
Dan tak jauh dari situ Naura mengawasi Aya. Namun Tina yang slalu mengawasi Aya slalu siaga..Dan memperhatikan Naura
" Hai Ay..... kok sibuk sendiri kaya pelayan saja " kata Naura mendekati Aya
" Pelayan di rumah sendiri itu wajar mba, kan tak menjadi beban " jawab Aya santai asyik mengecek sisa berkat
" Oh ya padahal kau seorang nona di rumah ini " kata Naura
Aya hanya tersenyum Lalu menatap Naura " Saya biasa bekerja mba Kalo pelayan tugas nya membantu meringankan perkerjaan kita saja " kata Aya santai
" Oh ya rugi dong kalo kita bayar para pelayan mahal Kalo kita masih di repot kan " kata Naura berpangku tangan
Bi Yam dan bi Siti yang mendengarkan hanya bisa diam Sambil saling padang Lalu melihat pada Aya yang hanya tersenyum Tampa menanggapi serius perkataan Naura
" Itu pemikiran mba Naura , kalo saya pribadi kita hidup itu saling tolong menolong mba , bukan egois untuk diri sendiri .Ya mereka membantu kita Kita juga membantu mereka " kata Aya
" Oh ya apa istri seorang Ferdi terlalu polos atau terlalu bodoh " kata Naura
Menatap Aya dengan senyum sinis seakan mengatakan Aya bodoh
" Silahkan anda menilai nona, tapi bagi kami nona Aya itu istri yang cerdas " kata bi Yam angkat bicara
" Wow ....... rupanya seorang pelayan juga bisa ikut bicara " kata Naura
" Apa itu masalah buat anda nona Naura " kata Ara yang ikut mendekati Aya lalu membantu sang kakak
" Hehehe...... kalian bisa kompak juga rupanya majikan dan pelayan " kata Naura mengejek
" Bi ayo kita bawa kesana Tak perlu terpancing emosi karna ulah tamu yang ngak sopan " kata Ara berani
" Eh.... kok lho kali anak kecil yang ngak sopan pelayan kok bertingkah " kata Naura mendelik
" Dia bukan pelayan ra, dia salah satu nona dirumah ini , apa ada masalah dengan nya " kata mami yang sempat mendengar perdebatan itu
" Oh tidak tante " kata Naura kaget Lalu tersenyum pada mami
Sedangkan Ara Aya dan bi Yam hanya diam melihat Naura salah tingkah Karna tak tahu Ara bukan pelayan
" Ara nak ini istri Reyhan sepupu abang mu , Ara sudah kenal kan . Ayo kita makan malam sama sama tamu Jangan terlalu sakit hati mendengarkan omongan orang Apalagi hanya tamu " kata Mami Risma menyindir
" Ya mi , ayo kita makan makan kak Aya ayo semuanya ikut bergabung " kata Ara tersenyum sambil mengandeng Aya .
__ADS_1
" Ayo sayang " kata Mami Yang juga ikut mengandeng tangan Aya Sambil melirik Naura Karna mami tahu dan mendengar kan Naura yang meremehkan menantunya itu juga Ara dan bi Yam
" Brani juga dia bertingkah dia pikir dia siapa " bathin mami Risma .
Sedangkan Naura yang diabaikan terdiam lalu ikut menuju meja makan Dengan perasaan gamang karna di sindir mami Risma yang menohok
" Naura ....... ambilkan suami mu " kata Mamah Reyhan
" Ya mah " kata Naura
Sedangkan Aya tampa disuruh ia sudah lebih dulu mengambilkan makanan untuk Ferdi Yang sudah duduk dekat Ayah dan papi Sandi .
Ara juga ikut mengambil makan untuk sang Ayah Lalu mereka makan bersama Naura sempat melirik Aya .Namun Aya cuek sedangkan Tina yang tak jauh dari tempat itu mengawasinya diam diam
" Rupanya dia iri dengan nona Aya " kata Tina bersikap tenang seolah olah tidak tahu apa pun
" Tina ayo makan " kata mami .
" Iya nyonya " kata Tina yang lalu mengambil makanan untuk diri nya sendiri .Sambil tetap mengawasi Naura
Dari tempatnya berdiri
*********
" Nak Wandi ngak pulang kejakarta " kata Mamah
" Besok mah , sekalian mamah .pulang kejakarta dan dirujuk kesana biar Kaifa bisa jaga mamah Dan sekarang papah sedang mencari mobil Untuk kita pulang bersama sopirnya " kata Wandi
" Bukan nya Ferdi punya perusahaan disini Kita bisa meminjam sopir dan mobil mereka untuk pulang ke jakarta " kata mamah
" Mah...' .kata Kaifa yang tak enak hati
" Kenapa mami Ferdi kan juga sahabat mamah Kai " kata Mamah Kaifa menatap Kaifa . Karna tahu kaifa tak enak hati
" Tapi Ferdi di jakarta mah " kata papah Yang baru masuk
" Papah tak enak merepotkan mereka Apalagi ketika Kaifa sudah membuat malu . Papah sudah pesan mobil tinggal sopirnya saja " kata papah
" Terserah papah saja " kata mamah
" Ya , kita berangkat besok Agar mamah cepat pulih disana .Akan repot bila menjaga mamah disini " kata papah Yang merasa istrinya itu akan lama untuk sembuh Karna papah juga harus bekerja Tak mungkin mereka berlama lama tinggal di yogya Karna sehabis dioperasi perlu pemulihan Dan butuh waktu menunggu untuk bisa berjalan lagi seperti semula
__ADS_1
Wandi hanya diam tak banyak bicara Ia tahu Mamah Kaifa memang ramah pada nya Tapi Wandi yang sudah mengawasi Kaifa cukup tahu Kalau mertuanya itu masih berharap pada Ferdi
" Ya sudah pah, papah makan dulu " kata Kaifa menyodorkan makanan kotak pada sang papah
" Terimakasih sayang , Wan maaf bila mamah merepotkan mu Harusnya kau bekerja " kata Papah
" Tidak apa apa pah kan Wandi masih bisa memantau dari jauh " kata Wandi
Yang tahu papah mertuanya itu baik .
Kaifa hanya diam merasa selama ini Wandi tulus padanya ..Bahkan selama hamil Kaifa dapat perhatian penuh dari Wandi yang slalu rutin menelponnya dari kantor Walau ia baru belajar mencintai Wandi
***********
Pagi sekali setelah sholat Rio sudah memberi makan mentok dan ayam Ara juga lele piara Ara di kolam belakang
" Dia cukup kreatif padahal seorang gadis pasti akan jijik karna kotoran hewan " kata Rio yang melihat mentok Ara semakin banyak saja Apalagi sudah ada yang bertelur lagi " kata Rio
" Nak Rio ...ayo makan ini bibi bawakan nasi uduk .yu Irah mau bersih bersih " teriak yu Irah sambil berjalan kearahnya
" Ya bi nanti sebentar lagi " jawab Rio
Yang asyik memperhatikan ikan yang berebut pelet
" Ikan nya sudah pada besar ini mas " kata yu Irah
" Iya yu tapi minggu besok baru dipanen dan bisa dijual Dan lagi juragan nya belum pulang " kata Rio
" Oalah mas, sampean kui asisten nya ya teko manut sampean kan non Ara cuma pegang uang " kata yu Irah
" Iya yu, tapi tetap izin sama yang punya " kata Rio tak mau lancang
" Iyo mas ngerti , tapi kan sampean itu kudu nambah karyawan masa di tangani sendiri terus " kata yu Irah
" Kalo masalah itu saya masih santai yu, kerja di kebun kan ngak pull tiap hari . Masih bisa disambi sambi yang lain " kata Rio
" Oalah mas kerja sana sini di borong semua .Ya untung mba Ara kalo besok sudah sukses kudu harus ingat sampean Tapi kok ora di jadi ke bojo wae mas kan sampean iso merayu bapa Sampean iku kan orang kepercayaannya Non Ara itu pasti mau di nikahkan karo sampean Timbang sama orang lain " kata yu Irah
" Hahaha yu Irah iso wae , belum sampe umur yu masih kecil masih nunggu sabar " kata Rio tersenyum Padahal ia dan Ara Memang sudah menikah Namun belum saatnya untuk orang lain tahu tentang kehidupan mereka berdua
" Ya yu doakan saja " kata Rio Yang lalu membersihkan tangan untuk sarapan pagi di rumah Aya. Karna dirumah Aya rutin setiap hari dibersihkan
__ADS_1