Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 97


__ADS_3

Sedangkan Aya dan Ferdi baru saja selesai mandi setelah tadi sempat bergumul pagi pagi . Yang membuat mami tak habis pikir dengan kelakuan putranya tunggalnya itu


Lalu kedua nya kembali kemeja makan setelah mami dan papi ingin beranjak dari tempat duduk nya


" Akhir nya lapar juga Apa sudah puas " kata mami dengan wajah cemberut menatap Ferdi


" Ih.... mami kenapa cemberut gitu ngiri ya , kan ada papi tuh pi mami minta jatah " kata Ferdi mengoda mami


" Ferdi ..... ngak sopan ...!!" bentak mami


" Aish maaf mi , kan Ferdi masih muda yah ... harap maklum kalo pas pengen kan sama istri sendiri .Emang mami mau Ferdi jajan di luar " kata Ferdi .Yang membuat mami langsung mendelik


" Awas aja kalo brani , tapi ingat .... ngak pake drama di meja makan kalo cuma berdua ngak masalah Tapi kalo ya lihat pada pengen gimana ?" kata mami


" Ya mi maaf banget " kata Ferdi


Sedangkan Aya hanya diam karna tak mungkin ia berani menjawab perkataan Sang mertuanya yang sedang marah


" Maafkan Aya dan Abang yang mi " kata Aya pelan


" Kamu ngak salah sayang, suami mu itu aja yang ngak tahu tempat. Sekarang makan lah kasihan dede bayinya .Pasti dia lapar Apa lagi habis di genjot papi nya yang rada sedikit........ya begitu lah " kata mami menggantung


" Apaan sih mi jelek jelekin anak sendiri depan istri Ferdi " kata Ferdi cemberut


" Sudah sudah ayo mi berangkat Fer apa nanti mau kekantor " lerai papi yang tak mau anak istri nya itu ribut panjang


" Besok pi , Ferdi capek pengen santai dulu ya " kata Ferdi


" Ck.....capek apaan ..... bukti masih bisa main kuda " kata mami memutar bola mata nya


" Hehehe..... mami ngiri ya , sana sama papi mumpung belum kekantor " kata Ferdi tersenyum


" Apa iya mi pengen yuk " kata papi merangkul mami mesra menuju ruang depan Yang membuat Ferdi dan Aya tersenyum


" Papi apaan sih, anak dan papi sama saja " kata mami protes sambil melangkah kekamar


Sedangkan Ferdi dan Aya hanya saling pandang lalu melanjutkan sarapan nya yang sempat tertunda. Karna ulah Ferdi


" Bang apa nanti abang mau pergi " kata Aya menatap Ferdi Dan menambahkan nasi goreng di piring suaminya itu


" Ya apa Aya mau diantar abang atau Alan saja " kata Ferdi .


" Antar abang juga boleh , trus abang boleh langsung pergi Karna Aya mau ngobrol dulu sama teman teman .Nanti Aya pulang nya naik taxi saja ya bang " kata Aya


" No..... ngak boleh nanti abang suruh Alan jemput kalo ngak bisa mang Didin yang jemput ya . Sebelum mereka datang jangan pergi kemana mana " kata Ferdi.


" Ya bang " kata Aya . Yang menarik nafas dalam karna mendengar aturan suaminya itu Tapi Aya tahu pastinya suaminya itu punya Alasan untuk kebaikan nya yang tak ingin Aya kenapa napa


Disisi lain Naura tersenyum ketika butiknya laris manis Dan ia bisa meraup untung lumayan banyak

__ADS_1


" Kei ....apa kau tahu bu Risma " kata Naura pada asisten nya itu


" Ya pernah dengar nona dia punya banyak cabang butik Dan akhir akhir ini trendnya bagus bagus " kata Kei


" Ya bu Risma sangat pintar mencari para desainer yang handal dan Kreatif Aku ingin kau cari tahu siapa mereka Dan aku ingin kita menambah trend baru juga .Kita bisa menyewa mereka atau membeli desain nya Karna aku ingin membuka cabang baru " kata Naura .


" Ya nona akan aku usahakan " kata Kei


" Baiklah sekarang pergi lah " kata Naura


" Ya nona saya permisi " kata Kei lalu keluar dari ruangan Naura


Sepeninggalan Kei Naura tersenyum


" Ok Fer Aku memang tak bisa mendapatkan mu ngak masalah Tapi aku bisa mendapat kan sepupu mu Pasti nya kau akan terkejut nanti Dan aku ingin melihat seperti apa istri kampung mu itu . Aku yakin dia belum seujung kuku ku " batin Naura sambil tersenyum kecil


Sedangkan Aya baru sedang berganti pakaian ketika Via menelponnya .


" Halo Vi apa kabar " kata Aya


" Ay kesini ya kerumah ku , aku bisa gila melihat Qila seperti ini " kata Via dari sebrang sana


" Hah..... emang dia kenapa ?" kata Aya


" Kau sudah pulang kan , cepat kesini nanti aku ceritakan. Tolong kami Ay " kata Via merengek lemah


" Ya ya sebentar aku otw , aku ganti baju dulu ya " kata Aya yang lalu bersiap siap untuk pergi kerumah Via


" Ya sebentar ya bro, mang Didin tolong antar nona mu " teriak Ferdi .


" Ya tuan muda , apa tuan membutuhkan saya " kata mang Didin


" Ya antar nona mu kerumah temannya " kata Ferdi


" Ya tuan muda , ayo nona " kata mang Didin .


" Bang. .. kata " Aya yang mengulurkan tangannya lalu menarik tangan Ferdi dan mencium nya takzim .


" Hati hati ya " kata Ferdi lalu mengecup bibir dan kening Aya sebelum pergi


" Ya bang dah " kata Aya tersenyum melambai kan tangan nya


Sedangkan Ferdi hanya tersenyum dan membalas melambai sambil bicara.Dan kembali ngobrol di telpon


" Apa kita bertemu di cafe mu" kata Ferdi


" Ya tak masalah, itu bini lho Fer lagi pergi kemana " kata Yusuf


" Kerumah teman nya biasa ngantar oleh oleh " kata Ferdi santai.

__ADS_1


" Ngak diantar " kata Yusuf dari sebrang


" Dia lebih aman bila diantar Karna dengan ku pasti akan jadi perhatian " kata Ferdi


" Ya sudah bro , gue tunggu " kata Yusuf


" Ok .... gue meluncur " kata Ferdi memutuskan pembicaraan sepihak tampa salam


************


Aya pun menyuruh mang Didin mengantarnya sampai rumah Via Aya menyuruh Mang Didin langsung pulang setelah sampai disana Dan setelah mobilnya pergi menjauh Aya pun berjalan kaki menuju rumah Via .Yang terlihat sepi


Tok .....tok......tok.....


" Siapa " kata suara dari dalam


" Gue Aya Vi " kata Aya berteriak


" Ya sebentar Ay " sahut Via yang bergegas membuka pintu dan


" Ay..... akhirnya datang juga " kata Via memeluk sahabatnya itu dengan rasa haru


" Hei ....kenapa apa gue ngak disuruh masuk dulu nih " kata Aya


" Oh iya ayo masuk , yuk Qila didalam " kata Via mengandeng Aya lalu mengunci pintu rumah . Dan mereka pun menuju kamar Via yang berantakan Dengan Qila yang masih terbaring disana


" Astagfirullah la, lho kenapa sampai bisa begini la " kata Aya melihat Qila yang terlihat lemas dan dadanya penuh lebam.


" Aya ....." kata Qila memeluk Aya dan menangis sejadi jadinya Via pun ikut memeluk hingga mereka berpelukan .


" Sudah jangan menangis ini oleh oleh buat kalian ..Sekarang ceritakan apa yang terjadi . Tak perlu disembunyikan " kata Aya pada Qila .Sambil mengeluarkan semua barang bawaan nya


" Ya Ay sekarang kita impas sama sama ngak kuliah " kata Qila yang masih terisak Sambil bercerita tentang apa yang terjadi Hingga Via dan Aya terdiam mendengar kan cerita panjang Qila


" Jadi ibu mu di yogya sekarang " kata Aya


" Iya ikut adiknya di desa Ay " kata Qila


" Trus lho Vi, masih kerja " kata Aya yang menatap Via


" Ya ......Ay...tapi aku hari ini libur karna tak tega lihat Qila aku takut dia nekad bunuh diri " kata Via


" Dih ..... sana bunuh diri di pohon toge Kaya nyawa ngak punya harga aja sih La, bukan nya masuk surga malah ke neraka Masih banyak jalan La walau itu berduri jangan Gila " kata Aya . Yang tahu rasa nya ketika tak berdaya di titik hidup yang terendah.


" Gue ngak sanggup Ay, kaya nya berat banget " kata Aqila .


" Tapi lho masih punya ibu La, kasihan pasti dia juga mikirin lho semangat dan berjuanglah ." kata Aya.


" Itu maksudku Ay, dia masih punya ibu Nah kalo kita kan sudah ngak ada " kata Via menimpali

__ADS_1


" Iya kalian kasusnya beda Vi sedang kan gue ....." kata Qila


" La.....setiap orang itu punya ujian hidup masing masing Dan cara menyelesaikan juga , gue dan Via juga. Dan tuhan ingin kita kuat dan bisa mengatasi nya .Gue sama via ngak bisa jadi lho begitu juga Lho pasti ngak mungkin jadi kita . Itu lah sebab nya kita bersahabat saling bantu menguatkan satu sama lain .Jangan menyerah Di dunia ini kita numpang pada akhirnya kita akan kembali .menyentuh tanah . Dan akan baik nya kita gunakan waktu kita sebaik baik mungkin Jangan mengambil nyawa sendiri Allah tahu dan kita sedang di uji Jangan menyerah kawan " kata Aya yang mengusap punggung Qila dan juga merangkul Via .


__ADS_2