
Anya pun lalu bergegas turun Dan mempersilahkan teman temannya masuk kedalam rumah Dan Aya pun senang rumah itu terlihat bersih dan rapi .Karna sekarang rumah itu ada yang menepatinya
" Wow ..... rumahnya besar An, ini rumah kalian yang baru ya " kata Tari
" Tuh yang punya rumah kita cuma numpang " kata Anya menunjuk Aya
" Hah .... rumah Aya " kata Arum ikutan kaget
" Iya rumah Aya Kan dia banyak duit Makanya punya rumah banyak " kata Gita Yang lalu duduk di sofa
" Eh sudah pada datang sini Ayo langsung makan saja . Aya ayo nak " kata Mamah Anya langsung Menghampiri Aya dan memeluk nya
" Iya mah trimakasih, ayo semuanya " kata Aya yang mengurai pelukan mamah Anya Dan tak lama Iksan dan Tama juga pa Gery datang bersama bu Cunda Yang membuat Gita merasa canggung
**********
Di sebuah kantor Ferdi sedang asyik melihat data data Bimo Yang sudah lengkap penyempurnaan laporannya Dan Ferdi tinggal menyesuaikan kan nya saja dengan Tris .
" Huh . ....syukurlah aku tak mengalami kerugian " Kata Ferdi Yang sempat berpikir perusahaannya goyah Namun di luar dugaan semuanya stabil
" Tok....tok....tok ..
" Masuk " Kata Ferdi melihat kepala Bimo nongol di pintu
" Bagaimana bos ?" kata Bimo
" Baik semua bisa tuntas , kau bisa liburan dengan Abel ke Jerman untuk mengambil laporan Gustav sekalian bulan madu " kata Ferdi
" Baik tak masalah " kata Bimo senang
" Tapi bagaimana uang transportasi nya bro " kata Bimo menatap Ferdi seraya memainkan alisnya
" Kan ada dana operasional dinas luar Bim Kalian bisa memakai uang itu Dan lagi di sana masih ada bibi Marie . Kalian ngak perlu tidur di hotel " kata Ferdi
" Ok ada sopir dan pelayan kan ?" kata Bimo lagi
" Ya lengkap kalian bisa memakainya " kata Ferdi Karna rumah sang kakek lama tak ia kunjungi Karna Ferdi masih sibuk Jadi ia belum bisa berkunjung kesana Dan untungnya semua nya terkendali .
" Ok bos, akan aku persiapkan Kapan kami berangkat ? " kata Bimo
" Minggu depan Dan kau bisa minta dana tambahan pada Tia untuk bonus mu "' kata Ferdi
" Siap bos "' kata Bimo senang bisa liburan sekalian bekerja Dan juga bisa membawa Abel untuk saling mengenal lebih dekat lagi Karna selama ini Abel masih kaku pada nya
" Oh ya apa Wina menceritakan sesuatu pada mu bos " Kata Bimo
" Tidak , kenapa kau tidak bertanya langsung saja" kata Ferdi Yang tak mau ambil pusing Dengan hubungan Wina dan Bimo
__ADS_1
" Baiklah bos, kalo begitu aku kembali keruangan ku , ok slamat bekerja " kata Bimo meninggalkan Ferdi
" Mhem " Jawab Ferdi Yang kembali memeriksa berkasnya Dan Ferdi kembali sibuk dengan rutinitasnya Yang slalu fokus untuk memajukan perusahaan warisan sang papi Dan sore setelah semuanya selesai ia bergegas pulang Untuk menghabiskan waktu bersama dua putranya Yang pagi tadi merengek agar ia cepat pulang untuk bermain bersama
************
Aya baru saja masuk kamar untuk berganti pakaiannya Ketika sebuah tangan kekar memeluknya
" Abang ..... "kata Aya kaget
" Kenapa kaget? " Kata Ferdi mencium pipi Aya Lalu membalik tubuh Aya menghadap nya
" Ya .... kaget bang, Aya tidak mendengar abang masuk kamar " kata Aya Mendongak menatap mata tegas Ferdi
" Cup ...
" Biar Aya terkejut " kata Ferdi ******* bibir Aya Yang membuat Aya mendesah Karna suaminya itu menggigitnya sedikit
" Abang..... " kata Aya
" Ayo abang pengen , Setelah ini kita main di taman " Kata Ferdi Yang lalu mengangkat tubuh Aya
Aya hanya berpegangan erat pada bahu suaminya itu .Dan tersenyum ketika Ferdi Membaringkan nya di tempat tidur Dan Ferdi pun melepas kan kemeja nya Lalu naik ke atas ranjang dan merangkak mendekati Aya
Sedangkan di taman dua bocah pria sedang asyik mengejar dua anak mentok yang lari terbirit birit ulah Aska .
" Hahaha.. .... lari lari kak tuh umpet agi " tawa Aska menunjuk mentok itu bersembunyi
" Baa...
" Wek......wek......wek......
" Hahaha......... lucu " kata Aska dan Afnan yang tertawa membuat kedua anak mengok itu lari pontang panting
" Sudah kasihan kak, capek biar mereka istirahat dulu" kata mba Erni
" Ya mba ade uga capek " Kata Aska Yang berjalan menuju gazebo Begitu juga Afnan yang senang bisa bermain di taman bersama sang adik
" Kak,de ini jus nya " kata mba wati Yang datang membawa dua gelas jus dan meletakkan nya di depan keduanya
" Acih..... mba " kata kedua nya langsung menyesap jus mangga Yang mereka minta sedari tadi
" Apa mamah udah puyang " kata Afnan
" Sudah kak, tapi mungkin istirahat sama mandi dulu " kata Wati
" Api ?" kata Aska
__ADS_1
" Papi kurang tahu , mungkin sebentar lagi " kata mba Wati yang hanya melihat Aya tak melihat tuan mudanya itu pulang
" Ya sudah ambil antal mba Ade mau bobo bentar cini biar kena angin sepoi sepoi " Kata Aska
" Aka juga " kata Afnan
" Ya sebentar " Kata Mba Erni Yang mengambil bantal boneka mobil yang biasa mereka pake Untuk tiduran sambil merasakan udara alami Sambil melihat kupu kupu yang terbang di atas bunga bunga cantik di taman
Dan mereka tertidur tak lama setelah kenyang menghabiskan jus buah nya
" Ya ampun , sudah kebiasaan ya tidur nyari yang semilir " kata bi Yam
" Ya bi, mereka ingin main lagi Setelah istirahat sebentar " jawab Erni
" Ya biar kan saja Kan itu lebih baik Dari pada mereka main di luar sana " Kata bi Yam tersenyum Melihat dua tuan mudanya itu terlelap Tanpa merasakan risih tidur di kasur tipis Yang biasa mereka pakai untuk duduk santai
" Ya bi ,mereka tak pemilih dan juga tak egois Karna nona slalu mengajar kan mereka hidup sederhana " kata Wati
" Ya itu harus Karna mereka anak laki laki Mereka harus jadi pria tangguh bila ingin sukses Tak boleh cengeng dan manja " kata bi Yam
" Ya bi itu benar " kata Erni dan Wati kompak Yang ikut duduk santai menunggu kedua tuan muda kecilnya itu.
Sedangkan di apartemen Disti . Disti mengamuk Karna Erik tak mau membelikannya mobil baru Yang sesuai dengan keinginan nya
" Kau keterlaluan bagaimana aku bisa pergi Bila aku tak punya mobil " kata Disti cemberut
" Bukan masalah ku, itu masalah mu Aku sudah menawarkan antar jemput dengan sopir untuk mu Karna aku belum mampu membelikan mu mobil mewah Kalo kau mau mobil Brio saja " kata Erik
" Erik itu mobil murah " kata Disti
" Astaga Dis, itu lebih baik dari pada kau naik taxi kan Dan mami bisa kau antar kemana mana " kata Erik cuek
" Kenapa kau pelit sekali sih " omel Disti
" Huh, kau minta pesta di gedung sudah aku turuti Dis, kalo kau ingin minta yang lain kita harus menabung dulu .Uang ku sudah habis untuk persiapan resepsi kita Kecuali bila kau mau memakai uang sumbangan para tamu. " Kata Erik
" Dasar lelaki pelit Kenapa perhitungan dengan istri sendiri " kata Disti ngomel
" Aku hanya punya perusahaan kecil Dis, Dan ku harap kau mengerti Dan aku ini bukan Ferdi Yang punya perusahaan besar di mana mana Dan lagi kenapa kau terlalu bertingkah sih " kata Erik Yang membuat Disti terdiam
" Aku bertingkah karna aku ini model masa punya suami pelit " dumel .Disti
" Ya memang itu yang aku punya , kalo kau tak mau ya sudah Kau bisa menggugat ku untuk bercerai" kata Erik Yang pusing dengan ulah Disti
Yang membuat Disti terperangah mendengar ucapan Erik
" Erik ....." kata Disti berteriak
__ADS_1
" Apa lakukan yang lho mau , karna aku tak perduli Kalo sekalipun kau ingin bercerai itu lebih baik Dari pada kita harus bertengkar setiap hari " kata Erik Yang lalu keluar dari apartemen Disti ..
" Erik......" Teriak Disti kesal Namun Erik tak memperdulikan nya Karna kepala nya serasa mau pecah karna Disti slalu saja memerasnya Dan mengajak nya bertengkar