Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 181


__ADS_3

Rio terbangun ketika sayup sayup suara Adzan subuh terdengar .Dan Rio menatap wajah cantik Ara yang masih terlelap dipelukan nya


" Ya Allah ini seperti mimpi " batin Rio Yang membelai rambut Ara pelan Karna ia mempunya istri yang baik pintar dan secara sosial posisi Ara lebih tinggi dari nya Dan Rio hanya bisa mensyukuri Apa yang ia dapatkan Entah itu sebuah kebetulan atau keberuntungan semata Rio tak ingin memikirkannya Yang ia Rio ingin kan ia bisa menjalani semuanya Dengan apa ada nya


" Trimakasih sayang " kata Rio mencium Ara sejenak Lalu turun dari tempat tidur menuju kamar mandi Untuk membersihkan diri .


" Eugh........" lenguh Ara meraba raba di sebelahnya Namun tak ada Rio di samping nya


" Ara sudah bangun " kata Rio yang terlihat tampan dengan baju koko nya


" Mas sudah mandi kenapa ngak bangun kan Ara " kata Ara yang bangun untuk duduk


" Sekarang sudah bangun kan , mas tak perlu membangun kan Ara lagi kan. Mandi ya , mas sudah siapkan air panas Dan susu hangat di meja... tuh " kata Rio tersenyum lalu mendekati Ara


" Apa mau mas gendong " kata Rio Yang teringat pergulatan mereka tadi malam Pasti nya Ara sangat lelah Karna cukup lama mereka melakukan nya Dan saat itu Rio diluar kendali .Karna selama ini ia memendam perasaan nya Jadi lah tadi malam puncak pelampiasan Rio pada Ara Yang membuat Rio tak ingin melewat kan nya begitu saja .Kesempatan langka yang baru pertama kali ia rasakan


" Sini mendekat " kata Rio mencium pucuk rambut Ara dan mengusap nya sambil duduk di sisi ranjang.


" Ara bisa kok mas" kata Ara tersenyum lalu turun pelan pelan Dan Rio memegang tangan Ara


" Auw " rintih Ara pelan. Ketika hendak melangkah Karna merasakan ************ sakit dan perih


" Apa sakit banget , maaf kan mas " kata Rio yang lalu mengendong Ara kekamar mandi Tampa menunggu jawaban Ara


" Mas ...." kata Ara memegang bahu Rio


" Ngak pa pa , ngak usah malu " kata Rio mengangkat Ara kekamar mandi Yang lalu menaruh tubuh Ara di bath up air hangat untuk merendam


" Terimakasih mas " kata Ara


" Sama sama , sudah mas tinggal ya . Atau mau mas mandikan " kata Rio


" Ngak usah mas, Ara bisa mandi sendiri kok " kata Ara tersenyum Karna suami nya itu cukup perhatian padanya .


Lalu Ara pun bergegas membersihkan diri .Sedangkan di dapur Rio sedang membuat nasi goreng untuk dirinya dan Ara .Untuk sarapan pagi mereka berdua


*************


Di rumah besar Aya sudah sibuk mengurus dua bayinya Dan memandikan kedua putranya itu .Ia menolak dua baby sister mengurusnya anak anak nya . Kecuali mereka sudah bersih .Setelah bersih baru ia menyuruh bi Yam untuk mengawasinya .

__ADS_1


" Sini sayang biar sama mami dulu. Kan sudah ada Wati dan Erni Apa suami mu belum bangun " kata mami yang tahu Aya belum terbiasa dengan baby sister


" Abang lelah mi, apa ngak buat repot mami mengurus si kembar " kata Aya


" Mana ada Ay, mereka cucu cucu mami Wajar mami mengawasi mereka Kemana Wati dan Erni " kata mami


" Aya yang minta mereka mengurus si kembar mulai jam 7 pagi Karna Aya ingin dekat dengan si kembar mi " kata Aya Yang sudah terbiasa mengurus segalanya sendiri .


" Ya sudah sini , uluh uluh sudah ***** kan kalian Ayo sama oma ya biar mamah kalian mengurus papi " kata mami Risma membawa kereta si kembar ke taman belakang di bantu bi Yam untuk berjemur di bawah matahari


Aya hanya tersenyum melihat mertuanya itu sangat sayang pada si kembar Yang membuat Aya merasa tenang dan bahagia .


" Astaga bayi besar ku belum bangun " kata Aya bergegas masuk kamar dan menguncinya Lalu membangunkan Ferdi Yang masih terlelap di ranjang


" Bang bangun kata nya mau kekantor pagi ini " kata Aya mengecup bibir Ferdi


Ferdi pun membuka matanya pelan dan meraih tubuh Aya dalam pelukan nya


" Bang mandi , Aya juga mau mandi nanti anak anak mu menunggu lama " kata Aya lembut menatap wajah Ferdi


" Eugh..... mereka kemana ?" kata Ferdi


" Lagi sama mami " kata Aya


" Ih abang apaan ayo bangun nanti malam saja ya " kata Aya membujuk Ferdi


" Ngak mau sekarang , nanti malam beda lagi " kata Ferdi memeluk Aya


" Abang ....... ih...... mpt ..... mpt ....." Aya tak bisa berontak lagi Kalo suami nya itu sudah di luar kendalinya .Apalagi bila Ferdi memang ingin melakukan Ia hanya bisa pasrah.


Sedangkan Ferdi tersenyum puas Bila bisa menguasai Aya .Apalagi Aya pasrah tampa perlawanan Karna pagi ini mood Ferdi sedang bagus Dan Ferdi ingin menguasai istrinya itu mumpung si kembar sedang bersama sang oma


Cukup lama Ferdi berolah raga pagi ini Bahkan ia kembali melakukan nya di kamar mandi Yang membuat Aya kewalahan. Yang membuat Aya teringat saat pertama kali Ferdi menjamah tubuh nya Pria itu tak berhenti menjajahnya sampai puas.


" Bang sudah besok lagi " kata Aya Yang masih dalam pelukan suaminya itu di bawah guyuran shower


" Sebentar lagi sayang nanggung " kata Ferdi yang .Dan sampai ia melepaskan erangan pelan Aya hanya bisa memeluk suaminya itu.


Aya hanya bisa tersenyum karna semua nya iklas ia lakukan untuk suaminya Dan selama ini ia berusaha untuk . melayani Ferdi dengan baik

__ADS_1


" Trimakasih sayang I love you " kata Ferdi yang lalu membersihkan diri Dan Aya menyabuninya dengan tenang .


Setelah mandi keduanya pun menuju ruang makan . Untuk sarapan pagi


Namun papi dan mami belum ada di meja makan


" Bi ,papi dan mami mana ?" kata Ferdi yang menarik kursi sudah rapi dengan pakaian kerja .


" Di ruang tuan muda , tuan besar dan nyonya bersama si kembar katanya tuan muda sarapan saja duluan " kata bi Siti


" Oh begitu " kata Ferdi


Sedangkan Aya mengisi piring suaminya juga mengisi nasi lauk dan sayur untuk sarapan Dan lalu menyodorkan pada Ferdi Setelah itu Aya pun ikut sarapan Dan duduk di sebelah Ferdi .


" Abang pulang malam nanti malam jangan tunggu abang Tidur lah lebih dulu bila Aya lelah " kata Ferdi


" Ya bang " kata Aya sambil menyuap nasinya ke mulut


Setelah selesai Ferdi pun meminta Aya mengambil tas dan ponselnya di kamar Sedangkan Ferdi keruang tengah menemui si kembar .


Aya pun lalu mengambil tas kerja Ferdi Dan juga ponselnya Namun belum ia mengangkat nya ada nomor tampa nama masuk Dan Aya memencet tombol hijau untuk menerima nya


" Hai sayang slamat pagi " kata suara perempuan di seberang sana .


Deg........


Aya pun lalu mematikan sambungan Dan mengengam ponsel Ferdi erat .Lalu bergegas menuju ruang tengah


" Apa abang berbohong pada ku " kata Aya dalam hati . Tapi tak ada yang berubah dengan suami nya itu Ferdi bersikap biasa Dan tak ada hal hal nya mencurigakan Tapi entah mengapa ia merasa terganggu Apalagi dengan suara wanita tak dikenal itu Aya pun lalu melangkah menuju ruang tengah .Sambil membuang jauh jauh pikiran negatifnya


" Ini bang " kata Aya memberikan tas dan ponsel Ferdi Ketika sudah diruang tengah Dan Ferdi memasukan nya ponselnya di kantong jas kerjanya


" Terimakasih sayang " kata Ferdi mencium pipi Aya


" Pi mi Ferdi berangkat dulu ya , Hai jagoan nya papi jangan nakal ya jaga mamah kalian " kata Ferdi mengusap kepala dua bayi nya itu untuk berpamitan kerja.


" Ya hati hati pi, papi juga yang rajin kerja nya " jawab papi Sandi .Yang membuat Aya dan mami tersenyum .


Lalu Aya pun mengantar Ferdi sampai masuk mobil Dan melambaikan tangan nya sampai mobil menghilang di pintu

__ADS_1


gerbang mansion


" Ya Allah kuserahkan semuanya pada mu Atas hati suami hamba juga anak anak ku Lindungi kami hal yang bisa menghancurkan rumah tangga kami Yang nyata atau pun tidak " kata Aya berdoa dalam hati . Karna ada rasa takut dalam dirinya Tapi Aya mencoba melawan nya


__ADS_2