
Acara pun berjalan lancar Ferdi menjadi perhatian ibu ibu dan juga bapa bapa yang hadir karna terlihat berbeda
" Pa Kevin jadi itu suami mba Aya " kata Ustad Afif memperhatikan Ferdi
" Ya ustad apa ada masalah ustad " kata Pa Kevin
" Tidak hanya dia memang terlihat berbeda Bagi orang awam mungkin biasa Tapi untuk orang yang terbiasa dikota dia berbeda karna bahasa tubuh nya bukan orang biasa .Bapa bilang beliau orang kantoran Tapi dia terlihat seperti seorang pengusaha " kata ustad Afif ya terbiasa bertemu orang orang kelas atas .
Pa Kevin tersenyum " Ustad bermata Jeli dia memang seorang pengusaha di jakarta Jadi kadang kesini hanya untuk mengantar juga menjemput istrinya pulang " kata pa Kevin Yang memang tak mungkin bisa menyangkal siapa menantu nya itu .Karna Ferdi memang tak biasa berkumpul dengan orang orang biasa Karna sedari kecil memang sudah biasa tinggal di luar negri .
Sedangkan di dapur Aqila yang bersama Via terbelalak Ketika yu Irah menunjuk Ferdi .yang jadi suami Aya
" Yu jangan bercanda tuh benar suami Aya .Ya Allah tak kira om om gitu nyatanya keren ya ampun Ay lho kok ngak bilang punya suami se keren begitu " kata Qila protes
" Shut jangan berisik ih kalian ini kaya ngak pernah lihat cowok aja " kata Aya terkekeh
" Aish kau ini Ay pantas anteng saja punya suami keren . Betah ya di kamar " kata Via menyindir
" Hahaha...... ngiri bilang beb. Kan mau ngak mau tetap melayani suami Apalagi
Kalo enak " kata Aya tertawa
" Sialan lho Ay mentang mentang punya laki Pantas santai santai aja ngak mau kuliah Orang ngak kuliah aja lho sudah tajir " kata Qila
" Dah ngak usah di bahas kak , nanti juga punya kakak berdua juga punya jodoh sendiri " kata Ara tersenyum .
" Iya de tapi kak. Ay mu itu beruntung karna suaminya keren dan tampan gitu kak Via pikir hanya biasa doang Tapi ternyata tajir benaran " kata Via yang memang Aya bersuami seorang Coe
Di ruang tamu Ferdi duduk santai bersama Rio dan pa Kevin ketika para tamu pulang .Dan pa Sapto juga ikut bergabung untuk ngobrol bersama sambil menikmati kue kue di depan mereka .
Sedangkan Aya menyuruh yu Irah untuk membungkus kan untuk istri dan anak .pa Sapto juga memberi snack Yang masih tersisa karna hanya 50 orang yang datang Dan sisa nya masih banyak .
" Yu buat yu Irah juga bawa ya biar bisa buat besok juga Karna sayang bila ngak ke makan " kata Aya Yang memisah kan sebagian untuk diantar ke rumah ustad Afif .Dan setelah selesai Yu Irah pulang diantar Rio
__ADS_1
Malam nya Ferdi yang melihat Qila dan Via tersenyum Karna dia sudah tahu banyak cerita dua sahabat Aya
Lalu kembali masuk kamar Karna ada seseorang yang menghubunginya
" Vi la, makan sana tuh banyak banget mubazir bila di buang . De temani mereka ya , Kak Aya mau nemenin abang dulu " kata Aya tak ingin membiarkan suami nya itu sendiri Apa lagi Ferdi sudah jauh jauh datang untuk menjemput nya .Lalu Aya pun masuk kedalam kamar
"' Ya aku ingin siapa pun orang nya . Bagaimana bisa mereka berpikir ingin melenyap kan istri dan anak ku " kata Ferdi terlihat kesal
Yang membuat langkah Aya terhenti
Mendengar pembicaraan Ferdi ditelpon
Yang bicara dengan seseorang
" Ya aku ingin istri ku aman dan Aku butuh orang yang tangguh " kata Ferdi
Yang meminta seorang bodyguard untuk mengawal Aya
" Ok kabari bila sudah ada " kata Ferdi menutup pembicaraan
" Bang ..." kata Aya mendekati Ferdi
" Hai ....sini " kata Ferdi Yang lalu memeluk Aya
" Ada apa bang " kata Aya bingung
" Tidak ada apa apa Abang hanya ingin Aya aman " kata Ferdi yang tak mau Aya takut ..Karna memang Aya tak tahu apapun Apa yang sebenarnya terjadi
Aya pun terdiam dan menatap lekat wajah tampan suaminya itu Entah mengapa perasaan nya gamang mendengar perkataan Ferdi Karna ada orang yang ingin mencelakai nya .
" Ayo tidur sudah malam " kata Ferdi Yang lalu mengandeng Aya ketempat tidur Dan keduanya pun berpelukan Yang membuat Aya sedikit tenang
" Apa abi punya musuh " kata Aya menatap dalam manik mata Ferdi
__ADS_1
" Tidak tapi kita tak tahu siapa saja orang yang iri dengan kita Dan pastinya mereka punya cara untuk melenyapkan orang " kata Ferdi memeluk erat istrinya Dan Aya pun menyusupkan kepalanya di dada Ferdi lalu terlelap dengan tenang
" Abang akan menjaga mu dan anak kita " kata Ferdi yang memeluk Aya erat karna ia tak mungkin diam saja bila Ada orang yang berusaha menyakiti sang istri Apa lagi ada penerus keluarga Ferdinan yang akan lahir.
Ferdi pun merasa tenang bisa tidur memeluk istrinya itu .Aya memang masih muda dan tak modis seperti Kaifa dan Naura atau pun Heni Tapi Aya cukup cantik dan berhati lembut Juga bisa melayaninya dengan baik Bahkan bukan wanita yang hobby shoping untuk menghambur hamburkan uang Dan Ferdi juga tak punya alasan meninggal kan Aya Karna orang tuanya menyayangi Aya melebihi dirinya. Yang membuat Ferdi
sadar Aya pintar mengambil hati kedua orang tuanya. Yang belum bisa dilakukan pacar pacar nya Yang mengenal mami dan papinya bertahun tahun .
Paginya seperti biasa Ferdi sudah bekerja seperti biasa yang di antar pa Sapto kekantor .Dan Aya dirumah sambil menghubungi Qila dan Via yang menata perkakas di cafe yang akan buka Minggu depan karna sekarang mereka sedang mencari koki satu orang untuk membantu Via di dapur.. Dan setelah selesai Via dan Qila pergi kampus terdekat untuk mendaftar kuliah .
" Gila La, bila kampus dekat Cafe akan lebih rame lagi nih " kata Via .
" Fokus satu dulu baru buka cabang " kata Qila
" Ya la, agar kita bisa menyelesaikan kuliah sambil kerja Lagian Aya baik banget sudah bantu Jadi jangan sampai kita mengecewakan dia " kata Via
" Ya yuk lihat sebelah sana " kata Qila Yang tak sengaja melihat Rio
" Rio..." teriak Qila
" Woi.....kenapa kalian bisa ada disini hah ..bukan nya di jakarta " kata Rio
* Kami ingin mencoba peruntungan baru boy ingin merasakan kota gudeg " kata Via tersenyum
" Ya sudah butuh bantuan apa ?" kata Rio menatap dua teman SMA itu
" Cari jurusan dan pendaftaran " kata Via
Yang membuat Rio terkekeh lalu membawa dua teman nya di bagian adminitrasi pendaftaran dan perpindahan kampus
Sedangkan dirumah Aya sibuk menggambar di kertas untuk melatih tangan nya Untuk tetap menggambar karna itu memang menurun dari sang bunda
Di balik pintu pa Kevin tersenyum melihat putrinya itu sibuk sendiri Mengisi waktu luang nya dengan menggambar .Yang mengingatkan nya pada sang istri .
__ADS_1