Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 156


__ADS_3

Pagi ini Ferdi baru saja masuk ke ruangannya Ketika Tris tergopoh gopoh mendatanginya dengan wajah panik


" Bos ada masalah di jerman " kata Tris


" Hah..... masalah apa " kata Ferdi kaget


" Gustav kecelakaan dan koma , apa yang harus kita lakukan " kata Tris .


" Pesan tiket siang ini kita berangkat suruh pa Dian untuk menghandle kantor sementara Aku akan telpon Aya dulu " kata Ferdi yang lalu mengecek semua berkas yang akan ia tangani minggu ini sisa nya bisa ia cek setelah kembali


Dirumah Aya yang sedang bersiap siap pergi dengan mami pun merapikan semua kertas kertasnya .Lalu bergegas menuju kamar mami


" Mi Aya sudah siap " kata Aya


" Ya ayo sayang kita berangkat " kata mami


Namun ....drt......drt...... ponsel Aya pun bergetar .


" Sebentar mi ada yang telpon " kata Aya Yang lalu mengambil ponsel nya di dalam tas Ketika melihat nama suami nya di layar ponsel Aya pun langsung mengangkatnya


" Ya bang " kata Aya


" ..........."


" Hah..... siang ini bang , ya Aya siap kan pakaian abang " kata Aya


" ..........."


" Mau ke butik bang sama mami " kata Aya yang melihat kearah mami


" Beri kan pada mami " kata mami Yang penasaran kenapa putranya itu menyuruh menantu nya menyiapkan pakaian nya


" Ya Fer ....ini mami ada apa " kata mami menatap Aya sekilas


" ........."


" Astaga .... ya sudah biar Aya di rumah sama mami dan papi " kata mami


" ........."


" Ya hati hati jangan panik .Ya sudah mami berangkat ke butik dulu ya " kata mami menutup pembicaraan


" Ay..... Aya dirumah saja ya nak, siap kan keperluan suami mu. Perusahaan di jerman sedang ada masalah Besok saja Aya ikut Karna nanti Ferdi akan pulang. Ya sudah mami berangkat ya sayang " kata mami

__ADS_1


" Ya mi maaf ngak bisa ikut " kata Aya


" Hei ... ngak apa apa sayang , sekarang masuk lah mami pergi ya " kata mami


" Ya mi hati hati " kata Aya yang merasa tak enak mertuanya itu berangkat sendiri


Aya pun melihat mami pergi dari kaca jendela .Lalu ia pun kembali masuk ke kamar nya Dan mengeluarkan koper untuk menyiapkan pakaian suaminya .


" Ya Allah lancar kan perjalanan suami ku lindungi dia dari musibah " kata Aya berdoa sambil membuka koper untuk menata pakaian suaminya


Hampir satu jam Aya merapikan pakaian di koper Ferdi . Dan semua sudah lengkap dari dalaman sampai parfum juga sisir dan kaos kaki walau tak banyak tapi komplit semua masuk


" Huh...... akhirnya selesai juga " kata Aya Sambil mengusap perut nya


" Mudahan nanti pas lahiran papimu ada didekat kita ya de " kata Aya yang sudah tahu anak nya laki laki .


Walau masih sedih kehilangan sang Ayah namun Aya cukup tegar Karna ia tak ingin terlihat lemah Apa lagi ia rutin menelpon Ara agar sang adik terhibur


Disisi lain Qila baru saja istirahat dan duduk di taman menunggu Awan


Karna beberapa hari ini mereka tak bertemu .Dan Awan pun juga sempat tak ada khabar karna sibuk terima job


" Hai sayang , maaf membuat mu lama menunggu " kata Awan tersenyum .


" Tadi ngantar tugas dulu ke dosen , Ayo ke kantin " kata Awan merangkul Qila


" Sudah telp Aya " kata Qila


" Sudah beb, ya kasihan juga Aya ya untung sudah punya suami " kata Awan


" Ya tapi gue percaya .Aya pasti kuat menghadapi semua ini " kata Qila


" Apa Qila juga kuat " kata Awan melirik Kekasih nya itu


" Insyaallah , oh ya gimana job nya " kata Qila


" Lumayan bisa buat bernafas , kakung penyakitnya mulai kumat jadi kalo kita jarang bertemu ngak masalah kan " kata Awan serius


" Ya ngak pa pa kita masih bisa saling telponan kan " kata Qila


" Ya " kata Awan lalu mengandeng Qila kekantin untuk mengisi perut


********

__ADS_1


Dirumah Ara baru saja pulang sekolah ia pun langsung masuk kamar untuk berganti pakaian .Karna ia harus ke cafe


Dan juga nanti sore Ara akan melihat tanah yang akan mereka beli.


Ketika sudah rapi Ara pun lalu kerumah sang kakak karna biasa yu Irah memasak untuk mereka untuk makan siang dan sore untuk penghuni rumah yang ada


" Yu masak apa " kata Ara ketika melihat Yu Irah menyiram tanaman .


" Lele mercon mb sama oseng daun singkong dan tahu tempe bacem " kata yu Irah yang lalu mengepel bekas cipratan air di lantai .


" Temani makan yu, Ara lapar " kata Ara


" Ya mba sebentar " kata yu Irah yang kini tak nyambi kerja di kebun lagi karna Ferdi mintanya mengurus rumah . Dan itu membuat yu Irah senang toh anak anak sudah menikah semua jadi ngak perlu kerja kasar . Tinggal sang suami yang masih berkerja jadi mandor kebun kopi bersama pa Tejo.


" Sepi ya mba, ngak ada bapa " kata yu Irah yang membukakan tudung saji buat Ara yang sedang mengambil nasi


" Ya yu Ara masih kepikiran tapi hidup terus berjalan " kata Ara yang lalu duduk sambil melihat menu masakan


" Ya ikhlaskan semua nya mba Kita juga nanti pasti akan mati kan wajib hukum nya . Sudah hukum alam. Sing penting sekarang bagaimana kita sabar menjalani hidup ini Kan masa depan mba Ara masih panjang " kata Yu Irah


" Yu Irah bisa saja , enak yu lele merconnya gini nih rada kering dikit kalo ngak di asap dulu biar kriuk kriuk kaya yu Imah masak " kata Ara


" Ok .... besok pagi suruh mas Rio ambil lagi biar yu Irah asapi di kebun ..Oh ya mba Ara. Apa yu Irah boleh minta buah semangkanya ngak. kemaren yu Irah lihat buah nya banyak besar besar di pojokan sana " kata Yu Irah


" Hah ...... emang ada yu , ambil aja oh iya sekalian buat bawa ke cafe untuk makan Dari pada di rumah ngak kemakan " kata Ara sambil menyuap makanan nya


" Iya sama mba Ara ya biar lihat tuh buah banyak banget mba , kok bisa ya berbuah sendiri kan dulu ngak ditanam nyatanya bisa subur " kata Yu Irah


" Rezekinya Ara sama kak Aya yu, kan tanah nya berkah . Maka nya tumbuh biar bisa ngasih yu Irah " kata Ara tersenyum


" Bisa aja mba Ara " kata yu Irah


Selesai makan Ara pun lalu minum dan ketika ingin mencuci piring nya .


Sudah mba , ngak usah dicuci nanti yu Irah ngak punya kerjaan tinggal ..... ayo lihat buah nya " kata Yu Irah karna tak mungkin ia berani kekebun tampa seizin pemilik nya .


" Ya ayo ....." kata Ara


Kedua nya pun lalu kekebun Ara . yang paling pojok karna memang paling ujung sepi . Untung saja abang Iparnya sudah menembok keliling kebun mereka jadi aman Terlihat beberapa tandan pisang kepok yang sudah tua . Dan beberapa buah semangka tergeletak di mana mana


" Masya allah yu kok banyak " kata Ara kaget melihat buah semangka besar besar di mana mana


" Iya mba ini kan jauh di pojok makanya aman . Kalo ayam dan mentok tahu habis nih buah pada di patokin " kata Yu Irah

__ADS_1


" Wah .... kita cari yang tua yu , yu irah ambil yang paling besar tuh dua , satu nya kasih yu imah. Biar Ara petik dua juga buat di cafe dan di rumah " kata Ara melihat buah semangka hampir 20 biji itu tergeletak di bawah daun daun pisang yang tua. Lalu memetik nya dan mengangkatnya untuk dibawa pulang Bersama Yu Irah yang senang dapat buah gratis tampa harus membeli .


__ADS_2