
Alan pun memeluk Tina dengan erat Dan membiarkan tubuh ramping itu diatasnya Yang ingin menguji nyalinya sendiri Membayangkan tuan nya itu sedang bersama Naura
" Kak ..." kata Tina
" Biar kan seperti ini " kata Alan terpejam
" Hah ......" kata Tina kaget lalu langsung bangun cepat cepat dan mengambil handuknya Lalu bergegas keluar kamar mandi meninggalkan Alan
Brak.........
" Hehehe......tuan benar aku tergoda " kata Alan tersenyum
Sedangkan Tina bergegas berpakaian untuk keluar dari kamar . Tadi ia berniat mandi di kamar kosong supaya cepat selesai .Karna kamar mandinya di pakai mba Wati mandi Karna di kamar mereka mb Erni juga mandi .Tapi tak di sangka malah ia terjebak dengan Alan
" Ih bikin malu " gerutu Tina . Karna ia pasti sangat malu bertemu Alan Yang sudah melihat tubuh polosnya
" Ah bodoh amat " kata Tina ngak ambil pusing . Karna mau apa lagi Yang sudah terjadi terjadilah .Lalu ia bergegas menuju Taman untuk melihat nona nya
Sedangkan Alan senyum senyum setelah selesai mandi ." Kena kau Tin , ini bisa jadi senjata ku " batin Alan Karna ia sudah lama menyukai adik tingkat nya itu .Karna Tina adik sahabatnya
**********
Sedangkan di taman Ferdi dan Aya Bermain ayun ayunan bersama kedua putranya .Yang membuat mami Risma tersenyum Melihat anak cucunya dan menantunya itu bahagia bisa tertawa bersama
"Ya Allah jaga kebahagian ini .Untuk keluargga kami " doa mami Risma lalu mendekati Aya .
" Asyik ya .... oma kok ngak diajak " kata mami mencium Aska
" Na...na...na...." kata Aska
" Gantian oma , nanti " kata Aya
" O gantian boleh sini sama oma " kata mami Yang membuat Aska tersenyum lalu mengulurkan tangannya .
" Ma...ma...ma...." kata Afnan ikut mengulurkan tangan nya juga Karna ingin ikut sang oma
" Ngak muat sayang " kata mami bingung karna tak bisa mengedong keduanya
" Biar Afnan sama opa ya , sana papi dan mamah istirahat dulu . sini Afnan sama opa " kata papi yang sudah mandi
" Ye........" teriak Afnan senang bertepuk tangan di ikuti Aska. Entah apa yang mereka kata kan Hanya dua bayi itu yang tahu .Namun pada intinya mereka senang bermain bersama opa dan omanya .Yang membuat Ferdi dan Aya
Hanya bisa tersenyum .
" Ayo sayang kita kekamar " bisik Ferdi pelan sambil merangkul Aya. Seraya mencium pipinya Yang membuat Tina melempar pandangan nya ketempat lain Karna iri melihat kebahagian nona dan tuannya itu
Sedangkan Alan tersenyum melihat Tina Lalu mendekati gadis itu Yang serius mengawasi Aya
__ADS_1
" Apa kau juga ingin " kata Alan berbisik di telinga Tina Yang membuat Tina kaget
" Kak Alan " kata Tina dengan wajah merona merah
" Kita juga tadi begitu kan , bahkan lebih intim " goda Alan lagi
" Kak........." kata Tina dengan suara tercekat di kerongkongan .Karna Alan mengingatkan kejadian itu .Yang membuat Tina benar benar sangat malu Pada pria yang berdiri disamping nya itu.
" Lupakan itu, kan tak sengaja " kata Tina
" Masa ......" kata Alan Yang langsung mengangkat tubuh Tina Yang reflek membuat Tina kaget Hingga ketika Tina berontak keduanya terjatuh
Brak.............
Keduanya pun jatuh menimpa meja
Membuat Ferdi Aya mami dan papi ikut kaget Apalagi Afnan dan Aska .Di tambah Mba Wati dan Erni yang baru datang Hendak membawa cemilan sore
" Hahaha .. .kalian ngapain sampai bisa jatuh begitu hah " kata Ferdi tertawa setelah melihat Keduanya bergegas bangkit Setelah tadi sempat berpelukan .
" Apa sakit , Wati cepat kotak obat " kata Aya
" Ngak apa apa nona, ini cuma luka kecil tadi hanya kaget " kata Tina
" Astaga .... biar luka kecil juga harus di obati Tin " kata mami yang turun dari Ayunan sambil mengendong Aska
" Hahaha...... Ya papi apa ngak gerti , mereka juga lagi ingin romantis berduaan tadi .Tapi karna Tina berontak jadi jatuh deh " kata Ferdi tertawa
" Ngak tuan , tadi itu... hanya kaget Karna Alan tiba tiba muncul " kata Tina memberi alasan .
" Masa sih ?" kata mami
" Iya tadi hanya ingin bercanda nyonya tapi malah jatuh " kata Alan menimpali
" Heh....... bercanda apa mas Alan tadi mau mengedong mba Tina karna ngak seimbang jatuh kan " kata Wati yang sempat melihat dari jauh
" Hah...... Kok bisa , o..... begitu " kata Ferdi menatap Alan mencari jawaban
" I....itu ngak sengaja mba tadi saya kaget mau jatuh .Jadi terlihat kalo kak Alan seperti mau mengedong " kata Tina membuat alasan Agar tuannya tak curiga
" Masa sih bukannya tadi juga mba Tina satu kamar sama mas Alan " kata Erni keceplosan Karna tadi ia sempat melihat Tina keluar dari kamar tamu Dan ketika ia ingin masuk kamar lagi ia juga sempat melihat Alan keluar dari kamar yang sama
" Hah .....sekamar " kata mami " kaget
" Jangan kalian bilang kalo...... " kata Ferdi melirik Alan
" Kami tadi tak sengaja mandi bersama nyonya " kata Alan keceplosan
__ADS_1
" Apa ........" spontan semua orang kaget begitu juga papi . Sampai sampai si kembar ikut di buat bingung karna ikut kaget
" Kak Alan " kata Tina menatap Alan tajam .Yang membuat Alan serba salah Karna takut Tina marah padanya .
" Hahaha ..... wah pi , Alan perlu menikah secepatnya pi, bahaya ini ." kata mami melihat kearah sang suami .
" Ngak .... nyonya itu salah paham , kak Alan hanya tak sengaja salah masuk kamar mandi " kata Tina berusaha untuk menjelaskan duduk permasalahan nya
" Tapi tetap terlihat kan, apa kalian berdua ......." kata Ferdi menatap Alan
Alan mengangguk yang membuat Tina mendelik kan matanya. Yang membuat Ferdi mengerti dan paham maksud Alan
" Kalian harus menikah hari ini juga " tegas Ferdi
" Ya . .. Itu harus " kata papi ikut bicara
" Iya lah harus , nanti kalo kejadian malah bikin heboh .Ayo pi kita masuk bicara di ruang tengah Fer hubungi wali Tina " kata mami. Yang memang sudah lama tahu Alan menyukai pengawal menantunya itu.
" Ya mi siap " kata Ferdi mengedipkan matanya pada Aya . Yang membuat Aya bingung .
" Tapi nyonya kami tak ada hubungan apa apa " kata Tina tergagap
" Itu urusan nanti , ayo masuk kita bicarakan ini secara kekeluargaan " Kata mami yang lalu mengendong Aska masuk kedalam rumah .
Semua orang mengikutinya Begitu juga Alan dan Tina .Yang membuat Ferdi tersenyum . Lalu menghubungi Tris Yusuf dan Tristan juga Wandi Untuk menjadi saksi .Juga keluargga Tina dan Alan agar keduanya bisa menikah malam ini
Malamnya Tina dan Alan menikah dengan akad sederhana Yang dihadiri dari kedua belah pihak keluargga . Dan Tina di make up asisten mami .Dan bi Yam memesan makanan dari restoran untuk makan malam para tamu Yang membuat rumah jadi sangat ramai Walau cuma acara akad sederhana
" Hahaha..... akhir kau belah duren juga lan, malah enak kan ngak perlu ribet " tawa Tris Yang mendengar cerita Alan secara lengkap langsung Dari mulut Alan setelah menikahi Tina
" Ya harus Tris dari pada karatan tuh selang perlu diasah . Masa ngak brani terus terang sih. Sampai nunggu keciduk segala " kata Yusuf tersenyum
" Ya memang harus begitu suf alur nya kalo ngak Kan ngak nikah nikah dia " sindir Ferdi
" Ck...... tuan muda juga kan, kalo ngak keciduk ngak ngaku .Untung di paksa pa Kevin . Tapi karna keenakan lupa ngasih tahu tuan dan nyonya kan " decak Alan balik menyindir
" Hahaha...... Iya dong kan sudah sah Wajar lupa kan enak mantap mantap nya Bikin ketagihan bro " kata Ferdi yang terlihat santai sambil tersenyum
" Sama saja bos dan pengawal .Model gini tuh yang bikin rumit . Diam diam menghanyutkan " kata Tristan yang masih menjomblo
" Kalo itu bukan kita Tan, Tapi tuh si Wandi diam diam sudah ngebut main cetak gol gawang Malah santai dia ngak merasa berdosa " kata Ferdi.
" Hahaha...... Ingat aja lho bos " kata Tris tertawa
Yang membuat semuanya tertawa bersama Dan Wandi hanya tersenyum tipis Karna ulah teman temannya itu Karna tak mungkin ia bisa mengelak lagi Karna itu sudah menjadi rahasia umum bagi para sahabatnya Karna ia memang menikung Ferdi lebih dulu
Dan saat itu juga Kaifa memberinya lampu hijau sehingga Wandi santai saja
__ADS_1
Karna tak ada paksaan di antara keduanya