
Lalu keduanya pergi menjauh dari sana.
Karna tak mungkin mamah Reyhan minta gratisan pada sepupunya itu Apalagi mereka sering di bantu.
Takdir rezeki tiap orang pasti lah berbeda beda Karna sudah di tulis dalam garis hidup setiap orang . Aya hanya tersenyum melihat Naura pergi .Karna ia sendiri tak terlalu suka dengan istri sepupu suami nya itu .Yang terkesan sadis pada nya . Dan seenak nya saja bila bicara Tanpa memikirkan apa perkataan nya bisa menyinggung orang lain .
" Ay..... kenapa ?" kata Qila Ketika Aya terdiam
" Ngak .... yuk kita kesana lihat coklat " kata Aya Berusaha menghilangkan rasa kesalnya Bagi Aya biarkan saja orang lain nyinyir padanya Karna mereka tak mampu menggapai Dan mendapatkan apa yang ia punya
" Yuk .....kita cari cemilan " kata Qila
" Iya buat kita bersantai la " kata Aya Sambil mendekati buah hatinya Yang bersama pengasuhnya memilih makanan
ringan kesukaan mereka
" Otat mah " kata Aska mengacung kan coklat batangan
" Ya sayang tapi jangan banyak dan gigi nya lambat tumbuh tuh " kata Aya terkekeh
" Siapa bilang Ay, ngak ngaruh lagi .Yang penting asupan gizi nya " kata Qila
" Ya juga ya, bukti nya saja kita juga senang coklat " kata Aya .
" Iya dong kan semua umur pasti suka " kata Qila Yang mengambil beberapa batang coklat untuk cemilan di kamar .
Setelah mereka puas belanja Mereka pun duduk di sebuah stand makanan Sambil memesan roti dan minuman Dan melihat para pengunjung yang lalu lalang lewat .Sedangkan Aska dan Afnan Naik kereta berjalan mengelilingi pertokoan mall dari area timezone .
**********
Di sekolah Ara sedang asyik menulis tugas Ketika seseorang melemparinya
dengan gumpalan kertas Yang membuat Ara kaget lalu mengambilnya Dan membuka nya
** Aku suka kamu , kita ketemuan yuk ***
" Siapa ?" guman Ara menoleh kebelakang Dan seorang teman pria nya tersenyum padanya
Ratih yang duduk tak jauh dari nya Mengeleng kan kepala nya Seakan memberi kode Dan Ara pun mengangguk
" Aish....sombong amat sih " kata cowok itu melirik Ara yang hanya diam padanya
" Jelas lah , dia pintar juga anak orang berada Ngapain suka sama lho ngak punya modal mau nyari gebetan " sindir teman di sebelah nya
" Nama nya juga usaha, siapa tahu mau Tampang gue ngak kalah sama si Ardi " jawab cowok itu
" Heh.....Ardi aja di tolak , apa lagi lho Jadi ngak usah berharap " bisik teman nya pelan Karna guru mereka masih duduk Memeriksa tugas sekolah murid muridnya
" Ck...kau ini wajar lah gue lagi usaha siapa tahu bejo " kata cowok itu berdecak kesal
" Terserah deh, tapi kalo di tolak jangan sakit hati ya" kata teman nya kembali berbisik sambil memperhatikan Ara .
Setelah bel berbunyi Ara pun menghampiri Ratih yang duduk di belakang kursi nya
__ADS_1
"Ke kantin yuk haus " kata Ara
" Boleh , yuk sekalian menghampiri Nila " kata Ratih yang beranjak dari kursinya Lalu mengandeng Ara keluar kelas
" Hai ...cantik godaan kita dong " kata Beni pada Ara dan Ratih ketika keduanya Melewati Beni
" Yang lain aja Ben, haus kalo godaan lho " kata Ratih terkekeh Dan Ara hanya tersenyum
" Kan bisa minum Rat " kata Beni
" Iya kalo gratis ngak masalah ,Nah disuruh beli sendiri mending nunggu orang yang traktir Ben " jawab Ratih
" Kan belum kerja Rat, masih pake abu abu nih " kata Beni
" Tahu ah ....." kata Ratih tersenyum mengandeng Ara kekantin dan lalu menghampiri Nila yang berdiri di lorong sekolah menunggu mereka berdua
" Aku pikir ngak lewat ?" kata Nila
" Lewat dong kan jalan umum " kata Ara tersenyum
" Iyalah yuk ., nyari yang adem " kata Ratih
" Yuk.....gue juga haus nih , karna tadi hanya minum sedikit setelah sarapan " kata Nila
Sedangkan di tempat lain dua orang teman nya berdiri menatap ketiga nya Yang melewati mereka begitu saja
" Wah mereka punya geng ,Tapi sayang geng anak orang miskin Ku dengar si Ara kan yatim piatu Trus yang jemput dia pulang itu siapa ?" kata Jeni
" Tapi kaya nya tuh cowok slalu standby mengantar dan menjemput si Ara " kata si Jeni
" Lah kan sopirnya beb, wajar sana sini standby .Tapi lumayan ganteng lho untuk ukuran sopir .Kulit nya sawo matang " kata Jeni
" Iya juga lebih keren dikit dari si Ardi Yang playboy tuh !!" kata Indri yang memang dekat dengan Ardi .
" Tapi ngak punya duit dia beb , cuma modal tampang doang kan bapaknya cuma pns biasa sama ibunya " kata Jeni
" Lumayan beb , timbang si Beni modal mulut doang , jaman gini kalo pacaran cuma makan angin Makanya gue malas kalo keluar" kata Indri
" Iya lah mending mengencani om om berduit Bisa shoping shoping kita " kata Jeni Yang hobby hidup glamor
" Iya juga beb, yuk cari mangsa nanti malam .Mumpung kita masih muda dan asoy Bersenang senang itu wajib dong " kata Indri
" Yoi .......nongkrong di cafe elit cari makan Kalo si cowok sma cuma modal mulut ember beb " kata Jeni tertawa
" Iya lah kan ngak punya modal , ya bisa gombal doang " kata Indri yang ikut tertawa Lalu pergi ke kantin Mencari makanan untuk mengganjal perut .
Dan mereka pun duduk tak jauh dari Ara dan teman teman nya Yang juga sedang makan bakso dan minum jus .
" Hari ini ke cafe ra " kata Nila
" Iya dong , kan kak Via dan Kak Qila izin " kata Ara
" Oh iya lembur dong , tapi sudah pesan oleh oleh kan " kata Ratih memasang wajah imut
__ADS_1
" Dih maunya , itu pasti beb kan aji mumpung ada big bos " kata Nila
" Ya lihat saja nanti, tapi jangan berharap Nanti pas libur aku mau ke sana ngajak kalian Biar tahu kota jakarta " kata Ara
" Serius ra !!!" kata Ratih senang
" Iya ra , kita mau kok .Masalahnya aku pengen tahu kota jakarta " kata Nila yang ingin sekali bisa pergi kejakarta
" Iya ra, aku mau " kata Ratih Yang memang belum pernah kesana
" Iya tapi harus siap lembur Tugas kita ngak bisa di tinggal sembarangan Untung sekarang ada Ayu dan temanya " kata Ara Yang memang menambah karyawan Karna mereka sempat kewalahan Dan untung nya Ayu dan Ati tetangga Ratih cukup bisa diandalkan Yang membuat Ara percaya mereka tak akan macam macam di tempat kerja Karna mereka memang Sangat butuh pekerjaan Membuat Jeni dan Indri saling tatap Mendengar obrolan Ara dan teman temannya
" Sok banget tuh anak nawarin liburan Kaya dia punya banyak duit banyak aja " cibir Jeni
" Iya padahal juga orang biasa, cuma otaknya saja sedikit encer " kata Indri
" Perlu kita beri pelajaran tuh anak beb " kata Jeni berbisik pelan
" Ya kita kerjain aja , pas dia lengah " kata indri Yang tersenyum sinis Melihat Ara dan teman teman tertawa bersama Sambil ngobrol santai .
Namun sesekali Nila memperhatikan mereka berdua. Yang berbisik pelan
Membicarakan mereka bertiga
" Mereka pikir aku ngak tahu sifat picik kalian itu " kata Nila
Sedangkan Ara tersenyum kecil Walau Ara terlihat santai Namun Ara juga bisa melihat jelas Wajah wajah orang yang tak senang padanya
************
Sedangkan di kantor pusat Ferdi baru ingin ke lobby kantor Ketika sebuah tangan memegang pundaknya
" Hai Fer.....apa kabar ?" kata Naura
Ferdi cepat menepiskan tangan Naura Lalu mundur untuk menghindari Naura
" Kenapa kau ada disini .? Kata Ferdi
" Aku datang bersama Reyhan , oh ya kenapa Reyhan harus pindah kantor Kan dia lebih berpengalaman dari Bimo " kata Naura
" Itu bukan urusan mu, Reyhan masih karyawan disini Jadi wajar bila dia pindah tugas .Kalo dia tidak mau ya tinggal bicara baik baik " kata Ferdi
" Astaga Fer, kau posesif sekali Apa karna Aya sibuk shoping dia melupakan mu begitu saja " kata Naura Yang memang berniat melobi Ferdi Agar Ferdi membatalkan kepindahan Reyhan
" Itu tak ada hubungan nya dengan Aya Kenapa membawa bawanya " kata Ferdi gusar
" Apa kau tidak tahu , istrimu mau menikah dengan mu Hanya karna hartamu
Dan ketika kau lengah ia akan mencari mangsa lain " kata Naura
" Seperti dirimu kan nona , yang mau dinikahi Reyhan untuk bisa mendekati tuan Ferdi " kata sebuah suara
" Kau ....!!!" kata Naura mendelikkan matanya dengan rasa marah .
__ADS_1