
Aya dan Tina kaget karna ada mobil yang hampir menghalangi jalan mereka
" Woi..... hati hati " Teriak seorang pria
" Maaf pa tadi ada yang ngejar kita , makanya ngebut " kata Tina membuka jendela Yang membuat Aya lega Kalo tidak mobil mereka akan bertabrakan
" Huh..... ayo nona " kata Tina
" Ya Tin " kata Aya kembali menjalankan mobil nya Dan pulang kerumah mereka Yang membuat Aya lega karna mereka aman sampai rumah
" Mereka siapa Tin ?" kata Aya
" Saya juga belum tahu nona, tapi saya sedang menyelidiki plat mobil nya untuk mencari tahu siapa mereka " kata Tina
Dan tak lama mereka pun masuk garasi Ketika pa Amir membuka pintu gerbang Dan Aya pun masuk halaman mansion yang cukup luas
Rumah besar itu cukup besar di kelilingi rumah besar lain Dan hanya ada empat rumah di wilayah itu selebihnya komplek rumah elit lain Karna rumah mertuanya memang mempunyai gerbang yang paling tinggi Rumah yang luas 5 hektar itu cukup strategis dan tertutup . Namun cukup tua karna merupakan warisan keluargga turun menurun
" Clek.......
" Tina .... Aya .." kata mami kaget melihat keduanya datang bertukar posisi
" Maaf nyonya tadi ada orang mengejar kami jadi saya berjaga jaga " kata Tina
" Apa sudah bilang Ken " kata Mami
" Belum nyonya habis ini biar saya hubungi " kata Tina
" Ya harus , hati hati dengan orang yang tak dikenal " kata mami Yang lalu membuang nafas kasar
" Apa Afnan dan Aska tidur mi " kata Aya turun dari mobil lalu menyalami mami Risma yang baru ingin pergi
" Anak anakmu sedang di kamarmu mereka bermain bersama opanya tadi Mami mau ketemu mamah ji Sebentar lagi pasti dia menjemput mami " kata mami
" Ya sudah Aya masuk dulu ya mi " kata Aya
" Ya nak, oh ya Ay nanti hubungi Siska laporannya suruh kirim lewat email " kata mami
" Ya mi " kata Aya yang melangkah masuk menuju kamarnya .
" Ceklek ........
__ADS_1
" Mamah ...... " Teriak si kembar senang Melihat Aya sudah pulang
" Hai ...kalian ngapain ?" kata Aya Yang sedang mencoret coret kertas
" Ambar mah , iyat agus kan " kata Afnan
" Ya bagus , mamah mandi dulu ya kak de " kata Aya
" Ya mah " jawab mereka kompak yang duduk di karpet bulu lembut sibuk berdua Karna pastinya Wati dan Erni sedang mandi Dan Aya pun juga bergegas masuk kamar mandi dan sholat Karna dua putranya itu sudah terlihat tampan dan rapi
Tak lama Aya menyelesaikan ritual mandinya lalu berpakaian dan sholat
Lalu ia pun menemani si kembar . Sambil mengingat kejadian tadi Dan penasaran dengan apa yang terjadi Karna ia tak merasa mempunyai musuh
" Apa kak Nania lagi ? Tapi ngak mungkin " kata Aya Yang berusaha menebak nebak Dan memperhatikan hasil gambar dua buah hatinya itu .
*********
Di kantor Ferdi duduk menatap laporan Abel dan Bimo Dan kedua nya terdiam Ketika Ferdi memeriksa berkas mereka
" Ada yang kurang bel, kau ulangi laporan yang ini Kenapa tidak fokus " kata Ferdi
" Maaf presdir " kata Abel
" Baik presdir " kata Abel yang bangkit dari kursi nya Lalu pergi meninggalkan dua pria itu
" Apa kau sudah akur " kata Ferdi
" Ya .....akh.... Jangan disini " kata Bimo yang takut kedengaran Wina
" Kenapa ?" kata Ferdi
" Aku bingung harus bagaimana ?" kata Bimo mengaruk kepalanya
" Kenapa ?" kata Ferdi
" Boleh tidak aku ingin keduanya " kata Bimo
" Plak ..... sebuah pukulan melayang untuk Bimo dengan berkas yang di pegang Ferdi
" Hehehe...... maaf " kata Bimo
__ADS_1
" Kau serakah apa satu ngak cukup " kata Ferdi menatap sepupunya itu lekat
" Aku sayang dengan kedua nya biar dia galak tapi bohay bos Dan Wina juga menarik " kata Bimo jujur .
" Kau gila , apa kau mau mereka berdua membunuh mu Jangan main main Bim .Salah salah kau akan hancur Kalo brani mempermainkan mereka " kata Ferdi
"' Tapi aku........ aku tak bisa memilih Fer dan lagi Wina tak mau kami putus " kata Bimo bingung
" Terserah kau saja itu urusan mu Aku ngak mau ikut campur " kata Ferdi Yang tak mau ikut pusing pada masalah Bimo yang ribet Karna akan menambah pusing saja bagi nya Apalagi melihat Reyhan Yang juga mempunyai dua istri . Yang membuat Ferdi tak mau tahu urusan para sepupunya itu
" Tapi Fer , bisa kan kau beri solusi buat gue " kata Bimo
" Bimo , memikirkan perusahaan ku saja aku sudah pusing Ditambah masalahmu Harusnya kau membantu ku Karna aku masa istirahat Kau malah membuatnya ribet dan bikin masalah " kata Ferdi
" Ya baiklah maaf bro, apa kau sudah pulih sepenuhnya Apa sudah bisa kikuk kikuk " kata Bimo menyindir
" Plak ......."
"Auw....... ampun bos hehehe hanya bercanda " kata Bimo terkekeh
" Aku ini masih normal Bim, apa kau kira aku sudah lemah ..Aku masih perkasa dan masih bisa menghamili Aya lagi " kata Ferdi kesal
" Hahaha...... baiklah bro aku tahu kau hebat Ya akui itu dan aku juga mau membuat istri ku hamil .Dan paling tidak ia tahu aku ini lelaki tulen " kata Bimo tersenyum Yang ingin membuat Abel klepek klepek Dan kini Abel sudah mulai bersikap baik pada nya
" Bagus ... kau hamil istrimu bukan wanita lain Karna dia istri sah mu Dan buat dia tak berkutik pada mu Jangan hanya bicara dan ber kuar kuar Tapi tak ada bukti nya Takluk kan dia biar dia tak mengusikku Dan bila Abel hamil akan ku kasih hadiah " kata Ferdi
" Benaran bro , ok akan ku bukti kan nanti akan ku buat perutnya buncit Dan ketagihan pada ku Tenang saja kau pasti aman " kata Bimo tersenyum simpul Yang membuat Ferdi hanya mengeleng kan kepalanya Sambil kembali memeriksa berkas nya yang menumpuk di meja Karna tak mungkin ia menunggu Reyhan yang juga sibuk sana sini
Dan Ferdi juga tahu Reyhan sempat mewakilinya ke australian yang membuat perusahaan nya aman Karna kalo tidak ia bisa kewalahan Dan untung nya Tris juga sigap mengurus semuanya .Teman baiknya itu sangat bisa diandalkan kapan saja Yang membuat nya tenang Walau ia dalam kondisi darurat .
" Ya kau bisa menagihnya bila Abel sudah hamil nanti Dan pasti kan itu anak mu bukan anak orang lain " kata Ferdi Yang membuat Bimo melotot
" Iya lah aku yang buat masa orang lain " kata Bimo tak terima
" Ya siapa tahu kau tak doyan melahap nya " kata Ferdi sengaja menyindir Bimo
" Sialan kau pikir aku bencong " kata Bimo
" Hahaha....... aku tak mengatakan begitu kau sendiri yang merasa " ledek Bimo
" Astaga ..... Fer...." kata Bimo cemberut lalu beranjak dari kursinya dan pergi
__ADS_1
" Kok pergi " kata Ferdi tersenyum .
" Malas ......" kata Bimo yang meninggal ruangan presdir nya .