
Di rumah besar keluarga Ferdinan Mami sedang lahap makan bersama papi Yang duduk di meja makan tampa mem perduli kan Ferdi yang melewati mereka
" Ya ampun mi anak lewat sampai di cuekin ya " kata Ferdi protes .Karna ia baru selesai dari ruangan sang papi mempersiapkan berkas untuk besok
" Biasa tuan muda nyonya kalo lagi makan enak begitu. Makan nasi panas dan pulen sambal dan rica rica tambah lalap serasa dunia milik berdua Yang lewat lewatlah " kata bi Yam terkekeh
" Kok tahu bi Yam kan bi yam juga gitu dulu pas mang ucup masih hidup asyik berdua . Mertua lewat di cuekin " kata papi membalas
" Hahaha...... kok papi tahu pi , emang benar tuh bi " kata Ferdi terkekeh sambil mengisi piring makannya
" Ya den sewaktu bibi muda dulu waktu di kampung kan waktu itu tuan pas butuh pengasuh buat jaga tuan muda " kata bi Yam Karna mertuanya adalah sopir
Mendiang kakek Ferdi dari sang papi
" Hahaha......ada ada saja " kata Ferdi lalu berdoa dan mulai makan
" Apa Tina sudah kau beri tahu saja tugasnya Fer " kata papi
" Sudah pi , Ferdi yakin Aya baik baik saja selagi ia disana " kata Ferdi yang tahu istrinya itu memang tak banyak beraktifitas di luar
" Bagus lah papi dan mami juga berharap begitu Jangan sampai terjadi apa apa dengan mereka " kata mami Yang sayang dengan Aya karna Aya baik dan juga penurut Dan menantunya itu juga polos tak banyak menutut macam macam
" Oh ya apa kau sudah bertemu Reyhan nak minggu depan kita akan hadir " Kata papi menatap Ferdi
" Sudah pa , ada apa memang nya Ferdi pasti datang kok " kata Ferdi
" Apa kau tidak tahu Naura istrinya itu mantar pacarmu sma dulu . Jangan kau bilang kau lupa " kata mami menatap Ferdi penuh selidik
" hahaha...... oh itu rupa nya.. ingatan mami masih tajam juga . Ya dia Naura Dan Ferdi cukup kaget dia jadi istri Reyhan bukannya calonnya wanita lain " kata Ferdi Yang curiga pada Naura .
" Riska ketahuan selingkuh dan tantemu langsung membatalkannya Lalu tampa sengaja Mereka bertemu teman lamanya Dan meminta putrinya jadi istri Reyhan yang nyatanya putrinya itu Naura " kata
mami sambil meneguk segelas air putih
Sampai tandas tak bersisa
" Dunia sangat sempit " kata Ferdi
__ADS_1
Yang lalu menyuap makanan nya santai
" Tapi papi dan mami bersyukur kau menikahi Aya Tak menikahi kaifa " kata mami mengambil tissue
" Heh....... jelas lah Ferdi juga bersyukur mi Hampir saja Ferdi di bodohi " kata Ferdi gusar mengingat Kaifa
" Apa kau sempat menidurinya " kata papi
" No ....hanya ....." kata Ferdi menggantung
" Ck .... kau mencicipi nya kan sedikit kalo tidak mana mungkin kau tahu Fer .Giliran sama Aya non stop kaya kuda liar " kata mami menatap Ferdi
" Ih mami.... kenapa dibahas sih. mami bikin Ferdi malu saja " kata Ferdi protes
" Malu kenapa ?" orang mami sendiri tahu isi dalaman mu itu Fer dari kecil sampai besar kan mami yang slalu mengurus mu
Giliran sudah berbulu toh si otong Dan punya pacar lupa sama mami " kata mami
" Dih ..... mi ngak usah diungkit juga kali mi , bikin malu saja " kata papi terkekeh
" Iya tuh pi , Apa mami ngak malu sama bi yam " kata Ferdi kesal
" Bi yam........" teriak mami
" Hehehe...... maaf nyonya keceplosan " kata bi yam yang buru buru kebelakang
" Hahaha........ sudah mi ngak usah dibahas yuk ke kamar main kuda kudaan " kata papi tertawa
" Papi........ apaan sih " kata mami mendelik kan matanya
" Lah santai mi ngak usah teriak juga Nanti malah di intip Ferdi " kata papi beranjak dari kursi sambil tertawa
" Ih .... dasar ya tua tua keladi makin tuan makin jadi " kata Ferdi cemberut karna tahu papinya itu sedang memanas manasi nya Yang sedang kesepian .
" Hahaha......." tawa papi dan mami yang menjauh dari meja makan .Yang memang suka mengerjai putra tunggalnya itu
" Huh...... nasip bini jauh tong tong " kata Ferdi bicara sendiri sambil menikmati makan nya . Karna mau tak mau ia harus meninggalkan Aya demi pekerjaan nya .
__ADS_1
**********
Disisi lain Yusuf baru saja memasukan mobilnya ke garasi mobil di rumah nya
Karna ia terlambat pulang hari ini .
" Assalamualaikum pi " kata Yusuf
" Walaikum salam nak gimana hari ini " kata papi Yusuf
" Alhamdulilah lancar pi , jadi bulan depan Yusuf bisa menyicil utang Yusuf sama Ferdi tiap bulan pi , karna perkembangan cafe kita cukup bagus " kata Yusuf yang melepaskan kemeja nya
" Syukur lah nak, dia masih mau membantu kita karna di bank akan banyak bunga nya dan lagi pula jadi riba " kata papi
" Ya pi, Yusuf bersyukur Ferdi mau menolong kita yang lagi susah entah bagaimana nasip kita Apalagi pengobatan mami cukup mahal " kata Yusuf yang sangat berterima kasih pada temannya itu karna masih perduli .Mengingat Tris dan Wandi sedang tak punya uang saat itu
" Papi kemaren dapat undangan Reyhan minggu depan sepupu Ferdi akan menikah Apa Ferdi belum ingin menikah juga nak " tanya papi Yusuf
" Ferdi sudah menikah pi , diam diam dengan gadis muda dan sekarang sedang hamil " kata Yusuf
" Hah.....bagaimana bisa bukan nya Ferdi dengan Kaifa Lalu bagaimana dengan keluargga mereka " kata papi Yusuf kaget
" Waktu papi di rumah sakit dulu Yusuf menghadiri pernikahan Kaifa pi, dia menikah dengan Wandi karna Wandi selingkuh dengan Kaifa dan hamil anak Wandi Dan Ferdi tak terima Dan ia juga menikah dengan perempuan lain . Kalo masalah keluargga itu urusan mereka pi Yusuf ngak mau tahu. Biar saja itu urusan mereka kita ngak perlu kepo . Mending ngurusi usaha " kata Yusuf
" Teman mu itu perempuan bodoh , bagaimana dia bisa selingkuh kalo tahu Ferdi lebih baik dari Wandi. Dan pastinya dia sangat menyesal . Ya sudah papi mau istirahat " kata papi menggeleng kan kepalanya Tak mengerti dengan pola pikir jaman anak sekarang .Yang hanya ingin kesenangan sesaat saja
Yusuf pun lalu mengantar papinya kekamar lalu menutup pintu sedangkan maminya masih berada di rumah sakit di jaga sang kakak Yang membuat Yusuf sekarang cukup berhati hati dalam mengeluar kan uang setelah bercerai dengan istrinya .Ia ingin fokus dulu merawat orang tuanya .
Sedangkan disisi lain Rio dan Ara sedang mengumpulkan nota belanja mereka hari ini untuk cafe
" Banyak juga ya de , mudahan kalo jalan nanti bisa dapat untung lumayan " kata Rio
" Aamin Ya mas, kan memang buka usaha itu harus sabar pelan pelan kan ngak langsung bisa dapat untung banyak kan bertahap . Apalagi kita dari nol Kak Aya pasti habis banyak " kata Ara
" Ade pintar sudah bisa mengerti dan paham tampa dijelaskan " kata Rio tersenyum kagum
" Ya dong kak , kepahitan hidup membuat Ara belajar dan berpikir kritis untuk memanfaatkan kesempatan yang ada Karna pasti tak ada perjuangan yang sia sia bila kita bersungguh sungguh " kata Ara tersenyum Karna ia tahu hidup ini cuma sekali dan Ara tak mau ber leha leha
__ADS_1
Karna hidup adalah untuk perjuangan