
Sedangkan Rio hanya tersenyum saja mendengar ledekan Ara dan teman temanya itu Karna ia tahu semua nya hanya bercanda
" Wah de Nila mau nyari duda nih " kata Paijo
" Bercanda mas, kan bukan duda lebih jelasnya duren duda keren yang jualan duren atau durian mas Tapi sama mereka malah di plesetin " kata Nila
"'Eh siapa juga yang meleset melesetin lho yang mulai, kan mas Rio bilang Yang jual duren du...ri....an " jelas Ara
" Hahaha......tahu ra, ya deh durian bukan duda keren duren " kata Nila
" Hahaha..... giliran di protes mas Paijo jaim lho Nil " sindir Ratih pada Nila
" Ah lho juga Rat , coba brani ngak bilang gitu sama bang Reyhan Kan dia juga duren duren " kata Nila memainkan matanya pada Ratih
" Hahaha..... sudah nanti kalo orang nya datang pasti jaim semua . Nih makanan gue bawain masih panas tadi "kata Ara
" Alhamdulilah "kata Ratih dan Nila kompak
Dan tak lama Reyhan datang membawa banyak makanan Yang membuat semua nya kaget Karna ada sekantong besar
" Lah banyak banget bang ?" kata Ratih melihat sekantong makanan di bawa Reyhan lalu menaruhnya diatas meja juga baju ganti Ratih yang ia bawa dari rumah
" Ya biar ade cepat sehat Dan lagi ada Nila dan Ara yang bantu makan Tuh..... Juga ada Rio dan Paijo Abang sudah makan tadi di rumah Dan ini buat de Ratih dan ini baju ganti nya Abang bawakan " Kata Reyhan
" Hahaha...... lengkap bang Paijo aja belum pulang nih tadi baru ngantar emak . Apa de Nila mau ginap di sini atau di rumah saja " Kata Paijo menatap Nila
" Perawat nya bilang kita harus nginap disini mas Kan semua sudah di tanggung mas Lingga Kasihan rugi dong kalo kita pulang Dia lagi dirawat di kamar sebelah mas . Kasihan .... dia Dia juga terluka parah Karna mobilnya menabrak tiang listrik " Kata Nila bercerita
"Lingga !! apa itu nama yang menabrak kalian" kata Reyhan
__ADS_1
" Iya bang kenapa ?" kata Ratih
" Jangan di marahi bang, kasihan bang.. rem mobilnya blong makanya dia menabrak kita " kata Ratih lagi
" Ya sudah kalian makan dulu ra temani mereka ya !! Yo ....ayo temani Abang kali aja tuh Lingga karyawan kita Jo kamu jaga mereka ya " kata Reyhan
" Ya bang siap " kata Paijo
" Hah..... karyawan abang ?" kata Ratih menatap Nila
" Ya kan karyawan kita Ada yang bernama Lingga juga " kata Reyhan Yang lalu keluar dari ruangan Ratih dan Nila di ikuti Rio Untuk melihat penabrak istrinya dan Nila Yang di ikuti Rio
Dan keduanya pun lalu menuju kamar sebelah lalu mengetuk pintu kamar rawat itu Yang di buka oleh seorang wanita paruh baya
" Malam bu , apa benar ini kamar Lingga ambara " kata Rio
" Ya siapa ya nak ?" kata ibu itu Yang membuat Rio dan Reyhan saling pandang .
" Kami ......" kata Reyhan dan Rio masuk Yang membuat Lingga kaget Melihat dua atasan nya itu Karna ia tak mengabari siapa pun selain keluargganya .
" Pa Reyhan pa Rio , bu ini atasan Lingga di kantor Maaf pa bagaimana pa Rio dan pa Reyhan tahu Kalo saya ada di sini " kata Lingga kaget
" Ya jelas kami tahu Karna kau menabrak istri pa Reyhan " kata Rio
" Apa ...... Istri !!" kata Lingga kaget lalu menatap sang ibu
" Aduh maaf pa putra saya ini ngak sengaja menabrak istri bapa karna rem mobilnya blong pa,maaf kan anak saya ya pa tolong jangan di pecat " kata yang ibu Lingga mengiba
" Hahaha ..... Ibu ini ada ada saja Kami kesini datang menengok anak ibu bukan memecat nya " Kata Reyhan geli Karna ibu Lingga menghiba pada nya dan Rio
__ADS_1
" Maaf pa , apa kedua gadis itu istri pa Rio dan pa Reyhan " kata Lingga
" Ratih itu istrinya saya Kalo Nila temannya " Kata Reyhan menjelaskan
" Oh maaf sekali pa " kata Lingga lalu menceritakan apa yang terjadi tadi sore Yang membuatnya sekarang berada di rumah sakit .Sedangkan Reyhan dan Rio duduk sambil mendengarkan cerita Lingga .
Disisi lain Ferdi dan Aya baru saya menidurkan Afnan dan Aska di kamar mereka Karna mereka minta di nina bobokan Papi dan mamah nya
" Mereka makin pintar saja " kata Ferdi
" Ya bang kan sudah makin besar Jadi mereka makin pintar berpikir logis " kata Aya menyelimuti kedua putranya
" Trimakasih sudah menjaga mereka dengan baik " kata Ferdi
" Bang mereka anak anak kita Aya pasti akan menjaga mereka Agar slalu baik baik saja selama Aya dan abang menjaga nya " Kata Aya tersenyum menatap Ferdi
" Ya abang percaya , ayo kita tidur atau kita buat kan mereka adik cantik " kata Ferdi menatap lekat istrinya itu Sambil mengedong Aya ke tempat tidur dan membaringkan nya pelan
" Kan kita sudah membuat nya baru jadi titik nya saja bang belum telur nya " Kata Aya terkekeh Yang membuat Ferdi tersenyum Dan menindih istrinya itu Yang membuat nya tak pernah bosan dengan tawa dan canda Aya .
" Ya kita cicil dulu saja " kata Ferdi Yang gemas dengan Aya Dan kedua nya pun memadu kasih .Kini cinta mereka terikat erat karena buah cinta mereka Yang menambah keharmonisan keluargga kecil itu Yang membuat Ferdi berhenti bermain main pada wanita lain Karna Aya mampu membuat stigma pada pria angkuh itu jadi milik Aya seutuhnya Dan juga merebut hati mertuanya dengan caranya sendiri Karna ketulusan nya juga pengorbanan hati nya Untuk membuat Ferdi jatuh cinta pada nya Yang tadinya ia ragukan Tapi karna tekad nya Allah pun Ridho atas usahanya Karna ia ingin punya keluargga bahagia .
Kini Aya tinggal menjalaninya saja Dengan tetap melangkah sambil terus belajar menempa dirinya Untuk menjadi istri dan ibu yang baik. Juga menantu yang terbaik Untuk menempatkan diri dimana pun Karna hanya itu yang Aya punya Dan ia pun berusaha sekuat tenaga nya Untuk menjaga semua apa yang sudah menjadi milik nya Dan Aya sangat bersyukur bahwa Allah sayang padanya Sudah memberikan semua yang terbaik . Seperti usahanya memberikan yang terbaik pada siapa pun Dan hasilnya Allah pun akan membalas semua nya Dengan hasil yang terbaik juga dalam hidup nya. Jika orang ingin menghasilkan buah yang baik dan berkualitas pasti kan juga orang itu menanam bibit yang baik dan berkualitas Agar ia memanen hasil dan buah yang memuaskan .
Disisi lain Tony gelisah Ketika ia belum juga mendapatkan kabar Cindy Dari anak buahnya yang membuat nya uring uringan
Karna pelanggan nya terus menanyakan Cindy untuk teman malam mereka
" Sial di mana perempuan itu !! " kata Tony yang mengepal tangan nya erat Karna kesal dan marah
__ADS_1
" Bila ia pergi keluar negri aku tak akan bisa lagi mencarinya lagi Tapi bagaimana mungkin ia bisa pergi tanpa jejak Atau pria pembeli rumah itu membantunya Untuk bisa keluar negri Atau ia menjual nya secara ilegal " kata Tony bertanya tanya Karna tak mungkin Cindy hilang begitu saja Tanpa meninggal jejak sedikit pun Yang membuatnya penasaran
" Aku harus menyelidiki pria itu ?" kata Tony yang menatap jalanan dari kaca jendela rumah nya .