Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 104


__ADS_3

Ferdi terbangun ketika Aya mengusap pipinya lembut .


" Bangun dan sholat bang " kata Aya


" Ugh ... apa istri abang sudah mandi " kata Ferdi mengecup bibir Aya yang terasa manis


" Abang ayo mandi dulu nanti Aya mau packing baju abang sorenya baju Aya Aya paling cuma bawa tas ransel " kata Aya Yang sudah banyak meninggal kan baju nya di rumah.


" Baik lah abang mandi dulu , lalu sholat tunggu abang ya " kata Ferdi yang melihat jam 5 lewat Karna Aya baru saja selesai sholat subuh .


"' Ya bang " kata Aya Yang lalu menuju sofa Dan mengambil kertas lalu menggambar


Sedangkan di rumah kecil Qila dan Via baru saja selesai sholat dan tadi Via sudah membaca pesan Aya minggu depan mereka berangkat ke Yogya setelah suami Aya berangkat .


"' La kita siapin semuanya oh ya apa ijazah mu sudah lengkap " kata Via


" Sudah Vi tapi aku ngak punya uang buat pindah kesana Trus kita gimana nanti disana Kemaren aku hanya minta surat pindah kampus saja . Lalu apa lho sudah dapat orang yang mau ngontrak rumah " kata Qila


" Belum sih mungkin beberapa hari ini .


Tabungan ku juga dikit Tapi kan Aya sudah


bilang kalo sementara kita tinggal di rumah nya dulu Bila ngak dapat ruko " kata Via


" Aku ngak enak ngerepotin Aya Vi, tapi mau apa lagi Aku pengen sukses Vi dan menemui mamah Kasihan mamah pasti dia sedih kalo tahu aku ngak kuliah Dan aku belum siap bertemu " kata Qila sedih


" Ya sabar la, Ayo kita bikin sarapan mudahan disana nanti lho bisa tenang " kata Via


" Ya Vi " kata Qila yang ikut melangkah kedapur membuat sarapan untuk mereka berdua.


***********


Seminggu tak terasa Hari ini Ferdi sudah siap dengan kopernya .Dan sebelum berangkat Ferdi sarapan lebih dulu bersama keluargga nya


" Nanti kalo kebandara diantar Alan ya sayang " kata Ferdi .


" Ya bang " kata Aya Yang sudah menelpon Qila dan Via nanti bertemu di bandara saja Karna entah mengapa ia teringat mimpi buruk nya itu .


" Abang juga hati hati disana ya bang " kata Aya


" Ya sayang " kata Ferdi Yang membuat mami dan papi tersenyum melihat anak dan menantunya itu saling mengingatkan


Sehabis sarapan Ferdi di antar Alan kebandara. Dan Aya akan berangkat sore Tapi sehabis Zuhur ia sudah harus kebandara Dan Aya sudah membeli 2 tiket untuk teman nya Dengan gajinya sendiri .

__ADS_1


" Jangan lupa sampaikan salam abang buat ayah ya " kata Ferdi memeluk istrinya itu Dan menciumnya cukup lama Lalu mengurai pelukan nya setelah Alan mengatakan sudah siap semua


" Ya bang hati hati di jalan " kata Aya Yang melambaikan tangan nya ketika Ferdi masuk mobil


Lalu Aya pun masuk kedalam rumah setelah mobil yang membawa Ferdi pergi Dan menuju kamarnya .Lalu mengecek tas nya untuk persiapan berangkat.


" Sudah semua , Apa aku naik taxi saja ya " kata Aya yang berpikir menjemput Aqila dan Via


" Tapi abang minta aku di antar kak Alan nanti " kata Aya bicara sendiri


Lalu terdiam sebentar Entah mengapa bayangan buruk itu terlintas dibenak nya .


Yang membuat Aya berpikir keras sambil mondar mandir di kamarnya .


Siang nya setelah semua siap Aya pun berangkat setelah berpamitan pada mami dan papi Sandi di telpon .Dan Alan mengantar nya .


" Sudah siap nona " kata Alan


" Sudah kak " kata Aya yang bingung entah mengapa perasaan nya tak enak Dan tak lama di jalan tak sengaja .Aya melihat truk besar mengikuti mobil mereka .


" Kak Alan perasaan Aya ngak enak, nanti Aya naik taksi saja ya kak, oh ya kak Alan hati hati ada truk yang mengikuti mobil kita dari tadi. seperti nya itu bukan hal biasa " kata Aya khawatir .


" Hah ..... nona mau apa " kata Alan .


" Aya nanti turun saja di tikungan sana pas lampu merah kak Kak Alan pulang ya Dan hati hati bawa mobil nya Seperti nya ada yang mengikuti mobil kita " kata Aya khawatir


" Kak Alan cepat melompat kalo ada bahaya . Aya pergi dulu kak " kata Aya Yang turun dari mobil ketika mobil berhenti di lampu merah Dan Aya bergegas naik taxi di pinggir jalan .


Alan yang bingung pun mengendarai mobil menuju arah pulang namun dari arah kejauhan terlihat jelas dari kaca spion sebuah truk melaju ke arah mobil Alan


" Kak Alan melompat kalo ada bahaya " ucapan Aya terngiang di telinga Alan Dan Alan pun secepat nya melompat ke sisi karna dan......


Brak.........brak.........


Dua mobil di tabrak truk besar itu yang membuat Alan terkejut


" Auw......." kata Alan karna tangannya perih karna tadi sempat salah posisi waktu melompat keluar Dan Alan ingin bangkit dari duduknya ketika


Duar ........mobil truk itu pun meledak dan mobil Yang dibawa Alan pun ikut terbakar


Dan terlihat ada orang yang menyelamat kan mobil Yang tadi ikut tertabrak .Dan menyeretnya ke pinggir .


" Aaa........ semua orang berlari dari kobaran api

__ADS_1


" Astagfirullah aladzim " kata Alan terduduk lemas Lalu teringat Aya dan Alan pun langsung menelpon Aya . yang sudah sampai bandara .


" Ya kak Aya baru saja sampai ini ." kata Aya dari sebrang


" Apa nona baik baik saja " kata Alan menarik nafas dalam


" Iya kak Aya lagi cek in " kata Aya


" Ya nona kabari nyonya dan tuan bila sudah sampai ya biar Kak Alan telpon pa Sapto dulu " kata Alan


" Ya kak " kata Aya .


" Ya sudah hati hati " kata Alan .


" Ya kak " kata Aya lalu sambungan pun terputus Dan Alan cukup lega Lalu menemui polisi yang sudah berdatangan ke tkp di mana mobil yang di bawanya ringsek dan hangus terbakar Padahal itu mobil . tuan besar nya ..Lalu Alan pun minta polisi untuk menindak lanjuti nya


*********


Alan baru saja sampai kantor di sebuah gedung mewah Dengan perban ditangan nya Lalu masuk lift menuju lantai 17 untuk menemui tuan besar nya .


" Tok .tok....tok ..


" Masuk " suara dari dalam


" Ceklek .......


" Alan ........" kata papi Sandi kaget melihat tangan Alan diperban


" Ada apa ? " kata papi Sandi penuh selidik


" Apa tuan besar sudah menonton berita Atau kabar hari ini " kata Alan


" Jangan kau bilang salah satu mobil Yang ditabrak itu mobil ku lan " kata papi


" Sayang nya itu benar tuan " kata Alan


" Astagfirullah Alan............." teriak keras papi Sandi kaget


Membuat sekertaris dan staf diluar ikut kaget Dan melihat ruangan Presdir komisaris itu Karna teriakan itu terdengar nyaring sampai luar


" Apa yang terjadi dengan Aya , kata kan " kata papi menatap tajam


" Tuan tenang dulu biar saja jelaskan" kata Alan menenangkan tuan besar nya

__ADS_1


" Cepat katakan !!!" bentak papi


" Baik ....tapi tuan besar tenang dulu " kata Alan Yang memberikan segelas Air putih pada papi Sandi Dan .Papi sandi menarik nafas dalam .Dan mencoba duduk tenang dan meminumnya .


__ADS_2