yang penting " kata Tris menatap Wandi dan Kaifa


" Oh tidak kita cuma ingin ngobrol karna lama tak bertemu .Ya sudah sampai kan salam ku untuknya " kata Wandi Yang lalu beranjak dari duduknya karna Tris tak mungkin bisa diajak bicara kalo sedang sibuk .Apalagi dia asisten Ferdi .


" Ya silahkan maaf bila tak bisa melayani dengan baik " kata Tris


" Tak masalah " kata Wandi yang lalu keluar bersama Kaifa .Dan Tris menatap mantan kekasih bosnya itu dengan tatapan sinis .


" Salome ....." cicit Tris pelan


" Salome apa pa " kata Wina .


" Satu lubang rame rame " kata Tris .

__ADS_1


" Hah...... maksudnya " kata Wina


" Nothing ..... kembalilah kerja " kata Tris Yang kembali menutup pintu ruangan nya Yang membuat Wina bingung dengan perkataan Tris


__ADS_2