
Setelah siap semuanya mereka pun berangkat selepas sholat Magrib Dan mereka diantar pa Sapto ke bandara .
Hanya satu jam mereka sudah sampai di jakarta . Mami dan papi menyambut besan mereka dengan wajah tersenyum
" Slamat datang besan senang bisa bertemu " kata papi Sandi memeluk Ayah
" Trimakasih sudah menerima dan menyambut kami besan " kata ayah yang membalas memeluk besan nya itu
" Ya ampun kau ini besan kaya sama siapa saja Ayo masuk lah .maaf kami tak bisa datang kesana " kata papi
" Tak apa besan doa nya saja itu sudah lebih dari cukup " kata Ayah tersenyum
" Ya besan , sini ra biar papi antar kekamar . Ara pilih kamar sebelah Ayah ya " kata papi
" Ya pi trimakasih " kata Ara
Sedangkan mami membawakan teh hangat dan kue untuk Ayah kekamar tamu Yang diantar papi
" Besan ini teh nya , kami senang pa Kevin bisa datang kesini " kata mami tersenyum senang Sambil meletakan teh dan kue Yang sengaja di siap kan mami dengan tangannya sendiri
" Apa tidak merepotkan kalian besan " kata Ayah
" Hei...... siapa bilang kami senang bisa bertemu besan ya ngak, mi Jadi kita bisa berkumpul " kata papi
" Ya besan kita adalah keluargga . senang bisa berkumpul bersama besan Apalagi kita akan punya cucu " kata mami
" Terimakasih de Risma " kata Ayah Yang merasa senang .Ia disambut dan di terima dengan baik oleh besan nya
" Sama sama mas , jangan sungkan Aya anak kami juga " kata mami Risma
" Ya bro kita keluargga" kata papi
" Cie pake ... bro .... ya sudah kalian silakan ngobrol mami mau lihat Ara dan menantu kita dulu " kata Mami
" Hehehe..... ya mi " kata papi terkekeh
" Istri mas Sandi sangat gaul " kata Ayah memuji papi
" Ya begitulah karna itu yang membuat kami awet muda " kata papi tersenyum.
" Ya besan sayangnya bunda Aya sudah tak ada lagi Kalo masih hidup pasti ia sangat bahagia bisa bertemu kalian " kata ayah lirih .
" Ya kita doakan saja pasti dia juga ikut bahagia melihat kita dari atas sana " kata Papi Yang mengusap punggung Ayah .
" Aamiin " jawab Ayah
Lalu keduanya pun ngobrol Tentang bisnis dan usaha masing masing. Sedang kan Ara rebahan si ranjang sambil menatap langit langit kamar ketika seseorang membuka pintu
__ADS_1
" Ceklek......"
" Ara sudah tidur nak " kata mami
" Mami " kata Ara melihat mertua kakaknya itu menghampiri nya
" Belum mi " kata Ara yang lalu bangun
" Sambil tiduran ngak pa pa , kalo mau makan lagi di meja ya. sudah disiapkan bi Yam jangan sungkan tinggal disini Anggap rumah sendiri " kata mami Yang duduk di sisi ranjang
" Ya mi , trimakasih " kata Ara tersenyum
" Oh ya apa Ara boleh peluk mami " kata Ara yang merindukan sosok bundanya.. Karna ia hanya bisa melihat foto lama bunda nya tampa pernah bisa memeluk wanita yang sudah melahirkan nya itu
" Tentu sayang " kata mami yang lalu memeluk putri sahabatnya itu. Dan mami pun memeluk Ara dengan rasa sayang
" Kau pasti melihatnya ris , mereka sudah dewasa " kata mami dalam hati .
Lain hal nya dengan Ferdi yang sudah memeluk Aya karna mengantuk .Yang membuat Aya tersenyum dan mengusap pelan rambut tebal Ferdi
" Abang sudah ngantuk ya " kata Aya
" Mhem......." dehem Ferdi
" Ya sudah kita tidur " kata Aya yang juga memeluk Ferdi .Lalu keduanya terlelap . Karna memang sangat lelah .
**********
" Itu ngak mungkin dok " kata Kaifa
" Tapi itu lah yang terjadi mba, mba bisa melihat hasil ronsen nya " kata dokter
Wandi yang menemani Kaifa hanya bisa membuang nafas kasar nya.Dan lalu merangkul istrinya
" Sabar ya kita laku kan yang terbaik buat mamah Ayo kita bicara sama papah " kata Wandi yang merasa tenang Karna papah mertuanya itu sudah datang kemaren Dan ikut menunggui mamah Kaifa
" Ya sayang ayo kita kembali " kata Kaifa Yang beranjak dari kursi
" Baiklah dok kami permisi biar kami bicarakan dulu sama papah " kata Wandi
" Ya mas , itu lebih baik Karna itu keputusan penting " kata dokter itu tersenyum
" Ya dok , kami permisi " kata Wandi yang Lalu mengandeng Kaifa keluar dari ruangan dokter kembali keruang rawat mamah mertuanya
" Ayo kita bicarakan dengan papah Agar semua nya clear " kata Wandi Yang lalu melangkah menuju ruangan mamah Kaifa
" Ya " kata Kaifa Yang terlihat lemas
__ADS_1
**********
Di rumah papi Sandi pagi ini seperti biasa Ferdi langsung kekantor dan mami ke butik. Hanya papi yang tersisa karna memang berangkat siang .Dan Aya sudah bersiap siap untuk pergi ke makam bersama Ara dan Ayah .
" Besan kami akan melihat makam bunda Aya sekarang " kata ayah berpamitan . Ketika mereka hendak berangkat
" Ya besan , Ayo aku akan ikut kesana mengantar kalian Karna aku juga ingin melihat makan besan ku " kata papi
" Bi Siti tolong suruh mamang Didin mempersiapkan mobil untuk kami " perintah papi
" Ya tuan " kata bi Siti bergegas menuju teras garasi mobil
" Tapi besan, apa tidak merepotkan besan " kata Ayah menatap besan nya itu
" Hei.....ayolah ,kebetulan aku berangkat siang ayo kita berangkat " kata papi Sandi merangkul ayah yang berjalan pelan Menuju teras rumah besar itu.
" Kak.... rumah mami dan papi besar sekali Pelayan nya juga banyak " kata Ara berbisik pelan Karna terkejut melihat rumah mertua sang kakak
" Ya de, kan papi kaya banyak uang nya Apalagi pengusaha " kata Aya
" Kenapa bang Ferdi ngak beli rumah sendiri " kata Ara .
" Buat apa ini kan sudah jadi milik abang Kan anak mami dan papi cuma satu Cuma abang kenapa harus beli rumah lagi .Kebanyakan tak ada yang mengurus nya " jawab Aya
" Iya juga yang kak " kata Ara terdiam Lalu masuk kedalam mobil Dan mereka pun lalu berangkat menuju makam .
Mobil melaju dengan kecepatan sedang Membelah jalan bersama mobil lain Papi Sandi duduk didepan . Sedangkan Ayah duduk di tengah di antara Aya dan Ara Yang duduk tenang menuju pemakaman umum
Disisi lain Ferdi Yang berada kantor sibuk dengan berkasnya Ketika Tris masuk dan membawa laporan nya
Ceklek....
" Pagi bos , Ini saya bawakan laporan nya" kata Tris
" Pagi , duduk lah " kata Ferdi
" Kelihatan nya bos terlihat serius hari ini kantor aman bos cuma ada sedikit masalah dikantor pusat " kata Tris menarik kursi dan duduk di depan Ferdi
" Apa papi tahu " kata Ferdi menatap Tris
" Kurasa begitu bos , namun beliau cukup tenang menunggu bos turun tangan " kata Tris
" Apa Reyhan tak membantu " kata Ferdi
" Seperti nya Reyhan akan di tugas kan tuan besar ke Jerman " kata Tris
" Oh ya tapi harus nya dia selesai kan dulu permasalahan disini " kata Ferdi . Yang membuang nafas .Karna sepupunya itu banyak menangani .perusahaan milik papinya. Sedangkan Ferdi memang tak terlibat dari awal Karna ia membangun
__ADS_1
perusahan nya sendiri dari nol .Dan baru baru ini saja ia terlibat .Karna papinya meminta nya. Karna bagaimana pun perusahaan milik papi nya Suatu saat juga milik nya Dan Reyhan sepupunya hanya sekedar membantu .Namun tetap Ferdi pemilik aslinya.