
Sorenya sehabis dari Mall Ferdi langsung membereskan semua berkasnya Yang akan Ia bawa besok . Sedangkan Aya membantu bi Yam didapur .
Malam nya setelah pulang tarawih Aya langsung beristirahat di kamar tamu Yang membuat Ferdi terbangun dan mencarinya
" Dimana dia ?" kata Ferdi yang tertidur setelah isya tampa ikut tarawih
Ferdi pun melihat jam yang menunjukan angka 2 di dinding kamarnya.
" Dasar bodoh apa dia tidak tahu kalo dia nona disini ,tidur dimana dia " kata Ferdi yang bangun dan mencari Aya Kekamar tamu
Benar saja Aya tertidur di kamar tamu Karna tadi malam .ia takut masuk kamar .
tuan mudanya itu Yang membuat Aya tidur di kamar tamu.
" Ya ampun kau ini " kata Ferdi naik keatas ranjang dan memeluk Aya .Karna kini Ferdi sudah terbiasa tidur memeluk Aya .Dan ia tak bisa jauh dari Aya.
" Ugh .....lenguh Aya yang merasa ada tangan seseorang di pinggang nya
" Astaga ... kenapa tuan ada disini , padahal aku sudah menghindarinya " kata Aya Yang terkejut melihat tuannya itu memeluk pinggangnya
" Kenapa kau terkejut , Kau tak kan bisa lari dari ku gadis pelunas hutang " kata Ferdi berbisik.
" Tuan bagaimana tuan bisa disini " kata Aya yang ingin bangun namun .tubuhnya di tahan Ferdi.
" Mau kemana ?" tanya Ferdi
" Membantu bi Yam menyiapkan makanan untuk sahur tuan " kata Aya
" Sudah banyak pelayan di dapur , tak perlu kau disini saja melayaniku " kata Ferdi yang memeluk tubuh Aya .Dan mengecup bibir Aya .
Lagi lagi Aya tak bisa berontak karna tuannya itu. Ferdi melakukan apa yang ingin ia lakukan Dan entah kenapa Aya juga tak bisa menolaknya .Karna Aya slalu terbuai Dan Ferdi pun sudah terbiasa melakukanya Karna baginya Aya adalah candu
" Tuan bagaimana kalo nyonya dan tuan tahu kita ....." kata Aya setelah pelepasan Dan Ferdi memeluknya erat.
" Kenapa , tak akan ada masalah, bangun kan aku menjelang sahur Dan siapkan Air hangat untuk ku mandi " kata Ferdi kembali memejamkan matannya
" Ya tuan " kata Aya membiarkan Ferdi memeluk tubuhnya..Entah mengapa akhir akhir ini ia juga senang dekat dengan tuannya itu.
Tak lama terdengar dengkuran Ferdi .Aya yang merasa tuan sudah tidur diam diam bangun Dan membersihkan diri mandi air hangat Lalu membantu bi Yam di dapur bersama pelayan lain .
" Nona sudah semua bangun kan tuan muda saja ya " kata bi Yam Yang menata makanan diatas meja.
" Ya bi " kata Aya yang lalu menuju kamar tamu untuk membangun kan Ferdi
" Tuan bangunlah tuan mau mandi dulu atau makan sahur dulu " kata Aya
" Aku mau mandi dulu " kata Ferdi beranjak dari tempat tidur
__ADS_1
" Ya tuan air nya sudah siap " kata Aya . Karna memang sebelum membangun kan tuan nya. Aya sudah memenuhi permintaan Ferdi..Lalu Ferdi bergegas mandi sebelum waktu sahur habis.
*********
Paginya semua koper sudah siap diteras Lalu Alan dan parman memasukan koper keduanya kedalam bagasi mobil .Dan mereka pun berpamitan sebelum berangkat
" Pi mi Ferdi berangkat dulu " kata Ferdi menyalami papi dan mami nya.
" Ya hati hati disana , jangan sering keluar malam Dan ingat jaga istrimu " kata papi menatap Ferdi
Deg.......
Aya yang berdiri terpaku mendengar nya
Lalu ikut menyalami tuan dan nyonya nya
" Tuan ,nyonya saya pamit dulu " kata Aya
sopan mencium takzim kedua tangan orang tua Ferdi
" Ya hati hati ya nak " kata papi Sandi
" Ya nak , layani suamimu dengan baik " kata mami Yang membuat Aya kembali bingung Tiap kali Aya mendengar kata suami .Yang membuatnya ingin bertanya Tapi entah mengapa mulutnya terkunci rapat Karna yang ia tahu ia tak pernah menikah Dan belum di nikahi tuannya
Dan kalo pun .sudah kapan. ? Tapi Aya heran Kenapa ia dianggap menantu oleh papi dan Mami Ferdi yang notabene tuan dan nyonya besarnya .
" Ya mam pi , kami berangkat " kata Ferdi lebih dulu masuk mobil Begitu juga Aya yang duduk disebelah nya .
Keduanya tak bicara di sepajang jalan Hanya sesekali Aya melihat wajah tuannya itu karna ingin bertanya Namun Aya urungkan Sedangkan Ferdi hanya diam Entah apa yang sedang ia pikir kan
Setibanya dibandara kedua nya langsung cek in Dan menunggu di ruang tunggu
Ferdi sengaja mengambil tiket kelas bisnis Agar bisa duduk dan tidur nyaman selama perjalanan.Dan ketika masuk pesawat Aya pun mengantuk karna lelah lalu terlelap tidur Tampa memikirkan Ferdi lagi Karna ia hanya tidur sebentar tadi malam Ulah tuannya yang slalu mengusik nya.
" Kau sangat imut .sampai aku gemas melihat mu " kata Ferdi menatap wajah polos Aya. Yang membuatnya slalu ingin dekat dengan Aya
Ferdi pun mencium kening Aya Walau ia pria yang cuek Tapi di hati nya ada rasa sayang pada Aya dan juga rasa iba pada gadis mungil itu. Apalagi akhir akhir ini ia tak bisa jauh dari gadis itu Dan tak lama Ferdi pun ikut tertidur setelah cukup puas memandangi wajah Aya . Aya terbangun ketika Ferdi mengecup bibirnya Dan pesawat sudah mendarat mulus di kota Bonn .Yang membuat Aya kaget .Karna Aya sama sekali tidak tahu ia sudah berada di mana .Yang Aya pikir mereka hanya di wilayah indonesia.
" Ayo bangun kita turun " kata Ferdi yang sudah siap sedari tadi
" Hah..... kita dimana tuan " kata Aya bingung
" Tak usah banyak tanya ikuti saja " kata Ferdi melangkah lebih dulu sambil menarik tangan Aya berjalan di lorong pesawat .
*********
Dirumah kecil seorang wanita sibuk mencari sesuatu di dalam lemari
__ADS_1
Entah berapa lama Namun belum ia temukan juga
" Dimana dia menyimpannya, ah sial pasti pria tua itu menyimpan nya di tempat lain atau .... " omel wanita itu sambil memeriksa kembali lemari pakaian suaminya Namun ia tak menemukan apa apa disana.
" Kau tak akan bisa menemukan nya dri
Dan tak kan ku biarkan anak anak ku menderita lagi " kata pa Kevin yang mengintip di balik gorden jendela Melihat istrinya itu mencari sesuatu yaitu barang berharga Sebab itu lah Ia sengaja pulang lebih awal Dan ingin memastikan sesuatu Karna sudah lama pa Kevin tahu istrinya itu bermain judi online .Yang membuat perusahaannya bangkrut. Awalnya ia tak percaya. Tapi ketika Narto supir nya yang berhenti bercerita ia pun percaya .Karna Indri slalu bisa mengelak tiap kali Kevin bertanya tentan uang nya yang cepat habis Dan mengatakan tidak tahu apa apa .
" Indri ....... bu...." teriak Pa Kevin dari luar
Bu Indri pun kaget Dan bergegas keluar dari kamar dan menemui suaminya
" Ayah .... kok tumben pulang cepat " kata bu Indri kaget .
" Ayah sudah sudah menyelesaikan semua pekerjaan karna ingin cepat pulang Apa Amara belum pulang ? " tanya pa Kevin
" Belum yah , apa ayah mau kopi " kata bu indri menatap suaminya.
" Tidak , air putih hangat saja " kata pa Kevin yang duduk di ruang tengah.
" Ya sudah , ibu ambilkan dulu ya pa " kata bu indri berlalu kedapur. Yang membuat pa Kevin mengelengkan kepalanya.
" Aku tak akan memberikan satu sen pun bila aku mati bu Karna kau sudah kelewat batas " kata pa Kevin yang sangat kecewa dengan istrinya. Yang slama ini pura pura baik di hadapan nya.
Sedangkan bu indri menyiapkan air putih
hangat untuk suaminya.
" Sial kenapa ia bisa cepat pulang , aku gagal lagi mengambil sertifikat tanah itu " kata bu indri pelan Lalu kembali keluar dengan membawa segelas air putih
" Ini yah , oh ya uang belanja kita habis yah " kata bu indri sambil meletakan segelas air hangat di meja didepan suaminya .
" Kenapa bisa bu, padahal seminggu satu juta itu cukup untuk kita makan enak Tapi
kenapa tak terlihat " kata pa Kevin
" Kan banyak keperluan sekolah Amara yah , Mana dia sering jajan diluar " kata bu indri membuat alasan .
" Pa Kevin hanya diam .lalu meminum air putih yang disiapkan istrinya.
" Ya sudah besok kita catering saja buat makan dirumah ibu bisa bebas .masalah cucian laundry kan sama wa ita Dan jajan Amara biar ayah yang ngasih " kata pa Kevin
Deg .....
" Lah kok gitu yah ibu jadi ngak punya kerjaan dirumah " kata bu indri cemberut
" Bagus kan ibu bisa ikut kerja atau merawat diri Dari pada pergi kepasar repot
__ADS_1
Dan lagi ibu jadi capek " sindir pa Kevin Yang membuat bu indri terdiam