Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 479


__ADS_3

Emma kembali ke meja kerjanya Dan mengambil ponselnya untuk menanyakan Apa Sam sudah makan atau belum .Lalu mengirim pesan ke suaminya .Dan tak lama


Tit....tit....


Abang sudah makan


Sam


" Alhamdulilah " kata Emma yang membaca balasan pesan suaminya .


" Syukur lah ini bisa aku bawa pulang " kata Emma tersenyum menaruhnya di bawah laci Untuk di bawa pulang


*********


Sedangkan di kampus Aya baru saja ingin pulang ketika pa Gery memanggil nya .Yang membuat Aya menoleh


" Pa Gery ada apa ?" kata Aya


" Bisa kira bicara sebentar " kata pa Gery


" Bicara disini saja ya pa ,saya buru buru Oh ya slamat ya pa atas penikahannya " kata Aya tersenyum


Deg....


" Jadi Aya sudah tahu ?" kata pa Gery menatap Aya Karna kini tak mungkin lagi ia berharap pada gadis di depannya itu


" Ya pa, Aya sudah tahu. Sekali lagi slamat ya pa " kata Aya


" Ya sudah kalo Aya sudah tahu, tadi nya Bapa ingin memberitahukan nya pada Aya Tapi rupanya Gita sudah memberitahukan Aya lebih dulu " kata pa Gery membuang nafas kasarnya


" Ya pa, kan saya sahabat nya masa saya tidak tahu. Kalo begitu saya permisi ya pa " Kata Aya pamit


" Ya silahkan " kata pa Gery dengan suara pelan Karna kini tak ada lagi celah untuknya Harapan itu sudah lenyap Dan terlihat Aya juga tak pernah memberinya kesempatan Dan Gery hanya menatap punggung Aya dengan mata nanar yang menjauh pergi meninggalkan nya


Di kejauhan di balik pilar Gita lega melihat suaminya itu terlihat lemas Karna Gita tahu suaminya itu Tak punya kesempatan lagi mendekati Aya Apalagi Aya sudah punya suami dan dua orang anak Yang membuat Gita lega Kalo Aya sudah bahagia dengan kehidupan nya Dan bukan penghalang lagi baginya Yang dulu berharap tipis Tapi takdir membawa mereka berjodoh. Karna kini pa Gery suaminya secara agama dan hukum


" Terimakasih Ay, kau memang sahabat terbaik ku " Kata Gita Sambil melangkah menghampiri pa Gery .


" Permisi pa , ada yang perlu saya bantu ?" kata Gita membuyarkan lamunan pa Gery yang menatap Aya


" Oh Gita ... pulang lah !! Kita bertemu di rumah saja " Kata pa Gery kaget .Lalu ingin melangkah pergi


" Apa bapa masih berharap pada Aya ?" kata Gita


Deg....


" Apa maksud mu !!" kata pa Gery Menghentikan langkahnya .Lalu berbalik menatap Gita


" Tidak hanya ingin memberi tahukan bapa Kalo Aya itu adalah istri tuan Ferdinan teman bapa sendiri " kata Gita

__ADS_1


Jedar... ......


Ada rasa batu menghantam di bahu Gery Ketika Gita mengatakan itu pada nya Seakan itu sebuah peringatan untuk nya


" Kau jangan bercanda " kata pa Gery


" Apa bapa tak percaya , tak masalah Tapi bapa bisa mencari tahu sendiri . Ok pa saya permisi " Kata Gita Lalu pergi melangkah meninggalkan Gery yang berdiri mematung .Karna mendengar perkataan Gita barusan.


" Ayana Ferdinan " Kata Gery terkekeh Mengartikan nama itu


"Jadi .... benar dia milik Ferdi , Astaga gila kenapa dari awal aku tak mengerti " kata Gery merasa bodoh Karna memang Ferdi anak tunggal Dan juga tak punya adik .


Lalu melangkah pergi dengan perasaan galau Karna ia tak akan bisa menang Untuk bisa menyaingi teman bisnisnya itu Yang pastinya slalu menang darinya Bahkan sejak mereka bertemu dari masak kanak kanak Karna Ferdi menang lebih pintar dari nya .


Di tempat lain sore ini Tris baru saja pulang dari kantor Ketika Bella baru selesai memasak untuknya .


" Hai sayang , apa lagi menunggu mamah masak " Kata Tris mengambil anak nya dari kereta duduknya Ketika Bella menata meja


" Mana mba Nur " kata Tris


" Izin pulang bang, karna ibunya sakit Apa abang mau makan sekarang " kata Bella menatap suaminya Lalu mendekati Tris untuk mengambil Tian


" Ya boleh " Kata Tris memberikan Tian pada Bella


" Besok ngak usah masak . Ade pesan saja ya Ade fokus saja pada Tian Abang ngak mau ade lengah menjaga nya Utamakan Tian lebih dulu " Kata Tris yang tak mau istrinya itu kelelahan Apalagi repot memasak sambil mengendong Tian


" Kalo ade merasa repot Ade bisa kerumah ibu dulu Nanti biar abang yang kesana " Kata Tris


" Ya bang " Kata Bella tersenyum melihat suaminya itu makan dengan lahap Tanpa ia ladeni Tris mengurusi dirinya sendiri Karna tak mungkin menyuruh Bella yang mengendong Tian


" Ah....ah....." celoteh Tian


" Ini bukan makanan bayi sayang , Ade minum Asi saja ya Ini untuk Tian bila nanti sudah punya gigi ." Kata Tris tersenyum


" Aaa....uuu...." celoteh Tian lagi


" Hehehe...... Ade haus ya biar papah makan dulu ya . Bang Bella kekamar dulu ya mau menyusui Tian " kata Bella


" Jangan Tian ngak usah ***** buat papah saja ***** nya " kata Tris mengoda putranya itu


" Ah.....aaa...." Teriak Tian memasang wajah kesal


" Hahaha .... papah mu bercanda sayang ayo kekamar " Kata Bella sambil mencium wajah bayinya itu Yang kini sudah berusia 6 bulan jalan Yang menjadi kebahagian tersendiri bagi Tris dan Bella


************


Tris baru saja masuk kamar Ketika Bella keluar kamar mandi dengan handuk sedada.


" Bang , maaf Bella lupa bawa baju ganti " Kata Bella yang bergegas menuju lemari pakaian nya

__ADS_1


" Apa Tian tidur ?" kata Tris


" Iya bang baru saja mungkin ngantuk karna kekenyangan " Kata Bella


Tris lalu melepaskan kemejanya dan melemparnya ke keranjang pakaian Sambil melangkah mendekati Bella yang ingin memasang bra nya


" Bang " Kata Bella kaget Ketika Tris memeluknya dan mengambil bra nya dan membuangnya ke atas ranjang


" Kita main sebentar ya , mumpung Tian tidur " kata Tri Yang mengangkat tubuh Bella keatas ranjang .


Bella hanya menurut saja Karna mau apalagi Karna pasti suaminya itu juga butuh perhatian darinya


Tris lalu menarik handuk Bella Yang memperlihatkan tubuh polos Bella Lalu menindihnya


" Bang jangan lama ya, takut Tian bangun " kata Bella pelan Sambil melihat boks bayinya


" Ya abang tahu " kata Tris Yang mulai mencumbui istrinya itu . Lalu mereka pun larut dalam pergumulan panas .


Cukup lama keduanya bermain Karna Tian belum bangun Dan terhenti ketika selesai pelepasan bersamaan dengan ponsel Tris yang berdering di hubungi Gustav .


" Gustav ada apa ??" " Kata Tris Mengecup bibir Bella lalu memasang celana boxer nya Sambil mengangkat telpon dari Gustav


" Hai bro apa kabar ?" Kata Gustav


"Baik Kenapa ?" kata Tris


" Apa Bima sudah pulang ?" kata Gustav


" Belum mungkin besok ada apa ?" Kata Tris Karna tak biasa Gustav menelpon nya menjelang malam .


" Tidak , aku hanya bertanya apa Abel mantan nya Ferdi " kata Gustav


" Tidak mereka hanya teman kenapa ?" kata Tris


" Tidak aku hanya heran Kemaren aku melihat Abel bicara serius pada Heni Dan Aku berharap tak ada masalah Karna sepertinya Abel sedang hamil " kata Gustav


" Ya mereka menikah Karna kesalahan satu malam ulah Abel Yang memang ingin menjebak Ferdi Tapi malah Bima jadi sasaran Mau tak mau ia harus menikahi Abel " jelas Tris


" O.... begitu , syukurlah aku tak terlalu dekat dengan Bima Tapi tidak dengan istrinya Yang pernah jadi teman Heni Aku hanya khawatir saja Apa semuanya baik baik saja " kata Gustav


" Ya baik, kuharap kau juga aman disana Kau baik baik saja kan Selama kau bisa mengendalikannya pasti ia tak akan banyak bertingkah " Kata Tris terkekeh


" Itu harus sekarang dia hamil anak kedua kami Dan aku yakin tak ada celahnya untuk bisa kabur lagi " Kata Gustav Yang kini menjaga keamanan ketat untuk Heni Agar wanita nya itu tak banyak tingkah Dan hanya fokus mengurus anak mereka


" Ya slamat berbahagia , disini semua terkendali bro " Kata Tris


" Ok terimakasih bro , Aku hanya memastikan itu saja Terimakasih untuk infonya " Kata Gustav dari sebrang sana


" Ya sama sama " Kata Tris menutup ponsel nya Yang mengira akan ada masalah Namun Gustav hanya bertanya untuk memastikan siapa Abel

__ADS_1


__ADS_2