Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 466


__ADS_3

Naura membuang nafas kasar nya Merasa tak nyaman di tengah keluarga suaminya itu Yang membuat nya bingung Walau Ferdi mengajaknya ber basi basi Tapi Naura tetap saja tak merasa nyaman .


" Mba ayo di minum ngak perlu sungkan " kata Aya


" Minum kak, apa kau takut di racuni " sindir Tania


" Tidak aku masih kenyang , bisa minta teh hangat saja " kata Naura


" Oh ya biar saya buatkan nona " kata bi Yam Yang lalu kembali kebelakang untuk mengambil air putih untuk Naura


Alan Ferdi dan papi hanya saling pandang Yang membuat Deril bingung Namun kedatangan Ken dan Tan membuat Deril heran Karna tumben dua pria itu muncul


" Sore tuan besar , Siska sudah bisa bicara " kata Ken melirik Alan


" Alhamdulillah , syukurlah kalo ia sudah sadar kita bisa menidaklanjuti apa yang terjadi " kata Mami Risma


" Seperti nya bukan Eka yang melakukan nya nyonya Tapi orang lain Dan tadi siang mba Eka bunuh diri Tapi sebelum ia melakukan nya Eka meninggal surat pada adik nya " Kata Ken bicara Sambil melirik Naura Yang terdiam dekat Tania


Deg......


" Siapa yang bunuh diri " Kata Naura kaget


" Eka .... ra , bukan nya dia teman mu semasa kuliah dulu , dia asisten Siska Apa kau tidak kenal dia "' kata mami


" Hah...... Eka ...., kau ingat dia Fer " kata Naura


" Entah lah aku lupa, tapi dia pernah dekat dengan mu kan .Apa kau punya hubungan dekat dengan nya akhir akhir ini Dia di penjara karna Siska " Kata Ferdi menyindir


" Astaga kasihan sekali dia, kenapa bisa sampai bisa bunuh diri. Aku tak mengenal nya " Kata Naura


" Oh ya, Tapi ibu kost tempat Eka tinggal Bilang kalo nona Naura pernah beberapa kali kesana Ada urusan apa ?" Kata Ken


" Hah..... tak mungkin mungkin ibu kost nya salah orang kali " kata Naura


" Masa sih Tapi bukti di cctv tak akan berbohong kan " Kata Alan menyindir


" Apa kak Naura kenal mba Eka " Kata Tania kaget


" Kurasa tidak Karna aku juga tak pernah melihat Eka dan Naura bertemu " Kata mami Risma mengalihkan pembicaraan

__ADS_1


" Iya itu benar " kata mamah ji ikut bicara


" Tapi kadang orang bisa saja menipu pertemuan nyonya Memang mereka tak pernah bertemu di depan umum Tapi di belakang Dia pasti menemui teman nya itu diam diam Karna biasanya dia sengaja membuat alibi Biar orang orang tidak tahu siapa dirinya Dan biasanya dia bermain rapi dan menghapus jejak" Sindir Alan


Nyess .......


Naura terdiam serasa ada pisau mengena di hatinya Karna perkataan Alan tepat sasaran Yang membuat tangan Naura gemetaran Karna ia sudah tahu siapa Alan pasti kalo Alan turun tangan dia tak akan selamat ..


" Tapi saya memang tak mengenal Eka Kami memang berteman dulu Tapi tak begitu akrab " kata Naura mencoba membuang rasa takut nya .


" Apa mba yakin , tapi Aya yakin ada orang lain di balik Eka dan pria itu Hanya mungkin ia di bayar uang tutup mulut cukup besar. Tapi sehebat apa dia Yang namanya bangkai tetap tercium juga " Sindir Aya


" Biasa nona orang seperti itu pintar berkelit dan licik. Karna jiwa nya sudah terlatih menipu Bahkan menipu dirinya sendiri " kata Ken Yang membuat Naura semakin tersudut dan tidak nyaman


" Astaga jahat sekali dia ya, masa karna gelap mata berani mencelakai orang Apa sebelum melakukan nya ia tak berpikir " Kata Tania


" Bukan tak berpikir sayang, dia sudah menyusun nya dengan rapi. Dan dia akan mengancam siapa saja Yang ingin menghalangi nya " Kata Deril .


" Iya juga ya bang , kak Naura ayo minum Kenapa terlihat tegang begitu Aku jadi curiga pada mu Akhir akhir ini kau seperti dekat sekali dengan mamah Apa kalian merencanakan sesuatu " kata Tania


Duarr..........


" Astaga kak, ayo minum kenapa tegang seperti itu Kaya penjahat sedang keciduk saja " Kata Tania lagi


" Ah bukan apa apa , aku hanya kaget saja . Aku dekat sama mamah Karna memang lama tak bertemu Jadi kami sering bercerita Ya kan mah "kata Naura


" Ya sayang " Kata mamah ji


" Ah masa sih , tapi sepertinya mamah tertekan Seperti orang di ancam "Kata Tania jujur Karena Tania merasa ada yang aneh pada Naura akhir akhir ini Yang membuat semua orang saling pandang .


" Tan......kenapa bicara begitu Naura memang dekat sama mamah karna curhat masalah Reyhan kok Tan " Kata mamah ji mencoba mencairkan suasana


" Masa iya sih mah, tapi aku merasa beda Atau kak Naura mengacam mamah dengan alasan diriku Apa begitu kak " kata Tania


Jedar...........


Serasa ada petir di kepala Naura Ketika Tania berkata begitu di depan semua orang Yang membuat semua orang menatap nya .


" Tan.... Kau tega kenapa kau berkata begitu " kata Naura lalu bangkit dan berdiri Saya permisi tante untuk apa saya di sini Kalo saya hanya di permalukan " Kata Naura Yang langsung pergi meninggal kan ruang tengah itu Dan menelpon taxi untuk pulang

__ADS_1


" Tan awasi dia " Kata Alan


" Baik bang " Kata Tan Yang mengawasi Naura dari belakang.


Semua orang saling pandang .Entah kenapa Tania merasa begitu Tapi itulah yang ia rasakan Yang membuat mamah ji lega Naura pulang .


"' Ada apa dengan mu sayang kenapa bicara begitu dengan kakak ipar " Kata Deril bingung


" Mungkin dugaan istri mu benar ril " kata Alan


" Aku tidak tahu bang Tapi aku merasa aneh saja dengan sikapnya Dan dia seperti mengawasi mamah Seakan mamah berada dalam tekanan nya Apa aku salah bicara begitu Mungkin itu intuisi ku saja Tapi wajar kan aku curiga bang " Kata Tania


" Kau tak salah Tan, dugaan mu tak meleset sama sekali . Hanya saja dia terlalu terkejut Ketika kau menangkapnya basah Sebelum terciduk polisi " kata Ferdi menyesap jus nya


Yang membuat Mamah ji dan mami Risma saling pandang Sedangkan Aya hanya diam Karna menurutnya itu bagus untuk Naura Agar ia menyadari kesalahan nya .


*******************


Di sisi lain Naura mengamuk di dalam kamarnya Ketika ia masuk kamar


" Sial bagaimana ia bisa tahu, Tidak ... aku benci kau Rey Kau juga Aya dan terutama kau Fer Aku akan menghancur kan kan kalian . Aku akan membuat kalian menderita Karna melakukan ku seperti itu


" Hahaha .......... Kalian akan mati aku akan membuat kalian hancur .. Lihat saja nanti " Kata Naura yang membanting semua barang di kamarnya .Lalu setelah itu ia terisak di pojok dinding kamar


" Naura.......astaga nak, ada apa ini sayang Ya Allah pi lihat anak kita " Teriak mami Naura panik Yang melihat putrinya itu meringkuk ketakutan Karna mendengar keributan di kamar Naura


" Astaga .....ayo cepat bawa kerumah sakit " Kata papi Naura panik Yang langsung mengendong putrinya itu keluar Dan membawanya ke mobil .Dan mereka langsung menuju rumah sakit .


Di rumah sakit Naura di periksa oleh dokter Hingga sampai semua nya di periksa sedetail mungkin .


" Dokter bagaimana putri saya dok ?" kata papi menatap dokter itu lekat


" Maaf kan kami pa, ini sangat parah Tapi ia harus di tangani oleh dokter kejiwaan " kata dokter itu


" Dokter kejiwaan " Kata papi kaget


" Ya dokter jiwa , karna apa yang di deritanya selama ini . Membuat jiwanya terguncang dan tidak baik bila ia berkeliaran di luar sana dalam posisi seperti ini " Kata dokter itu


" Tidak mungkin ......apa maksud dokter anak saya gila " kata papi

__ADS_1


" Ya pa Maaf kan kami bila itulah yang terjadi " Kata dokter Yang membuat papi langsung terduduk lemas


__ADS_2