
Pagi udara terasa dingin Aya dan Ara sudah bangun untuk sholat berjamaah Qila merasa senang punya harapan baru Karna Aya mau membantunya kuliah sambil berkerja sedang Via santai tak masalah baginya untuk bekerja dulu
" Ay .... trimakasih banyak ya sudah bantu kita ,Aku sekarang punya semangat untuk bawa mamah cari rumah disekitar sini " kata Qila
" Ya mudahan saja ruko yang kita sewa punya kamar dan mamah mu bisa ikut bantu bantu " kata Aya
" Ya Ay masalah gaji sedikit ngak masalah yang penting bisa makan " kata Qila yang memang ingin bertemu mamahnya Yang diceraikan paksa sang papi karna menolak di poligami
" Ya la , jadi kan kita melihat ruko nya Ay Makin cepat bukanya makin baik Agar bisa pegang duit banyak " kata Via
" Ya sehabis sarapan kita kesana diantar pa sapto kuncinya sudah di kasih mas Rio tadi malam " kata Aya yang ingin menyewa 3 tahun karna sang pemilik sedang keluar negri
" Siap bos ayo masak " kata Aqila yang lalu bersiap siap memasak didapur bersama Via . Dan di susul Aya karna Aya di telpon Ferdi yang akan pulang nanti sore .
" Siapa Ay pagi pagi sudah telpon " kata Qila melirik Aya
" Suami nanti sore pulang maka nya hari ini kita harus lihat tuh ruko dulu Kalo si suami pulang jemput gue besok kan semua nya sudah kelar .Jadi gue ngak punya beban ninggalin kalian " kata Aya
" Ya Ay Tapi kok suami lho cepat amat sih pulangnya " kata Via
" Ya mana gue tahu bilang nya seminggu Tapi dua hari sudah kelar cuma jadi pusing gue bagaimana bilangnya " kata Aya yang belum bercerita pada Ferdi kalo ia buka cafe . Yang membuat Via dan Qila hanya bisa diam
" Apa abang belum tahu kak " kata Ara
" Bukan belum tahu de Kakak ngak mau ngasih tahu takut ngak boleh orang kemaren kakak bilang mau kuliah habis melahir kan cuma bilang no no no " kata Aya
" Hahaha ...... abang takut kak Aya di gaet pria lain kali makanya ngak boleh " goda Ara
" Ih mana ada , abang mu kalo bilang sekali tidak ya tidak orang kak Aya pernah dikurung seharian di kamar kalo marah " kata Aya ingat Ferdi mengurung nya seharian di kamar sampai makan didalam kamar
" Heh..... gila tuh suami lho ya Ay . Trus lho ngak dikasih makan ngak " kata Qila
" Kalo makan ya tetap makan La, tapi dikurung di kunci ngak boleh keluar kamar " kata Aya
" Lah kok bisa trus lho diapain " kata Via
" Ya tidur doang kan bete " kata Aya
" Hehehe ..... abang wasis deh mungkin karna takut kak Aya kabur " kata Ara
" Bukan gitu de karna waktu itu kakak . pake pil KB trus abang marah marah karna lihat kak Aya makan tuh obat trus semuanya di buang " kata Aya
" O... jadi...pil yang lho pesan itu buat lho Ay " kata Qila kaget Yang ingat Aya pesan obat anti hamil sampe satu lusin
__ADS_1
" Ya la waktu itu gue takut hamil " kata Aya lirih . Eh akhirnya ketahuan juga " kata Aya .
" Ya benar suami lho Ay, kan dia cape cape bikin malah dibuang buang jelas ngak terima lah " kata Via
" Ya mungkin dua pengen kalian punya anak Ay makanya dia marah wajar sih kalo sudah nikah ya pasti punya anak ya ngak Vi " kata Qila
"Lho kok tanya gue " kata Via bingung
" Lah si Fajar gimana ceritanya .Atau tuh om om yang tempo hari lumayan " kata Qila menyindir
" Tahu ah malas gue ngurusin " kata Via
" Emang kenapa Kak " kata Ara
" Di ajak nikah tapi Via ngak mau katanya tua Ay..Kalo .menurut ku cuek aja lagi beda 8 tahun .ngak tua tua banget " kata Qila
Membuat Ara berpikir dan ingat Rio karna usia mereka terpaut 8 tahun tapi mereka bisa dekat dan akrab .
**********
Sedangkan di mansion papi dan mami saling diam berpikir Setelah tadi malam mami mendengar cerita papi Sandi membuat nya emosi Karna Aya jadi incaran orang tak dikenal .
" Mami ngak terima pi , Ferdi harus tahu kalo istrinya dalam bahaya " kata mami
" Ya pi kita harus mencari pelaku nya " kata mami Yang curiga pada orang orang sekeliling Ferdi
" Lihat besok bagaimana hasil dari penyelidikan Alan setelah itu baru kita beri tahu Ferdi " kata papi
" Ya pi ,Ayo sarapan mami hanya sedikit tenang di ada di yogya karna dia tak mungkin dikaitkan dengan Ferdi " kata mami
Sedang kan Ferdi sudah sampai dikantor pusat satu jam yang lalu. .Tadi nya ia akan pulang sore Tapi ia kembali ke jakarta lebih Awal . Karna ada rapat di kantornya sudah selesai
" Pagi bu Sis papi ada " kata Ferdi
" Presdir maaf tuan besar belum datang mungkin sebentar lagi " kata Siska
" Apa Reyhan ada di ruangan nya " kata Ferdi menatap ruangan Reyhan
" Oh ya ada presdir dirut baru saja datang " kata Siska .
" Baik trimakasih " kata Ferdi yang menuju ruangan Reyhan dan ...
" Hai ......" kata Ferdi yang melihat Reyhan sedang berciuman dengan Naura
__ADS_1
" Maaf apa aku menganggu " kata Ferdi
" Astaga kau ini kenapa ngak mengetuk pintu dulu " kata Reyhan yang menurun kan Naura dari pangkuan nya .
" Ferdi " kata Naura kaget
" Maaf kebetulan sekali aku mau bertanya pada mu ra, ada urusan apa kemaren kau kekantor ku " kata Ferdi
Yang membuat Reyhan menatap Naura .
Dan Naura tak berani menatap Reyhan
" Apa kalian saling kenal " kata Reyhan penuh selidik
" Itu ......aku hanya " kata Naura
" Naura mantan ku Rey waktu di bangku SMA " kata Ferdi jujur Yang tak mau ada rahasia pada Reyhan
" Aku hanya mengantar undangan sayang Aku tidak tahu kalo kau mengenal Ferdi " kata Naura .
" Astaga bagaimana aku tak mengenal nya dia sepupuku ra, kenapa memang nya ? Dan kau Fer ada apa kesini biasa nya kau tak pernah datang kesini " kata Reyhan heran
" Yaitu tadi mau menanyakan ada perlu apa Naura kekantor ku . Karna setahu ku undangan sudah dikirim kerumah kan " kata Ferdi menatap Reyhan
Yang membuat Reyhan menatap Naura Dan curiga pada istrinya itu .Sedangkan Naura hanya diam Karna sebenarnya Naura masih punya rasa pada sepupu suaminya itu .
Ketiga nya pun cukup lama terdiam Dan ketika Siska memberi tahu presdir komisaris datang Ferdi pun keluar dari ruangan Reyhan dan menemui sang papi
Ceklek.......
" Pagi pi " kata Ferdi menarik kursi dan duduk dihadapan sang papi
" Kerja yang bagus cepat sekali kau menyelesai kan nya " kata papi
" Ya harus Karna Ferdi ingin menjemput Aya pulang " kata Ferdi
" Ada sesuatu yang harus papi katakan pada mu Tapi papi harap kau tak terkejut " kata papi Yang menceritakan Apa yang terjadi dengan Alan
" What " kata Ferdi kaget .Tak percaya ada orang yang ingin mencelakai istrinya
"Lalu ....." kata Fredi menatap papi
" Kami belum menemukan pelakunya " kata papi .Yang membuat Ferdi menelpon Aya yang berada di Yogya .
__ADS_1