Aku Pelunas Hutang Ayah

Aku Pelunas Hutang Ayah
Bab 395


__ADS_3

Sedangkan di rumah Ara . Rio dan Ara baru saja pulang dari rumah sakit Karna besok mereka mau ke rumah mbok Ara sudah menyiapkan semua nya sebelum tidur Agar pagi nya mereka akan bisa langsung berangkat ke desa Rio Karna sudah lama mereka tidak pulang kesana


" Mas ....apa mbok baik baik saja " kata Ara khawatir


" Ya beliau sehat sehat saja karna sekarang semakin sibuk jualan sayur " kata Rio Yang merebahkan kepalanya di bantal sebelah Ara


" Lah kok bisa sih mas, harusnya ngak perlu kan mas sudah kirim uang tiap bulan ?" kata Ara


" Ya karna mba Sinta lagi hamil jadi mungkin gantiin mba Sinta " kata Rio


" Astaga mas , ya kan bisa dijual langsung saja tengkulak biar untungnya dikit tetap menguntungkan " kata Ara Karna tahu usia mbok Rio sudah 60 tahun lebih


" Ya kita lihat besok " kata Rio Yang memang akhir akhir ini jarang di telpon si mbok Karna waktu itu mereka ada di jakarta waktu mbok menelpon mereka .


" Ya sudah tidur mas, Biar besok bisa kita berangkat pagi " kata Ara


" Ya de " Kata Rio Yang lalu memeluk Ara erat dan tak lama mereka pun tertidur lelap


Pagi buta setelah subuhan Ara dan Rio menata oleh oleh di dalam mobil Dan mereka juga pamitan pada yu Irah dan Reyhan juga pa Mamat dan Asih Karna ada Paijo di rumah sakit Yang menunggui Nila dan Ratih Jadi Ratih bisa menyuruh Reyhan pulang Agar suaminya itu bisa istirahat di rumah


" Salam buat mbok ya yo " kata yu Irah Ketika akan menutup pagar garasi


" Ya yu titip rumah ya " kata Rio


" Ya mas " kata yu Irah


" Dah .. yu ,jangan lupa suruh teh Asih menyirami bunga Ara ya yu ." kata Ara


" Ya ra hati hati " Kata yu Irah tersenyum Pada kedua pasangan muda itu Dan Rio pun lalu melaju dengan mobil putih Aya Atas permintaan Ara Agar nyaman Karna mobil hitam khusus untuk kerja Rio .


Satu jam lebih mereka sampai di rumah mbok rumah terlihat sepi Karna memang masih jam enam pagi lebih sedikit Ketika mereka sampai di rumah mbok Dan Rio pun turun bersama Ara mengetuk pintu


Ceklek........


" Rio Ara " Kata Sinta kaget


" Lah mbok mana mba ?" kok sepi


" Siapa Sin kok pagi pagi sudah bertamu ngak sopan " kata seorang wanita mengomel Ketika Ara dan Rio hendak masuk


" Bu......." tegur Sinta

__ADS_1


Dan membuat Rio melihat wanita itu Yang tak lain ibu Sinta mertua sang kakak Dan wanita itu pun ikut kaget


" Lah kok mbok inem bisa ada di sini ? mbok mana mba " Kata Rio yang langsung melewati mereka Begitu juga Ara yang langsung menuju kamar mbok Tapi kamar mbok kosong Lalu Rio dan Ara langsung kedapur untuk mencari si mbok Tapi disana hanya ada sang kakak bersama mertua nya


" Lah mbok mana mas ?" kata Rio


" De Rio anu mbok di pasar jualan ?" kata sang mas bingung


" Kok bisa mbok jualan di pasar Sedang kan mas dirumah santai santai Keterlaluan ...!!! " kata Rio menggeleng Lalu kembali keluar di ikuti Ara


" Biar mas yang susul de " Teriak sang kakak


" Ngak perlu , ayo de cari mbok kepasar " Kata Rio terlihat tak suka karna mertua sang kakak ada disana dengan sikap Arogan nya .Yang membuat Rio kepasar bersama Ara di mana biasanya sang kakak berjualan


Dan benar saja di pasar mbok sedang berjualan sayur seorang diri melayani pelanggan yang cukup ramai Rio baru saja turun Ketika seorang ibu ibu membentak mbok nya


" Heh..... mbok harus nya kalo jualan itu disana enak saja di sini, kamu ini orang baru Tapi kok sudah mengambil lapak orang .Mana lelet lagi ... Heh mbak jangan beli sayur nya Itu sayur dapat nyuri punya tetangga nya Makanya dia jual murah biar ngak ketahuan " kata Wanita itu berkacak pinggang


Yang membuat Ara langsung emosi mendengar nya Lalu Ara pun langsung menghampiri wanita itu


" Woi..... Ibu mulut nyinyir jaga tuh mulut nya ya !!! jangan syirik dengan kehidupan orang lain . Mbok itu berjualan hasil kebun sendiri bukan mencuri jelas !!!!Mungkin ibu tuh yang mencuri milik tetangga ibu " kata Ara marah lalu berkacak pinggang


" Eh.. siapa kamu anak perempuan ngak punya sopan santun " kata perempuan itu


" Ngak perlu sopan santun ya sama ibu bermulut nyinyir seperti ibu Mengatai orang tanpa bukti situ kali yang pencuri " Kata Ara galak Yang membuat para membeli sayuran mbok melihat Ara begitu juga yang lainnya Hingga mereka jadi perhatian orang orang di pasar


" Hei mulut mu jaga anak muda kok ngak punya tata krama " kata perempuan itu membentak Ara


" Ibu tuh yang ngak punya tata krama , sana !!! Jualan saja ngak usah ngurusin jualan orang " kata Ara berteriak lantang


" Ibu ibu itu sayur nya ngak usah bayar ambil saja kami kasih semua Silahkan ambil dan bawa pulang gratis ayo sini sini ambil " Kata Ara pada para pembeli


" Benaran mbak ?" kata mereka menatap Ara


" Wah gratis ini tinggal ambil ya mbak ?" kata seorang ibu


" Iya mbak ambil siapa yang mau gratis ngak perlu bayar Sini ambil sendiri gratis ngak pake bayar ?" kata Ara


" Benar ya mba gratis " kata yang lain Yang berkerumun berebut mengambil sayur Tanpa membayar dan mbok hanya terdiam Begitu juga Rio yang melihatnya


" Iya ambil saja , gratis ngak perlu di beli sini Yang butuh terong sawi kacang panjang . Monggo ambil sini sayur gratis minggu berkah gratis " Kata Ara berteriak karna ia kesal

__ADS_1


Yang membuat pembeli yang ingin membeli sayur ibu tadi semua lari ketempat mbok dan meminta sayur dan berbagi sesama ibu ibu yang lainnya


" Yo " kata mbok menatap Rio


" Mbok sini biar kan saja mereka mengambilnya " Kata Rio Yang merangkul mboknya Berdiri dekat karung Sampai sayur nya habis Tanpa tersisa sedikit pun ludes di bagi bagi


" Waduh ..... yo ra payu noh sayur ku " kata perempuan itu menatap Ara


" Apa .....mau apa lagi ?" kata Ara mendelikkan mata nya


" Waduh kui mantu nya sih mbok galak tenan " kata si tetangga mbok Yang berjualan beda lapak


" Ben galak mba, biar tahu rasa mbo Surti Masalah nya tadi dia memarahi mbok Dan bilang mbok mencuri sayur tetangga nya Itu pasti bikin jengkel mba Ara Jadi dia marah pas dengar " Kata mereka berbisik tak berani mendekati lapak mbok


" Lagian salah mba Sinta dewe kenapa kudu mbok yang harus jualan. Padahal sudah tinggal di rumah mbok " kata tetangga mbok mengelengkan kepala


" Ra sudah ndu , sayur nya habis " kata mbok lirih Karna ia baru dapat 100 ribu saja karna baru buka


" Sudah pulang mbok , besok besok ngak pake jualan " Kata Rio Yang juga kesal Dan mereka pun lalu membawa mbok pulang Dan naik kedalam mobil


" Ngapain sih mbok pake jualan di pasar Kan mbok sudah di kirimin Rio uang tiap bulan " omel Rio di mobil


" Iya mbok , kan itu pekerjaan mba Sinta dan suaminya " kata Ara


" Anu mas, kan kebutuhan mendesak lagi ada kemarau jadi cuma mengandalkan telur dan ayam buat belanja " kata mbok


" Trus sejak kapan orang tua mba Sinta tinggal di rumah kita " kata Rio


" Sudah sebulan le " kata mbok Yang ngak enak bicara


" Mas, mbok bawa tinggal sama kita saja Nanti kita tinggal ambil baju mbok di rumah trus pulang Masa mertua nya tinggal dirumah ibunya di suruh jualan Harus nya mereka yang laki laki itu yang kerja " kata Ara mengomel .


" Tapi kan nak mereka kan tamu " kata mbok ngak enak


" Mbok bertamu itu cuma 3 hari kalo lebih dari itu sampai sebulan lamanya Itu namanya bukan tamu mbok .Tapi menumpang hidup " jelas Ara


" Ya mbok Ara benar Lagian kenapa mereka tinggal di rumah kita ?" kata Rio


" Anu le.....rumah nya di sita bank " kata mbok tertunduk Yang tak berani bercerita kalo besannya sedang bermasalah Dan sekarang anak tertua nya jadi tumpuan Apalagi Sinta hamil muda Yang harusnya mereka senang malah di bebani kedua orang tuanya


" Apa......disita bank??" kata Ara dan Rio kaget

__ADS_1


__ADS_2