
Pagi seperti biasa Rio mengantar Ara ke cafe dulu Baru berangkat ke kebun Karna Rio tak ingin Ara kenapa napa. Sedang kan sepedanya bisa di pake mak paijo untuk pulang pergi ke cafe
" Mas kopi kita banyak mau di angkut sekarang apa nanti " kata Paijo ketika Rio datang karna ada Dullah sepupu Paijo nya yang ikut kerja.
" Sekarang saja jo, nanti malam aku berangkat kejakarta trus kalo aku belum datang lusa .Kalian berdua bisa ngantar ke pabrik kan jo" kata Rio
" Bisa mas " kata Paijo yang sudah di percaya Rio sebagai asisten nya Karna Paijo juga sudah bisa menyetir mobil .
" Trus kalo pembayaran sama mas Rio langsung kan " kata Dullah
" Iyalah itu langsung ke rekening mas Rio Karna itu buat gaji karyawan juga " kata Paijo.
" Iya ...ya sudah mas bikin laporan dulu ya " kata Rio yang masuk kantor Lalu membuat laporan .Karna memang ia harus menghandle semua laporan nya
" Huh..... banyak juga " kata Rio . Yang lalu mengecek nota pengantaran kopi Dan Rio merasa pekerjaannya masuk lebih ringan dibantu Paijo. Rio tak bisa membayangkan Kalo dia seperti Ferdi yang punya banyak perusahaan .Apalagi ia hanya lulusan SMA .
Disisi lain Ara juga sedang sibuk dengan nota laporannya .Karna kini cafe semakin ramai. Untungnya kemaren ada teman tetangga Ratih yang butuh pekerjaan hingga mereka ngak kewalahan.
kekurangan tenaga pelayan
" Mba Ara ini nota tadi ada yang order 100 kotak . Apa besok kita tutup mba " kata emak paijo
" Wah itu Ara kurang gerti tanya mamah mak kalo mau tutup boleh mau buka juga boleh Atau kita ambil orang untuk bayar sehari " kata Ara
" Kita bayar orang saja ra, mamah sudah bilang Qila tadi sama Via kalo ada teman nya yang mau bantu " kata mamah Sila .
" Alhamdulilah ....ya mah Ara nurut saja Karna nanti malam Ara dan mas Rio kejakarta Besok mamah bisa minta tolong paijo buat mengantar pesanannya " kata Ara menghampiri mamah Sila
" Ya ra, jangan lupa oleh olehnya ya " kata Qila ikut nimbrung
" Santai pasti kak .Nanti Ara tinggal laporan sama big bos " kata Ara terkekeh
" Iya dong biar berbagi rezeki " kata Qila Yang tahu Aya pasti slalu membagi oleh oleh untuk para teman teman nya .
" Kalian ini jangan di biasakan Kasihan Aya kan dia lagi repot " kata mamah Sila
" Ya mah kita cuma bercanda ngak serius kok , kalo di kasih syukur ngak juga ngak apa apa . Ya ngak de " kata Qila tersenyum
__ADS_1
" Ya mah ,tapi biasa nya kak Aya tetap nitip kok " kata Ara tersenyum
" Iya lah ra, kakakmu itu kan punya suami dan mertua tajir Wajar saja dia kelebihan rezeki memberi kita " kata Qila
" Yang tapi ngak enak juga kalo terlalu sering nak " kata mamah Sila
" Ya mah, ya sudah Ara lanjut ya mah mau buat laporan lagi Nanti sore kan sudah berangkat ke jakarta " kata Ara
" Ya nak , nanti mamah nitip ya buat kak Aya mu " kata mamah Sila .
" Ya mah siap " kata Ara kembali kemeja nya
Sedangkan mamah berbisik pelan pada Qila untuk menyuruh membeli sesuatu Mumpung ingat karna pengunjung nya masih sedikit .
" Iya mah " Kata Qila karma memang tahu temannya baik sangat baik Dan skali skali mengirim oleh oleh itu wajar .
Bagi Qila dan mamah Qila
Lalu Qila pun menelpon Via yang masih di kampus minta sekalian pulang untuk mampir ke toko oleh oleh khas yogya Yang awet sampai jakarta .
********
" Ya ampun kalian ya betah banget di kamar " kata mami
" Ya mi belum mau di ambil mba Wati dan Erni .
" Ya nyonya mereka masih ingin bermain dengan tuan muda " kata mba Erni Yang sedari tadi membantu Aya merapikan pakaian si kembar
" Biasa ma kita kan bolu bolu " kata Ferdi menggoyang kan kepalanya Membuat si kembar menirukan sang papi ala Tina toon
" Hahaha...... kalian kok lucu , oma jadi gemas pengen gigit tuh pipi Apalagi nanti kalo aunty Ara sudah datang pasti heboh banget " kata Ara
" Ya mi, pasti bakal rame celotehan nya Dia kan paling gemas sama si kembar .
" Oh iya mba , bilang bi Yam masak sedikit aja , nanti kita makan lesehan di samping taman kan Ara bawa banyak masakan " kata Aya
" Ya nona , kalo begitu saya kebelakang dulu " kata Erni pamit
__ADS_1
" Ya mba " kata Aya
Sedangkan mami Risma mengoda para cucunya .Yang membuat Aya dan Ferdi saling pandang
" Besok kalo sudah bisa jalan pasti heboh lagi mi , ini aja lagi belajar duduk bisa goyang goyang " kata Ferdi terkekeh
" Ya mami perlu mengamankan semua pajangan kristal mami di gudang Kalo ngak mami bisa bangkrut kalo di jadikan mainan " kata mami
" Hahaha ..... kan dompet papi masih tebal mi gampang tinggal beli " kata Ferdi tertawa .Yang tak mempermasalah kan berapa uang yang keluar .
" Bang bang kan biar ngirit ya mi, eman eman kalo di buang buang kan harga nya mahal . Abang memang punya duit .Mami juga punya banyak uang tapi bukan berarti di hambur hambur kan " kata Aya ikut mendekati suaminya
" Tuh Fer istri mu cerdas mami acungi jempol Ngak seperti dirimu Karna cara berpikirnya cermat dan hemat Kamu malah boros. Itulah kenapa mami dulu merestui kamu dan Aya ketimbang Kaifa Karna Dia bisa meruntuhkan singgasana mu itu. " kata mami.
" Ya .... ya .... kalo masalah itu Ferdi tak bisa bicara lagi " kata Ferdi mengalah
" Hahaha..... abang kalah dong " kata Aya tertawa senang
" Ck...... senang banget ya kamu yang, kalo abang di skak mami Dan kau ini bela mami atau abang sih " kata Ferdi menoel hidung Aya
" Aya ngak bela siapa siapa bang . Kan cuma mengarahkan " kata Aya terkekeh Yang tak ingin pro dengan siapa pun
" Ya Ay cari aman saja , Ferdi kan suka banget nyari bolu perang " kata mami menggoy.angkan kepalanya Yang membuat Afnan dan Aska meniru sang oma .
" Hehehe ..... kalian senang ya lihat oma begitu , oma memang suka tuh bolu bolu " kata Aya terkekeh dan mencium pipi dua putranya bergantian
" Aaa ....uuuu......" kata Afnan
" Kalian memang mengemas kan .Iya kan oma ? Oma sedang adu bolu sama papi Biar bisa bolu bolu sama kakak dan Ade Dan juga opa " kata Aya
" Yaa.....aaa" kata Aska mengangguk
" Ck..... kaya ngerti aja omongan orang tua " kata Ferdi mencium Aska
" Ya gerti lah Fer kan mereka juga tahu oma bolunya siapa . Bolu si kembar kan " kata mami Risma mencium kedua cucu nya itu Karna semakin hari mereka semakin tumbuh besar Dan mami Risma bersyukur bisa melihat dua cucunya itu di umurnya yang sudah tak muda lagi Dan mami sangat bangga Aya tak menolak hamil muda seperti Tania yang sekarang baru mau punya momongan padahal mereka sudah menikah 5 tahun
Dan Tania sempat menolak punya anak Yang membuat Deril marah .Tapi sejak ia melihat Tania mengendong Aska Deril langsung kembali ingin rujuk Dan Mami yang mendengar nya pun ikut senang . Karna memang sudah lama orang tua Tania menginginkan cucu Begitu juga dengan mami dan papi
__ADS_1
***Maaf hari ini cuma segini Karna lagi mantau anak ppdb sekolah dan ada kesibukan yang tak bisa ditunda ****
🙏🏻🙏🏻🙏🏻