
Qila gelisah menunggu dikamar Entah mengapa ia merasa takut bila papi Awan ingin memisahkan mereka .Tak berapa lama Awan pun masuk
Ceklek .....
" Mas " kata Qila langsung memeluk Awan ketika masuk dengan perasaan bingung Lalu menangis di pelukan Awan.
" Jangan menangis mas ngak pa pa Papi hanya salah paham , Qila ngak perlu sedih " kata Awan memeluk Qila erat . Karna memang ia sangat mencintai Qila
Apalagi mereka baru menikah Dan rasa itu semakin membuatnya bahagia .
" Apa papi mengusir Qila " kata Qila menatap Awan dalam
" Tidak akan .Itu tak akan terjadi " kata Awan yang menghibur Qila Agar Qila tak sedih karna tadi papi nya sudah jelas jelas mengusir Qila
" Tapi ......" kata Qila
" Shut ...... jangan di ambil hati " kata Awan mengunci pintu lalu memeluk Qila erat dan mencium nya
" Papi tak akan bisa memisah takdir yang di tulis Allah .Kecuali kita sendiri yang mengubah nya " kata Awan seraya mengecup bibir Qila . Lalu mereka pun berciuman dan saling bertukar saliva
Yang membuat Qila menatap dalam mata Awan Lalu membalas ******* Awan .
Entah berapa lama mereka berdiri saling ******* satu sama lain Sampai Awan mengendong Qila keatas ranjang dan melepas semua pakaian mereka .Dan setelah itu hanya ******* dan lenguhan yang terdengar di dalam kamar Karna Awan ingin membuang rasa marahnya pada sang papi dengan Bercinta bersama Qila Agar hatinya tenang
Cukup lama mereka melakukan nya Dan Qila hanya bisa tersenyum .Karna kini mereka bebas Tampa beban melakukan nya .Karna secara hukum negara dan agama mereka sudah sah menikah Walau belum lulus paling tidak mereka Bisa sama sama berjuang dari nol .
" Apa kau lelah " kata Awan tersenyum memeluk Qila
" Mhem ..... papi bilang apa ?" kata Qila
" Tidak bilang apa pun , kakung sudah menjelaskan semua nya .Jangan dipikirkan pikir kan saja kuliah dan pekerjaan kita " kata Awan mengecup bibir Qila lalu memeluknya erat .
Sedangkan kakung dan papi Awan saling tatap di ruang tengah. Karna papi merasa heran kenapa kakung Awan mengizinkan putranya itu menikah dini. Padahal dulu ketika sang adik melakukan nya Sang papi sangat menentangnya .
"Lupa kan masa lalu, Aku mengizinkan Awan tinggal disini dan merestuinya Karna mereka hidup mandiri .Qila bekerja dan Awan pun begitu Mereka bisa membagi waktunya Dan juga saling mencintai Beda dengan Bagas dulu mereka berbuat seenaknya Tampa bertangung jawab Dan kau tahu sendiri papi hanya seorang pns Dan rumah ini hanya warisan " kata kakung Yang membuat papi tak membuka suara
__ADS_1
" Sudah berapa lama mereka menikah ?" kata papi
" Baru dua bulan ini , putra mu merawat ku dengan baik bersama istrinya Qila bekerja di cafe Dan putramu bekerja serabutan. Entah apa yang mereka kerjakan Yang penting halal Dan mereka juga membantu papi selama bibi Lasem sakit Qila yang menyiapkan semua nya " kata kakung Karna pembantu nya itu juga sudah tua Dan tak punya anak Tapi tinggal bersama kakung Karna sudah tak punya keluargga lagi
" Baik , aku tak akan menganggu nya " kata papi pada putra bungsu nya itu Karna kedua kakak Awan saja belum menikah .Dan Awan terbilang nekad untuk anak seusianya .Namun mendengar penjelasan sang papi Hatinya cukup tenang Karna putra bungsunya itu bekerja bersama istrinya .
**********
Sore di rumah Ara , Ara baru saja pulang ketika Rio sedang mencuci mobil di garasi depan rumah.
" Lah ade ngak bila mas kalo mau pulang Kan bisa mas jemput " kata Rio
" Ngak pa pa mas , kan tadi pulang bareng Ratih dan Nila " kata Ara yang berboncengan memakai sepeda listrik
" Ya sudah mandi saja sana " kata Rio Yang melap mobil setelah di cuci
" Ya mas " kata Ara yang lalu masuk kedalam rumah Lalu masuk kekamarnya Dan menutup pintu sambil melepaskan semua pakaian ingin mandi Yang hanya memakai bra dan segitiga pengaman
"Ah ngaso dulu ah " kata Ara naik keatas ranjang Dan sambil menyetel music dan berjoget ria
" Astaga ... gusti punya istri kok kaya cacing kepanasan Di tegur takut ngambek di pandang bikin kepala ku pusing Apa lagi yang bawah " kata Rio Lalu melangkah menuju kamarnya Namun belum lagi Rio melangkah Ara memanggil nya .
" Mas .... Mas Rio mengintip ya " kata Ara Yang kepalanya nongol di depan pintu
" Ngak de, ngak sengaja lihat kok " kata Rio berbalik
" Hehehe....... masa " kata Ara yang membuat Rio menghampiri istri kecilnya itu Dan mencium nya
" Mas.....ih apaan sih " kata Ara Yang membuat Rio mendorong pintu
" Ara sengaja mengoda mas ya " kata Rio Yang melihat Ara hanya memakai bra dan segitiga pengaman Dan lalu langsung memeluk nya .
" Ngak mas Ara mau mandi " kata Ara yang berontak manja di peluk Rio .
" Apa perlu mas mandikan " kata Rio Karna Ara cuek tampa malu walau tubuh nya tampa pakaian..
__ADS_1
" Hehehe ...... boleh " kata Ara yang sengaja mengoda Rio . Entah mengapa ketika ia mendengar cerita kak Via dan Qila Ara penasaran ingin tahu seperti apa rasa hubungan suami istri .
Yang membuat Rio kaget dengan Keagresifan Ara padanya Yang memungut bibir istri kecilnya itu dengan nafsu .
Rio pun menutup pintu kamar dengan kaki nya Dan memeluk tubuh Ara erat mereka saling berciuman Dan Rio pun tak akan menyia yia kan kesempatan itu .
" Mas..... " bisik Ara Ketika merasa kan dirinya tak bisa menahan diri Karna tangan Rio menjelajahi tubuh Ara dan melepas pengait bra nya Dan Ara pasrah hanya menekan kepala Rio di dadanya
" Mas ..... lakukan lah , Ara ngak kuat lagi " kata Ara Yang mulai terbuai Dan menuntut Rio untuk melakukan nya .
"Yakin mau " kata Rio kembali ******* bibir Ara .Dan memijat tubuh sensitif Ara
Yang membuat Ara makin tak bisa menahan diri Dan ketika Rio pun ingin membuka celana pengaman Ara Mata Rio pun terbelalak
" Kok ada bendera jepang nya de " kata Rio kaget
" Hah...... " kata Ara kaget dan ...
" Yah ....Ara haid mas " kata Ara dengan polos nya
" Astaga de ara " kata Rio menyugar rambut nya kasar Lalu mengecup bibir Ara dan turun dari ranjang
" Dah mandi sana " kata Rio cemberut Yang Lalu cepat cepat keluar dari kamar Ara karna kepalanya langsung jadi pusing Karna hasratnya tertunda
" Hehehe........ ih pasti mas Rio pusing tuh kepengen " kekeh Ara Yang bergegas turun dari ranjang .Lalu menarik seprei nya Karna ada bekas darah haid nya menempel Dan membawa nya kekamar mandi untuk merendam nya Ara pun lalu mandi Dan sambil mengingat apa yang di lakukan nya bersama Rio
" Ahk lain kali aja " kata Ara tersenyum .
Lalu membersihkan dirinya
Sedangkan Rio duduk santai di meja makan mengingat apa yang terjadi .
Karna merasa aneh Kalo istrinya itu mulai agresif . Padahal biasa nya Ara tak begitu
" Ada apa dengan nya " kata Rio sambil mengaduk kopi susu nya . lalu menarik toples cemilan kue kering roma kelapa Dan lalu membukakan nya . untuk teman minum kopi nya Sambil tersenyum seorang diri .Entah apa yang dipikirkan Rio Hanya dirinya dan tuhan yang tahu
__ADS_1