Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 83


__ADS_3

Ferdi lalu melihat dirinya tampa sadar Yang menggunakan celana pendek milik Aya yang terlihat seksi


" Waduh......." kata Ferdi menutup di antara ************ nya .


" Hehehe....... maaf tuan muda Ya sudah saya pamit saya pikir kenapa napa " kata Tom karna tadi ia mendengar teriakan Ferdi nyaring ketika lewat Dan ia pikir ada masalah dan teryata ......


" Ya pergi lah tadi hanya ada kecoa " kata Ferdi


" Ya tuan " kata Tom tersenyum karna ia belum tidur .Lalu pergi meniggalkan kamar Ferdi


" Tuan pasti dikerjain nona " kata Tom tersenyum .


Sedangkan Ferdi langsung menutup pintu dan menguncinya . Lalu kembali ketempat tidur Dan ketika hendak berbaring lagi


" Aish belum sholat " kata Ferdi yang bergegas Menuju kamar mandi yang tak dikunci Aya


"' Mhem ..... kesempatan " kata Ferdi yang langsung masuk memeluk Aya


" Bang sudah Aya mau mandi , nanti lagi ya " kata Aya Yang kaget dipeluk Ferdi dari belakang.


" Sebentar sayang sekali lagi , abang mau merasakan nya dikamar mandi " kata Ferdi


" Hah......kan sudah sering bang " kata Aya


" Kan beda tempat beda sensasi " kata Ferdi yang tangan nya mulai nakal


" Abang ....." desah Aya yang mau tak mau menyerah karna Ferdi sudah menguasai tubuhnya. Padahal ia sudah keramas


Setelah selesai kedua pun lalu mandi dan sholat . Ferdi tersenyum bahagia Karna Aya datang menyusul nya Setelah sholat Aya pun melipat rukuh dan sajadah mereka Dan meletakan nya ditempat semula Dan Ferdi langsung memeluk Aya lagi


" Bang ayo kita sarapan " kata Aya .


" Di kamar saja ya abang suruh bibi mengantar nya " kata Ferdi memeluk Aya


Yang membuat Aya bingung Karna suami nya itu tak mau lepas darinya.


" Abang kenapa sih , apa ngak bosan Aya cepek nanti malam lagi ya " kata Aya takut suami nya itu minta tambah lagi


" Ngak abang hanya ingin peluk Aya Abang rindu " kata Ferdi jujur

__ADS_1


" Iya Aya juga tapi kan ngak enak sarapan dikamar bang " kata Aya


" Ya enak dong nanti disuapi abang " kata Ferdi yang mulai bucin


" Bang ada papi dan mami disini mereka pasti menunggu kita di meja makan Dan lagi Aya bawakan lele panggang dan bebek panggang buat abang yuk ....kita sarapan " kata Aya


" Hah..... serius ayo sayang " kata Ferdi Yang mengurai pelukannya lalu mencium Aya bertubi tubi yang membuat Aya tersenyum bahagia .Rupanya suaminya itu juga sangat merindukan nya .


" Hahaha ..... abang rindu Aya ya " kata Aya tertawa


" Ya sayang abang sangat rindu ,sampai pusing kepala abang cenat cenut " kata Ferdi yang merangkul Aya lalu menuju ruang makan Dan benar saja mami dan papi sudah menunggu keduanya untuk sarapan bersama


" Hai....pi mi , apa kabar " kata Ferdi Yang mencium pipi mami nya dengan sayang Lalu menarik kursi untuk duduk Dan .Aya juga duduk di sebelah nya


" Baik .... apa kau terkejut " kata mami


" Ya Ferdi senang karna ini kejutan luar biasa . Mami bisa jalan jalan dan belanja sama Aya hari ini " kata Ferdi


" Hah..... kok cuma mami dan Aya, papi enggak nih " kata papi protes


" Kan papi banyak duit ,Kalo Ferdi khusus buat mami dan Aya saja " kata Ferdi


" Hehehe. ... papi ikut aja kan papi bisa nemani Aya dan mami belanja dan beli beli Dan papi juga boleh beli " kata Aya


" Ya ide kreatif sayang papi suka itu " kata Papi tersenyum sambil menyuap makanan nya dengan lahap


" Menantu berbakti " kata mami terkekeh Yang membuat Ferdi manyun


Sedangkan Aya mengisi piring sang suami lalu menaruhnya di hadapan Ferdi .Ferdi yang lapar pun berdoa lalu makan .Dan Aya juga mengambil makanan untuk dirinya sendiri Dan juga memilih rica rica bebek untuk makan sambil menambah balado lele kesukaan nya


" Wah enak....banget jadi ini bawa dari Yogya sayang " kata Ferdi Yang menambah makan nya .


" Ya bang karna Aya bawakan spesial. untuk abang " kata Aya


" Demi suami yang kangen sama istri Fer tuh Aya memanggangnya sendiri " kata mami yang juga makan dengan lahap


" Trimakasih sayang, maaf abang sibuk belum bisa pulang " kata Ferdi mengusap punggung Aya


" Ini kan sudah ketemu bang , Aya akan nemani abang disini .Oh ya rumah kita sudah jadi bang. Bagus sekali terimakasih abang sudah buatin rumah buat Aya " kata Aya tersenyum

__ADS_1


" Sama sama sayang " kata Ferdi Yang tersenyum dengan mulut penuh


Sedangkan di sebuah hotel seorang wanita sedang terduduk dilantai memohon pada pria tua untuk melepaskan nya .


" Maafkan Heni om , dia sudah memaksa Heni dan Heni terpaksa mau tak mau menuntut nya " kata Heni terisak meminta belas kasihan


" Baik......tapi ingat kau tetap milik om. kau tetap akan melayani om Tiap om datang kesini Dan masalah uang itu tak akan jadi masalah " kata pria tua itu memegang dagu Heni


Heni pun menunduk dan menyeringai sinis


dibalik rambutnya yang menutupi wajah nya sambil menghapus air matanya


" Ya akhirnya aku bisa mengeruk semua isi kantong kalian . Om dewa. Gustav dan kau Ferdi ini jalan yang ku tempuh untuk dekat dengan mu Dan aku akan membuat istri kecil mu itu meradang " kata Heni Dalam hati sambil tersenyum licik untuk membalas semua yang Ferdi lakukan padanya yang sudah meninggalkan nya begitu saja.


" Baik om , tapi kita harus menjaga jarak bila ingin bertemu " kata Heni Yang lalu bangun dari lantai dan mendekati pria tua itu Dan mengodanya


" Tak masalah asal kau bisa melayani ku dengan baik Dan kau bisa membuat alasan palsu pada suami baru itu " kata Om dewa tersenyum lalu menarik Heni ketempat tidur untuk melayani Karna Heni sangat luar biasa baginya . Om Dewa cukup senang pada Heni yang memang baru 3 bulan memakai jasa Heni sebagai wanita simpanan nya. Karna sang istri sakit kanker Jadi ia mencari pelampiasan lain diluar. Dan ketika mendapat kan Heni untuk pertama kalinya Ketika Heni benar benar masih gadis Tapi karna butuh uang Heni pun mau mau saja


" Ya om ...." kata Heni dengan senyum terpaksa . Padahal tubuh nya sangat lelah di gasak Gustav yang ia tinggal kan dengan alasan bekerja .


*********


Di jakarta Wandi yang baru bangun termangu melihat meja makan sudah tersaji makanan Yang membuat Wandi langsung duduk di hadapannya


" Semoga kau benar benar tulus melayani ku Kai " batin Wandi yang masih ragu pada istrinya itu . Karna ia tahu Kaifa masih mencintai Ferdi


" Pagi sayang ini teh hangat nya " kata Kaifa yang membawa secangkir teh


" Ya terimakasih Ayo sarapan apa kau memasak semua nya " kata Wandi menatap Kaifa yang tersenyum


" Tidak sayang aku memesan nya dari mamah " kata Kaifa jujur


" Baiklah tak masalah ,tapi belajar lah untuk memasak " kata Wandi


" Ya sayang, nanti aku akan kerumah mamah untuk belajar memasak " kata Kaifa tersenyum .Karna ia .juga ingin bahagia walau hatinya masih mencintai Ferdi


" Ya hati hati , dan jangan lupa nanti malam kita akan kedokter memeriksa kandungan mu " kata Wandi


" Ya sayang " kata Kaifa tersenyum .

__ADS_1


Yang membuat Wandi sedikit tenang ketika akhir akhir ini Kaifa berubah dan mulai memperhatikan nya .Karna ia tak mungkin slalu mencurigai Ferdi yang sudah hidup bahagia dengan istrinya


__ADS_2