
Jeni pun terdiam sambil berpikir Lalu tersenyum simpul. Setelah itu ia mendekati sang kakak Yang berada di dalam mobil .
" Kau gila kak, kenapa sampai menabrak pagar rumah orang lain " kata Jeni
" Aku tak sengaja melakukan nya " kata Dani cuek
" Lagian mau apa lho ikut kesini, cari mangsa hah..... ngak bosan gonta ganti pacar " kata Dani pada adik nya
" Ya suka suka aku dong , aku pacaran kok kakak yang bingung " kata Jeni lalu pergi Lalu masuk ke mobil sang papi sambil mendengarkan music Dan mengamati Rio dari mobil Karna ia penasaran dengan Rio
Di kebun Ara dan Ratih juga Nila tertawa senang Sambil membungkus lele yang akan mereka bagikan untuk warga Hitung hitung beramal Dari pada dijual tidak ada yang beli
" Ya ampun ndu ini kok banyak banget mau di bagi kan kemana saja ?" kata mbok yang melihat panen lelenya sangat banyak
" Cuma warga sekitar sini mbok Beramal kan biar rezeki Ara dan mas Rio lancar mbok " kata Ara
" Aamiin .... Kaya pembagian daging korban di bulan haji aja ra " kata Nila terkekeh.
" Anggap saja begitu , cuma ini lele yang di korban kan " kata Ratih menimpali
" Hahaha ...... Iya lele dumbo kan lumayan ini besar besar " kata Ara
" Ya sudah taruh di bak Nil , biar kita bagikan .Biar cepat selesai .Mumpung sebagian bapak bapak yang diluar. Di luar di kasih " kata Paijo
" Ya mas " kata Nila .Yang langsung menata bungkusan lele Sedangkan Ara memasukan lelenya bersama Ratih ke dalam plastik . Mereka tersenyum sambil mengedipkan mata Melihat kemesraan kedua pasangan itu Karna mereka tahu Nila dan paijo akan menikah tahun depan .
***********
Di kampus Aya baru saja datang untuk mengantar desain nya Mereka memang masih libur sebagian Tapi karna akan ada perlombaan Aya pun harus masuk . Cukup banyak mahasiswa yang masih berkuliah Karna ada yang mengambil semester pendek Atau sedang memperbaiki tugas untuk memperbaiki nilai sks mereka Atau kepentingan kegiatan kampus
" Gita........" kata Aya yang masuk ke kelas mereka Karna hanya ada Gita sendiri di dalam kelas sedang menata kertas desain mereka
" Hai ...Ay, sudah gue tunggu dari tadi juga ." kata Gita tersenyum
" Apa Iksan belum datang ?" tanya Aya
" Sudah Ay, Tadi dia lagi sama pa Gery di kantor Tadi dia juga nanyain kamu lho Ay ?" kata Gita melirik Aya
" Gimana ? bagus kan gue berharap kita bisa menang Ay " kata Gita m
" Ya gue harap juga begitu " kata Aya Yang lalu menatap baju baju yang ia bawanya Membuat Gita kaget Karna terlihat bagus dan cantik cantik
" Ini lho jahit sendiri Ay " kata Gita
" Ngak , di pabrik tapi gua bawa untuk contoh kita " kata Aya optimis mereka bisa menang nantinya
__ADS_1
Sorenya setelah merapikan desain baju dan gambar persiapan lomba Aya pun pulang dan keluar dari kampus Namun ketika ia ke parkiran mobil tiba tiba tangan nya di tarik seseorang
" Akh......mba Naura ? Ada apa kok bisa disini " kata Aya kaget
" Hai.....aku panitia lomba desain disini Kau ikut lomba kan, Tapi sebaik nya menyerah saja Dan urungkan niat mu ikut Karna karya mu itu pasti tak akan menarik perhatian juri " kata Naura Tersenyum sinis meremehkan Aya
" Ngak akan , maaf seperti nya itu ngak akan terjadi .Karna bagiku tak akan menyerah sebelum berperang Masalah menang atau kalah ku serah kan semua nya pada juri dan Allah " kata Aya santai
" Cih..... Jangan bermimpi bisa menang Ay Apalagi untuk berharap .Kau hanya wanita kampung murahan Dan pasti nya desain karya mu itu juga seperti sampah " kata Naura menghina
" Terserah mba Naura saja mau berkata apa. Tapi apa salah nya mencoba .Bagi ku kalah dalam perlombaan tak jadi masalah Asal jujur dalam bekerja Tidak curang dan bermain culas " kata Aya lalu melangkah pergi hendak meninggalkan Naura .Namun Naura sengaja mendorong nya ...
" Akh ......grep........
Aya pun kaget hampir jatuh Tapi untung Tina cepat menangkap tubuhnya Dan Tina pun menatap Naura dengan tajam
" Apa kau sadar nona Naura , nona Aya ini adalah istri tuan muda .Suami mu itu hanya karyawan Tapi kau berani sekali. Apa kau tidak takut kau diceraikan tuan Reyhan " kata Tina
" Kau ....aku tak mendorong nya dia sendiri yang mau jatuh Karna tak melihat jalan Dan Reyhan tak akan mencerai ku Karna aku hamil anak nya " kata Naura sombong
" Oh ya , itu alasan mu. Semoga saja kau beruntung Bila kau celaka ku pastikan anak itu selamat Tapi bila dia celaka kau hanya lah sampah bagi Reyhan " kata Tina ketus
" Kau ....!!!" kata Naura emosi
" Ya ayo Tin, aku juga malas lihat wajah orang jahat " kata Aya Yang berlalu meninggalkan Naura sendiri
" Sial ...awas saja kalian, lihat saja nanti Akan ku buat kau menyesal merebut apa yang harusnya menjadi milik ku " kata Naura mengepalkan tangan nya Lalu meninggalkan tempat itu
Tina membukakan pintu mobil untuk Aya Dan Aya pun masuk dan duduk tenang di depan Sambil mengingat ucapan Naura
" Kau pikir kau bisa dengan mudah menjatuhkan ku Lihat saja nanti ku pastikan itu akan berbalik pada mu " batin Aya kesal
" Nona tidak apa apa ?" kata Tina Yang masuk dan duduk Sambil memasang sabuk pengaman Setelah menutup pintu mobil
" Aku tidak apa apa Tin, Aku sudah biasa menghadapi orang seperti itu " kata Aya
" Ya non, jangan diambil pusing ..Dia akan kena karmanya sendiri kalo berbuat jahat " kata Tina
" Ya Tin, entah apa yang mereka cari dengan sikap seperti itu " kata Aya
" Entah lah nona , mereka pikir kejahatan itu akan abadi " kata Tina Yang lalu menghidupkan mobilnya Dan keluar dari area parkir .
Mobil pun melaju membelah jalanan kota Membaur dengan penguna jalan lain Yang sama sama pergi ketempat tujuan
Sedangkan Naura pulang ke apartemen nya Ia membanting semua barang nya didalam kamar .Karna sampai hari ini Ia masih belum punya celah untuk mencelakai Aya
__ADS_1
" Aya..... Wanita itu licin seperti belut Bagaimana dia bisa lolos Tiap kali aku ingin mencelakainya Dia selalu saja bisa lolos dan baik baik saja " kata Naura kesal Karna beberapa kali ia mengincar Aya Aya tak pernah bisa celaka dengan mudah .
" Baiklah Ay, kita lihat kau besok dalam perlombaan " kata Naura tersenyum sinis
Lalu ia pun membaringkan tubuhnya diatas ranjang Dengan barang yang berantakan .Lalu memejamkan matanya Untuk beristirahat.
Disebuah rumah. Tania baru saja selesai memasukan pakaian nya ke lemari Ketika mamah ji memanggilnya .
" Tan , apa Naura pergi lama ke butik nya " kata mami bertanya
" Tania ngak tahu mah, kan Tania ngak nanya " kata Tania
" Memang ada apa mah ?" kata Tania
" Tadi ada paket di depan untuk Tania Tapi mamah ngak tahu apa isi paketnya Mamah terima saja Dan mamah taruh di ruang tengah " kata mamah Ji
" Ya sudah , kan yang penting sudah di terima mah " kata Tania merasa curiga dengan paket Naura
" Ya sudah mamah ke kamar dulu ya , Nanti siang mamah ada arisan warga Bilang Reyhan jangan lupa besok ada pengajian buat papah di masjid Mamah juga sudah pesan snack dan makanan Untuk kumpulan ngaji Tinggal datang saja " kata mamah Yang lalu pergi meninggalkan kamar Tania
" Ya mah " jawab Tania menatap punggung mamahnya yang menghilang Lalu terdiam sebentar .
" Apa yang dia beli ? Akhir akhir ini dia memesan barang yang tidak jelas " kata Tania Yang lalu menutup pintu kamar .
Setelah menata pakaian nya ia pun lalu keruang tengah Dan melihat kotak paket di atas meja lalu mendekatinya .
Kruk.....kruk.....kruk....
Terdengar suara dari dalam kotak itu Dan Tania merasa aneh lalu menyenggol kotak itu
Sssh ...........
Deg
" Astaga apa itu ?" kata Tania lalu memanggil mang ujang tukang kebun mereka .
" Iya mba ada apa ? " kata mang ujang
" Mang sini deh tuh coba periksa tuh kotak " kata Tania Yang membuat mang ujang memeriksa nya .
" Sssh .......
" Astaga non, sepertinya di dalam ini bukan barang tapi ular " kata mang ujang
" Hah.....ular ...!!!" kata Tania kaget
__ADS_1