
Aya memejam kan mata nya lalu membuka isi dompet itu Dan benar saja itu milik suaminya .
" Kak Tris kemana arus sungai ini berujung "' Teriak Aya
" Ke area banten nona tapi sangat pelosok " kata Tris
" Apa jauh " kata Aya
" Ya harus jalan kaki nona, Medan jalan nya sulit nona Karna memang masih rawan Dan penduduk hanya 2 dan 3 kepala keluargga saja "kata Tris
" Ada apa nona menanyakan nya " kata Sam menatap Aya heran
" Kita cari kesana !! Tapi tidak sekarang . Kalian bisa mengeceknya dulu kesana Aku menemukan dompet abang " kata Aya mendekati Tris
" Dompet " kata Tris kaget
" Mana coba kami lihat " kata Tris Yang membuat Aya memberikan dompet Ferdi pada Tris .
" Iya dompetnya utuh .Apa nona yakin tuan muda masih hidup " kata Tris menatap Aya
" Entah lah kak , Tapi Aya yakin Abang masih hidup Walau pun ia terluka parah " kata Aya Yang menatap batu besar
" Itu pasti nona, Karna batunya cukup besar Dan bila tuan muda jatuh dari atas Ada kemungkinan ........" kata Sam menggantung Yang bisa melihat ketinggian 10 meter bila Ferdi terjatuh menghantam batu paling tidak cacat dan lumpuh total
" Kita cari abang , walau pun itu hanya jasad nya " kata Aya lirih .
" Besok kami akan mulai kesana nona " kata Ran .
" Kita bicara kan dulu ini dengan tuan besar Ran Sam Supaya bila terjadi sesuatu Kami bisa cepat menghubungi kalian " Kata Tris Karna mereka juga perlu persiapan .Yang matang untuk pencarian
" Ya kak, dan Aya akan ikut mencari setelah lomba dua minggu lagi " kata Aya Yang berusaha tidak menangis Karna ia hanya menemukan dompet suaminya .
" Ya nona , tapi biar kami melihat situasi nya dulu disana Dan nanti biar tuan besar Yang memutuskannya Kalau nona mau ikut tak jadi masalah Karna sangat berbahaya bila jalan ke pelosok desa sangat jauh Karna di sana berada di pinggiran tebing dan jauh dari desa penduduk lain nya " kata Tris
" Ya kak " kata Aya Dan Tina hanya diam berharap suaminya juga selamat
" Ayo kita pulang ,kita temui tuan besar Agar kita bisa mulai melakukan pencarian besok " kata Tris menatap Sam dan Ran
" Ya tuan " kata Sam dan Ran kompak
Mereka pun lalu kembali keatas sambil menjaga Aya yang berjalan pelan di tebing curang memegang tali
__ADS_1
" Ayo Ay, pelan pelan saja " Teriak Via Dari atas melihat Aya mulai naik
" Hati hati " kata Yusuf Yang lalu meraih tangan Aya setelah mendekati mereka .
" Alhamdulilah " kata Aya lega Yang naik disusul Tina dan Tris
" Apa ada petunjuk " kata Yusuf
" Nona Aya menemukan dompet Tuan muda suf " kata Tris
" Alhamdulilah lalu ....?" kata Yusuf
" Kita akan bicarakan ini dengan Tuan besar lebih dulu suf Mengingat tempat itu sangat jauh. Dan nanti kita akan bayar orang menyusuri sungai ini dengan arum jeram .Tapi kita juga harus mencari di desa mana mereka terdampar ." kata Tris.
" Ya kau benar , kita perlu bicara kan ini baik baik Entah nanti hasil nya mengecewakan Paling tidak kita sudah mencoba mencari mereka Dan kita akan mempersiapkan semuanya " kata Yusuf
" Ya tuan Yusuf benar itu harus " kata Sam Dan Ran mengangguk setuju
" Sekarang ayo kita pulang, nona mari " kata Sam
" Ya ....ayo Tin " kata Aya Yang melihat Tina banyak diam sedari tadi .
" Ya nona " kata Tina Yang lalu masuk kedalam mobil Dan duduk di sebelah Aya sambil memikir kan Alan suaminya
" Tidak nona , Saya hanya khawatir Alan tak bersama tuan muda .Dan bagaimana kalo mereka tak selamat ." kata Tina lirih matanya berkaca kaca menahan bendungan air mata yang ingin jatuh
Aya mengenggam tangan Tina " Kita hanya berusaha Tin Tuhan yang menentukan semuanya Kalo pun nanti tak ada hasil nya Kita harus iklas .Karna kita sudah berusaha mencari mereka Dan kalo pun mereka hidup dalam kondisi terparah sekali pun Kita harus bisa menerimanya " kata Aya Yang lalu memeluk Tina dan meneteskan air matanya begitu juga Tina Memeluk erat tubuh Aya sampai tubuhnya terguncang
Di kursi depan Sam dan Ran hanya bisa diam Tak bersuara Karna mereka juga tak bisa melakukan apa pun .Mereka hanya saling pandang sambil melihat jalanan mengikuti mobil Yusuf yang berlari di depan mobil mereka.
" Apa nona yakin bisa menemukan mereka .Apa mereka masih hidup " kata Tina terisak
" Insyaallah mereka masih hidup Dan pasti mereka juga pasti berharap bisa kembali " kata Aya yakin suami nya masih hidup. Karna ia tak mendapat firasat apa pun saat kejadian .
Mereka sampai dirumah tepat jam 11 siang Yang membuat papi kaget kalo Aya menemukan dompet Ferdi Yang membuat papi bersyukur semua nya aman Dan tinggal mencari putranya . Mereka pun lalu berunding di ruang kerja papi Untuk mempersiapkan pencarian Ferdi dan Alan mulai besok
" Sam suruh beberapa anak buah mu ikut, aku ingin Ferdi di temukan Apa pun kondisinya sekali pun sudah tinggal jasadnya sekali pun " kata papi
" Ya tuan kami akan meninjau kesana besok " kata Sam
" Ya untuk masalah uang , kau datang saja ke kantor besok pagi Aku sudah disana jam 8 pagi " kata papi
__ADS_1
" Baik tuan , kalo begitu kami permisi " kata Sam dan Ran
" Ya hati hati , persiapkan dengan matang agar bisa berjalan dengan baik " kata papi pada keduanya.
" Ya tuan besar kami pamit, tuan Yusuf Tuan Tris kami pergi " kata Sam
" Ya hubungi kami nanti malam Sam bila semua sudah siap " kata Tris
" Baik tuan Tris " kata Sam Yang berlalu bersama Ran Dan kedua teman mereka sudah menjemput di depan gerbang .
Sedangkan Aya duduk sendiri di kamar nya Sambil menatap foto Ferdi dan memeluk nya .
" Kalo pun kau cacat Aya akan tetap cinta abang " kata Aya meneteskan air mata nya Lalu menghapus nya cepat ketika ada orang mengetuk pintu kamar nya .
" Ay, boleh mami masuk " kata mami
" Iya masuk saja mi " jawab Aya
Ceklek ....
Mami pun masuk kamar Dan melihat Aya meletakan bingkai foto Ferdi Yang membuat mami duduk di sisi ranjang Lalu mengusap bahu Aya Dan menatap wajah menantunya itu .
" Jangan sedih mami dan papi slalu bersama mu " kata mami memeluk Aya
" Aya tidak tahu harus berkata Apa mi , tapi Aya tak tega kalau di luar sana abang kenapa napa " kata Aya .
" Ya mami juga, dan besok papi sudah meminta Sam untuk survei lokasinya dan medan jalanya dulu " kata mami
" Kita berdoa saja semoga keduanya baik baik saja " kata Mami
" Ya mi , Aya juga berharap begitu " kata Aya lirih yang memeluk tubuh mami erat Karna mami Risma seperti ibu kandung nya sendiri .
" Ayo ketaman , tadi Afnan dan Aska minta buat kan bubur sumsum campur es krim Mereka akan memakan nya sambil menunggu mu pulang Ay " kata mami tersenyum.
" Ya mi " kata Aya menghapus air matanya . Dan berdiri mengandeng tangan mami Risma melangkah keluar kamar
Menuju taman belakang Dan ketika melihat Aya . Afnan dan Aska berlari senang Untuk menyambut Aya
" Awas .... jangan lari " kata mami
" Bug.......
__ADS_1
" Aska ......." Teriak Aya cepat berlari
Menghampiri Aska