
Tony tersenyum senang berharap bisa menangkap dan membodohi wanita polos itu Karna ia bisa menjualnya pada pria pelanggan nya Dan itu akan menjadi keuntungan baginya .
**********
Aya membuka matanya Ketika sebuah ciuman mendarat di pipinya
" Bang apa abang pulang pagi ini " kata Aya bangun dan duduk
" Ya abang ada rapat siang ini , Aya tak perlu antar abang kebandara Karna Ken Sendiri yang akan mengantar abang pake motor biar cepat " Kata Ferdi
" Ya hati hati ya bang , apa abang sudah sarapan " kata Aya
" Yu irah sudah menyiapkannya di meja Ayo temani abang sarapan " kata Ferdi menarik tangan Aya untuk bangun
" Ya sebentar Aya cuci muka dulu " Kata Aya bergegas turun dari tempat tidur masuk ke kamar mandi Untuk mencuci muka dan menyikat giginya Tak lama Aya sudah keluar melap wajah mya Dan mengandeng Ferdi untuk menemani suaminya itu sarapan sebelum berangkat ke bandara
" Kenapa ngak pulang bareng kita saja Fer " Kata papi yang datang menarik kursi untuk duduk sarapan
" Ada rapat pi, kan ngak bisa di cancel Karna jadwalnya sudah sebulan yang lalu Jadi Ferdi harus datang " kata Ferdi
" Ya sudah hati hati " kata papi Yang menerima piring dari sang istri
" Jangan lupa jaga kesehatan " kata Mami menatap Ferdi
" Iya mi " kata Ferdi
" Abang sudah di siapkan bekal sama yu Irah jadi tuh di tas ransel biar ngak lupa makan siang " kata Aya
" Trimakasih yu " kata Ferdi yang sarapan dengan lahap Dan setelah selesai Ferdi pun bersiap siap Sambil menunggu Ken selesai sarapan
" Api..... mau uyang " kata Aska
" Ya ade sama kakak jangan nakal ya " kata Ferdi yang mencium kedua putranya itu Yang baru saja selesai mandi Dan Aya memasang pakaian keduanya
" Ciap pi " Kata Afnan memeluk dan mencium pipi sang papi Dan Ferdi terkekeh senang kedua anaknya nya sangat mengerti dengan dirinya yang sibuk bekerja Untuk masa depan keduanya Karna memang itu warisan untuk kedua putranya dan Aya .
Setelah itu Aya dan si kembar mengantarkan Ferdi sampai teras Dan mereka melambaikan tangan nya sampai memberi kiss bye Yang membuat Ferdi gemas pada dua putranya itu. Yang slalu membuatnya rindu setiap saat .
__ADS_1
**********
Malamnya Aya dan rombongan sudah sampai di rumah dengan selamat Walau tadi sempat ada drama karna Afnan dan Aska tak mau pulang Karna ingin bermain di kebun Yang membuat Keduanya berhasil membawa induk mentok dan 10 anak juga sepasang Ayam untuk di bawa pulang . Dari pada ada tangisan histeris Dan mereka juga sempat bermain di kebun Dan membawa banyak hasil panen Yang semuanya harus masuk mobil Dan di bawa pulang
" Alhamdulilah capek dan pegal padahal besok harus kuliah " kata Aya
" Aka apek uga " kata Afnan Yang ikut naik ketempat tidur Aya .Disusul Aska yang juga ikut naik dan berbaring
" Lah ngak tidur di kamar kakak dan ade saja " kata Aya
" Nemani mamah " kata keduanya kompak Yang membuat Aya tersenyum Dan membiarkan mereka berbaring di sebelahnya Karna Aya tahu pasti Dua putranya itu tak ingin jauh darinya . Karna Ferdi belum pulang dari kantor padahal sudah jam 9 malam Namun Aya hanya berpikir positif saja Karna tahu suaminya itu pasti sedang sibuk akhir akhir ini .
Di kantor Ferdi dan Tris masih berkutat dengan berkas Karna tadi mereka sudah berhasil memenangkan tender lagi
" Kita sepertinya butuh orang lagi Fer " kata Tris
" Ya cari saja , Yang penting mereka bisa kita percaya " kata Ferdi.
" Atau kita panggil Yusuf saja Kan Awan sudah masuk Biar Reyhan Awan dan Rio disana " kata Tris menatap Ferdi .Karna selama Ini Yusuf masih bolak balik
" Terserah dan berikan kunci apartemen ku pada mereka Agar mereka nyaman " kata Ferdi Karna tak ingin Apartemen nya kosong melompong Karna kemaren juga sempat di pakai Yusuf dan Via .Selama Ferdi meminta Yusuf mengurus anak cabang perusahaan nya
" Ini sudah malam ayo pulang " Kata Ferdi Yang pastinya Sam sudah mengantuk menunggunya Karna Alan masih cuti selama dua minggu Dan mereka pulang ke bandung Kerumah orang tua Tina . Jadi sementara Alan di gantikan oleh Sam asisten Alan
************
Dirumah Ara Rio baru membaringkan tubuhnya diatas ranjang Dan Ara langsung memeluk nya
" De Ara belum tidur " kata Rio memiringkan badannya menatap Ara
" Ara menunggu mas , apa mas sangat sibuk di kantor " Kata Ara
" Ya kan mas baru belajar de, jadi harus banyak latihan kalo mau naik pangkat " Kata Rio Yang tak mudah baginya mengurus urusan bisnis besar Karna tak punya basic jiwa bisnis berkelas Karna dia hanya dari orang biasa Dan Rio sadar ia harus merangkak dari bawah Untuk mengurus urusan perusahaan yang besar seperti perusahaan milik Ferdi
" Ya syukuri saja mas, kita pelan pelan saja " Kata Ara tersenyum Yang tahu
Rio mampu mengukur kemampuannya Yang tak mau memaksakan diri Dalam bekerja dikantor besar Karna Rio sudah biasa kerja kasar Ketika pindah duduk di kursi besar itu harus butuh proses .
__ADS_1
" Ya " kata Rio mencium kening Ara Dan memeluknya erat Karna Rio sangat bahagia Ara sangat memahami dirinya Dan tak protes dengan segala kekurangan nya
Cup .....
" Ade pengen " Kata Rio tersenyum ketika Ara mengecup bibir nya
" Mhem " dehem Ara Yang membuat Rio tersenyum Karna memang karna lelah akhir akhir ini mereka jarang melakukan nya Apalagi kemaren Rio ngobrol sampai larut malam Hingga Ara tidur lebih dulu dari nya
" Baik lah , mas juga kangen " Kata Rio tersenyum Lalu ******* bibir Ara dan mereka mulai sibuk dengan percintaan di peraduan Yang membawa mereka dalam gairah Untuk saling menghangatkan di malam dingin yang sepi
***********
Pagi di kampus Aya baru saja turun dari mobil Ketika Gita berlari menghampirinya
" Ay ......" kata Gita menarik tangan nya
" Ada apa sih Git " Kata Aya kaget Ketika Gita menyeretnya ke lorong kampus .
" Apa Anya sudah cerita sama lho " kata Gita menatap Aya
" Sudah kenapa ?" kata Aya heran
" Kasian dia Ay , dia mau berhenti kuliah Kemaren aku dengar Dia nangis nangis sambil memeluk nyokap nya Tapi kakaknya ngak setuju Bantu deh tuh kakaknya biar mereka bisa bayar kontrakan Masa dia harus berhenti kuliah Kasihan banget dia Ay .Aku ngak tega tuh uang buat latihan gue kasihkan dia saja de Ay Mana bokap nya kena kasus lagi " kata Gita bercerita dengan wajah sedih .
" Ya lho tenang dulu Git, nanti kita tanya Anya .Habis kuliah kita kerumah sakit Biar gue bisa bantu dan lihat kondisi mereka " kata Aya
" Ya Ay , kasihan Anya lagi terpuruk Aku takut dia stres dan down kalo ngak kira bantu " kata Gita
" Ya nanti kita pikirkan " Kata Aya. Yang teringat rumah lama mereka bisa di pakai untuk sementara waktu Walau lagi di rehab ulang Tapi tak terlalu parah . Karna memang masih bagus
" Gue sih pengen nolong Tapi ngak bisa Ngak mungkin kan satu kamar untuk tiga orang Lagian rumah kita kecil Dan takutnya tetangga gue pada nyinyir Ay Bila ada orang asing Dan mereka slalu kepo urusan orang lain " Kata Gita
" Iya gue ngerti " Kata Aya lalu melangkah menuju kelas Dan Gita ikut melangkah di sebelah nya .
" Apa Anya masuk kuliah hari ini " kata Aya melirik Gita
" Ya kayanya dia masuk Karna mau menghabis semester ini saja Ay " kata Gita manyun
__ADS_1
Yang membuat Aya membuang nafas nya kasar Mendengar cerita Gita Dan Gita pun terlihat sangat sedih Karna tak bisa menolong Anya