Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 72


__ADS_3

Aya pun lalu terdiam sebentar lalu menatap sang ayah .


" Yah apa ngak masalah tanah ayah dibangun " kata Aya


" Tidak itu milik kalian sekarang nak ayah hanya menumpang Karna tak ada lagi yang bisa ayah berikan " kata Ayah Karna seluruh harta nya dihabiskan Indri begitu juga dengan perhiasan peninggalan almarhum sang istri Yang harusnya jadi milik anak anaknya .


" Itu masih milik ayah juga yah , kan Ara masih kecil " kata Ara


" Tidak nak itu milik kalian ..Ayah sudah tak punya apa apa lagi . Karna semua nya dihabiskan ibu kalian Jadi sekarang ayah hanya berharap kalian bisa menjaganya ' kata Ayah .


" Ya yah kami akan menjaganya " kata Aya yang tahu banyak uang dan harta sang Ayah yang raib begitu saja Yang membuat Aya kecewa Sampai ayahnya mempunyai hutang banyak karna sang ibu. Yang menghabiskan uang ayahnya tampa tersisa Untuk berfoya foya


" Sudah Aya dan Ara tenang saja, abang sudah mengukur tanah dan ini jadi rumah Ara dan disebelah akan dibangun rumah Kak Aya Biar kalian bisa tiap hari bertemu " kata Ferdi.


" Berati Ara masuk smp negri saja ya yah , Karna Aya pengen pelihara mentok dirumah kan halaman belakang bisa dikasih kandang " kata Ara


" Terserah Ara saja nak " kata Ayah


" Nanti kalo ada tukang biar dibuat kan kadang buat mentok de Ara sama mas Rio biar mentoknya ngak keluyuran . Dan biar ngak eo nya ngak bau mas akan bikin tempat pembuangan kotoran nya. " kata Rio


" Trimakasih mas, mas Rio baik sekali " kata Ara senang yang membuat semua nya tertawa. Termasuk Ferdi dan Aya


Lalu mereka pun membahas rumah yang akan dibangun dengan halaman yang luas karna Aya minta ada taman kecil didepan .Mirip dengan rumah mereka di jakarta . Tapi yang ini sedikit lebih luas dan juga ada kebun disamping rumah Dan juga bisa menanam sayuran Karna memang masih ada pohon pisang dan singkong di belakang rumah mereka .


Rumah pa kevin memang didesa tapi masih bisa menjangkau kota yang hanya 30 menit karna memang jalan nya sudah bagus Dan disana juga hawanya dingin karna wilayah pedesaan .


Yang membuat Aya betah karna di lingkungan mereka semua petani kopi buah dan sayur Yang membuat semua ada Dan juga mudah didapat. Dan juga masih alami .Ayam potong juga ada yang jual Dan ada juga ayam petelur Yamg membuat Aya betah berlama lama di desa


Sorenya Aya dan Ara membuat pisang goreng dan singkong goreng untuk bersantai sambil minum susu coklat hangat di beranda samping.


" Yah ini rumah nya sudah tua ya yah Tapi masih awet " kata Ferdi yang tertarik dengan rumah joglo tua milik mertuanya itu


"Ya nak, kalo nak Ferdi mau bikin pintu nya dari ukiran jati bisa pesan dulu Dan Yang atas di buat biasa saja Tapi pintu depan bisa pake ukiran jati untuk semua fokus dibawah saja biar mirip rumah joglo " kata ayah memberi saran .


" Ya yah, besok Rio bisa bantu nyari kalo Ferdi berangkat gambar nya bisa di kirim ke Ferdi ya kan mas Rio "kata Ferdi

__ADS_1


" Ya tuan muda besok kita bisa lihat ukirannya pagi kalo tuan muda tak sibuk " kata Rio


"' Ya mas...... besok pagi saja Karna siang nya saya harus berangkat " kata Ferdi yang memang ingin menyenangkan Aya dengan membangun rumah sang istri


************


Malam nya Aya menata kembali koper Ferdi Yang akan dibawa besok ..Ada rasa berat di hati Aya karna ia dan suami nya harus berjauhan padahal masih masa pendekatan Dan mereka baru saja mengalami indah nya cinta sebagai suami istri. Yang membuat keduanya tak dekat satu sama lain Apalagi Aya di masa masa mengidam Yang membuat nya berat ditinggal Ferdi suaminya Yang harus pergi jauh Tapi karna pekerjaan Aya harus mengalah Dan bisa mengerti Karna Ferdi bilang takut ia sangat sibuk dan Aya akan kesepian bila ikut kesana


Jadi untuk sementara Aya ditinggal . bersama keluargga nya .


"' Sudah sayang ayo sini " kata Ferdi


"'Ya bang ini sudah selesai kok " kata Aya yang lalu menutup kopernya Karna Ferdi meninggalkan pakaian nya sebagian.


" Besok abang berangkat siang dinda ngak usah ikut ke bandara dirumah saja temani Ayah dan Ara ya takut macet " kata Ferdi mengusap pungung .Aya ketika Aya rebahan di samping Ferdi .


" Ya bang hati hati ya, Aya titip makanan buat mami ya bang " kata Aya tersenyum .


" Itu pasti sayang abang pasti rindu sama Aya . Nanti habis isya abang mau nengok dede boleh ya " kata Ferdi


" Ya bang " kata Aya yang lalu memeluk suaminya itu .


" Ya bang " kata Aya yang lalu bangun ketika terdengar adzan isya .


" kita sholat yuk bang nanti habis ini makan sama rica rica entok ya mau ngak " kata Aya .


" Mau dong pake nasi ya abang pake lontong kan lemas . Nanti mau olahraga malam dulu " kata Ferdi mencium pipi sang istrinya


" Hehehe .... abang apaan sih " kata Aya malu terkekeh.


"' Yuk sholat " kata Ferdi tersenyum sambil memeluk Aya dan mengecup bibir Aya berkali kali


"' Abang sudah ayo sholat keburu keblalasan nanti " kata Aya mengurai pelukan suami nya itu


" Ya sayang ayo " kata Ferdi

__ADS_1


Sedangkan Ara sedang memanaskan rica rica entok yang di beli Aya sendiri untuk dirumah Karna untuk dikirim baru akan dimasak besok pagi Karna takut suami nya .itu kepengen jadi Aya memesan khusus sama gorengan sore tadi yang diantar keponakan yu Irah


" Sudah siap de " kata Rio


" Ya mas nih sudah selesai Ya ampun bau nya wangi mantap nih " kata Ara yang lalu menaruhnya di mangkuk besar dan menyiapkan sambal lalapan timun dan gorengan bakwan dan tempe Yang membuat pa kevin tersenyum melihat Rio membantu Ara .


" Wah ... makan besar ya " kata pa Kevin .


" Iya dong yah ayo makan bersama " kata Aya yang datang bersama Ferdi


Dan Ferdi pun langsung duduk


Sedangkan Aya menyiapkan piring dan dan kerupuk juga sambal hati dan balado telur yang mereka beli siang tadi Karna takut sang suami mencari yang lain ada juga sambal pete dan terung goreng masakan Ara


" Wah enak nih abang mau sambal pete nya sayang dan rica rica juga telur " kata Ferdi yang membuat Aya dengan sigap melayani suaminya lebih dulu Dan mengambil untuknya belakangan .


" Mantap .....nih nak Ferdi ayo makan " kata ayah memimpin doa Dan Rio juga mengambil untuk nya sendiri Yang duduk disebelah Ara .


" Bismillah ..... mhem .... luar biasa enak " kata Ferdi menyuap nasinya dengan tangan tanpa sendok.


Aya yang melihat itu pun lalu mengambil mangkok kobokan untuk sang suami .


" Bang pelan pelan bang pedas lho " kata Aya yang menegur suami nya itu Karna banyak mengambil sambal pete.


" Enak sayang mantap ini maknyus ." kata Ferdi yang membuat semua orang dimeja tertawa mendengar perkataan nya


"' Wah kak , abang suka sambal pete rupanya " kata Ara tersenyum


" Ya ini pas di campur nasi buat abang ketagihan .Tambah ya yang " kata Ferdi yang tampa malu mencium pipi Aya Karna Aya menambah kan rica rica pada piring suaminya itu .


Aya hanya bisa tersenyum Karna suaminya itu minta tambah Dan tidak biasanya juga Ferdi makan dengan lahap dan menikmatinya makan nya dengan santai seakan ia sangat lapar .


" Tambah juga nak " kata pa Kevin yang terkejut melihat sisi lain menantunya itu karna biasa nya Ferdi makan di restoran berkelas dan anti memakai tangan .Tapi kali ini ia melihat menantu nya makan lahap karna di temani sang istri yang juga makan dengan tangan .


" Semoga kalian slalu bahagia nak " kata Pa Kevin melihat kebahagiaan Yang terpancar di wajah Aya dan Ferdi sambil menyodorkan piring pada Ara

__ADS_1


Di jakarta Kaifa duduk berdua makan bersama Wandi di apartemen suaminya itu Yang sengaja membawa Kaifa jauh dari orang tuanya itu Agar Kaifa bisa melayaninya . Karna Wandi sempat melihat cctv Kaifa merengek pada sang mami . Minta balikan dengan Ferdi Yang membuat Wandi kecewa pada Kaifa untuk kesekian kalinya .Karna istrinya itu belum bisa melupakan mantan nya itu.


" Ferdi benar kalo Kaifa akan menganggu rumah tangganya yang baru saja dimulai.. Begitu juga dengan ku " kata Wandi membuang nafas kasar nya .


__ADS_2